Jumat, 04 November 2011

4 Tipe Kepribadian

Ana paling suka posting yang kayak ginian. Tapi bukan berarti percaya yang seperti ini, lagipula ini bukan ramalan bintang, tetap berdasarkan penelitian. Tapi bukan untuk dipercaya 100%. Wallahu a'lam bishowwab.

“Plegmatis: Manusia Berjiwa Tanah yang Bijak”

Sori Gan, ngaret jauh dari jadwal. Ane lagi sakit pala. Kena elemental Angin kebanyakan.

Ciri-cirinya:

Orang plegmatis memiliki karakter seperti unsur tanah. Tanah (termasuk batu) itu keras, gelap, ga mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, monoton, di bawah. Orang semacam ini cenderung tampak misterius karena ga banyak ngomong. Ariel Peterpan juga punya unsur ini sehingga ia terkesan misterius bagi para penggilanya. Orang plegmatis males banyak ngomong. Mereka lebih suka mengamati. Kalo pas ngomong, bhwueeeh…Gan, Gan…bijak abiez. Tapi penampilan mereka keliatan kayak pemalas, lelet, dan lamban. Ini karena pengaruh sifat elemental tanah yang keras. Orang plegmatis juga cenderung berteguh pendirian. Mereka ga akan berubah kalo ga dibentuk seperti tanah liat atau batu pahat. Mereka berubahnya kalo sudah disuruh. Punya temen yang cenderung pendiam ga Gan? Kalo bikin lelucon sekali pasti bikin ketawa kan? Nah itulah orang plegmatis.

Orang plegmatis mukanya keliatan seperti orang yang ga niat hidup. Mereka suka santai, jadi klo duduk jarang tegak. Cenderung tertopang. Jalannya pelan tapi pasti. Mereka ga keberatan menyendiri karena mereka ga butuh orang lain untuk tetap hidup. Jadi kalo di lingkungan Agan ada orang yang cenderung suka menyendiri, unsur tanahnya tinggi. Suka warna gelap karena tanah unsur gelap. Kalo dicandain yang berjenis meledek, asal sudah cukup akrab, mereka ga ngebales atau nge-les(menghindar), tapi malah menerima sambil ketawa.

Orang plegmatis lebih suka dengan orang yang bisa jadi teladan. Mereka suka keamanan dan kenyamanan. Pokoknya mereka memuja perdamaian. Daripada rebut mending menghindar atau diam. Bagusnya, orang plegmatis ini betah dengan hal yang monoton seperti jalanan tanah yang berkali-kali diinjak-injak orang. Mereka ga pernah mengeluh. Daripada mengeluh mending diam dan terus bekerja.

Kelemahan:

Kelihatan malas, ga bersemangat, ga niat hidup; memendam masalah dan cenderung mencari solusi sendiri; antisocial; terlalu cuek, menggampangkan; susah berubah; egois; tidak bisa memimpin karena terlalu toleran/mengalah (tau kan Gan contohnya sapa?); kalo sekali selingkuh, ga ketahuan; bisa jadi backstabber; susah disemangati (tanah susah bereaksi dengan api)

Keunggulan:

Stabil emosinya, ga gampang marah; bijaksana dalam memberi masukan; gak cerewet; nurut; ga ngeluh; ga gampang bosan;nrimo(mudah menerima perlakuan atau kejadian apapun); ga lebay; dasarnya setia; sopan; empati(bisa ngertiin penderitaan orang);senang hati melayani/mengikuti

Profesi:

Semua profesi yang membutuhkan ketenangan emosi dan ketekunan meski membosankan. Yang bersifat rutin, mengikuti perintah, bisa toleransi, ga perlu mengambil keputusan agresif tapi keputusan yang berdasar pertimbangan matang seperti contohnya : administrasi (tp jangan bagian peminjaman uang), ilmuwan, peneliti, penasihat, pengacara perdata, buruh, teller, koki,perawat, dokter, pilot.

Pasangan:

Tanah plegmatis ---> padang gurun, kering membosankan, tidak ada kehidupan, total disaster.

Angin sanguinis ---> badai gurun, potensi dahsyat untuk tujuan bersama, stabilisator untuk sanguinis.

Air melankolis ---> lumpur comberan, keluarga yang membosankan,cocoknya tinggal di lingkungan individualis seperti apartemen, kalo ga bakal tertekan oleh tuntutan pergaulan sosial.

Api tanah ---> tungku tanah liat, api terarah pembakarannya dan bermanfaat, stabilisator api dan menjadi pengikut yang baik. Pasangan yang sempurna. Satunya memimpin, satunya patuh mengikut. Cuma Api yang bisa mengubah tanah biar jadi lava dengan panasnya cinta yang sangat tinggi.

Rambu-rambu urusan dengan Plegmatis Tanah:

Bersikaplah tegas dan adil untuk mempertahankan kesetian orang plegmatis. Mereka cenderung berubah oleh perlakuan yang tidak adil. Jangan menuntut mereka pada posisi pemimpin. Mereka orang yang ga suka dipaksa meski suka jadi pengikut. Buat mereka merasa bebas berkata jujur. Kalo ga, mereka akan jadi penipu yang paling jago mempecundangi Agan. Kalo jujur dipuji dan berterimakasihlah. Tanah itu tempat menanam benih. Tanamlah benih penghargaan, penerimaan,dan persetujuan, maka Agan akan menerima buah kebaikan dari orang-orang plegmatis ini. Panen Gan, ga boong.

“Sanguinis: Manusia Berjiwa Angin yang Menghibur”

Ciri-cirinya:

Orang Sanguinis memiliki karakter seperti angin. Fleksibel, memenuhi ruang, menghidupi, transparan, ringan, mobilitas tinggi, oksidator (pembakar) adalah cirikhas angin. Sanguin orangnya fleksibel, easy-going, gampang diajak jalan ataupun kegiatan keluar lainnya. Orang sanguin memenuhi ruangan ketika ia berada di suatu kumpulan orang, ia akan segera mencari teman dan menjadi pusat perhatian semua orang, maka ia disebut memenuhi ruang. Orang sanguin memang menghidupi sifatnya karena kesan pertama yang orang dapat adalah ‘lucu’. Orang sanguin memang pandai membuat lelucon, menghibur orang sedih dan langsung membuat orang senang padanya. Suasana yang mati pasti hidup dengan keberadaannya, Makanya ada ungkapan buat orang sanguin kayak iklan rokok, ‘Gak da loe ga rame.’ Transparannya orang sanguin membuat dirinya dikenal sebagai orang jujur. Orang sanguin ga merasa terbeban samasekali dengan segala perbuatannya. Dia sangat ringan karena tidak memusingkan kehidupan. Bebas stress. Praktis adalah kata kuncinya. Mereka ga suka yang berbelit-belit. Orang sanguin tuh ga bisa diam. Ia seperti angin yang mobilitasnya tinggi. Klo ampe ga ada kesibukan, ia akan iseng ke semua orang. Orang sanguin gampang bosenan. Orang sanguin juga cerdas seperti cirikhas angin, sumber pengetahuan. Kalopun nile di sekolah ga bagus, itu karena memang pelajaran di sekolahnya membosankan. Mungkin ga cemerlang kecerdasannya, tapi kreatipnya Gan…., rruarrrr biyasa. Ia bisa menjadi oksidator semangat orang di sekitarnya. Meski taunya dikit, tapi keliatan pinter banget. Orang mudah dibuat percaya olehnya.

Kelemahan:

Terlalu cuek; menggampangkan; idealisme yang ga realistis;gampang bosenan;diragukan kesetiaannya;super lebay;kadang candanya keterlaluan, ga mikirin perasaan orang;mudah lupa; usil; suka ngisengin orang;ga bisa nyimpen rahasia(transparan);gampang panik; emosi meletup-letup;ga bisa menyembunyikan perasaan;suka pamer;gampang diprovokasi;ga rapi;ga telaten;segala sesuatu dalam hidup dianggap permainan, termasuk cinta.

Keunggulan:

Menghibur;lucu;murah hati;easy going;suka petualangan; tukang cerita yang super seru; menceriakan suasana;pandai memotifasi;populer;disukai banyak orang; jago mempengaruhi;jujur;ga gampang stress;kreatip;cerdas;ga ribet, simple orangnya;enerjik,penuh semangat;bukan orang asing bagi yang baru dikenalnya;suka tantangan

Pasangan:

Tanah Plegmatis--->badai gurun, bisa meramaikan suasana keluarga meski pasangannya pendiam

Angin Sanguin---> putting beliung,twister, rame di rumah tapi sepi waktu keduanya pergi. Gampang kemalingan rumahnya. Ribut kalo ketemu, suka nerbangin macem-macem, termasuk vas, gelas dan piring.

Air Melankolis----> hujan badai. Musti cari tempat tidur yang kokoh. Sanguin penuh semangat, melan-nya romantis….bikin pingin lagi, lagi, dan lagi.

Api Koleris----> kobaran api sempurna. Sanguin oksidator jadi makanannya koleris. Sanguin nyemangatin dengan dukungan, kolerisnya berani berjuang makin ambisius. Ambisi besar dan kerjakerasnya menghasilkan sukses yang membanggakan.

Profesi:

Semua profesi yang bersifat populer, alias ketemu orang banyak dan butuh jadi fokus perhatian. Orang sanguin adalah people person. Jangan ditempatkan di pekerjaan yang menyendiri atau di balik layar.la adalah pelaksana alias orang lapangan. Contohnya: artis, penyanyi. guru,customer service, pedagang keliling, surveyor,politikus,pembicara, dosen,motivator, dsb

Rambu-rambu:

Jangan pernah bertele-tele dengan orang sanguin klo ga mo ditinggalin. Harus menghindari monoton yang berarti Agan harus kreatif mengubah metode dalam bercinta, mengajar,promosi ke orang sanguin. Kalo monoton, jangan mengharap mereka tetap setia. Jangan memenjarakan orang sanguin. Angin tuh bebas, kalo ditahan bisa meletus kayak balon. Jangan mengandalkan kerapiannya apalagi ketelatenannya. Mereka ga mo ambil pusing. Jangan mengandalkan kejeliannya. Mereka suka asal-asalan. Harus sering dipuji. Kalo pamer, terima aja, maklumilah Gan. Popularitas, kehormatan, dan harga diri tuh penting baginya. Meski demikian, mereka suka dihina asal ada sisi kelucuan dalam hinaannya. Kasi hadiah, ga perlu yang mahal, bahkan cuma sekedar perhatian saja cukup.Mereka itu murah kok buat didapetin hatinya. Selalu pastikan mereka tertantang, kalo mudah baginya, mereka ga akan ngikutin Agan. Ajak bermain atau tanyakan permainan yang mereka lagi up-to. Klo nge-blank, cobalah bermain dengan mereka dan belajar menikmati permainan itu.

“Melankolis: Manusia Berjiwa Air yang Romantis”

Ciri-cirinya:

Orang Melankolis jiwanya seperti air. Air tuh kadang jernih, kadang keruh, taat pada hukum alam, wujud dari semua simbol pengorbanan, memenuhi semua tempat sejauh ia bisa menjangkau, dibutuhkan oleh semua makhuk hidup, kecil dicari besar ditakuti. Orang Melankolis bisa memiliki beranekaragam emosi dalam jangka waktu yang lama. Ada yang pemarah, pemalu, periang tapi ga gampang berubah seperti air. Air lebih cepat kotor daripada bersihnya. Mereka suka melihat segala sesuatu dari sisi buruknya. Butuh kejernihan pikiran untuk bisa membuat orang melankolis yang sedang tidak suka, membenci atau mendendam. Orangnya suka menikmati kesedihan dan suka dikasihani. Orang melankolis ini keliatan serius dalam segala hal dan menyedihkan. Mereka menanggapi apa kata orang dengan serius dan kepikiran terus ga ada habisnya. Menyimpan dendam adalah cirikhasnya seakan dendam itu seperti gelas aqua kosong dan dia adalah pemulungnya. Kebayang kan seperti apa rasanya? Sangat perasa banget deh orangnya. Tapi mereka adalah orang-orang yang paling taat hukum dan norma-norma lingkungan masyarakat. Mereka berpakaian rapi di tempat kerja, pelajar yang rajin mencatat dan memperhatikan gurunya, ga berani melanggar peraturan lalulintas dsb. Pokoknya seperti air yang taat pada hukum gravitasi bumi. Mereka juga ngikut kebanyakan orang dan ga punya pendirian kokoh. Melankolis seperti air yang menjadi wujud simbol pengorbanan, yaitu keringat, airmata, darah, ketuban, dan air mani. Itu membuat orang Melan jadi suka berkorban meski dirinya tersiksa. Mereka ga berani bilang ‘tidak’ daripada dianggep ga baik. Citra baik itu nafas hidupnya. Kalo ini hilang, mereka pasti mati. Menjangkau hampir semua ruangan seperti air gelas yang dituang ke lantai. Mereka hampir jago di setiap bidang yang dipelajari tapi cuma bisa sedikit karena ga fokus, inggrisnya “Jack of all trades”.Semua orang membutuhkannya jika ingin berkembang. Mereka adalah murid teladan dan pekerja yang rajin. Guru yang ingin sekolahnya berkembang pasti butuh dia untuk lomba2. Perusahaan yang pingin maju butuh karyawan yang tepat waktu dan rajin bekerja seperti orang melankolis. Itu yang dimaksud dibutuhkan kehidupan, semua yang ingin maju. Waktu orang melankolis belum jadi orang, orang-orang sering sekali minta tolong padanya. Melankolis sangat bangga kalo berhasil menolong. Rasanya seperti mencetak skor dalam game. Kalo udah sukses, ga ada yang berani memandang. Mereka bisa jadi orang yang sangat sukses dan mengaggumkan.

Kelemahan:

Pendendam;selalu minta persetujuan, indecisive;terlalu berhati-hati;idealis tapi masih mending dibanding sanguinis, mereka masih punya pertimbangan logis meski kurang realistis;mengorbankan diri untuk keuntungan orang;mudah diperalat; ga berani bilang tidak;mudah diperalat;fokus pada sisi gelap/negatif;menyembunyikan kesombongan dalam sikap rendah hati;ikut arus, ga berani inisiatif;ga fokus dalam pengembangan ketrampilan karena ingin menguasai segalanya;mudah patah arang;sok ngurusin urusan orang.

Kelebihan:

Romantis; jago di bidang seni (bahasa, gambar,lukis,drama,menulis,music dsb);keunggulan adalah tujuan hidupnya;taat pada peraturan dan norma2;berani (bahkan membanggakan kalo bisa) berkorban;sangat perduli terhadap kebenaran dan penderitaan sesama;paling sabar menunggu dibanding semua unsur (bahkan tanah sekalipun, tanah malah sudah tidak perduli lagi klo menunggu lama);bergaul dengan semua makhluk;ramah;sopan;suka merapikan dan membetulkan segalanya;sangat berhati-hati, bisa diandalkan untuk hal-hal yang rumit.

Profesi:

Orang Melankolis suka pekerjaan yang bersifat artistik. Mereka cocok di bidang administratif. Orang melankolis suka hitung-hitungan, buat grafik, diagram, liat rating dan statistik. Pokoknya pekerjaan yang membutuhkan kesepurnaan, presisi, kerumitan, analisa, ketekunan, pengamatan dan sentuhan hati. Melankolis ga keberatan kerja keras asal bisa memuaskan rasa laparnya akan penghormatan, penghargaan dan kemuliaan seperti air yang ditinggikan ketika menguap oleh Matahari. Jadi contoh pekerjaannya: admin, HRD, peneliti,surveyor, seniman, artis, konseling, manajer,even organizer, Quality Control manager,relawan,perawat,dokter

Pasangan:

Tanah Plegmatis----> lumpur, subur tapi jadi keluarga kaku dalam mendidik anak-anaknya. Sok agamis normative, moralis dan sering dibilang munafik. Tentusaja bergantung dari kadar fleksibilitas si melankolis Gan. Klo kaku ya gitu.

Angin Sanguin----> hujan badai ataw angin mengeringkan yang basah. Melankolis sering jatuh cinta pada orang Sanguin. Serasa hatinya terbawa oleh saputan asmara saat sang angin berhembus dihadapannya.

Air Melankolis---->banjir! banjir! banjir bandang Gan. Sama-sama romantis. Kemana-mana, dimana-mana selalu tampil mesra dalam tindak tutur kata sampai yang ngeliat malu sendiri atau jadi sirik malahan. Apalagi yang pada jomblo. Klo keterlaluan pamernya bisa disumpahin putus ma si jomblo.

Api Koleris---->padam atau menguap. Kalo kuat airnya, padam, sia-sia. Kalau kuat apinya, bisa ngangkat air ke angkasa Gan. Trus jadi ujan yang menyegarkan bumi yang gersang. Maka tumbuhlah kehidupan.

Rambu-rambu:

Jangan pernah menyakiti hati orang melankolis. Kalo ringan, dia akan memaafkan tapi mencatat dosa Agan itu dalam hatinya. Kalo berat, lama Gan maafinnya. Ga gampang dirayu klo udah sakit berat. Kalo salahnya super parah yang menghina harga dirinya, pasti jadi dendam. Contohnya Hitler. Kasi pujian. Itu nafas hidupnya. Klo orang sanguin dibanding orang melankolis waktu dikasi pujian, ibarat orang sanguin itu roket petasan di malam lebaran, kalo melankolis roket ulang-alik ke bulan. Jangan dicela kalo salah, musti dipuji kelebihannya dalam kesalahan itu lalu bandingkan kebodohan yang pernah Agan lakukan. Mereka suka kalo tahu ternyata orang lain lebih bodoh dari mereka. Berikan pilihan dan rasa aman untuk menolak. Kalo terpaksa, mereka akan mendendam karena merasa diperbudak. Puji keunggulan sekecil apapun sebelum mereka terpaksa harus menyombongkannya dengan kedok kerendahan hati. Yang paling susah Gan urusan ama melankolis, kalo ia menawarkan bantuan tapi Agan ga butuh atau kalo dikasi, malah bikin kacau. Kalo ditolak, mereka pasti kecewa karena gagal dapet kesempatan jadi pahlawan. Mungkin strategi terbaik adalah menunjukkan kalau dia emang ga kompeten di situ. Kalo sebagai pacar, suka sekali dikasi perhatian kecil apalagi besar. Mungkin hanya tanya “udah makan blom?” “udah sembuh?” “pilihan warnanya bagus”. Melankolis dibeli dengan pujian. Jangan ketahuan sewenang-wenang di hadapan orang melankolis. Apalagi Agan suka menindas dan memperalat orang. Mereka jadi bersemangat tampil sebagai pahlawan. Makanya ga heran para penganten bom bunuh diri semua melankolis. Tiap orang yang kenal klo ditanya pasti bilang “padahal dia tuh rajin beribadah, ramah, sopan, bae, murah hati” “dia tuh anak baik, ga suka aneh-aneh” “dia anak pendiam”, betul kan Gan? Itu semua ciri melankolis. Target empuk provokasi untuk aksi bunuh diri. Orang melankolis paling berpeluang besar bunuh diri. Mereka berani berkorban bahkan mati sekalipun. Jangan kasi kesempatan orang melankolis larut dalam kesedihannya. Yang paling ringan, mereka jadi gila. Yang paling berat, jadi pembunuh berantai alias psikopat atau pembantai masal seperti PolPot ataw Hitler. Nyawa itu ga ada artinya buat orang melankolis. Kesedihan adalah candu bagai shabu-shabu baginya. Ajak jalan, ajak cerita hal yang lucu, ajak bermain atau memecahkan teka-teki.

Koleris: Manusia Berjiwa Api yang Tegas

Ciri-cirinya:

Koleris punya sifat seperti api. Api tuh terang, jadi orang koleris juga kelihatan dominan di lingkungannya. Ia bukan cuma populer seperti sanguinis, tapi lebih dari itu, ia suka memegang kendali. Api itu berkobar-kobar sama seperti koleris yang ga bisa diem. Mereka ga betah di rumah. Suka keluyuran. Petualang sejati ga kenal lelah meski sejauh apapun. Kalo di sekolah pasti desebut bandel, suka ngobrol, suka protes, nyolot. Api bersifat panas. Orang koleris cenderung emosional dan destruktif. Gampang marah dan kalo seneng, ketawa ngakak kenceng ga peduli kata orang. Beda ama sanguin yang masih lebih sopan. Orang koleris tuh cuek bebek ama kemungkinan pikiran dan perasaan orang. Ga seperti angin atw udara yang lebih luas cakupannya, api cenderung terbatas secara fisik tapi cahayanya menjangkau seluruh ruangan. Sama seperti orang koleris, mereka ga banyak berteman kayak sanguin. Tapi biarpun sedikit temannya, semua berkualitas dan dia ga kehilangan pengaruh bagi orang-orang yang tidak dianggapnya sebagai teman. Ga suka repot memelihara teman seperti ucapan ulang tahun, kondangan (amplopnya itu Gan), besuk sakit, dsb. Kalopun repot, cuma orang2 yang berkenan di hatinya. Biasanya orang koleris menyukai orang yang bisa membangkitkan rasa respeknya. Kalo gagal, ya bisa diremehkan ama orang koleris atau ditindasnya. Bahkan bisa ga dianggep ada. Api mengubah unsur dan wujud. Koleris bisa memaksa orang untuk berubah atau melakukan kehendaknya meski ga setuju aslinya. Orang menuruti dia karena koleris tuh powerful dalam kata-kata. Orang ga berani menentang. Pasti nurut. Mereka tahu apa yang benar dan bisa menentukan langkah ke depan di luar pemahaman para pengikut/bawahannya. Mereka suka memanfaatkan orang untuk suatu pekerjaan. Jadi kesannya licik dan manipulatif. Itu semua karena mereka malas bekerja. Kalo bisa orang yang kerja buat mereka. Mereka ga suka bertele-tele/berbelit-belit. To the point. Mereka berani mengambil tanggungjawab. Cepat dalam pengambilan keputusan terlepas dari benar atau salah. Hajar duluan urusan belakangan. Berani gitu karena mereka ga takut dengan masalah apapun yang akan timbul di depan. Unsur api memang unsur yang paling bernyali.

Kelemahan:

Mudah marah;egois(ga peduli perasaan orang);manipulatif(suka memperalat orang);ga kasi kesempatan bawahan untuk berpendapat(yang sangat kuat kolerisnya sekitar 90% ke atas);sok berkuasa;ambisius kalo perlu jegal orang(pada level ekstrim bunuh orang);ga sopan;keras kepala;mau menangnya sendiri;mau enaknya sendiri;suka meremehkan orang;suka mencela;

Kelebihan:

Pemberani;cepat mengambil keputusan;tahu apa yang benar;bakat pemimpin;bisa diandalkan;bisa berinisiatif;bisa menekan para pemalas yang ngeyelan;terus terang,blak blakan;jujur perasaannya,ga suka munafik;kalah oleh kebenaran;ga gampang sakit hati klo dikritik

Profesi:

Orang koleris cocok buat profesi yang menuntut bakat kepemimpinan. Koleris adalah orang lapangan yang ga suka santai-santai. Mereka bersedia sibuk asal sesuai dengan hatinya. Berurusan dengan banyak orang sebagai pengikutnya untuk diatur.Profesi yang butuh ketegasan dan berani tega. Contoh: guru,politikus, polisi, militer,presiden, manajer, mandor, pengawas dsb.

Pasangan:

Tanah Plegmatis---> padang gurun, kering. Serius semua orangnya

Angin Sanguinis ---> Api berkobar. Hot abiez. Saling menyukai dan mengagumi.

Air Melankolis ---> padam atau menguap. Kalo kuat airnya, padam, sia-sia. Kalau kuat apinya, bisa ngangkat air ke angkasa Gan. Trus jadi ujan yang menyegarkan bumi yang gersang. Maka tumbuhlah kehidupan.

Api Koleris--->Kebakaran! Kebakaran! Kebakaran! Ribut, bertengkar adalah kegiatan rutin sebelum perpisahan.

Rambu-rambu:

Jangan bertele-tele dengan orang melankolis klo ga pingin bikin dia emosi. Berikan pujian yang secukupnya kalo ga malah bikin dia mikir klo Agan itu penjilat. Bikin dia respek ama Agan. Jangan sampe gagal atau Agan bakal disepelekan. Bikin respek bisa dengan cara unjuk ketrampilan yang dia ga bisa atau ,lebih bagus lagi, yang dia sukai tapi ga bisa sendiri. Klo ga trampil apa2 gimana? Hanya satu pilihan lagi Gan. Berterus-teranglah. Jangan tunjukkan rasa takut. Katakan kekurangan yang dia miliki di samping pujian terhadap prestasinya. Orang koleris tuh yang keliatan galak malah lebih jinak daripada kelihatannya. Yang bisa menjinakan adalah orang yang ga gemeteran denger gertakannya. Kalo bisa malah makin digertak, makin maju. Koleris macam gini, langsung tunduk. Kalo mereka salah, tunjukkan pilihan-pilihan. Mereka tetap orang yang berpegang teguh pada kebenaran. Kalo Agan bisa merasionalisasikan yang benar, mereka pasti bisa terima. Yang penting satu Gan, buat itu seakan ide darinya kalo Agan pingin dapet dukungan dari kekuasaan yang dia miliki. Contohnya, “Saya ga yakin pak ide ini bisa dilaksanakan, tapi gimana kalo para pelanggan ga pernah dapet penghargaan? Apa mereka masih mau ke toko kita? Mungkin kita perlu kasi penghargaan. Yah mungkin dengan memberi souvenir gantung kunci misalnya, menurut Bapak sebaiknya gimana?” Jadi tunjukkan sebuah masalah dan tunjukkan keraguan terhadap ide yang Agan punya. Biarkan koleris memecahkan masalah itu. Ga usah repot2 Gan. Kalo ide Agan emang bagus, mereka pasti dukung dan Agan ga perlu cari muka lagi di hadapanya. Mereka otomatis respek dengan orang yang berbakat. Ibarat kita suka pada alat2 yang berkualitas kan? Jangan membantah kalo masih mau jadi bawahannya. Soalnya mereka merasa yang paling tahu apa yang benar. Jangan mengkritik di hadapan banyak orang. Nyatakan kritikan secara pribadi, malah mereka akan menghargai kritik Aga.

Sumber: Kaskus

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

9 comments:

AzimatuL Husna mengatakan...

saya sanguinis, gan..
Bikin nganggok-nganggok pas baca semua cirinya, benar semua..

halah, sepertinya angin bisa jadi my middle name, :D

farid maricar mengatakan...

Hmm...Kalau saya sepertinya melankolis...
Wallahu a'lam...

Usamah mengatakan...

ana melankolis...hoho(g niru2)...

farid maricar mengatakan...

Hohohoho...sama dong kita... :D

mahasiswicute mengatakan...

sebenarnya saya pengen protes sama yang bikin teori2 begini.. kok ndak ada "kepribadian Islam" ya? ~_~

saya ga mau sanguinis/koleris/melankolis/apa tuh satu lagi? yang saya pengen adalah kepribadian Islam seperti Rasul SAW.

kepribadian itu bisa dibentuk, apalagi kita sebagai muslim yang mempunyai Islam sebagai diin (bukan agama biasa)

farid maricar mengatakan...

Hehehe...Ahsanti, sayang sekali kepribadian Rasulullah terlalu perfect buat kita ikuti...Ya, kita akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti semua sunnahnya, dengan begitu kita bisa memperoleh kepribadian seperti beliau...

Kepribadian memang bisa dibentuk, tapi tidak semua orang mampu membentuk kepribadiannya...
:)

Dwi Indriati mengatakan...

Phlegmatis itu air, bukan tanah. Tanah itu melankolis.

Dwi Indriati mengatakan...

Tentang yang koleris:

"Rambu-rambu:

Jangan bertele-tele dengan orang melankolis klo ga pingin bikin dia emosi."

Kata "melankolis" di atas harusnya "koleris". Silahkan segera diralat.

Pemakan Hidung mengatakan...

Sangat bermanfaat sekali informasinya,saya juga memiliki informasi seputar Psikologi,berikut link mengenai Informasi Seputar Psikologi

Diberdayakan oleh Blogger.