Sabtu, 26 Mei 2012

Contoh Berlebihan dalam Beragama

Dari Anas Radhiallahu Anhu, katanya: Ada tiga macam orang datang ke rumah istri-istri Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam menanyakan tentang hal bagaimana ibadahnya Nabi  Shallallahu 'alaihi Wasallam  Kemudian setelah mereka diberitahu lalu seolah-olah mereka menganggap amat sedikit saja ibadah beliau.  Shallallahu 'alaihi Wasallam  itu. Mereka lalu berkata: "Ah, di manakah kita ini -maksudnya: Kita ini jauh perbedaannya kalau dibandingkan- dari Nabi  Shallallahu 'alaihi Wasallam  sedangkan beliau itu telah diampuni segala dosanya yang lampau dan yang kemudian." Seorang dari mereka itu berkata: "Adapun saya ini, maka saya bershalat semalam suntuk selama-lamanya." Yang lainnya berkata: "Adapun saya, maka saya berpuasa sepanjang tahun dan tidak pernah saya berbuka." Yang seorang lagi berkata: "Adapun saya, maka saya menjauhi para wanita, maka sayapun tidak akan kawin selama-lamanya." Rasulullah  Shallallahu 'alaihi Wasallam  kemudian mendatangi mereka lalu bersabda: "Engkau semuakah yang mengatakan demikian, demikian? Wahai, demi Allah, sesungguhnya saya ini adalah orang yang tertaqwa -paling bertaqwa- diantara engkau semua kepada Allah dan tertakut -paling takut- kepadaNya, tetapi saya juga berpuasa dan juga berbuka, sayapun bershalat tetapi juga tidur, juga saya suka kawin dengan para wanita. Maka barangsiapa yang enggan pada cara perjalananku -sunnahku-, maka ia bukanlah termasuk dalam golonganku." (Muttafaq 'alaih)

-Riyadush Shalihin Bab 14. Sederhana dalam Beribadah-
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.