Jumat, 08 Juni 2012

Ketika Seseorang Melarangmu untuk Shalat Wajib (Termasuk Shalat jum'at)

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Pada kesempatan kali ini kami ingin menuliskan potongan ayat, yakni ayat tentang seseorang yang melarang untuk shalat. Sebenarnya ayat ini tiba-tiba terlintas di kepala kami setelah mendengar cerita seorang da'i, yang waktu itu kesulitan untuk melakukan shalat jum'at. Waktu itu, shift kerjanya adalah setiap hari dengan jeda pukul 12-1 siang, yakni waktu istirahat siang untuk para pekerja. Namun, tentu adalah harapan bagi seorang muslim untuk mendapatkan waktu tambahan pada hari jum'at untuk melakukan shalat jum'at. Namun ternyata, bos dari da'i tersebut. Waktu itu, beliau menjadi da'i, dan beliau sempat tinggal di Amerika, tepatnya di Los Angeles. Tentu, tidak mudah baginya untuk meyakinkan seorang bos bahwa shalat jum'at adalah kewajibannya. Awalnya dia merasa enjoy-enjoy saja, karena dia tidak tahu bahwa shalat jum'at adalah kewajiban mutlak seorang muslim. Namun, semua berubah ketika dia mendengarkan sebuah hadits, Dari Usamah bin Zaid Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shalallahu ‘alahi wasallam, beliau bersabda:
“Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa ‘udhur, maka dia dicatat dalam golongan orang-orang munafiq” (Shahih Ath-Thabrani)

Beliau juga sempat menyebutkan tentang ayat yang akan kami sampaikan berikut ini:


Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ8
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ9
seorang hamba ketika dia mengerjakan salat,عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ10
bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ11
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ12
Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ13
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ14
Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ15
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.نَاصِيَةٍۢ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ16
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ17
kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ18
sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan),كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩19



Menurut Ibnu Katsir Rahimahullah, ayat ini diturunkan ketika Abu Jahl mengancam Nabi Shallalahu 'Alaihi Wassalam pada saat beliau ingin melakukan shalat di baitullah. Kemudian Allah menasehati Rasulullah melalui ayat ini. Dan pada firman Allah pada ayat terakhir bermaksud untuk mengingatkan Rasulullah agar tidak mentaati larangan itu. Lalu dilanjutkan dengan perintah agar tetap shalat sekehendak hati beliau dan tidak perlu memperdulikan Abu Jahl, karena Allah telah menjamin keamanan beliau pada ayat-ayat sebelumnya. Dalam Sebuah riwayat juga disebutkan,

Dari ‘Ikrimah, dari Ibnu Abbaas radliyallaahu ‘anhumaa tentang ayat : ‘Kami akan memanggil malaikat Zabaaniyah’ (QS. Al-’Alaq 18), ia berkata : “Abu Jahl berkata : ‘Apabila aku melihat Muhammad sedang melakukan shalat, niscaya akan aku injak lehernya’. Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata : ‘Seandainya ia melakukannya niscaya para Malaikat akan menyambarnya dengan jelas” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)

Dengan mengetahui hal ini, apakah hal-hal yang bisa membuat kita melalaikan shalat jum'at ketika kita tidak ada udzur? 

Billahi Taufiq wal Hidayah


About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.