Selasa, 24 Januari 2012

Tantangan berat...Sebagai seorang muslim,pemuda,anak,gamers dan pelajar...Part 1 Tentang penting dan betapa berharganya waktu...

Hmmm…Tidak pernah terbesit rencana untuk pergi ke Jepang sebelumnya. Saya hanyalah pelajar yang tidak pernah mendapatkan prestasi yang memadai di sekolah. Intinya, saya anak yang biasa-biasa saja. Saya bukan seorang jenius yang selalu mendapatkan prestasi belajar berupa rangking di sekolah. Saya juga tidak pernah ikut olimpiade-olimpiade sains yang benar-benar mengkompetisikan diri di sekolah. Atau orang yang selalu ikut English debate yang seperti kita tahu mereka punya wawasan yang sangat luas,ditambah dengan kemampuan berbahasa Inggris tentunya.

Saat sekolah saya tergolong anak yang malas mengerjakan tugas,tidak pernah belajar saat akan melaksanakan ujian. Bahkan, saat Ujian Akhir Nasional akan dimulai dan sedang berlangsung pun, saya masih dapat ditemukan di warnet depan sekolahku yang bernama 'Multizone'. Tapi Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan karunia kelulusan untukku yang malas bin bodoh ini *sigh.

Cerita itu tidak hanya berhenti sampai disini saja. Setelah lulus dari SMA saya melanjutkan kebiasaan itu. Jauh setelah saya tahu kalau orang tua saya merencanakan untuk berangkat ke Jepang. Saya disuruh ikut les Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Namun,kesempatan itu tidak kupergunakan sebaik-baiknya. Terkadang dalam kelas Bahasa Inggris saya dalam keadaan malas. Apalagi les bahasa Jepang,saya belum mampu membaca hiragana sedikitpun. Antara waktu les bahasa Inggris yang waktu itu pada pagi hari dan les bahasa Jepang pada malam hari,saya malah pergi bermain game di game center.

Bahkan, sebelum mengambil kursus bahasa Jepang dan bahasa Inggris itu,saya masih sempat mengikuti ujian tes seleksi masuk SNMPTN. Tapi,bukannya belajar dengan baik,waktu-waktuku malah kuhabiskan untuk hal-hal yang tidak berharga. Berusaha menamatkan Digimon World DS,Menyelesaikan Quest untuk naik job menjadi Warsmith(Lineage II),dan tentu saja DOTA. Bahkan saat-saat terakhirku di Indonesia masih kugunakan untuk hal-hal seperti itu.

Sampai akhirnya tiba di jepang,saat itu statusku masih ikut orang tua. Tapi bukannya menggunakan waktu itu sebaik-baiknya malah saya pergunakan untuk mencari dan mencoba game online dan itu. Tidak hanya itu,sebagian besar waktu yang berharga itu tidak kugunakan untuk belajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris yang seharusnya bisa kukuasai seandainya saya benar2 bertekad untuk menguasainya waktu itu. Tapi apa daya,waktu tak dapat terulang. Sampai akhirnya hampir setahun saya tinggal di Jepang,saya akhirnya pulang kembali ke Indonesia. Waktu itu kemampuan berbahasa Jepang dan bahasa Inggris saya masih berstatus ala kadarnya. So bagaimana cara saya bertahan hidup dan kuliah dengan cara seperti ini. Hal itulah yang sering muncul di benak saya. Tapi,ketika pulang kembali ke Makassar. Bukannya memanfaatkan waktu untuk mencari buku dan bacaan yang dipergunakan untuk kuliah,waktuku malah kupergunakan untuk bermain game setiap hari.

Pergunakan waktu yang anda punya sebaik-baiknya. Karena waktu yang anda gunakan tidak akan pernah kembali lagi. Sesal kemudian percuma. Saya hanya bisa menyesal dan berdoa pada Allah agar waktu-waktu dan kesempatan yang Dia berikan di kemudian hari bisa lebih berbuah dan bermanfaat buatku.

Untuk sambungan ceritanya saya sambung disini

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

2 comments:

Catatan si Riki mengatakan...

penasaran dengar kelanjutannya...

farid maricar mengatakan...

Coba cari part 2nya...sudah saya buat kok...

Diberdayakan oleh Blogger.