Selasa, 24 Januari 2012

Tantangan berat...Sebagai seorang muslim,pemuda,anak,gamers dan pelajar...Part 3 Kemanapun anda pergi,kuatkan iman dalam hati...

Well, saat itu pertama kali tiba di Jepang, tentu saya belum tahu kondisi sekitar. Bahkan tidak terbesit sedikitpun dipikiranku untuk melakukan shalat Jumat di 3 bulan pertama saya ke Jepang. Tahu bahwa jarak masjid dari sini sekitar lebih dari 20 km, membuatku ogah2an untuk pergi ke sana. Begitu pun juga untuk ikut sholat jum'at di kampus, waktu itu saya belum tau jalan ke kampus karena waktu itu saya masih berstatus pengangguran. Sejak saat itu, entah mengapa iman saya jadi semakin terpuruk. Bahkan sering melakukan maksiat melalui dunia maya(a. k. a. kecanduan game, facebook, dll).

Entah sejak kapan, akhirnya saya sadar untuk memulai usaha untuk kembali meningkatkan iman. Saya mulai sering ikut shalat jum'at di kampus, setelah tetangga saya menunjukkan bagaimana cara ke sana dengan menggunakan sepeda. Setelah rutin mengikuti shalat jum'at, lambat laun saya merasa iman yang tadinya turun drastis kembali membaik. Saya pun mencoba menghabiskan waktu-waktu luang yang sangat panjang itu untuk mencari-cari artikel tentang islam yang bisa saya pelajari. Alhamdulillah, ketika bulan ramadhan tiba, saya juga ikut merasakan indahnya berbuka bersama muslim yang berada di kampus Ito. Bahkan sempat ikut untuk mengambil makanan yang akan disuguhkan berbuka puasa di kampus Hakozaki. Begitu pula suasana buka puasa di Masjid Fukuoka yang untuk pertama kalinya kurasakan, makan bersama pada satu wadah yang dikeroyok oleh beberapa orang. Dan juga suasana lebaran Idul Fitri yang sempat kurasakan pada waktu itu.

Namun ada hal yang terkadang mengganjal pikiranku. Makanan, adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Masalahnya sangat sulit untuk menentukan kehalalan makanan yang ada disini, terkecuali anda adalah seorang penghapal kanji yang mampu membaca kanji-kanji yang ada pada bahan makanan atau makanan jadi yang ada disini. Akhirnya, saya hanya mencoba menghapal beberapa kanji yang jelas keharamannya seperti kanji babi, daging, lemak hewani, dll. So, dengan begitu saya bisa memilah-milah mana snack yang bisa dikonsumsi dan yang mana yang halal. Nah, suatu hari, terjadi perdebatan antara saya dengan seorang teman yang kalo di bahasa Indonesiakan jadinya akan seperti ini,

Saya :"Kenapa kamu makan daging ayam yang dijual di kombini"

Dia:"Gak papalah, kan terpaksa. Lagipula gak ada yang jual makanan halal disini"

Saya:"Tapi kan masih banyak makanan halal, tuh ada kantin nabi san deket banget dari sini, kenapa mesti beli di kombini yang jarak tempuhnya jelas lebih jauh?"

Dia:"Tapi kan mahal, lagipula itu tidak apa2 kok, Islam itu mudah"

Saya: "Ya udahlah, terserah,"

Ketika dia mengatakan Islam itu mudah, saya agak kurang suka dengan kata-kata itu. Seakan-akan Islam memudahkan segala hal, dan bisa menghalalkan hal-hal yang haram disaat 'tidak terjepit' seperti itu. Akhirnya setelah itu aku tidak pernah menegurnya lagi karena tahu orang itu agak keras kepala untuk dikasih tahu hal seperti itu.

Ketika jadwal kuliah sudah dibagikan, aku terdiam menatap salah satu mata kuliah yang diajar oleh seorang sensei dari India. Jadwalnya tepat setelah sholat Jum'at. Awalnya, aku mengira dia akan memberikan izin terlambat karena melakukan ibadah. Namun, tampaknya dia tidak mau menerima alasan itu. Pada hari pertama saya masuk kelas itu masih ditolerir olehnya. Pertemuan keduapun dia masih memberikan toleransi. Sebenarnya muslim yang laki2 ada 3 dalam kelas yang sama pada mata kuliah itu. Aku, dan ada 2 orang lagi. Pada awalnya, aku dan seorang lagi pergi bersama untuk melaksanakan shalat jum'at, namun berikutnya dia tidak mau karena takut tidak diberikan nilai kehadiran oleh sensei. Saya sangat sedih karena hal itu. Karena tidak ada teman yang bisa diajak pergi shalat jumat bersama. Namun, aku cuek saja. Aku bahkan tidak peduli pada gradeku yang mungkin akan dapat F pada mata kuliah ini. Aku yakin, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Dan aku selalu yakin, janji Allah adalah janji yang benar. Dan, ketika kutanya lagi pada temanku, mengapa kamu gak mau shalat jumat?Dia hanya berkata 'ISLAM ITU MUDAH', ketika dia kembali mengatakan hal itu, aku berniat untuk memperingatinya, tapi entah mengapa setelah berdebat sedikit dengannya, dia malah berkata aku adalah muslim yang buruk dan salah dalam menilai Islam, aku terdiam, dan mencoba sabar, dan semenjak saat itu, aku tidak ingin berbicara tentang shalat jumat lagi dengannya. Mungkin karena bingung dan takut bagaimana cara membujuknya.

Kesimpulannya, teguhkanlah iman dan ketaqwaan kita kepada Allah agar Allah senantiasa memberikan petunjuk dan jalan atas setiap masalah yang kita hadapi. Memang benar Islam Itu Mudah. Tapi bukan untuk di pandang enteng. Sesungguhnya Allahlah yang Maha Mengerti, tapi janganlah kita selalu mau dimengerti. Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat Iman dan Taqwa kepada kita. Aamiin, Aamiin, Aamiin. Ya Rabbal Alamin.

Untuk kelanjutan ceritanya, saya sambung disini

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.