Sabtu, 16 Juni 2012

Babi, Zero Waste, dan Kapitalisme



Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Pada kesempatan kali ini insya Allah kami akan membahas tentang Babi, Zero Wasting, dan Kapitalisme. Tema ini kami angkat setelah kami menemukan sebuah tulisan dalam sebuah buku berjudul 'Haram bikin Seram'. Tema yang kami angkat ini adalah hal yang sudah banyak diketahui masyarakat, namun tidak ada salahnya jika tema ini kami angkat kembali disini. Sebelum itu, silahkan perhatikan gambar yang kami tautkan diatas.

Tentang halal dan haram ini adalah topik yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas. Padahal, sebenarnya hal ini sudah jelas, seperti apa yang disabdakan Rasulullah,

Dari Abu Abdillah an Nu'man bin Basyir Radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkanNya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, (maka) baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila segumpal daging tersebut buruk, (maka) buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati". [HR al Bukhari dan Muslim].

Ini adalah cerminan sifat Ar-Rahim Allah kepada kita, karena kita telah diberikan kesempatan untuk mengetahui hal-hal yang tidak boleh untuk kita langgar. Dengan begitu, kita tahu batasan-batasan yang akan menjauhkan kita dari siksaan api neraka. Satu hal yang menarik yang perlu kita pikirkan bersama, bahwa hal-hal yang haram ini sebenarnya jauh lebih sedikit daripada yang haram. Baik itu dalam hal makanan, maupun dalam hal perbuatan, dll. Tentu, kita tahu bahwa dalam hal makanan, kita dilarang untuk memakan babi, binatang buas, darah yang mengalir, bangkai, dll. Untuk hal perbuatan kita dilarang mencuri, menipu, mengambil uang riba, menjual diri, dll. Tentu, hal-hal yang diatas kita tahu konsekwensi dan bahayanya. Karena itulah Allah melarang hal-hal tersebut.

Namun, yang patut jadi beban pikiran kita adalah kuatnya dominasi sistem kapitalisme yang ada saat ini. Yang paling parah adalah menghalalkan segala cara, dan yang juga tak kalah jarang kita temukan adalah prinsip zero waste, yakni untuk hal-hal yang sedikit bisa menjadi  fungsional dan menimbulkan ketergantungan. Salah satu contohnya adalah apa yang kami paparkan pada foto diatas, yakni tentang hampir dalam seluruh tubuh babi, bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi yang sangat efisien dan tentu menguntungkan.

Kulit dan tulangnya bisa digunakan untuk memproduksi gelatin. Dan perlu kita ketahui, dalam dunia industri, gelatin termasuk produk yang multi fungsi. Karena gelatin bisa digunakan sebagai bahan pengisi, pengemulsi, pengikat, pengendap sekaligus menambah zat gizi. Karakternya yang lentur dapat membentuk lapisan tipis elastis fiilm transparan yang kuat dan daya cernanya yang tinggi. Fungsi-fungsi yang lain juga dapat anda lihat pada gambar diatas.

Zero Waste

Lalu, apakah itu Zero Waste? Zero Waste sendiri adalah semua pemikiran atau pemahaman yang ditemukan pada abad ke 21. Hal ini merupakan sebuah sistem tentang pemanfaatan atau daur ulang dari sampah-sampah yang tidak digunakan dari masyarakat. Sistem ini memaksimalkan daur ulang, dan mengurangi sampah, mengurangi penggunaan dan memastikan bahwa sebuah produk itu dapat digunakan berkali-kali, diperbaiki, atau dikembalikan ke alam atau pasar untuk dikonsumsi.

Sebagai orang yang beriman, tentu kita akan senantiasa mencari ridha Allah. Karena itulah, kita insya Allah akan berusaha untuk menjaga diri dari hal-hal syubhat tersebut. Menjaga makanan dan kosmetik adalah salah satu hal yang bisa lakukan untuk menjaga diri dari hal tersebut. Alhamdulillah, di Indonesia ada badan khusus yang sudah menangani masalah ini, yakni MUI(Majelis Ulama Indonesia) dan memberikan label halal pada setiap produk yang aman dikonsumsi. Namun, bagi mereka yang berada di luar negeri misalnya, hal seperti ini sangat beresiko, mengingat kita bukan ulama yang ahli dalam bidang tersebut.


Mungkin hanya ini yang bisa sampaikan.

Wa billahi taufiq wal hidayah
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

2 comments:

I'am Sadah mengatakan...

Terimakasih infonya Ustaz .. ^^

farid maricar mengatakan...

Sama2...maaf saya bukan ustadz, hanya penuntut ilmu yang masih baru...

Diberdayakan oleh Blogger.