Kamis, 09 Februari 2012

Sejarah Valentine~...



Coklat dimana-mana. Orang-orang pada ramai ngomongin valentine~...Yang parahnya, kalau gak punya pacar waktu itu, mereka nyari cewek manapun (buat cowok) atau cowok manapun (buat cewek), yang penting ada pasangan di hari valentine. Huaaa...Jijik tau gak gua ngeliatnya. Kalian enak bisa bermesra-mesraan. Gue bisa apa???Tidak ada toleransi dalam berasmara~...Tapi, walaupun saya fakir asmara, tapi bukan pengemis cinta. Oh iya, buat toko bunga, adalah hari yang paling menguntungkan bagi mereka saat hari ini, karena di hari itu paling banyak yang membeli bunga dibanding hari lainnya, siapa sih yang butuh bunga? Paling juga rumah sakit. Banyak orang yang jadi pendukungnya, lewat facebook lah, twitter lah, dll. Padahal hari ini adalah hari dimana banyak orang yang melakukan zina, melupakan Allah. Mereka tidak tahu bahwa zina itu sangat berbahaya, ketahuilah, ada fatwa dari mayoritas ulama yang menyatakan ketika ada yang menyuruh kita untuk menyatakan kekufuran dengan ancaman pistol di kepala kita, kita diizinkan. Sedangkan untuk zina, kita tidak diizinkan dan kita lebih baik mati daripada melakukan hal itu. Anyway, ada yang tahu sejarah valentine? Jika anda tidak tahu sejarahnya, lebih baik dibaca dulu...

Pertama,

A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gift. It is ovserved on February 14, the date on which Saint Valentine was matyred. (The Encyclopedia Americana, volume XXVII, hal 860)

“Sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari, suatu hari di mana St. Valentine mengalami martir.”

Kedua,

The date on the modern celebration, February 14, is believed to derive in the execution of a Christian martyr, St. Valentine, on February 14, 270. (The Encyclopedia Americana, volume XIII, hal. 464)

“Tanggal 14 Februari adalah perayaan modern yang diyakini berasal dari hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M.”

Ketiga,

Valentine, St. priest and physician of Rome who suffered martydorn probably during the persecution under Claudius II in 269. his feast is on 14 Feb. The custom of sending valentines probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno Februalis at the Lupercalia(*) or perhaps in the mediaval belief the birds commenced to mate onf 14 Feb. (Everyman’s Encyclopedia, volume XII, hal 388).

“St. Valentine adalah seorang pendeta dan tabib dari Roma yang (dianggap) martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun 269 M. Peringatan tersebut pada tanggal 14 Febuari. Kebiasaan dengan mengirim valentine-valentine berasal dari upacara penyembahan berhala yang dikaitkan dengan peribadatan Juno Februarlis di goa Lupercal, atau (bisa jadi) pendapat bahwa burung-burung kwain pada tanggal 14 Februari.”

(*) Lupercalia merupakan upacara keagamaan (ritual) yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa Lupercus, yang oleh mereka dianggap sebagai dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak. Sebagai suatu upacara ritual kesuburan, Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa Faunus sebagai dewa alam dan pemberi wahyu. Upacara atau festival tersebut dipimpin dan diawasi oleh suatu badan kegamaan yang disebut Luperci dan para pendetanya disebut Luperci.

Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Upacara tersebut dilakukan di dalam sebuah gua bernama Lupercal, berada di bukit Palatine, yang merupakan salah satu bukit di kota Roma. Setelah itu dua orang Luperci (dalam sumber lain dua orang pemuda) dibawa ke sebuah altar, kemudian sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka dan darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan ke dalam susu. Setelah itu kedua orang tersebut diharuskan tertawa.

Kemudian para luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan dan dijadikan cambuk. Kemudian mereka berlari dalam dua geromboloan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok kuno di Palatine, mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka temui di jalanan. Para wanita yang menerima cambukan itu dengan senang hati karena menurut mereka cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya.

Upacara Lupercalia ini terus berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 – 337 M). Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama pemeluk agama Nasrani. Lewat masuknya agama Nasrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya, dia memegang peranan penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya menjadi agama yang dominan (bersifat nasional). Pengaruh agama nasrani semakin meluas di kerajaan Romawi dan Dewan gereja memegang peranan penting di bidang politik. Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan purifikasi (pemurnian/pembersihan diri). Dan pada tahun 496 M, Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual lupercalia dan tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari.

Keempat,

The St. Valentine who is spoken of as the apostle of Rhaetia, and venerated in passau as its first bishop. (Encyclopedia Briatannica, volume XIV, hal. 949).

“St. Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama.”

Kesimpulan dari keempat definisi tersebut adalah Valentine’s day dirayakan untuk mengormati dan mengkultuskan st. Valentine yang dianggap martir yang mati dibunuh pada tanggal 14 Februari 269 M (sumber lain menyebutkan 270 M) dan juga dianggap sebagai seorang utusan dan uskup yang dimuliakan. Pengambilan istilah itu juga dikaitkan dengan Lupercalia, upacara keagamaan orang Romawi Kuno dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut.

Nah, saudaraku… Apakah engkau tahu apa itu martir? Martir adalah orang yang dianggap mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan (agama). Kini engkau tahu agama apa yang dipertahankan olehnya. Wallahul musta’an. Ya ukhti… bagaimana kita bisa turut serta pada hari yang ditetapkan untuk menghormati orang yang mempertahankan agama yang bukan Islam (ini bukan berarti kita dibolehkan untuk menetapkan hari khusus untuk kematian orang-orang yang mempertahankan agama Islam!).

Dan bila dikaitkan dengan upacara Lupercalia, maka ini juga sangat jauh dari syari’at Islam, bahkan penuh dengan kesyirikan yang merusak tauhid. Lihatlah bagaimana upacara tersebut dilaksanakan untuk menyembah dewa-dewa. Padahal tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Belum lagi keyakinan batil tentang pengaruh cambukan yang dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburan. Padahal tidak ada yang kuasa untuk memberi kesuburan pada seseorang sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy-Syuura [42]: 50)

Ketahuilah saudaraku, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali meninggalkan jauh-jauh kebiasaan turut serta merayakan hari Valentine ini. Apakah kita hendak turut serta pada acara yang ditetapkan oleh Nasrani untuk mengkultuskan sang uskup yang mati sebagai martir? Padahal kita ketahui orang-orang Nasrani tidak akan senang sampai kita mengikuti agama mereka. Maka senanglah mereka ketika kita turut berbaur dalam hari raya mereka. Karena Rasululllah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud). Atau… apakah kita hendak mendukung pula upacara Lupercalia yang penuh muatan syirik dan kemaksiatan?Na’udzubillah mindzalik.

Lalu, apakah anda rela jika kasih sayang anda tunjukkan pada hari itu saja? Apakah anda butuh momen-momen untuk menunjukkan kasih sayang? Bukankah berkasih-sayang itu dilakukan setiap saat, bukan hanya pada saat itu saja. Kalau anda punya coklat berlebih lebih baik dikasih ke saya saja, amalan anda tidak akan sia-sia.

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

6 comments:

mridwanpurnomo mengatakan...

satu acara banyak kisah. mana yang bener? kalau gak tau yang mana yang bener kenapa di ikuti?

hm...
makasih dah berbagi....

Runa Aviena mengatakan...

wew, gambarnya...
makin berani aja itu..
--"

farid maricar mengatakan...

Lucunya bahkan tokoh kristen juga banyak yang menentangnya...Karena hari tersebut adalah dari paganisme...Wallahu a'lam...
Anyway, terima kasih sudah berkunjung...

auraman mengatakan...

terima kasih sudah mengingatkan mas, alhamdulillah saya tidak pernah mengikuti kebiasaan ini, dan mungkin karena selalu kebagian menjadi osis haha

Bianglala Basmah mengatakan...

tunggu, tunggu rid.. apa maksud dari kalimat ini?
"Huaaa...Jijik tau gak gua ngeliatnya. Kalian enak bisa bermesra-mesraan. Gue bisa apa???"

Haha.. walaupun ada kalimat selanjutnya yg baik, "Tidak ada toleransi dalam berasmara".. Hihi..

yah, semoga keresahan ini tidak hanya ada pada diri kita yg telah menyadari momen itu. tapi yg lebih penting adalah mengajak orang lain ikut resah dengan momen ini.. gmn?

kalau gak salah, jepang ngadain V'day sama White day kan?

~nah lho! Farid bakal galau di 2 momen gak ya?

farid maricar mengatakan...

@auraman Sama2 mas...semoga bisa tetap istiqamah... Insya Allah...

@basmah Itu cuma jokes, garing juga kalau harus selalu nulis dengan tema "saya sedang menasehati"...Kan lebih enak kalau ngasih kesan "agak ngritik"...

Oh iyaa...disini sangat gencar untuk masalah yang gitu2an...Dan yang harus membuatku lebih diibai lagi karena saya adalah pecinta coklat...Tapi Alhamdulillah sejak tahun lalu saya udah konsisten untuk tidak menerima coklat (gak ada juga yang mau ngirimin~...Keji sekali, apa karena saya kurang ganteng? T.T) Tapi Alhamdulillah, gak perlu mutar otak nyari alasan buat gak nerima coklat...

Diberdayakan oleh Blogger.