Sabtu, 03 Maret 2012

Tafsir Surah Al-Ikhlas Bag.2 - Tafsir Ayat 1

Bismillahirrahmanirrahim~


Hari ini saya mencoba menjabarkan Tafsir surah Al-Ikhlash ayat 1 yang saya ambil dari kajian Bro. Nouman Ali Khan seperti pekan lalu.

Qul Huwallahu Ahad


Qul - Katakan


Ini adalah perintah kepada Rasulullah, yang bisa berarti 2 arah

-Belajar untuk dirinya sendiri

-Mengajarkannya kepada orang lain

Pesan Tauhid(Keesaan Allah), berhubungan dengan dakwah, mengajak kepada Islam


Huwa – Dia.


Sebenarnya kata ‘Huwa’ tidak dibutuhkan dalam kalimat ini. Karena seharusnya Allah bisa berkata; Qul Allahu Ahad – Katakan, Allah itu satu.


Tetapi, sebuah kata ganti hanya digunakan ketika kita sudah mengetahui siapa yang sedang kita bicarakan.(Hal ini yang kita sebut sya’n).


1.Allah sangatlah berkuasa, dan Dia telah diketahui oleh orang-orang (Sebagai Yang Maha Pencipta,)


Karena itulah, kata ‘Dia’ ada sebagai penegasan bahwa kau telah tahu tentang Tuhan ini, dan ini bukan Tuhan Yang Baru.


2. Ini juga sebuah balasan untuk orang yang bertanya, siapakah Allah?


Man Huwa, Maa Huwa? Siapa dia? Apakah dia? Ini adalah pertanyaan yang ditanyakan oleh para orang musyrik kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan begitu, Allah menjawab, Dia adalah Allah, Yang Maha Esa.


3. Katakan, Dia adalah Allah, katakan Allah itu Esa. Dengan begitu dua kalimat tadi disatukan menjadi satu kalimat, Katakan, Dialah Allah yang Maha Esa.


Ahad – Esa.


Perbedaan antara Wahid dan Ahad :


1. Ahad hanya digunakan pada kalimat yang bermakna negatif.

Sedangkan Wahid digunakan pada kalimat yang bermakna positif.

Contohnya : laysa ahad mawjuudan fii al masjid – Tidak ada Satu orang pun yang berada di masjid(kosong)

Laysa wahid mawjuudan fii al masjid – Yang berada di masjid tidak hanya Satu orang (tapi ada banyak orang yang berada di masjid)

…Wa laa yusrik bi ‘ibadaati rabbihi ahada…(Surah Al Kahfi 110)

…dan janganlah ia mempersekutukan Satu orang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".

Akan tetapi, kita dapat melihat bahwa Allah menggunakan kata Ahad dalam ayat 1 pada surah Al Ikhlas untuk menggambarkan tentang sifatNya. Hal ini cukup aneh, karena kata Ahad biasanya hanya digunakan dalam makna yang negative. Untuk Ahad yang satu ini, menunjukkan bahwa ada hal yang unik dalam penggunaan kata tersebut ketika menggambarkan Allah pada bagian dimana dia menggunakannya dalam kalimat positif.

Dengan menggunakan kata Ahad, Maka dengan ini, Dia sedang menggambarkan sebuah hal positif tentang ke-Esa-annya, dan tidak ada hal lain yang setara denganNya.

Hal yang luar biasa: Tidak ada dalam sastra Arab yang menggambarkan bahwa kata Ahad digunakan dalam kalimat positif kecuali dalam surah ini.

2. Bentuk lain dari ‘ahad’ digunakan dalam bentuk Iddaafa, contohnya bentuk ‘Salah satu’…Ahad al Muslimin (Salah satu orang muslim). Dengan begini, Ahad hanya bisa digunakan dalam hal positif jika ada kata-kata yang menyatu pada kata tersebut.

Ahad berasal dari kata Wahd/Wajada.

Wahd(waw, ha, daal) – Suatu hal yang individual yang tidak ada duanya, yang tidak diketahui duanya. Allah tidak menggunakan kata itu untuk Dirinya karena Dia tidak ingin dirinya disamakan dengan sifat yang ada dalam manusia.

Raghib al Isfahani – Mufradaat al Qur’an : Ahad adalah sebuah kata yang terpisah yang digunakan pada hal-hal berikut; Suatu hal yang tidak dapat dibandingkan dengan hal lainnya, Suatu hal yang Unik yang Tidak mempunyai saingan atau hal yang setara dengannya. Dia tidak memiliki tandingan, tidak ada nomer 2nya.

Karena itu Ahad berbeda dengan Wahid.

Orang-orang dari agama lain mempercayai Tuhan lain sebagai satu( dalam artian Wahid), tetapi mereka selalu berbuat kesalahan karena memberikan sifat-sifat yang ada pada makhluk. Hal ini hanya terjadi ketika kau membedakan sifat-sifat Allah dan memisahkannya dari makhluknya, dengan begitu kau percaya bahwa Allah adalah Ahad (Keunikan dalam keesaanNya).

Hal yang paling penting dalam surah ini adalah Segala hal tentang Allah dengan segala keunikan dan keesaanNya. Karena itulah semua sifat Allah dalam surah ini adalah keunikan yang hanya ada pada Allah semata.(contohnya : Allah, ahad, as-Samad, lam yaLid, lam yuWlad).

3. Allah mempunya beberapa sifat yang dipunyai oleh manusia. Contoh : rahim(penyayang), ra’uuf(pengasih), basir(melihat), dll.

Jika kita menggunakan nama Allah, sebagai contoh Allah adalah ‘alim – Yang Mengetahui.

Perbedaan antara pengetahuan kita dan pengetahuan Allah adalah

1- Pengetahuan Allah adalah tidak terbatas, tapi tidak dengan kita.

2- Pengetahuan Allah tidak memiliki batas, tapi pengetahuan kita terbatas.

3- Pengetahuan kita dan sifat yang ada pada kita adalah pemberian, sedangkan sifat Allah adalah milikNya.

Dengan menggunakan 3 langkah diatas, dan kita melihat bagaimana keunikan Allah dalam sifatNya yang sempurna.

Lays aka mitslihii syay’ wa huwa as samii’ul basiir.(Asy Syuura 42 : 11)

Tidak ada yang setara denganNya, dan dialah yang Maha Pendengar lagi Maha Melihat.


AhaduN (taNwiin – huruf nun pada akhir) – dan ini digunakan untuk tanda seru, untuk memperkuat pernyataan bahwa dia adalah Allah, Yang Maha Esa!!

Tanwiin juga digunakan untuk mengabarkan sesuatu atau menjawab pertanyaan. Pertanyaannya adalah apa/siapa yang kau sembah? Pernyataan ini adalah pemberian informasi dan menjawab pertanyaan orang-orang, bahwa penguasa kita adalah Ahad – Yang Unik.

Hal inilah yang dikatakan oleh Bilal bin Rabbah jika disiksa tuannya, dia akan berkata “Ahadun Ahad”

Dr. Rafi’uddin dari Pakistan – Allah menciptakan manusia dengan pengetahuan tentangNya. Adalah kehormatan untuk manusia adalah bisa menjadi hamba yang sempurna untukNya. Tapi jika kita tidak berjuang untuk mencapai tujuan tersebut, kita akan seperti orang lapar. Dan bila rasa lapar itu tidak dipenuhi dengan ketaatan pada Allah, maka kita akan melepas rasa lapar itu dengan hal lain. Dan kita akan memenuhinya dengan ketaatan yang akan buruk dan merusak badan kita. Karena itu kita akan menjadi hamba Allah, atau menjadi hamba benda ciptaanNya yang tidak berguna. Mungkin kau tahu bahwa Dia adalah satu-satunya, tetapi apakah dia satu-satunya tempat kita menggantungkan kehidupan kita? Apakah Dia satu-satunya tujuan hidup kita? Apakah kita akan cemas ketika Dia tidak ingin berbicara dengan kita di hari pembalasan dalam keadaan tidak senang? Apakah kita telah melakukan hal-hal yang akan membuatnya senang pada kita?


Sekarang, Tauhid menjadi hal yang menjadi bahan debat Teologi(Ilmu mencari Tuhan), padahal orang-orang sebelum kita mempunyai hubungan yang kuat dengan Allah. Mudah-mudahan Allah memberikan rahmatNya kepada mereka. Karena mereka telah berjuang untuk mendapatkan ridha-Nya.

Yaa Allah, Jadikan kami sebagai orang dengan Tauhid yang sebenar-benarnya, dan jadikan kami orang-orang yang mengaplikasikannya dengan harta dan jiwa kami, dan biarkanlah kami mati dalam keadaan memperoleh ridha-Mu.

Sumber: Hasil Translate dari sebuah Kajian Bro. Nouman Ali Khan - Tafsir Surah Al-Ikhlash

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

4 comments:

Insan Robbani mengatakan...

subhanallah, sungguh saya angkat topi, dgn blog ini, byk ilmu dan hikmah dibalik tulisan1nya, tetep semangat berdakwah...

Insan Robbani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Andre mengatakan...

Subhanallah..
Nice artikel, ijin co~pas buat blog catatan pribadi ane dengan kondisi "representasi"..
:D

farid maricar mengatakan...

@Insan Robbani

Emangnya lagi make topi bang? :D
Alhamdulillah, Allah membagikan ilmu kepada kita...Ilmu ini hanyalah ilmu transfer dariNya...Tanpa ada kemurahan hatiNya, kita tidak tahu apa2...

@Silahkan saja..hehehe...maksudnya representasi itu apa yah?

Diberdayakan oleh Blogger.