Rabu, 31 Agustus 2011

I'tikaf~...Summer Camp~...Pesantren Kilat~...Yang terkumpul jadi satu...*Manfaat i'tikaf buat saya tahun ini~

Bismillahirrahmanirrahim~...

Ini adalah pengalaman pertamaku melakukan i'tikaf di masjid. Otomatis menorehkan pengalaman baru dan spesial di hati. Waktu itu tidak terbesit keinginan untuk melakukan I'tikaf secara hampir penuh~, tapi ternyata liburan musim panas kali ini, membuatku malas kembali ke rumah, karena jika berada di rumah, saya masih bertemu dengan buku-buku yang gak berguna, jelek, kusam, dan begitu malas untuk kubaca khu khu khu khu(pelajarmalas.com). Disamping itu, di dalam rumah juga terdapat hal-hal yang begitu sulit untuk kutinggalkan, sebut saja codename project blackout dan codename league of legends(BACA:games). Namun hal ini justru memotivasi saya, untuk berusaha meninggalkan hal-hal yang tidak berguna itu untuk mencapai ketaqwaan. Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani mendefinisikan: "Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan".

Well, daripada terlalu banyak kata pengantar langsung ke bagian inti saja. Awalnya saya enggan menuliskan hal ini. Karena sebaik-baiknya amalan adalah amalan yang disembunyikan. Tapi sekedar pengen sharing dan memotivasi para teman - teman agar turut mencobanya. Dan mungkin juga disetiap daerah dan orang memiliki, cara dan metode i'tikaf masing-masing.

Apa yang kulakukan dan apa manfaatnya?

  • Shalat malam

Shalat malam adalah hal yang paling berat dilakukan oleh kaum muslimin jaman sekarang, boleh deh dihitung jari kaum muslimin yang bangun tengah malam karena Allah, dan saya termasuk salah satu orang munafiqun yang tidak bisa bangun tengah malam untuk shalat malam tersebut. Hari pertama berada disini tentu agak berat bagi saya untuk shalat malam setelah tidur yang setengah2 sadar dan hanya 2 jam-an. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk menjadi kalongers(sebutan bagi para tukang begadang), dan memutuskan untuk tidur setelah shalat subuh.

Well, shalat malam emang simpel, tapi tidak untuk dimasjid ini. Syeikh menggunakan surah yang sangat panjang pada shalat malamnya dan tentu disinilah keteguhan kita diuji. Beberapa kali saya diserang penyakit pinggang saat shalat*kayaknya sih gak ada hubungannya yak?*, saya juga pernah merasa kantuk berat,dll. Namun shalat malam ini memberikan pelajaran tersendiri tentang makna pentingnya melakukan sesuatu karena Allah. Dibandingkan ketika zaman kita sekolah dulu dengan jahil dan bodohnya kita harus berbaris dan menghormati tiang bendera sebagai tanda setia, padahal itu bukan hal yang dianjurkan dalam sunnah Rasulullah.

Solusi yang kudapatkan untuk yang satu ini, selain begadang, saya juga berusaha shalat malam sebelum ikut shalat malam berjamaah, dengan sengaja membaca semua hapalan yang saya punya, agar kaki-kaki saya terlatih untuk berdiri lama, begitu juga dengan punggung dan rasa kantuk.

Hasil yang kudapatkan, aku jadi bisa lebih melatih diri untuk bangung malam, tidak hanya shalat, mungkin nanti bisa saya manfaatkan untuk belajar.

  • Memotong daging ayam

Saya belum pernah sekalipun motong daging, apalagi daging itu masih menyatu dengan tulang dan masih utuh, nah karena kapasitas manusia yang ada di masjid kurang dan mereka juga sibuk, akhirnya berusaha coba bantu-bantu motong ayam*walaupun cuma sekali*, dan ternyata agak sulit sih. Walhasil, ada darah mengucur dari kelingking, entah terjadi karena apa wallahu a'lam saya gak tau.

  • Bersih-bersih kamar mandi

Saya adalah seorang pemalas, apalagi dalam hal pekerjaan rumah. Alhamdulillah, setelah hidup disini dan melihat bagaimana masjid dan karena diajak seorang teman, saya jadi berpartisipasi untuk membersihkan kamar mandi. Setiap kali yang dibersihkan masjid, tentu pikiran kita tidak berpikir untuk 'siapa', karena kita tahu bahwa masjid adalah rumah Allah. Tentu kita melakukannya untuk Allah, bukan untuk siapapun. Dan dari sinilah muncul keikhlasan, dan melatih diri saya untuk melakukan sesuatu karena Allah, bukan karena seorang lain pun.

  • Kajian harian

Setiap ba'da maghrib, alhamdulillah ada masukan ilmu yang didapatkan dari syeikh yang kebetulan berkunjung ke Fukuoka, juga di pertengahan tarwih, dan ada quiznya juga dan katanya ada hadiahnya, well tanpa hadiahpun kalau belajarnya ikhlas, sudah dapat hadiah dari Allah. Juga ada kajian Al-Qur'an seusai subuh dan ada kisah tentang sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam*yang ini saya jarang ikut, dikarenakan waktu tidurku jam segitu...hehe...* Ditambah ada juga kajian dari Ustadz yang dipanggil dari Indonesia untuk memberikan masukan-masukan.

  • Suasana tenang dan nyaman

Yang satu ini hanya bisa dirasakan saat tengah malam, soalnya anak-anak pada ribut di waktu lain, karena itu, tengah malam benar-benar harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk beribadah, merenung, dan bermuhasabah.

  • Kebersamaan sesama muslim walau dari bangsa yang berbeda

Yang satu ini memang sulit ditemukan di Indonesia, namun yang bisa saya rasakan disini, terdapat perbedaan mahdzab tapi tidak ada pertikaian diantara mereka termasuk dalam menentukan 1 syawal seperti di Indonesia yang katanya cuma satu mahdzab yaitu mahdzab syafi'i. Kok bisa?Tanya kenapa?Kesimpulannya, jika semua diniatkan karena Allah yang terjadi adalah kemudahan, terkadang saya malas melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah karena merasa melakukannya bukan karena Allah, padahal itu adalah bagian dari kaidah-kaidah islam, karena walaupun di rumah sendiri itu bisa dihitung ibadah.

  • Pengalaman jadi saksi nikah dan ilmu tentang nikah

Saya menemukan sesuatu yang menarik hari itu, ketika dipanggil menjadi saksi pernikahan di Masjid. Saat itu saya agak bingung, karena saya tidak pernah jadi saksi pernikahan sebelumnya.Well, setelah itu, setelah mendatangi ruangan itu, saya didatangi sepasang lelaki perempuan dan seorang anak kecil, aku berpikir, "apa nih orang menikahi janda?",ternyata iya, dan yang dinikahinya adalah istri lamanya, dan ternyata istilah talaq 3 di Indonesia selama ini adalah istilah salah,karena menurut penjelasan seorang teman yang merupakan bangsa arab, seorang suami dapat menceraikan istrinya sampai 2 kali, dan yang ketiga dia tidak dapat menikah kembali, tanpa istrinya menikah lagi dan dicampuri oleh suaminya. Dan pada akad nikah, mereka tidak perlu mengulang kalimat yang diucapkan oleh penghulu, cukup wali yang mengatakan dan si mempelai laki2 tinggal mengatakan saya menerimanya *atau apalah tadi saya gak ngerti soalnya pake bahasa arab*, setelah itu pernikahan mereka sah disertai dengan maharnya pula. Dan mahar yang mereka gunakan gak banyak2 amat. Mereka hanya menggunakan uang 40rb yen sebagai mahar*sekitar 4 jt rupiah lah*. Hal ini membuatku agak bingung dengan pernikahan di Indonesia yang harus begitu mewah,lebay, dan boros, padahal menikah itu ibadah, mengapa mesti begitu dibesar2kan.

Dan masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya...Masih pengen nulis, tapi udah terlanjur mengantuk karena udah memasuki waktu tidur, Bila ada waktu dan ada yang nancep lagi, Insya Allah dilanjut...

Sekian dulu ahh,Wassalamu alaikum


About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.