Kamis, 22 Maret 2012

Just About Me~...1 year ago

Hari itu, liburan musim semi datang. Tidak ada kesibukan yang harus kulakukan di hari itu. Sampai akhirnya saya mencoba searching di Youtube tentang "Facebook". Dan akhirnya saya menemukan sebuah kajian berjudul "Facebook can make you face hell". Akhirnya saya menyimaknya sampai habis. Dan memberikan pencerahan yang luar biasa. Akhirnya, saya mensubscribe channel tersebut, dan mencoba menyimak kajian-kajian dalam channel yang sama. Ketika menonton beberapa video, benar-benar memberikan pandangan yang luar biasa kepada saya.

Hari-hari berikutnya, saya membiasakan diri untuk menonton video-video di channel tersebut. Alhamdulillah, setiap hari bertambahlah ilmu-ilmu yang sebelumnya belum pernah kupelajari sebelumnya. Setelah itu, saya mulai mencari tempat dimana ilmu berseliweran. Dimanakah itu? Tentu saja, masjid. Alhamdulillah, sampai saat ini saya bisa menikmati tambahan ilmu melalui kelas hadits dan kelas tajwid/tafsir yang diadakan di masjid setiap hari jum'at dan ahad. Tapi, sayangnya, kelas hadits tersebut akan segera habis, seiring dengan habisnya waktu study orang yang mengajarkan hadits tersebut. Sebelum memulai kelas hadits dan tajwid tersebut, sebelumnya saya sempat belajar tahsin pada seorang guru.

Jauh setelah itu, akhirnya saya mendengar sebuah kajian tentang cinta yang dibawakan oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, yang paling tidak membuatku tertarik dengan kajian-kajian beliau, dan akhirnya mulai menelusuri kajian-kajian beliau juga kajian-kajian manhaj salaf yang lainnya.

Mengapa manhaj salaf? Mengapa bukan PKS, NU, Muhammadiyah, LDII, Aswajan, HTI atau apalah istilah yang ada. Saya pernah membayangkan bagaimana pemikiran orang-orang diatas. Saya pernah berdiskusi dengan mereka, walau lewat dunia maya. Dan apa yang saya dapatkan? Nihil. Kebanyakan dari mereka hanyalah orang-orang yang memaksakan pendapatnya. Berkata, selalu berazaskan pada syeikh, bahkan tanpa dalil-dalil yang mendukung. Padahal setiap perkataan dapat ditolak kecuali dari Qur'an dan Sunnah. Selain itu, ada diantara mereka yang salah dalam mengartikan ayat karena mendapatkannya sepotong-sepotong, tanpa mengkaji tafsir terlebih dahulu.

Puncaknya, saya rasakan ketika bulan Ramadhan datang, ketika segala syaithan dibelenggu. Alhamdulillah, tingkat keimananku bisa terus bertambah. Seiring berjalannya waktu, akhirnya Ramadhan pun meninggalkanku.

Sekarang, sekitar 7 bulan sejak Ramadhan berlalu. Namun, keimananku justru terus menurun. Semoga dengan berakhirnya tulisan ini, saya bisa mengembalikan iman yang terus menurun ke palung terdalam untuk kembali naik ke permukaan dan kembali mencapai puncak.

manyahdihillahu falaa mudhillalah wamanyudhlil falaa haadiyalahu. Barangsiapa Allah berikan hidayah, maka tidak seorangpun mampu menyesatkannya, dan barangsiapa Allah sesatkan, maka tidak seorangpun mampu memberikan hidayah
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

2 comments:

Puspita Resky Amaliyah mengatakan...

masya Allah.. keep istiqomah!!! ^_^

farid maricar mengatakan...

Insya Allah...Sama-sama, mudah2an kita semua diistiqamahkan oleh Allah...

Diberdayakan oleh Blogger.