Sabtu, 14 April 2012

Kalau Allah mencintai semua manusia, mengapa neraka diciptakan?

Setiap orang yang hidup di dunia ini punya tujuan hidup. Dan beberapa dari kita punya satu tujuan, namun beberapa orang punya tujuan yang berbeda atau unik, dan mereka akan berkata tujuan hidup mereka adalah yang terbaik, dan mengatakan tujuan hidup kita jelek. Beberapa orang, mereka menghabiskan waktunya satu jam lebih hanya untuk memperbaiki dirinya agar terlihat bagus di depan cermin. Bayangkan saja, mereka menghabiskan waktu sebegitu lamanya hanya untuk itu. Untuk apa? Hanya karena ingin terlihat bagus didepan orang lain. Dan beberapa orang yang lain punya tujuan yang lain lagi. Percayalah ada sebuah tujuan hidup yang tak satupun dari kita mempunyai tujuan kita, yang saya maksud disini adalah kita sebagai seorang muslim. Apakah itu? yaitu meraih ridha dan cinta dari Allah Subhana wa Ta'ala, bukan cinta dari manusia yang membuat kita harus menghabiskan waktu 1 jam lebih hanya untuk terlihat bagus di depan orang lain.


Kita tidak boleh mengatakan seseorang telah dicintai oleh Allah, sampai ada bukti yang benar2 menyatakan bahwa seseorang telah dicintai oleh Allah. Mungkin kita menemukan agama sebelah yang dengan mudah mengobral cinta Allah. Mereka mengatakan Tuhan Mencintaimu, Tuhan Menyayangimu, tapi coba tanyakan balik padanya, kapan Allah mengatakan hal tersebut padamu? Saya yakin mereka tidak akan bisa menjawabnya, lalu lanjut dengan pertanyaan berikutnya, "Kalau benar Tuhan menyayangi semua orang, mengapa Tuhan menciptakan neraka?", Tentu tidak, kau tidak dapat mengatakan Allah mencintai seseorang sampai benar-benar ada bukti yang menyatakan bahwa Allah mencintai orang tersebut. Memangnya sejak kapan manusia punya hak untuk berbicara sebagai ganti Allah untuk mengatakan Allah mencintaimu? Karena itu adalah hal yang ghaib. Kecuali Rasulullah yang mengatakannya sebagai perantara. Contoh, pada zaman Rasulullah, ketika Rasulullah mengatakan aku akan memberikan bendera perang kepada orang yang dicintai oleh Allah dan RasulNya, dan orang tersebut adalah Ali bin Abi Thalib.
Lalu bagaimana cara mendapat cinta dari Allah? Yaitu dengan yakin bahwa mendapatkan cinta dari Allah adalah hal yang paling berharga yang harus didapatkan didunia ini, dan menjadikannya sebuah cita-cita. Dengan melakukan hal-hal yang dicintaiNya, dengan menjauhi hal-hal yang dilarangNya, begitu pula dengan mengikuti sunnah Rasulullah. Bayangkanlah, dalam sebuah hadits ,"Di dalam shahih Bukhari juga disebutkan, dari Abu Hurairah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berfirman bahwasanya Allah mencintai fulan maka cintailah fulan, dan Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril pun mengumumkan kepada penghun langit bahwasnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia, dan para penghuni langit pun mencintai fulan. Kemudian dikabulkanlah permohonanya di dunia” (H.R. Bukhori)". Bayangkan betapa berharganya cinta Allah kepada seorang hamba. Mengapa kita tidak berusaha untuk mendapatkannya? Ketika Allah sudah mencintai kita, kita tidak membutuhkan cinta dari orang - orang yang lain. Dan ingatlah, ketika Allah mencintaimu, maka semua orang-orang dan manusia yang juga mencintai Allah, Insya Allah mereka juga mencintaimu. Tidak usahlah kita mencari-cari cinta dari orang yang tidak mencintai Allah, apalagi mereka yang menjauh dari Allah(Kafirun). Tidak perlulah kita menjadi kaya,tampan,rupawan,berwibawa,pemimpin, atau hal-hal yang bisa kita banggakan, karena Allah tidak suka manusia yang membanggakan diri.

Kapan Allah mencintai makhlukNya?
Ada banyak sekali alasan yang menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah,
Dalam Qur'an, Allah berfirman, Allah mencintai
1.Orang yang melakukan amal baik(Al-Baqarah 195)
2.Orang yang bertaubat (Al Baqarah 222)
2.Orang yang menyucikan diri (Al Baqarah 222)
4.Orang yang bertaqwa (Ali Imran 76)
5.Orang yang sabar (Ali Imran 146)
6.Orang yang bertawakkal (Ali Imran 159)
7.Orang yang adil (Al Maidah 42)
8.Orang yang berjuang di jalanNya(As shaff 4)
Jangan khawatir, masih banyak tanda-tanda orang yang dicintai oleh Allah yang belum saya tulis. Anda bisa menemukannya dari hadits, dan ayat-ayat yang lain. Tapi setidaknya memberikan gambaran bahwa Allah memberikan petunjuk kepada kita, hamba yang seperti apakah yang dicintai olehNya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang mengharapkan cinta dari Allah, dan menjadi orang yang dicintai oleh Allah Subhana wa ta'ala.

Mengapa Allah Menciptakan Neraka?
Dalam kalimat diatas saya sempat menyebutkan tentang hal ini, lalu, kami bisa jawab seperti ini,
"Mengapa Allah yang Maha Penyayang tidak menciptakan mereka untuk tidak mendapatkan hukuman tersebut?
Allah memperkenalkan dirinya dalam Surah Al-Fatihah, dengan mengatakan Alhamdulillah (Segala puji hanya bagi Allah), yang menggambarkan kesempurnaan Allah dalam segala hal, lalu Allah mengatakan Rabbul Alamin, yang berarti master/tuan dari segalanya, yang berarti tuan yang mempunyai kekuasaan untuk melakukan apapun pada hambanya. Tentu kita bisa menganggap tuan-tuan yang lain bisa melakukan siksaan seenaknya kepada hamba/budaknya, lalu terdapat kesinkronan antara Alhamdulillah dan Rabbul Alamin, Disinilah penjelasan tentang Allah sebagai Yang Maha Penyayang, tapi sebelum itu kita akan menjelaskan hal lain terlebih dahulu. Ketika meyakini sesuatu sebagai Master/tuan, maka itu berarti kita meyakini sebuah kesimpulan, bahwa jika kau datang kepada seorang yang lebih tinggi, maka kau meyakini dirimu jauh lebih rendah. Dan kau akan yakin, bahwa setiap hal yang dilakukannya, adalah sesuatu yang dia tahu dan dia punya sebab melakukannya. Tidak mungkin kita datang pada sesuatu yang kita anggap lebih tinggi, dan kita datang untuk mengkritiknya, dan mencari-cari kesalahannya. Coba kita berpikir lagi, Allah menciptakan neraka, tapi Allah juga memberikan keterangan tentang betapa mengerikannya neraka, juga memberikan petunjuk bagaimana untuk menghindari neraka tersebut. Disinilah Kemurahan hati Allah pada hambaNya. Dengan begitu kita bisa tahu apa-apa yang harus kita lakukan untuk menghindarinya." Selain itu, disebutkan pula dalam sebuah hadits shahih terdapat keterangan bahwa Allah mencintai makhluknya, "dari Abu Hurairah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berfirman bahwasanya Allah mencintai fulan maka cintailah fulan, dan Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril pun mengumumkan kepada penghun langit bahwasnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia, dan para penghuni langit pun mencintai fulan. Kemudian dikabulkanlah permohonanya di dunia” (H.R. Bukhori)". Dan manusia adalah makhluk yang paling tinggi kedudukannya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena manusia diciptakan oleh Allah dengan tanganNya sendiri, sebagaimana dalam firmanNya, “Allah berfirman, Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.’(Shaad: 75)".

Wallahu a'lam bishowwab...
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.