Jumat, 04 Mei 2012

Orang Tua dan Keridhaannya

Bismillahirrahmanirrahim~...

Kadang kami merasa sangat sulit buat nulis tema yang satu ini. Mengapa? Karena rasanya selalu pengen nangis. Kami belum mampu berbuat yang terbaik untuk mereka. Disuruh bersihin kamar saja kadang ngeluh. Atau yang lebih simpel, disuruh ngurusin sampah di rumah aja kadang masih ngeluh.

Padahal, kami juga tahu bahwa di Al-Qur'an sangat banyak ayat yang menyatakan kewajiban untuk berbakti pada orang tua. Salah satunya adalah ayat berikut, “Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14).

Bahkan walaupun jika mereka masih tergolong kafir, kita tetap diwajibkan untuk berbakti kepada mereka, sebagaimana tertera dalam ayat berikutnya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)

Anyway, kemarin sempat nonton cerita tentang Naruto, dimana dia harus berpisah dari orang tuanya, karena kedua orang tuanya harus mengorbankan diri untuk menyegel kyuubi. Waaah, kami bener-bener nangis waktu nonton. Coba kalian bayangkan, kedua orang tua kalian mengorbankan nyawa mereka untuk kalian, lalu kalian harus tinggal sebatang kara tanpa keluarga. Coba bayangkan bagaimana rasanya? Karena itu bagi yang masih punya orang tua, berbakti dan sayangilah semaksimal mungkin, ketahuilah tidak semua anak punya kesempatan yang sama seperti kalian.

Orang tua zaman sekarang sudah berubah. Banyak dari mereka sudah tidak peduli pada anaknya. Mereka hanya bisa beri duit. Memangnya duit bisa apa pada anak, anak itu butuh kasih sayang, bukan duit. Jangan heran kalau kalian nemu anak nakal tapi kaya. Itu sebenarnya adalah anak-anak salah gaul, karena orang tua mereka yang terlalu perhatian berlebihan pada pekerjaan tapi tidak pada anaknya.

Kalau ada orang ngomong Jihad itu pasti perang, kami bisa bilang itu salah. Kalau ada orang yang sok-sokan bilang begitu, suruh dia buat belajar bahasa arab lagi. Dalam salah satu hadits, Dari Muawiyah bin Jahimah dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bermusyawarah dengan beliau tentang jihad di jalan Allah. Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Ya,” kataku. Nabi pun bersabda, “Selalulah engkau berada di dekat keduanya. Karena sesungguhnya surga berada di bawah kaki keduanya.” (HR. Thabrani, al-Mundziri mengatakan sanadnya jayyid)

Berikutnya, kami akan menceritakan pengalaman kami. Ini tentang bagaimana kami memperoleh nikmat yang luar biasa besar dari Allah Ta'ala, karena keridhaan orang tua kepada kami. Waktu itu, kami sedang menjalani tes SNMPTN( atau jika dipersimpel adalah ujian masuk universitas). Namun, pada saat itu, kami masih berada di Indonesia. Namun, apa yang terjadi, ternyata hasilnya jauh dari yang diharapkan, dari tiga pilihan jurusan, tidak satupun yang kami dapatkan. Akhirnya kami menyerah dan mencoba untuk bersabar. Setelah kami ingat-ingat lagi, waktu itu kami ingin tes untuk masuk di sebuah jurusan, namun ternyata jurusan tersebut tidak sesuai dengan keinginan orang tua kami. Akhirnya, kami gagal dalam ujian tersebut. Tak lama setelah itu, kami pun ikut serta bersama orang tua kami menuju Jepang. Setelah itu, kami sempat dikejutkan, bahwa tidak ada kuliah dalam bahasa Inggris yang ada di universitas kami ini. Namun, tak lama kemudian, keajaiban demi keajaiban datang menghampiri hidup kami. Tentu, keajaiban itu sendiri adalah pemberian dari Allah ta'ala. Keajaiban itu berupa dibukanya program baru di universitas kami disini dalam bahasa Inggris. Tak menyia-nyiakan kesempatan ini, akhirnya kami ikut mendaftar. Dan ajaibnya lagi, kami diterima di universitas tersebut, namun sayangnya, kami tidak mendapatkan beasiswa untuk hal tersebut. Namun, ternyata Allah berkehendak lain, penerima beasiswa lain yang juga berasal dari Indonesia memutuskan untuk tidak ikut mendaftar ulang, karena sudah terlanjur kuliah di Indonesia. Alhamdulillah, Allah berkehendak agar beasiswa tersebut akhirnya dialihkan kepada kami. Anda mungkin tidak akan percaya jika saya katakan, bahwa saya seorang mahasiswa teknik sipil dengan based IPS(Ilmu Pengetahuan Sosial) saat SMA, dan Alhamdulillah sampai saat ini masih bisa tetap survive dan bertahan dalam kuliah ini, walau jalannya terasa sangat berat, dan kadang terseok-seok. Namun, itu adalah bagian dari perjuangan untuk mendapatkan apa yang kuinginkan. Jika ditanya lagi, apakah sebenarnya yang kuinginkan? Tidak banyak, aku hanya ingin mengikuti apa-apa yang orang tuaku inginkan, walau kadang saya masih sering tidak mematuhi mereka, namun adalah hal yang baik jika terus berusaha. Karena ridha Allah datang karena ridhanya orang tua. Jadi, jangan heran jika ada yang memanas-manasi saya untuk menikah dengan mudah akan saya katakan bahwa saya belum punya SIM(Surat Izin Menikah)


Akhir kata, ada banyak keutamaan-keutamaan berbakti pada orang tua. Semoga kita bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya. Dan semoga Allah mengampuni dosa kita dan dosa-dosa orang tua kita. Allah ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS al-Ahqaf: 15-16)
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

3 comments:

arr rian mengatakan...

Saya pasti minta doa restu Ibu saat mau melangkah,,,

Karena dengan begitu saya merasa tenang dan senang :D

I'am Sadah mengatakan...

Allahummahghfir lii waliwalidaya, warhamhuma kama rabbayaani shaghiira.. ^^

farid maricar mengatakan...

Semoga kita senantiasa berada dalam perlindungan Allah...dan tetap menjaga hubungan dengan orang tua kita...

Diberdayakan oleh Blogger.