Selasa, 06 Maret 2012

Amar ma'ruf nahi mungkar...Bijak dalam berdakwah...

Assalamu alaikum...Bismillahirrahmanirrahim...Akhirnya nulis lagi...:D

Kali ini tema saya adalah tentang amar ma'ruf dan nahi mungkar. Dan tentu saja, seperti biasa, ini adalah hasil penyerapanku dari ceramah bro. Abu mussab wajdi Akkari.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلاَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمُُ

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". [At-Taubah:71]

Tahukah mengapa mereka saling menolong? why? Karena mereka menikmati amar ma'ruf dan nahi mungkar. Tahukah kita mengapa banyak orang jahat di dunia ini, karena ini akan memberikan kesempatan untuk orang2 baik untuk mengajak mereka kedalam kebaikan. Adalah kewajiban setiap mukmin untuk melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Dan itu juga penyebab mengapa tingkat keimanan setiap muslim itu terbagi2. Karena sebagian lain ada untuk mengingatkan mereka dan mengajarkan tentang ketaqwaan agar bersama2 mendapatkan ridha dari Allah dan mendapatkan pahala kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya. ” (HR. Muslim)

Lalu, bagaimanakah metode amar ma'ruf nahi mungkar itu? Kita kembali ke dasar lagi, dan dalam benak saya kadang timbul pertanyaan, apakah amar ma'ruf yang paling baik? Jelas, mengajak mereka yang masih belum beragama Islam untuk memeluk agama Islam dan hanya menyembah Allah semata, serta mengakui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai rasulnya. Jadi, sasaran target dakwah kita siapa? Non-muslim. Merekalah yang terpenting untuk didakwahi terlebih dahulu. Lalu pertanyaan kedua, apakah nahi mungkar yang paling diutamakan? Jelas kita harus lihat dulu, apakah dosa yang paling besar? Yaitu Syirik,menduakan Allah, tidak menyembah Allah, dan menyembah selain Allah. Jadi, aspek inilah yang harus diperjelas. Adalah hal yang terpenting untuk didakwahi adalah mengajak orang lain menyembah Allah Subhana wa ta'ala dan meninggalkan sesembahan lainnya yang menjerumuskan kita ke dalam kemusyrikan. Sebagaimana dalam salah satu sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam:

”Iman lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, paling utamanya perkataan Laa Ilaaha Illallah dan yang paling rendahnya menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu merupakan cabang dari keimanan. ” (Riwayat Muslim: 35, Abu Dawud: 4676, Tirmidzi: 2614)

Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah. ” (HR. Muslim no. 49)

Maksud dari hadits diatas adalah barangsiapa melihat kemungkaran, maka seharusnya dia mengubahnya dengan perbuatannya jika dia berkuasa, dan menasihati dengan lisan jika mampu, dan bila tidak mampu melakukan keduanya maka hendaklah dia menolak dengan hati. Namun bukan berarti iman kita lemah. Karena terkadang ada saat - saat dimana diam itu menjadi emas ketimbang berbicara yang baik. Tak kurang dari kita kadang berdebat karena masalah bid'ah, syariat, dll. Karena tidak adanya toleransi kita pada mereka yang tidak terbiasa dengan istilah bid'ah. Bayangkan, jika sekali kita menyampaikan pada mereka ini dan itu bid'ah, dan secara tidak langsung kita sedang menjaga jarak kita dari mereka. Tanpa menampik sama sekali yang namanya bid'ah itu sesat,dan sesat tempatnya di neraka seperti dalam hadits Rasulullah, kita tetap harus menoleransi mereka yang tidak berpendapat yang sama dengan kita. Begitu pula dengan mengatakan ini haram dan itu haram. Terkadang kita memang benar, dan Allah maha tahu tentang kebenaran yang kita sampaikan. Namun, karena waktu untuk menyampaikannya tidak tepat itu membuat orang malah menjauhi anda. Dan ini malah menunjukkan kemunduran anda sebagai seorang pendakwah. Akhir kata, Seorang muslim yang bijak adalah seorang muslim yang mampu memilah yang mana dakwah yang terpenting,dan memulai dakwah dari yang terpenting sampai sekecil2nya. Dan tentunya kita harus terus berusaha untuk mendakwahkan kalimat Allah ke seluruh penjuru dunia. Karena tentu kita tidak mau menjadi orang yang egois dan mau masuk surga sendirian kan?Apakah sanggup kita membiarkan saudara2 kita tetap berada dalam kesesatan?Tentu tidak...Karena itu marilah kita tegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Well, mungkin saya banyak bicara, namun ku hanya dalam tahap pembelajaran. Masih butuh banyak belajar sebelum benar-benar bisa berdakwah keluar sana. Maaf bila ada salah kata dalam notes ini mohon dikoreksi dan diberikan masukan.


LAKUKAN SEGALA SESUATUNYA KARENA ALLAH!!! Maka kau akan sukses,INSYA ALLAH!!!

Wassalamu alaikum,

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

2 comments:

Puspita Resky Amaliyah mengatakan...

masya Allah... setuju, yang benar mesti pula tersampaikan dengan baik ^_^

farid maricar mengatakan...

Insya Allah

Diberdayakan oleh Blogger.