Kamis, 05 Januari 2012

Penjelasan dengan logika, mengapa aku tidak mengucapkan 'Selamat Natal' kepada non-muslim.

Bukan dengan keinginan atau keegoisan saya dalam memaksakan pendapat, saya menghormati mereka yang berpendapat lain, tetapi, ini masih menjadi kewajiban saya untuk menyampaikan yang haq, yang boleh anda ambil sebagai hujjah atau tidak, itu terserah, karena saya bukanlah seorang yang berilmu. Penjelasan secara logika ini mudah-mudah2an memberikan pandangan kepada kita tentang hal ini.

Bayangkan, ketika kita sedang nganggur, terus kita diminta oleh seorang teman oleh menjaga kios/tokonya. Lalu, teman kita berkata, tolong jaga kios ini, saya mau pergi dulu, tapi ingat, ada beberapa orang sekitar sini yang suka mencuri, tolong jangan biarkan dia mencuri barang-barang di kios ini. Lalu, setelah itu, kita bilang ke pemilik toko, oke, saya akan jaga. Di luar perkiraan, ternyata orang yang suka mencuri tersebut, adalah teman kita sendiri. Dan kita melihat perbuatannya ketika mencuri, dan ketika melewati kasir, kita pura-pura tidak melihat dia mencuri, dan berkata "selamat pagi, teman". Si teman anda tadi lalu tersenyum dan berlalu pergi~. Ketika pemilik toko balik, dia menyadari ada yang hilang di dalam tokonya tersebut, dan protes, loh, kok ini ada yang hilang barangnya, dan ketika dia cek CCTV, ternyata orang yang mencuri itu kelihatan, dan kau juga kelihatan mengatakan selamat pagi kepadanya. Apa yang akan dilakukan oleh pemilik toko kepadamu?

Toko disini adalah agama kita, pemilik toko adalah Allah Azza Wa Jalla, pencuri tersebut sebagai pengganti teman non muslim kita, kata-kata selamat pagi adalah kata2 selamat natal kita kepada non-muslim.

Seharusnya sebagai umat Islam kita menjaga deen/aqidah kita dengan baik sebaik-baiknya, dan harus menjaga teman kita dari merusak agama kita, yang mungkin akan membuat kita dihukum oleh Allah yang dianalogikan sebagai penjaga toko diatas.

Kalau dipikir lagi, kata "selamat pagi" memiliki makna yang baik, tapi kenapa jelek pada makna yang diatas? Karena kau mengatakan selamat pagi pada pencuri tadi, padahal seharusnya kau mengatakan, "Hei, kenapa kamu mencuri"(maknanya dalam artian sebenarnya adalah seharusnya kita mendakwahi teman non muslim kita agar masuk kedalam Islam, jika belum mampu mengajak mereka, setidaknya jangan memberi dukungan kepada kepada mereka tentang perbuatan buruk yang dia lakukan).

Wallohu a'lam bishowwab.

*cerita diatas disadur dan sedikit dirubah dari sebuah kajian~. Kalau butuh linknya, saya bisa mengirimkan dilengkapi dengan tanya jawab perihal cara mengatasi hal-hal seperti ini.

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.