Rabu, 28 Maret 2012

Kiat - Kiat Menghilangkan Kecanduan Game

Bismillahirrahmanirrahim~...

Pertama, kami panjatkan puji syukur kepada Allah Subhana wa Ta'ala yang telah memberikan  kami kesempatan untuk kembali menulis di blog yang sudah usang karena sudah jarang kami isi ini.

Kedua, kami juga memanjatkan rasa syukur kepada Allah yang telah menakdirkan banyak hal yang diluar dugaan, termasuk membuatku berpenyakit yang bernama kecanduan game.

Latar Belakang

Sebelum mengobati sesuatu penyakit, tentu adalah hal yang baik untuk mengetahui penyebabnya. Karena, ketika ada yang basah di lantai, adalah kewajiban bagi kita untuk mencari sumbernya. Dengan begitu, kita mampu mencegah lantai tersebut dari basah kembali. Setelah menangani penyebabnya, barulah kita melap lantai tersebut sampai kering. Karena itu, pertama-tama, izinkan kami untuk menyebutkan penyebab-penyebabnya. 

Pertama, Teman Bergaul. Tak bisa dipungkiri bahwa teman bergaul adalah hal yang paling banyak mempengaruhi seseorang. Bagaimana tidak, teman adalah orang yang selalu bergaul dengan anda, otomatis gaya hidupnya menjadi gaya hidup anda. Seseorang bisa berteman dengan orang lain, karena visi dan misi mereka hampir sama, tidak mungkin kita berteman atau bersahabat dengan seseorang yang visi dan misinya jauh berseberangan. Menurut pengalaman kami sendiri, yang membuat kami pertama kali bersentuhan dengan game adalah teman bergaul. Sejak saat, itu pergaulan kami makin erat dan kami makin dekat, mengapa? Karena hobby kami yang sama tersebut. 

Kedua, Kesenggangan Waktu. Kadang, karena kebingungan kita untuk mengisi kesenggangan waktu kita, akhirnya kita terjerumus dalam bermain video game. Tanpa kita sadari, sebenarnya itu adalah awal dari langkah syaithan untuk menjerumuskan kita untuk kecanduan pada hal tersebut. Seperti hal-hal buruk lain, awalnya hanya coba-coba, akhirnya lalu kecanduan, lalu berlebihan. Naudzubillahi min dzalik.

Ketiga, Masa Muda. Tanpa anda sadari, zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan zaman 20 tahun yang lalu. Kalau masa muda di zaman dahulu lebih banyak digunakan untuk melakukan perjalanan, pergaulan, mencari ilmu, dll, anak muda zaman sekarang cenderung lebih suka menghabiskan waktu mereka untuk berfoya-foya, bermain game, demonstrasi, dsb. Karena itulah, kami memasukkan masa muda ke dalam bagian latar belakang kecanduan game ini.


Solusi

Lalu, adakah solusi-solusi yang bisa ditawarkan kepada para pecandu game ini? Karena itulah kami berniat untuk menulis artikel ini. Kami akan berusaha menjabarkan beberapa solusi yang Insya Allah bisa digunakan oleh para pemuda-pemuda yang sudah terlanjur kecanduan game ini.

Pertama, Menyibukkan diri dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Dalam situasi senggang inilah, kita akan dengan mudahnya untuk mencari hal-hal untuk dilakukan. Karena itu kita harus menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Bisa membaca buku-buku Islam, belajar Bahasa Arab, bahasa Inggris, menulis blog atau kalau anda anak kuliahan anda bisa belajar mata kuliahan anda untuk diulang-ulangi.
Ibnul Qayyim menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata,
Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)."


Kedua, Menjaga pergaulan kita. Karena pergaulan adalah hal yang paling mempengaruhi kita untuk terus bermain game. Anda tidak perlu memutuskan hubungan dengan mereka, namun tetap berdo'a kepada Allah agar anda dan mereka sadar dari kecanduan tersebut. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam : 


Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium ban wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim).

Ketiga, Janganlah berhenti secara mendadak, melainkan secara berkala. Mengapa? Karena berdasarkan apa yang kami alami, karena ghuluw(berlebih-lebihan) dan tiba-tiba berhenti, akhirnya kembali kecanduan lagi. Hal ini terjadi karena kita menahan-nahan, akhirnya ketika dilepaskan malah akan menjadi kecanduan yang lebih parah. Karena itu, menurut hemat kami, cara yang terbaik adalah dengan menghilangkannya secara berangsur-angsur. Misalnya, pekan ini, main dua jam perhari, lalu pekan depan satu setengah jam perhari, lalu diatur per dua hari, dst sampai benar-benar berhenti.

Keempat, Ingatkan diri anda bahwa anda dalam keadaan merugi. Karena kita sedang membuang waktu-waktu kita, sedangkan seorang muslim harus memaksimalkan hasil mereka sebelum kembali ke kehidupan yang selanjutnya.



Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(Al-Ashr)



Kelima, Berdo'a kepada Allah Subhana wa ta'ala. Karena tidak bisa dipungkiri, tanpa      pertolongan Allah, kita tidak akan pernah bisa sukses mencapai sesuatu pun. Karena itulah, sudah seharusnya kita senantiasa meminta pertolongan Allah. Dengan begitu, mungkin saja Allah akan menghindarkan kita dari keburukan-keburukan tersebut. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam: 





Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selam tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha besar).(HR. Ahmad)

Sekian nasehat yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat kepada diri kita semua.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.