Senin, 27 Februari 2012

I Can't Speak English

Bismillahirrahmanirrahim,

Kali ini, saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya tentang bahasa Inggris. Tentang masalah apa saja yang pernah saya alami karena ketidak mampuan berbahasa Inggris, juga tentang bagaimana saya memulai untuk belajar, bagaimana beradaptasi dengan kondisi disini, dll.

Jujur saja, saya tidak bisa berbicara bahasa Inggris sama sekali waktu saya datang ke Jepang. Apakah ini sebuah masalah? Jelas saja. Bagaimana tidak, namanya juga ingin kuliah di luar negeri, otomatis bisa berbahasa Inggris, itu sudah paling minim. Maksimalnya yah harus bisa berbahasa dengan bahasa para penduduk lokal.

Well, nganggur setahun di rumah waktu itu tidak membuatku memanfaatkan waktu untuk les bahasa Inggris. Tapi, saya malah menghabiskan waktu untuk bermain game atau nonton anime. Waktu saya memang sia-sia. Tapi waktu tidak bisa diulang lagi, karena itu hanya bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga buat saya.

Alhamdulillah, selama berada di Jepang, internet gratis memudahkan saya untuk menonton video. Karena itu, saya mencoba menonton anime-anime Jepang dengan menggunakan teks bahasa Inggris. Memang tidak terlihat seperti sedang belajar bahasa Inggris, tapi setidaknya hal itu menambah kemampuanku berbahasa Inggris. Saya ingat waktu SMA dulu, saya suka sekali mencari guide/walkthrough game di Internet, jelas lebih murah daripada harus membeli bukunya. Setidaknya hal-hal itu menambah kemampuan readingku.

Beberapa bulan berikutnya, saya harus ikut wawancara untuk masuk ke Kyushu University, ini jelas sebuah beban untuk saya. Karena, sebelumnya saya jarang sekali untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Namun, Alhamdulillah, saya mampu melalui ujian wawancara tersebut dan diterima di Kyushu University.

Nah, ada beberapa masalah ketika saya tiba di bandara di Singapur. Ketika saya mau keluar dari bandara, dan ditanya mau kemana, saya ditanya oleh petugas bandara, dan tidak bisa menjawab sama sekali, karena keterbatasan saya dalam berbahasa. Spontan pegawai bandara tersebut terlihat marah karena banyak orang yang antri di belakang saya.

Waktu pertama kali saya bertemu dengan teman-teman kuliah, saya agak minder karena hal tersebut. Namun, Alhamdulillah, ternyata ada beberapa orang-orang lain yang memiliki masalah yang sama dengan saya. Tapi, mereka lebih mengerti bahasa Inggris daripada saya. Karena itu, setiap saya berkenalan dengan mereka, saya menjelaskan keterbatasan saya dalam berbahasa Inggris. Alhamdulillah mereka mengerti, dan berbicara dengan pelan. Well, kebanyakan dari kami memang bukan dari negara dimana bahasa Inggris adalah sebuah kewajiban. Karena itu, masih ada beberapa dari kami yang tidak mampu berbicara dengan sempurna.

Salah satu masalah adalah ketika kami harus latihan presentasi. Coba bayangkan, anda disuruh berbicara selama 10 menit didepan beberapa orang, dalam keadaan tidak lancar dalam berbahasa dan dalam keadaan minder. Karena itu, saya sarankan, bagi anda yang tidak lancar dalam berbahasa, janganlah minder, karena jika anda juga minder, maka anda akan punya dua kekurangan disini. Singkatnya, PD aja lagi. Dan salah satu presentasi yang paling sulit saya alami ketika saya harus presentasi didepan beberapa orang professor dan para senior saya.

Alhamdulillah, di semester dua, saya mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk belajar bahasa Inggris secara sempurna. Awalnya, karena iseng, saya mencari-cari di youtube video tentang Islam. Lalu saya terpana pada sebuah topik, "Facebook can make you face hell". Entah mengapa, setelah itu saya malah jadi ketagihan untuk mendengarkan kajian-kajian dari Bro. Abu Mussab. Dan ada hal lain yang memotivasi saya untuk belajar berbahasa Inggris. Ya, untuk persiapan dakwah, itulah kesimpulannya. Waktu itu, brother Abu Mussab berkata, "Jika kau mampu belajar bahasa Inggris untuk meningkatkan gajimu, karena di beberapa tempat , jika kita memliki kemampuan lebih, maka kita akan mendapatkan gaji yang lebih besar, mengapa kau tidak memaksimalkan untuk dakwah". Tersentak, saya jadi ingin belajar bahasa inggris dengan benar. Dan lalu beliau sambung dengan kata-kata ini, "Kalau mampu belajar bahasa inggris untuk meningkatkan gaji, mengapa kita tidak termotivasi untuk belajar bahasa Arab, demi akhirat kita?"

Alhamdulillah, sekarang saya bisa berbicara bahasa Inggris dengan lumayan lancar. Namun kadang masih terbata-bata, karena memang keterbatasan saya dalam berbicara. Karena pada intinya, saya memang lebih suka menulis daripada berbicara. Tapi, ada satu hal yang pasti, bahwa untuk keberhasilan, dibutuhkan tekad yang kuat, motivasi karena Allah, dan proses yang lama untuk mendapatkan sesuatu. Karena itu, janganlah menyerah di awal karena merasa tidak mampu.

Terakhir, Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.(Al-Ashr)
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

2 comments:

Nurmayanti Zain mengatakan...

masyaAllah...
belajar harus kuat ya tekadnya~ kalau tidak yaa tidak akan berhasil

farid maricar mengatakan...

Insya Allah...Mohon do'anya...

Diberdayakan oleh Blogger.