Rabu, 26 Desember 2012

Ketika nganggur

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.


Berikut ini, saya ingin menuliskan sebuah pengalaman dan pemikiran saya tentang nganggur. Pertanyaannya, pernahkah anda menganggur? Apa yang anda lakukan ketika menganggur? Bagaimanakah rasanya ketika anda menganggur? Dan lain sebagainya. Sebelum memasuki jenjang perkuliahan, saya sempat menganggur selama satu setengah tahun. Wuih, bisa dibayangkan apa saja yang bisa dilakukan selama itu. Tapi, tidak denganku. Pemikiranku terlalu polos. Waktu kuhabiskan untuk main game online, dari yang satu pindah ke game online lainnya. Dari server A, pindah ke server B, dan seterusnya. Bagaimana rasanya? mungkin saya bisa bilang senang, tapi tidak saudara-saudari muslim yang dimuliakan Allah. Mengapa? Karena waktuku ini berlalu dengan sia-sia.

Coba anda bayangkan, jika waktu ini hanya dipakai untuk bermain game online, atau hanya menonton saja. Apa manfaat yang bisa kita dapatkan? Tidak ada. Ketika kita sedang bermain game, membaca sebuah buku atau cerita. Tanpa terasa kita akan merasa menjadi tokoh utama di dalamnya. Perasaan ini akan membuat kita berpikir, "aku tidak hanya hidup sekali". Kita hidup didalamnya, merasakan senang dan sedih, seakan terlarut didalamnya. Namun, ketika kita telah usai dengan hal tersebut(membaca atau bermain), keadaan memaksa kita untuk kembali kedunia nyata, dan memaksa kita untuk menerima bahwa hidup hanya sekali. Lalu, usaha apalagi yang bisa kita lakukan untuk lari dari kenyataan ini? Mungkin, kita harus lebih banyak belajar bagaimana menghadapi apa yang didepan kita, ketimbang hidup di dunia paralel yang mudah kita tebak jalan ceritanya. Hidup ini memang dinamis, tak ada yang mampu memprediksi isi naskah dari sandiwara yang telah ditulis oleh Pemilik langit dan bumi. 

Bandingkan dengan mereka yang menghabiskan paruh waktunya untuk membaca buku agama, mempelajari sunnah-sunnah rasulullah, dan menelaah kisah ulama dan para sahabat rasulullah yang dijamin oleh Allah untuk masuk ke dalam surga. Anda mau masuk surga kan? Nah mengikuti jalan mereka adalah satu-satunya cara untuk menempuh jalan tersebut.

Hal yang satu itu jarang sekali terpikirkan oleh kita. Lalu saya teringat beberapa tahun yang lalu akhirnya saya bertemu seseorang yang mengajarkanku tentang islam lebih dalam. Sampai saat itu, aku menyadari aku telah melakukan hal yang sia-sia selama ini. Sejak saat itu, saya mulai mencoba untuk banyak membaca, terutama masalah Islam. Aku tiba-tiba teringat masa kecil, dimana kakek sangat suka memberikan bacaan-bacaan Islam untuk kubaca. Senang sekali rasanya memperoleh buku dari beliau. Aku jarang sekali meminta mainan. Karena membaca adalah hobi terbesar keduaku, setelah bermain game tentunya.

Entah, sejak kapan aku mulai merasa aku terlalu terburu-buru dalam belajar. Hingga melupakan proses, dan tahapan-tahapan yang diperlukan. Namun, akhirnya seseorang memberikan nasehat, "Tetaplah belajar secara perlahan, namun tetap lakukan yang menjadi hobimu, agar kau tak menjadi keras, jangan terburu-buru, semua ada prosesnya". Aku pun berusaha kembali menyeimbangkan keinginanku belajar, bercita-cita, dan tetap melakukan hobiku. Hobiku sekarang adalah bermain game, membaca, dan menulis di blog, facebook, twitter, dll. Tentu dengan tujuan yang tetap ridha Allah. Karena itulah, aku salurkan hobi ini dengan tetap berharap ditunjukkan jalan yang lurus, agar tidak lalai mengingat Allah.

Kemarin juga sempat bertanya-tanya apa yang harus kulakukan pada liburan kali ini. Sepertinya, banyak sekali hal yang bermanfaat yang bisa kita lakukan selama libur. Berhubung di Jepang sedang libur musim dingin, bisa kita lakukan banyak hal di dalam rumah. Misalnya belajar tentang Islam, bahasa Arab, bahasa Jepang, atau mengulang pelajaran-pelajaran sekolah. Mungkin sekian dulu curhatan saya kali ini.

Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” 
Subhanaka Allahumma wa Bihamdika Asyhadu allaa ilaaha illa Anta Astaghfiruka wa atubu ilaik
Read More

Selasa, 25 Desember 2012

Memperdayakan Yang Buruk sebagai Sesuatu Yang Baik

Di antara perdayaan syetan terhadap manusia adalah ia menampakkan berbagai macam perkara dan mengkhayalkannya di sana terdapat banyak kemanfaatan baginya. Selanjutnya ia memunculkan beberapa perkara yang di dalamnya terdapat kebinasaan manusia. Lalu ia meninggalkannya, membiarkannya dan senang dengan kebinasaan manusia itu, ia pun menertawakannya, kemudian memerintahkannya mencuri, berzina dan membunuh. Setelah semua kejahatan ditunjukkannya, ia pun mempermalukan manusia itu.

Allah befirman,

"Dan ketika syetan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan merekadan mengatakan, Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.' Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat-melihat (berhadapan), syetan itu balik ke belakang seraya berkata,' Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguhnya saya takut kepada Allah. 'Dan Allah sangat keras siksaanNya."(Al-Anfaal:48).

Al-Hasan berkata,

"la menunjukkan mereka dengan tipu daya lalu menelantarkan mereka.
Sesungguhnya orang yang jahat itu memperdaya orang yang setia
padanya."

Sebagaimana juga firman Allah,

"(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syetan ketika ia berkata kepada manusia, 'Kafirlah kamu!' Maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam'." (Al-Hasyr: 16).

Ungkapan ini tidaklah khusus bagi orang yang diceritakan dalam kisah ini, tetapi ia umum bagi setiap orang yang mentaati syetan dalam perintahnya terhadap kekufuran, agar membantunya dan memenuhi hajatnya; (setelah itu) syetan berlepas diri daripadanya, sebagaimana ia berlepas diri dari orang-orang yang setia padanya (ketika di dunia) di neraka, dan syetan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." (Ibrahim: 22). Syetan memberikan seburuk-buruk sumber kejahatan, lalu ia berlepas diri sama sekali daripadanya.

Para ulama memperbincangkan tentang ucapan musuh Allah, "Sesungguhnya aku takut kepada Allah. "Qatadah dan Ibnu Ishaq berkata,

"Musuh Allah itu berkata jujur dalam ucapannya, 'Sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihatnya', tetapi ia berdusta saat berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah.' Demi Allah, ia tidak takut kepada Allah, tetapi ia mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan sama sekali di hadapanNya, tidak pula dapat menolak, maka ia pun membiarkan mereka. Demikian kebiasaan musuh Allah terhadap orang yang mentaatinya."

Segolongan lain berpendapat, "Syetan itu hanya takut siksaan Allah di dunia, sebagaimana orang kafir atau orang berdosa takut dibunuh atau dihukum karena dosanya. Jadi takut di situ, bukan takut terhadap siksa Allah kelak di akhirat." Pendapat terakhir inilah yang lebih benar, dan takut yang dimaksud tidak mengharuskan adanya iman dan keselamatan. Atha' berkata, "Maksud ucapan syetan itu adalah sesungguhnya aku takut kepada Allah, jika ia membinasakanku bersama orang yang binasa. Jadi, takutnya di sini adalah takut dari kebinasaan di dunia, sehingga takut seperti ini tidak ada manfaatnya."

Sumber: Dari sebuah buku terjemahan karya Ibnu Qayyim yang berjudul Manajemen Qalbu Melumpuhkan senjata syaithan hal 148~150
Read More

Selasa, 18 Desember 2012

Jangan menilai kelebihan/sifat orang lain dari status Facebooknya

Pada suatu masa,

Cowok A: (update status) Saatnya ke gym...
(besoknya lagi) Cowok A: (update status) Saatnya jogging pagi...
Beberapa tahun kemudian dia menikah dengan seseorang yang dikenalnya di FACEBOOK...Ternyata sang istri kecewa dan bertanya, "mana? Katanya ke gym tiap hari, kok kamu gak berotot, blablabla"

Cewek B: (update status) Mari masak...
(besoknya lagi) Cewek B: (up
date status) Hari ini kita masak kari ayam spesial...
Beberapa tahun kemudian dia menikah dengan seseorang yang dikenalnya di FACEBOOK...Suatu hari, ketika suaminya ingin berangkat ke kantor...Sang suami lalu bertanya, "Istriku, bekal buat hari ini mana?"...Si Istri menjawab, "Wah, maaf yah saya nggak tau cara masak, kamu beli makanan di luar saja yah?"... Suami : "...katanya rajin masak blablablabla..."

Jadi, janganlah tertipu dengan status facebook, dan jangan pernah berani berpikir mencari jodoh melaluinya...Ketahuilah, dunia ini penuh dengan kebohongan~... 
Read More

Mencari wanita...

Mencari wanita...
Kau cari yang cantik, dia akan menua...
Kau cari yang kaya, ada kemungkinan kena musibah, akhirnya hidup terlunta-lunta...
Kau cari yang baik dalam hal keturunan, ternyata kharisma dan kemuliaan orang tuanya tidak sampai pada anaknya...

Namun, jika kau cari karena agamanya...
Ketika dia tua, namun tetap baik akhlaknya...
Jika dia miskin, dia mampu sabar untuk hidup sederhana...
Walau dari keturunan yang buruk, dia tetap memberikan anak yang kelak menjadi orang yang mulia...
Read More

When I need a reason to Pray, Fast, and have a God

A(atheist): Hey, you moslem, why do you have to pray, that's useless, you know? What kind of benefit you gonna receive from doing such a thing?
M(Moslem): Hmm, so, now I'm asking, why do you have to eat?
A: Of course, If we don't eat anything, we will die because lack of energy to do our activities.
M: Then, pray is just same for us, it'
s a spiritual food for our mind and our soul.
A: I don't need that...What is that for?
M: then, do you why some people get stress and go suicide?
A: Of course it's because of their problem.
M: Then, I say that's because lack of spiritual food to keep their mind and soul to do activities in their heart. They go suicide because they don't have something to rely on, it's different from us as a moslem.


#Sorry for my poor english~...
Read More

Selasa, 11 Desember 2012

Sesungguhnya Dunia Itu adalah Manis dan Hijau

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dunia itu adalah manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di atasnya untuk melihat apa yang kalian perbuat. Oleh karena itu, berlindunglah kalian dari (godaan) dunia dan berlindunglah kalian dari (godaan) wanita, karena sesungguhnya fitnah (ujian) pertama kali yang menimpa Bani Israil adalah pada kaum wanita.” (HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri)

Hadits ini dikutip oleh penulis karena di dalamnya terdapat perintah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam untuk bertakwa setelah beliau menyebutkan keadaan dunia. Beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu sesuatu yang manis dan indah". Manis di dalam rasanya, indah dalam pemandangannya. Karena pada sesuatu itu jika indah dan manis, maka pertama-tama, mata akan tertarik pada sesuatu tersebut. Jika mata dan jiwa sama-sama tertarik pada sesuatu, maka dikhawatirkan manusia akan terjerumus ke dalam sesuatu tersebut.


Dunia manis dalam cita rasanya, indah dalam pemandangannya, sehingga menggoda seseorang untuk terjun ke dalamnya. Dan menjadikannya sebagai tujuan utamanya. Akan tetapi, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa Allah memperhatikan bagaimana kita berbuat. Apakah kita meneggakkan ketaatan dan mencegah jiwa dari kemaksiatan, melaksanakan apa yang Allah Ta'ala wajibkan atas kalian. Jangan tertupu oleh dunia atau perkara bisa sebaliknya. Karenanya beliau bersabda, "Takutlah pada dunia". Yakni tegakkanlah apa-apa yang telah Allah larang, jangan tertipu oleh manis dan indahnya dunia. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,

Janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.(Luqman: 33)

Kemudian beliau bersabda, "Takutlah kepada dunia dan takutlah kepada perempuan.". Yakni waspadalah terhadap perempuan. Ini mencakup waspada dari perempuan dalam tipu dayanya terhadap suaminya dan juga mencakup tipu daya perempuan dan fitnahnya. Karena beliau bersabda, "Sesungguhnya awal fitnah yang terjadi di Bani Israil adalah masalah perempuan." Mereka terfitnah dalam masalah perempuan akan membuat mereka tersesat dan menyesatkan.

Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian. Oleh karena itu, kita menemukan musuh-musuh agama kita, musuh-musuh syariat Allah Ta'ala pada hari ini mengangkat isu tentang perempuan. Mereka menghiasi perempuan mencampuradukkan mereka dengan laki-laki, menyamaratakan perempuan dan laki-laki dalam pekerjaan sehingga manusia seakan-akan seperti keledai, tidak ada yang menjadi kepentingan mereka kecuali perut-perut mereka dan gambar yang tidak dipentingkan manusia kecuali penampilannya. Bagaimana mereka mempercantik perempuan, mendatangkan bagi mereka alat-alat kecantikan dan hiasan, baik yang berhubungan dengan rambut, kulit, yang sehingga mereka menjadikan perkara yang paling besar diantara mereka adalah perempuan, sehingga perempuan seperti gambar dari plastik. Tidak penting memperdulikan lagi tentang ibadah dan anak-anak.

Kemudian musuh-musuh kita, musuh-musuh agama dan musuh-musuh syariat Allah, musuh-musuh kehidupan, mengijinkan para perempuan di dalam pekerjaan-pekerjaan laki-laki sehingga membuat para lelaki sempit dan para pemuda jadi pengangguran di pasar-pasar karena tidak ada pekerjaan bagi mereka. Sehingga terjadilah pengangguran bagi para lelaki. Ini adalah keburuka dan fitnah yang sangat besar. Karena pemuda, para pengagguran dan kebutuhan(kecukupan) menjadi kerusakan yang sangat besar, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair:
Sesungguhnya inti dari kerusakan seseorang...Adalah pemuda, pengangguran, dan kebutuhan

Mereka sedang menjerumuskan para perempuan ke dalam pekerjaan para lelaki, dan menjajah para pemuda untuk menghancurkan pemuda lain dan menghancurkan perempuan. Tahukah kalian apa yang terjadi? Tentu saja kerusakan, pergaulan bebas, zina, dan perbuatan lacur lainnya seperti zina mata, lisan, tangan, atau kemaluan. Semua ini terjadi jika seseorang perempuan bersama seorang laki-laki dalam satu pekerjaan. Betapa besar kerusakan yang terjadi di sebuah negeri yang mempekerjakan perempuan dan laki-laki dalam satu instansi kerja.

Sesungguhnya, perempuan jika dipekerjakan maka dia akan meninggalkan rumahnya, meninggalkan suaminya, jadilah keluarganya broken home. Kemudian jika ia bekerja di luar maka rumah akan membutuhkan pembantu, maka pada saat ini akan dicari perempuan-perempuan dari berbagai tempat dari yang berbeda agama dan akhlak, walaupun agamanya bukan Islam, walaupun akhlaknya rusak. Kita mengimpor perempua untuk menjadi pembantu di rumah dan menjadikan perempuan-perempuan kita bekerja di tempat-tempat lelaki, sehingga menyembabkan laki-laki, pengangguran adan menyibukkan perempuan-perempuan kita. Disini adalah kerusakan yang besar yaitu hancurnya rumah tangga. Karena ketika seorang anak tumbuh dalam asuhan seorang pembantu, maka ia akan melupakan ibunya, melupakan bapaknya, maka hubungan anak ini dengan kedua orang tuanya tidak akan harmonis, rusaklah rumah, terpecah belahlah keluarga, maka terjadilah kerusakan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. 

Dan tidak diragukan bahwa musuh kita dan para pengekor musuh-musuh kita karena sekarang ini ditemukan orang-orang yang mengekor pada musuh-musuh kita, kita belajar kepada mereka dan dicekoki dengan pemikiran-pemikiran mereka yang rusak. Aku tidak mengatakan bahwa mereka telah mencuci otak-otaknya tetapi aku katakan mereka telah mengotori otak-otak mereka dengan pemikiran-pemikiran yang rusak yang bertentangan dengan agama Islam. Yang terkadang mereka berkata, "Sesungguhnya ini tidak bertentangan dengan akidah". Namun kita katakan, "Sesungguhnya ini menghancurkan aqidah." Tidak bertentangan dengan aqidah dan seseorang yang mengatakan bahwa Allah memiliki sekutu atau sesungguhnya Allah tidak berwujud dan yang serupa dengan ini. Bahkan ini adalah maksiat yang menghancurkan aqidah. Karena manusia ibarat kerbau atau keledai yang tidak mementingkan akidah dan badah. mereka hanya mementingkan segala hiasannya dan perempuan.

Disebutkan dalam hadits shahih, "Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi para lelaki daripada para perempuan." Karenanya wajib bagi kita umat Islam untuk menentang pemikiran-pemikiran ini dan menegakkan perlawanan dalam setiap tempat dan kesempatan. Sebagaimana yang mereka dan mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, menginginkan perkara-perkara ini di negeri orang-orang muslim yang menjaga agama karena mereka mengetahui bahwa akhir kehancuran dari seorang muslim terdapat di negeri ini yang mencakup tempat-tempat yang disucikan kaum muslimin yang menjadi kiblat kaum muslimin, mereka ingin menghancurkannya sehingga hancurlah seluruh umat Islam, karena setiap umat Islam selalu melihat kepada negeri ini apa yang mereka perbuat. Maka ketika rasa malu telah hancur di negeri ini, maka berarti kemenangan atas mereka dan ucapan selamat tinggal bagi agama dan rasa malu.

Karenanya aku katakan, "Wahai saudara-saudaraku, wajib bagi kalian para pemuda, orang dewasa, orang tua, para ulama dan para pelajar untuk menentang pemikiran ini dan menegakkan manusia semuanya untuk melawannya sehingga kita tidak menuju ke dalam neraka yang bergolak-golak sehingga membakar kita. Kita memohon kepada Allah untuk menjadikan tipu daya mereka yang mengatur semua perkara-perkara ini hanya berada di pundak-pundak mereka dan mereka tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan dan mereka akan dikalahkan oleh para lelaki-lelaki shaleh yang memadamkan fitnah mereka. Sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Derwaman lagi Maha Mulia.


Disalin dari Buku Syarah Riyadush Shalihin oleh Syaikh Muhamad Bin Shalih Al-Utsaimin Terbitan Darus Sunnah hal. 519-522

Read More

Senin, 10 Desember 2012

Bacalah curhatku, tentang dirinya...

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.


Mengeluh atau biasa kita sebut dengan curhat, itu terbagi keatas 2 jenis...

Yang pertama mengeluh pada Allah, dan hal ini adalah mengeluh yang masih masuk dalam kategori sabar. Sebagaimana di praktekkan oleh nabi Yakub dalam doanya, "Yakub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku"(Yusuf ayat 86)".

Adapun yang kedua adalah mengeluh kepada sesama manusia, secara langsung dan tidak langsung, baik dengan kata2 ataupun dengan respon dari wajah dan perbuatan kita, maka hal ini tidak termasuk ke dalam kategori orang "Sabar". Kami bahkan pernah dinasehati seseorang, bahwa dengan mencari pendamping hidup itulah, kita dapat meringankan beban-beban kita. Tapi, sebenarnya itu adalah salah satu hal yang menghilangkan "kesabaran" dalam diri kita. Akhirnya kita bergantung pada pendamping hidup kita itu. Bukan curhat pada Allah. Rasulullah sendiri berdoa kepada Allah setiap hari, bukan hanya Rasulullah sebenarnya, tapi kita semua juga ikut melakukannya. Jika kita benar-benar paham, maka paling kurang dalam sehari semalam kita meminta dan curhat pada Allah sebanyak 17 kali tanpa kita sadari. Dan doa itu terdapat pada suratul Fatihah ayat 5*.

Sahabat dan Sahabiah muslim, hal yang buruk dari memberitahukan rahasia kita adalah karena manusia tidak ada yang bisa dipercaya. Ya, terkadang manusia bermuka dua, bisa jadi dia akan menjadi temanmu saat ini, bisa jadi dia akan menjadi musuhmu di masa depan, karena itulah penting bagi kita untuk memilih teman, apalagi teman curhat. Pastikanlah kita hanya bercerita saat kita meminta nasehat dan hanya kepada orang-orang shaleh yang bisa dipercaya.

Melenceng daripada topik sabar diatas, ada sebuah penyakit yang kadang menimpa kita para remaja. Yaitu selalu sibuk mencari pendamping hidup, bagus bila yang dicari itu untuk dinikahi, tapi kalau dipacari, supaya ada teman curhat dll, ada baiknya jika kita pikir-pikir lagi. Karena hal itu adalah mendekati zina. Padahal dalam Qur'an sudah jelas larangan untuk mendekati zina**. Mereka sibuk mencari pasangan hidup yang terbaik buat mereka, mereka memilih dan memilah, tapi lupa memikirkan dan introspeksi serta bercermin tentang diri mereka. Karena itulah, sebagai pemuda kita harus mencoba tidak menyibukkan dengan mencari pendamping hidup yang sempurna, namun menyibukkan diri kita agar bisa menjadi pendamping yang sempurna bagi pendamping hidupmu kelak. Karena pendamping hidupmu kelak, tergantung dari bagaimana usahamu untuk menjadikan dirimu, Jika kau baik maka kau akan mendapatkan pendamping hidup yang baik, begitu pula dengan sebaliknya***. Dan jika kau mendapatkan yang sesuai dengan apa yang kamu ingini, maka bersyukurlah agar kau mendapat berkah dan ditambahkan rezekimu****. Namun jika kamu tidak mendapatkan yang sesuai dengan apa yang kamu inginkan, maka hendaklah kamu bersabar dan berhudznuzon, karena Allah selalu menyiapkan yang terbaik bagimu*****.

Selain itu, jika tidak memiliki 'pacar'(teman zina), maka hal terdekat yang membuat kita terjerumus adalah 'teman lawan jenis'. Hanya sekedar teman, tapi lawan jenis. Dan hal ini adalah hal yang harus dijaga adabnya. Karena pertemanan dengan lawan jenis kadang menjerumuskan kedalam hal-hal yang lebih buruk. Ingatlah pepatah, ala bisa karena biasa. Tidak jarang kita melihat orang yang tadinya hanya berteman, lalu setelah itu mereka pacaran, Naudzubillahi min dzalik.

Untuk mengenai judul diatas, kami tidak bermaksud untuk curhat tentang siapa-siapa. Hanya sekedar judul yang menambah daya tarik tulisan. 

Wabillahi taufiq wal hidayah


Catatan kaki:

*Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (Al Fatihah ayat 5)
**Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(Al Israa ayat 32)
***Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanitayang baik (pula).(An Nuur ayat 26)
**** Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Surah Ibrahim ayat 7).
*****Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al Baqarah ayat 216)

Read More

Minggu, 09 Desember 2012

Tentang rayuan...

Kepada para lelaki yang berparas dan hati yang menawan...
Tak ada perkataan yang lebih berbahaya daripada perkataan lelaki berupa rayuan...
Ucapan syirik masih mungkin untuk kita meminta taubat dan ampunan...
Ucapan yang menyakiti masih mampu dimaafkan...

Tapi, ucapan yang membuat wanita kehilangan keperawanan, bukan hal yang bisa dikembalikan...

Karena itu, hati-hatilah wahai lelaki, jika rayuanmu membuatmu seorang wanita berangan-angan...
Tanpa kau sadari, kau sedang menyakiti mereka walau kau tak menggunakan tangan...
Jangan salah, kau bisa menjadi seorang pembunuh yang membuat wanita membuang seorang bayi ke jamban...

Karena itu, hati-hatilah dengan lisan...

Terutama jika kau berwajah tampan...

Kepada wanita yang indah bagai permata...

Tak ada fitnah yang lebih berbahaya dari fitnah wanita...
Tanpa sadar, kadang kau punya sifat ingin dipuja...
Ingin terlihat baik dihadapan semua lelaki, dengan penampilanmu kau buat para lelaki mampu dirayu dan digoda...

Tapi, tanpa sadar kau merusak masa depan yang seharusnya kau jaga...

Hanya untuk seorang suamimu tercinta...
Tapi yang terjadi malah sebaliknya...
Karena keinginan hatimu, malah kau malah menyia-nyiakannya...

Karena itu, jagalah dirimu bagai permata...

Terutama jika dirimu memang cantik jelita...
Read More

Rabu, 05 Desember 2012

Kajian yang membawa hikmah adalah yang sederhana tapi membuat kita istiqamah

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Apa yang kami tulis sebagai pembuka adalah potongan dari khutbatul hajah. Khutbatul hajah biasanya digunakan untuk membuka kajian-kajian, khutbah-khutbah, atau membuka acara walimahan. Tapi, kalimat tersebut mengandung arti sendiri bagi kami. Izinkan saya untuk menggunakan kata 'saya' ketimbang kata kami yang biasanya saya gunakan, karena ini adalah cerita pribadi.

Nah, semuanya dimulai pada cerita diawal saya mulai masuk kuliah, saya bertemu seseorang, sebagai sesama muslim saya menghormati beliau, mungkin karena beliaulah saya mengenal agama yang haq ini dengan baik. Beliau sering menasihati saya, dalam berbagai macam kondisi. Namun, karena sesuatu dan lain hal, beliau harus pindah dan menetap di tempat lain.

Alhamdulillah, alaa kulli haal, ketika beliau pindah ke tempat lain, beliau masih sempat memberikan kajian tahsin pada saya di satu-satunya masjid di kota kami, Masjid An-Nour Fukuoka. Disamping belajar tahsin, beliau juga sempat mengajarkan sedikit dasar-dasar aqidah, sedikit ilmu yang bisa kudapat 'dalam pikiranku berkata', tapi sangat bermakna dan berbobot, dimana lagi kita bisa mendapatkan kajian aqidah di negara non-muslim yang jauh dari pemukiman muslim di negara antah berantah. Sederhana, tapi sangat bermanfaat.

Lanjut cerita, karena kesibukan beliau dan keterbatasan beliau yang tentu dapat saya pahami karena rumah beliau yang jauh, akhirnya kajian dihentikan. Setelah itu, saya mencoba mencari-cari kajian sendiri, bersama seorang teman yang juga melakukan hal yang sama. Namun, berbeda dengan teman saya itu, saya bukan orang yang mudah istiqamah, bahkan mudah terpengaruh pada lingkungan sekitar.

Pada periode dimana saya masih mengikuti kajian tahsin tersebut, saya telah meninggalkan segala hal yang meragukan, dan haram seperti musik, film kartun, dan video game. Tentu, semua itu terjadi atas kehendak Allah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, saya kembali menikmati hal-hal tersebut, namun seiring itu pula saya meminta pertolongan Allah untuk diselamatkan dan dijauhkan dari hal-hal berikut.

Masih teringat pula, pada waktu itu, saya selalu membaca qur'an tiap hari, shalat lima waktu tanpa terlambat, bahkan berjamaah jika mampu, atau bahkan menyengajai tinggal di kampus untuk mendapatkan jamaah, mengingat masjid jauh dari pemukiman saya. Tapi apa daya, ketidak sabaran ini menjadikan segalanya menjadi rusak.

Awalnya, saya masih memiliki teman, yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Tidak jarang saya yang selalu berbuat kesalahan ini meminta pertolongan teman untuk memberikan nasehat, namun sekarang sulit bagi saya untuk mencapainya.

Sekarang, yang kulakukan hanyalah meminta pertolongan Allah, karena Allah-lah yang bisa memberikan pertolongan terbaik. Saya tidak ingin riya dengan cerita ini, tapi ingin sekedar berbagi. Agar yang membaca bisa meraih hikmah darinya. Jangan menyia-nyiakan majelis-majelis ilmu disekitar kita. Jangan pula sembarangan dalam memilih teman, cari yang baik agar dapat memperbaikimu jika salah, dan tumbuhkan kesabaran agar menjadi orang yang istiqamah hingga maut memanggil.

Wa billahi taufiq wal hidayah
Read More

Kamis, 15 November 2012

Cerita Fiktif : Syarat Diterimanya Amalan Ibadah Seseorang

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Anggaplah, saya seorang lulusan SMA. Saya ingin melanjutkan kuliah di sebuah universitas negeri. Tapi ternyata orang tua saya dari keluarga yang kurang mampu. Akhirnya saya mengapply beasiswa. Persyaratan beasiswa itu ada 2, pertama hanya boleh memiliki satu beasiswa selama belajar, kedua harus memasukkan berkas-berkas yang dibutuhkan, tanpa menambah berkas-berkas
yang tidak perlu karena mempersulit saat pemeriksaan dokumen. Tapi, karena sok tahunya saya, saya mengirimkan dokumen berlebih agar mempunyai nilai lebih di mata sang pemberi beasiswa, akhirnya mereka tidak mau memeriksa dokumen saya, saya pun tidak diterima. Si Ahmad, juga mengapply beasiswa yang sama. Namun, ternyata dia diterima oleh si pemberi beasiswa. Akhirnya kami kuliah bersama-sama, namun aku tanpa beasiswa, Ahmad mempunyai beasiswa. Tapi singkat cerita, ternyata, si Ahmad ketahuan menggunakan dua beasiswa, pihak beasiswa tadi pun menarik beasiswanya dan menyuruh Ahmad mengganti beasiswa tersebut.

Dari kisah diatas, dapat kita ambil pelajaran agar saya dan Ahmad mencukupkan diri dengan dokumen yang dibutuhkan dan mencukupkan diri untuk mengapply satu beasiswa.

Begitu juga amal ibadah kita, seharusnya mencukupkan diri dengan ajaran Rasul, dan hanya ikhlas karena Allah azza wa jalla. Benar tak ada yang dapat meyakinkan kalau amalan kita diterima. Tapi, kita hanya bisa berharap diterima jika sesuai dengan aturan yang berlalu, seperti halnya beasiswa tadi. Karenanya, ada baiknya jika menjauhi amalan2 yang tidak dianjurkan, misalnya ucapan dan puasa 1 Muharram. Dalam kisah diatas, si Ahmad disuruh mengganti/mengembalikan semua uang beasiswa yang pernah diberikan padanya karena dia menggunakan dua beasiswa. Jika menggunakan ilustrasi tersebut, maka beginilah nasib mereka yang menduakan niat amalan mereka yang seharusnya karena Allah semata, tetapi malah membaginya dengan yang lain. Hal ini merupakan kesyirikan, yang jika sudah sedemikian parah akan mengeluarkan pelakunya dari Islam agama yang mulia ini. Naudzubillahi min dzalik...

Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada perintah kami padanya, maka ia tertolak. (Muttafaq ‘alaihi)

Semoga Allah senantiasa menuntun kita di jalan yang diridhoiNya...
Wa billahi taufiq wal hidayah...
Read More

Senin, 05 November 2012

Sedikit Coretan tentang Rakyat dan Pemimpin di dalam Al-Qur'an

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Tidak sedikit cerita pembangkangan Bani Israil di ceritakan di dalam Al-Qur'an, salah satu yang menarik dari kisah Bani Israil ini adalah ketika mereka mengkritisi pemipin yang dipilih oleh Allah, mereka merasa diri mereka lebih pantas untuk menjadi raja dibandingkan Thalut yang hanyalah keturunan orang miskin...Dibalik kisah itu pula
 digambarkan tentang pembangkanan mereka terhadap Thalut, karena merasa raja mereka yang sekarang itu tidak sesuai dengan 'standar' yang mereka inginkan, yakni ketika Thalut melarang untuk minum ketika melewati sungai di dalam perjalanan melawan raja Jalut. Tentu, hal ini menimbulkan rasa pesimistis dalam diri Thalut, yang bukan apa-apa melainkan hamba Allah yang tak berdaya, hanya kepada Allah dia berserah diri dan bersabar. Diluar dugaan, ternyata pasukan Thalut berhasil mengalahkan pasukan Jalut atas izin Allah, dan Daud Alaihissalam berhasil mengalahkan raja Jalut.

Tentu, sejarah adalah hal yang ada di masa lalu, namun ada kemungkinan terulang di masa depan, karena itulah belajar sejarah itu penting(itu kata guru sejarah saya). Di masa ini kita melihat banyak sekali pembangkangan-pembangkangan yang terjadi di dalam masyarakat, mulai dari kalangan kecil, maupun yang besar. Terlepas daripada itu, kedzaliman-kedzaliman dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin di negara kita. Mengapa bisa mereka terpilih? toh Rasulullah juga sudah pernah bersabda, “Akan ada setelahku para pemimpin yang mengambil petunjuk selain petunjukku dan mengambil sunah selain sunahku, dan akan ada pada mereka orang-orang yang hatinya hati setan dalam tubuh manusia.”
Hudzaifah berkata, “Apa yang harus saya lakukan wahai Rasulullah jika aku mendapati masa itu?”
Beliau menjawab, “Dengar dan taat (dalam kebaikan) kepada pemimpin walaupun punggungmu dipukul dan hartamu diambil tetaplah engkau mendengar dan taat.”(HR.Muslim)

Tanpa terasa, karena ketidak sukaan kita pada sifat diktator, dzalim, dan rusaknya para pemimpin, yang kita lakukan adalah pemberontakan, dan bukan tidak mungkin memecah belah kaum muslimin yang seharusnya bersatu. Jadi, bagaimana kita harus bersikap?


Hanya Allah yang memberikan Taufiq dan Hidayah...
Read More

Rabu, 03 Oktober 2012

Mencari Alasan Untuk Tetap Bertahan Hidup

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Setiap orang mencari alasan 'Mengapa saya hidup, dan untuk apa?'. Coba bayangkan jika anda sedang berada di penjara. Mungkin hal yang tidak enak untuk dibayangkan. Tapi, sudah terbayang di kepala kita beberapa kemungkinan, mungkin kita akan putus asa, bunuh diri, dll. Namun, masih ada saja orang yang mengambil nilai positif. Mereka berusaha berbuat yang terbaik agar dapat menjadi lebih baik ketika mereka keluar dari penjara. Inilah gambaran kondisi seorang mukmin, karena dunia ini adalah penjara bagi mukmin, dan surga bagi orang kafir.(HR. Muslim) Tentu sebagai seorang muslim, kita adalah orang-orang yang seharusnya positif, karena kita memiliki 'Alasan untuk hidup'. Tidak seperti mereka yang 'hidup untuk mati'. Seandainya aqidah dan keyakinan kita cukup untuk mengimani semua itu, mungkin tidak ada perasaan tersiksa atau penderitaan selama hidup di dunia ini. 


Beberapa orang di dunia ini terlahir, namun jika boleh jujur mereka akan bilang bahwa mereka tidak menginginkan hidup mereka. Mengapa? Entah karena hidup mereka menderita, tersiksa, serba kekurangan, atau bahkan mendapatkan cobaan yang berat. Sebahagian yang lain, terlahir dalam keadaan senang dan bahagia. Itu semua bagian dari takdir Allah. Namun, banyak diantara mereka hidup dalam keadaan senang itu malah lalai dan tidak mengetahui, bahwa kelak di hari pembalasan mereka akan mendapatkan siksa karena perbuatan mereka.


Setiap manusia hidup di dunia ini untuk meraih kebahagiaan. Adalah hal yang aneh jika ada manusia yang ingin hidup dalam keadaan sengsara. Seorang yang menikah ingin mencari kebahagiaan. Karena Allah menciptakan rasa nyaman ketika seorang laki-laki dan perempuan bersama(Ar-Rum 21). Contoh lain, pengguna obat2an terlarang, alkohol dan segala macam, mereka mengkonsumsi karena mereka mencari kebahagiaan dengan cara yang salah, karena ingin lari dari kenyataan. Bahkan orang-orang yang bunuh diri, mereka merasa dengan mengakhiri penderitaannya mereka bisa meraih kebahagiaan.
Namun, kebahagiaan yang diperoleh dengan cara yang salah adalah semu. Karena hal-hal tersebut tidak mendatangkan manfaat malah memberikan mudharat yang buruk kepada mereka. Sebagai seorang muslim, kita percaya bahwa kehidupan di akhirat adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena itulah, untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya, kita semestinya mendekatkan diri kepadaNya yang mengatur kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Belajar dari kisah syeikh Ibnu Taymiyyah, beliau hidup di dalam penjara, namun bukan karena mencuri atau merampok, tapi karena mengeluarkan fatwa yang tidak sesuai dengan keinginan penguasa waktu itu. Beliau hidup dalam penjara dalam keadaan beriman kepada Allah, bahkan kita bisa menimba ilmu-ilmu yang juga diturunkan oleh beliau sampai saat ini. Ketika itu, beliau berkata, 

Apa yang akan dilakukan oleh musuh-musuhku terhadapku?
Aku, surga dan dan kebunku dalam dadaku.
Kemana pun aku pergi, ia selalu bersamaku.
Jika aku dipenjara, maka ia bagiku khalwat (bersendirian dengan Allah).
Jika aku terbunuh, maka ia bagiku kesyahidan.
Jika aku diusir dari negeriku, maka bagiku ia adalah wisata.

Orang yang terpenjara sebenarnya adalah orang yang hatinya terhalang dari Rabbnya.
Dan orang yang tertawan adalah orang yang tertawan oleh hawa nafsunya.

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(An-Nahl: 97)

Wa billahi taufiq wal hidayah
Read More

Selasa, 21 Agustus 2012

Kemana ruh kita pergi ketika sedang tidur?

Dalam surah Az-Zumar ayat 42 Allah berfirman, 

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan All
ah bagi kaum yang berpikir."

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah memegang jiwa-jiwa manusia ketika sedang tidur. Dalam ayat lain, yakni surah Al-An'am ayat 60-61 disebutkan, 

"Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya."

Di dalam 2 ayat diatas, Allah menyebutkan kata wafat 2 kali, yakni pada kata "yatawaffakum" yang diartikan sebagai kata 'menidurkan' pada ayat diatas, juga pada kata "tawaffathu" yang berarti "diwafatkan". Hal ini adalah tentang 2 macam wafat, yakni wafat sementara dan wafat selamanya. Hal ini dijelaskan dalam ayat Az-Zumar ayat 42, "maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan."

Karena itulah, ketika kita tidur, menurut sunnah dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, kemudian kembali lagi, hendaklah ia mengibas-ngibaskan kainnya tiga kali (sebelum tibur pada tempat tidurnya). Sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang terjadi saat ia meninggalkannya. Dan apabila berbaring, hendaklah ia membaca : ‘Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, Rabb-ku, aku meletakkan lambungku (tidur), dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya (bangun). Apabila Engkau menahan diriku (mati), sayangilah aku. Namun bila Engkau melepaskannya (hidup), peliharalah ia sebagaimana Engkau telah pelihara dengannya hamba-hamba-Mu yang shalih”.

*disarikan dari terjemahan Ibn Katsir Rahimahullah

Wallahu a'lam bishowwab...
Read More

Sabtu, 18 Agustus 2012

Sedikit cerita tentang Ramadhan di Fukuoka, Jepang

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Pada kesempatan kali ini, kami ingin sedikit bercerita tentang pengalaman kami berpuasa di Fukuoka, Jepang. Sangat banyak cerita yang kami dapatkan selama disini. Semua kisah ini berawal dari 1 ramadhan yang buka puasanya kami laksanakan di kampus. 

Biasanya, selama di kampus, kami melakukan buka puasa bersama dengan bermodalkan sumbangan masing-masing orang/grup yang ingin menyediakan buka puasa untuk di kampus.  Mulai dari makanan khas mesir yang dibeli dari toko halal yang ada di kampus, kebab turki yang dipesan jauh-jauh(sekitar 25-35 kilometer dari kampus), bahkan kadang ada masakan khas Indonesia, malaysia, bangladesh, dll. Sayangnya kami luput untuk mendokumentasikannya.

Satu hal yang menarik yang kami alami adalah i'tikaf di masjid An-Nour Fukuoka. Untuk penampakan masjid Fukuoka, mungkin anda bisa langsung mengunjungi websitenya disini. Nah, masjid ini memiliki banyak keutamaan, mulai dari kelas qur'an untuk anak-anak, sampai yang dewasa. Kadang ada program sejenis summer camp juga. Nah, kembali ke masalah i'tikaf, ada banyak cerita di dalamnya. Mulai dari anak-anak yang ribut sampai-sampai dimarahi oleh para pengurus masjid, sampai para peserta yang sangat rajin dalam beribadah karena memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.

Salah satu hal yang paling digaris bawahi dalam masalah i'tikaf ini adalah masalah shalat Tahajjud. Bagi mereka yang sedang tidur, kadang kami saling membangunkan agar dapat shalat malam. Karena itulah, banyak diantara kami yang melaksanakan shalat malam. Biasanya ada sampai 3 shaf yang melaksanakannya. Bahkan pada malam ke 27 sampai ada 5 shaf. Berikut ini adalah foto yang kami ambil ketika mereka sedang melaksanakan shalat tahajjud:


Peserta Qiyyamul Lail yang sedang sujud

Selain shalat tahajjud, tentu ada sahur yang disediakan oleh pihak masjid untuk kami. Jika bukan berupa sisa dari makanan berbuka, tidak jarang kami diberikan makanan hanya berupa roti, yoghurt, dan campuran tuna,lemon, dan mayonnaise. Berikut salah satu foto makanan sahur yang sempat kami ambil:
Kari Kambing yang dicampur spagheti

Tidak lupa kami juga akan tampilkan apa yang kami nikmati dalam hidangan berbuka puasa di masjid. Sebelum shalat maghrib, biasanya dibuka dengan makanan kecil yang ringan berupa kue atau buah-buahan. Berikut makanan yang biasanya kami konsumsi sebelum maghrib.

Makanan pemecah puasa

Makanan pemecah puasa 2

Sebenarnya ada 5 hidangan, Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Arab, dan Pakistan. Sayangnya kami luput untuk mendapatkan foto untuk makanan Bangladesh. Karena itu yang akan kami tampilkan hanya empat saja. Berikut ini foto-fotonya

Nasi Lemak Khas Malaysia 

Nasi Putih dan berbagai macam lauk khas Indonesia


Makanan berisi penuh daging dari orang Arab 

Nasi Biryani yang dibuat oleh orang pakistan

Tapi sayang, tidak jarang, makanan yang disediakan untuk berbuka puasa terlalu banyak, sampai kadang harus dibuang karena takut basi dan tidak bisa dikonsumsi saat sahur. Padahal masih banyak saudara kita diluar sana yang tersiksa karena kelaparan, bahkan tidak jarang mereka sampai mati karenanya.

Malam ini akan diadakan rikyatul hilal, yang disambung dengan bersih-bersih masjid. Bahkan mungkin akan ada acara bungkus-membungkus makanan untuk anak-anak. Entah, ramadhan ini akan segera pergi menjauh. Banyak cerita yang menarik di dalamnya. Masih harap bisa bertemu dengan ramadhan di tahun depan, dengan persiapan yang lebih baik tentunya.

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua

Wa billahi taufiq wal hidayah

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Read More

Rabu, 15 Agustus 2012

Seandainya aqidahku baik

Seandainya aqidahku baik, 
tentu aku akan memiliki sifat sabar pada setiap keadaan, 
karena ku tahu semua terjadi karena kehendak Allah...

Seandainya aqidahku baik, 
tentu aku tidak mengharapkan balasan setiap kebaikan yang kulakukan, 
karena kutahu Allah yang akan membalas setiap amalan kebaikan...

Seandainya aqidahku baik, 
tentu aku tidak akan suka riya dan mencari perhatian orang, 
karena kutahu hal itu akan membuat Allah cemburu...

Seandainya aqidahku baik,
tentu aku akan selalu memperbaiki amalan dan ibadahku,
karena aku tahu Allah selalu memperhatikan setiap gerak-gerikku...

Namun aqidahku rusak,
membuatku tidak sabar dan mudah putus asa,
membuatku lupa bahwa Allah yang mengatur segalanya...

Namun aqidahku rusak,
Aku selalu berharap mendapat balasan atas kebaikan dari orang lain,
membuatku lupa bahwa Allah yang bisa memberikan balasan terbaik...

Namun aqidahku rusak,
Kadang aku mencari perhatian orang,
Lupa bahwa Allah murka karena itu...

Namun aqidahku rusak,
Karena kadang ku beribadah dan beramal seadanya,
bagaikan sedang mengabaikan sang pencipta...

Karena itu, yang kubutuhkan adalah memperbaiki aqidah, dengan belajar ilmu, dengan memperbaiki amalan, belajar bersabar, dan yang paling penting belajar ikhlas beribadah karena Allah...
Read More

Senin, 13 Agustus 2012

Ketika saya ingin berhenti belajar Islam

Aku ingin kembali seperti dahulu, 
entah hidup serasa senang,
tak ada yang mengekang...

Aku ingin hidup seperti dahulu, 
mendengarkan musik dan kata2 penuh cinta, 
walau aku tahu konsekwensinya bisa meracuni hati dan menyebabkan luka...

Aku ingin seperti dahulu, 
Tak shalat pun tak perlu pusing,
Tak ada rasa bersalah yang bikin pening...

Tapi, jika ku kembali pada itu semua, 
aku bertanya pada diri sendiri,
apa ada yang berani menjamin surga, 
menjagaku dari siksa neraka yang akan membakarku dengan api...
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.