Minggu, 30 Oktober 2011

Hujan~

Hujan seharian bukan berarti terus bermalas-malasan...
Mari mencoba untuk membaca Qur'an...
Atau sekedar mendengarkan kajian...
Untuk kepentingan kita di hari kemudian...

Atau membaca kembali pelajaran...
Yang didapatkan di sekolahan dan kuliahan...
Untuk menjadi persiapan...
Dalam menyongsong masa depan...

Istirahat yang cukup jangan berlebihan...
Karena kita harus ingat bahwa ada batas kehidupan...
Dimana nanti akan dipertanggung jawabkan...
DihadapanNya yang Maha menciptakan~

Jangan lupa banyak berdoa ketika turun hujan...
Karena hujan adalah salah satu waktu dimana doa dikabulkan...
Karena itu mari kita perbanyak doa dan juga membaca sebuah doa yang disunnahkan...
Yaitu doa yang berbunyi "Allaahumma shoyyiban naafi'an...
Read More

Rabu, 19 Oktober 2011

2 Tahun di Jepang~...

Bismillahirrahmanirrahim~...Sebelum bercerita tentang hal ini, mungkin ada baiknya kukatakan hal yang satu ini, bahwa Allah dapat mendatangkan hidayah kepada siapa saja yang di kehendaki, seperti yang tertera pada potongan Khutbatul Hajah yang ini " Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk."

Well, cerita ini dimulai pada tanggal 4 Oktober 2009 dimana pertama kalinya saya mencium bau tanah Jepang ini. Aku tidak berbekalkan apa2. Bahasa jepang hiragana-katakana aja gak hapal, apalagi kanji? Statusku waktu itu hanya "dependent to the ortu". Jadi gerbong doang. Pada masa-masa pertama kali datang itulah, aku menjadi pengangguran disini, tidak mengerjakan apa-apa, tanpa teman dan tanpa bergaul dengan siapapun. Waktu itu, aku bahkan sampai tidak melaksanakan shalat jum'at dalam waktu 3 bulan. Well, dalam kacamataku sendiri, itu sudah menandakan kekafiranku. Tapi ceritanya tidak sampai disitu saja. Akhirnya, setelah 3 bulan itu saya dapat pencerahan tentang cara pergi shalat jum'at (sebelumnya saya malas banget mencari pencerahan). Alhamdulillah ada yang mau ngajarin, kebetulan tetangga disini juga orang Indonesia.

Jauh setelah itu, saya mulai mengenal banyak orang-orang dalam kampus, karena sering shalat jum'at dan kebetulan waktu itu bulan Ramadhan, nah akhirnya saya datang hampir setiap hari untuk ikut berbuka puasa disana. Tiba pada saat Idul fitr tiba, suasanya tak kalah dengan suasana di Indonesia. Well, sebagian besar muslim disini adalah orang Indonesia juga. Jadi serasa lebaran di negara sendiri.

Singkat cerita, saya masuk menjadi mahasiswa semester 1 di Kyushu University, setelah melewati beberapa proses yang memang butuh kesabaran. Karena rahmat Allah subhana wa ta'ala lah saya di terima disana. Kalau dilihat dari segi skill, tidak mungkin orang-orang seperti saya ikut masuk untuk belajar disini, apalagi sampai dapat beasiswa. Mustahil lah menurutku. Tapi, Alhamdulillah, walau agak berat dan lambat, saya mampu mengikuti pelajaran-pelajaran yang ada, walaupun berat dan kadang mendapatkan kegagalan.

Tantangan untuk belajar disini sangatlah berat. Mulai dari harus menjaga pandangan, pergaulan, makanan, waktu, dll. Dari segi pandangan, anda mungkin tidak akan percaya jika saya katakan bahwa orang jepang-jepang itu cantik dan cute. Tapi Alhamdulillah, mereka bukan tipe saya, jadi kurang lebih bisa mengurangi fitnah pandangan tersebut. Yang kedua adalah fitnah pergaulan, hal yang ini agak sulit di elakkan, karena kita manusia adalah makhluk sosial, dan bagaimanapun juga kita akan berhubungan dengan orang lain. Akhirnya, saya mencoba untuk strict dan menghindari pergaulan dengan lawan jenis dan pergaulan yang buruk. Soalnya, kebanyakan teman-teman sudah terkontaminasi dengan gaya kehidupan barat, modern, dan semacamnya. Yang jelas, tidak sesuai dengan sunnah dan cenderung tasyabuh kaum kafir. Untuk masalah makanan, ada banyak sekali sebenarnya yang menjadi rintangan, karena makanan-makanan disini hampir semuanya berstatus syubhat, maka saya mencoba membuatnya menjadi mudah, saya tidak mau makan ayam, sapi, dll yang saya tahu pasti itu bukan sembelihan atas nama Allah, termasuk yang ada di kantin, dsb. Begitu pula dengan beberapa snack yang keliatannya enak dan lezat dan bisa membuat ngiler, tapi ada ekstrak babi, ayam, atau hewan. Lalu bagaimana dengan fitnah waktu? Inilah yang kurasa paling berat, karena di Jepang yang identik dengan festival dan acara-acara, sayangnya, banyak sekali acara-acara mereka yang menjurus ke arah syirik. Dan hal yang ini paling kutakutkan sebenarnya. Karena itulah, saya cenderung untuk menghindari hal-hal berikut yang cenderung memberikan kesyubhatan dalam pikiran dan iman.

Tapi, apa sebenarnya rahasia dibalik itu semua? Disamping mencoba menghindari pergaulan-pergaulan yang tidak perlu, saya selalu mencoba untuk mencari perkumpulan-perkumpulan orang yang mengingat Allah*mudah2an saya tidak riya' karena menceritakan hal ini, Wallahu a'lam. Alhamdulillah, ada yang mau memberikan kajian tiap dua pekanan. Ada juga yang memberikan pengajian di masjid. Ada juga yang membuat pengajian tiap bulanan. Ada juga yang memberikan kelas hadits di masjid. Dan juga ada shalat berjamaah di kampus dengan jamaah yang luar biasa diluar perkiraan kita yang tinggal di negara non-muslim. Hal ini, Insya Allah menjaga keutuhan keimanan saya, mudah-mudahan, karena Allah-lah yang maha membolak-balikkan hati.

Sepertinya hanya itu yang saat ini bisa saya katakan,Wassalamu alaikum Wa rahmatullahi wa barakatuh

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.