Rabu, 02 Mei 2012

Hanya sedikit coretan tentang poligami


Bismillahirrahmanirrahim...

Banyak dari kawan-kawan kami, terutama di grup-grup di dunia maya yang berbicara masalah poligami. Tapi, adalah hal yang aneh, jika ada orang yang berbicara poligami, tapi SUNNAH-SUNNAH yang lainnya tidak ia laksanakan. Yakni, dia berusaha untuk melakukan sunnah-sunnah yang sifatnya sulit, padahal banyak sunnah yang lebih mudah yang dia tidak lakukan.

Banyak diantara lelaki yang ingin melakukan poligami, tanpa tahu secara detail syarat yang diajukan untuk melakukannya. Apa itu? Dalam Surah An-Nisa ayat 3 dijelaskan “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.” Dan syarat yang kami maksud adalah bersifat adil. Kami merasa takut, mengingat banyak laki-laki yang berpoligami karena hanya "TIDAK BISA MENJAGA MATANYA" yakni seperti apa yang difirmankan oleh Allah pada surah An-Nur ayat 31 untuk menundukkan pandangan, tapi mereka justru tidak mengindahkan ayat itu. Hal itu sama saja seperti mendustakan ayat Allah, dan hanya nyari dalil untuk hal yang enak-enak saja. Di sisi lain, banyak istri yang tidak ridha jika suaminya poligami, namun hal itu bukan semata-mata karena kecemburuan saja, tapi mungkin karena tidak kemampuan suami untuk berlaku adil kepada para istri. Mereka tidak seperti Rasulullah, dalam sebuah riwayat menyatakan, 

Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendahulukan sebagaian kami di atas sebagian yang lain dalam hal jatah menginap diantara kami (istri-istri beliau), dan beliau selalu mengelilingi kami seluruhnya (satu persatu) kecuali sangat jarang sekali beliau tidak melakukan demikian. Maka beliau pun mendekati (mencium dan mencumbui) setiap wanita tanpa menjimaknya hingga sampai pada wanita yang merupakan jatah menginapnya, lalu beliau menginap ditempat wanita tersebut”. (HR Abu Dawud no 2135, Al-Hakim di Al-Mustadrok no 2760, Ahmad VI/107. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani (Ash-Shahihah no 1479))

Jadi syarat untuk sebuah poligami adalah berlaku adil, jadi adalah salah jika seorang suami ingin berpoligami hanya karena keinginannya untuk menyenangkan hatinya, tapi tidak mampu adil kepada para istri.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.