Minggu, 10 Juni 2012

Mengapa Islam Terlalu Banyak Larangannya

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Mengapa dalam Islam terlalu banyak haram? Aku ingin mencintai Islam, tapi aku ingin jalan dengan lawan jenisku (ikhtilat), aku ingin pacaran, aku ingin minum-minuman keras, dll. Aku ingin menjadi seorang muslim yang percaya bahwa tiada sembahan selain Allah, aku percaya pada Al-Qur'an, aku percaya pada Rasulullah, tapi aku ingin menikmati hidupku, hidup ini hanya sekali.

Lalu pertanyaannya, haruskah kita menoleransi hal-hal diatas? Mungkin kami akan bertanya balik pada anda, ketika anda sedang berada dalam situasi orang yang sedang ujian. Tentu, kita bisa melakukan kecurangan, entah itu menyontek, entah itu membuka buku catatan secara diam-diam, ada juga yang buka google dalam keadaan ujian, dll. Itulah yang sedang kita jalani sekarang, kita sedang menghadapi ujian. Disinilah fungsi Iman kepada hari Akhir. Dengan begitu, kita yakin bahwa dilarangnya ini dan itu akan ada manfaatnya untuk kehidupan kita kelak. “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”(HR. Muslim) Kita yang ada saat ini hanya sementara, dan kita akan mendapatkan penghakiman kelak. Apakah kita bisa lulus atau tidak, kalau kita ketahuan menyontek apa yang akan dilakukan guru kita? Tentu kita akan digagalkan dalam mata kuliah itu. Sama seperti hidup di dunia ini, ketika kita ketahuan(dan pasti ketahuan karena Allah yang Maha Tahu) maka jelas amal buruk kita dapat membawa kita ke dalam api neraka Jahannam.

Selain itu, ketika Allah mengharamkan sesuatu, itu sudah pasti buruk. Apakah harus dibuktikan? Itu tidak perlu. Yang kami yakini, jika sesuatu mempunyai kebaikan, Allah telah menghalalkannya. Jika sesuatu buruk, Allah pasti akan mengharamkannya, atau jika ada sesuatu yang memiliki kebaikan, namun keburukannya lebih banyak maka hal ini diharamkan  oleh Allah. Minuman keras, memiliki manfaat bagi sebagian orang, misalnya untuk orang yang berada di negara dingin, namun ternyata dampak buruknya lebih mendominasi, karena itulah minuman keras diharamkan.


Allah tidak mungkin melarang kita untuk melakukan sesuatu jika hal tersebut bisa memberikan kegunaan bagi kita. Untuk contoh logis, cobalah beli sebuah mobile phone. Tentu, didalamnya terdapat sebuah buku manual. Nah, di dalamnya pasti ada aturan-aturan seperti 'jangan kena sinar matahari', 'jangan dibanting', dll. Dan bila sampai terjadi apa- apa pada handphone tersebut dan rusak, apakah anda berpikir pihak penjual mau mengurusinya secara cuma-cuma karena garansi? Tentu tidak, karena kita tidak menggunakannya sesuai dengan manualnya. Sama dengan hidup ini, banyak aturan-aturan di dalamnya. Dan aturan-aturan itu ada agar kita menaatinya. Tentu saja, aturan yang paling tinggi kedudukannya adalah Sunnah Rasulullah dan Hukum Allah yang terdapat dalam Qur'an. Jadi, bila terjadi sesuatu ketika kita melanggar sunnah rasul dan hukum Allah, janganlah menyalahkan siapa-siapa melainkan diri kita sendiri.

Dan terakhir, beberapa orang akan berkata seperti ini, "Kalau ini memang haram, mengapa Allah menciptakannya?" Disitulah ujiannya, tentu saja di dalam tes, guru tidak akan sampai hati bila harus menggeledahmu untuk memastikan kau tidak membawa catatan ke dalam ujian. Barangsiapa yang baik, tentu tidak akan menggunakan catatan, atau cara-cara curang lainnya. Karena tes tidak akan lengkap tanpa cobaan yang banyak. Dan tentu saja, Semakin berat tesnya, semakin besar balasannya kelak. Tanpa usaha, apa yang akan diberikan pada anda? Tidak ada, wahai saudaraku. Bagaikan orang yang tidak bekerja, mereka tidak akan ada bekal atau gaji untuk dijadikan biaya hidup. 

Semoga Allah senantiasa menuntun kita berada di jalan yang lurus, jalan yang Allah beri nikmat, jalan para Salafush shalih yang mereka telah ridha pada Allah, dan Allah juga telah ridha kepada mereka.

Wa billahi taufiq wal hidayah

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

2 comments:

Faiz Agil Wirawan mengatakan...

benarkah begitu mas ?
mas tau nggak kalo gambar & musik itu haram ?
lah anime mengandung kedua hal tsb.
udah ninggalin anime belum ? atau masih suka nonton ?

Game juga ada gambar dan musiknya mas.
yang haram nggak perlu ditanya kan ? yang haram pasti banyak mudharatnya kan ?
kalo mas konsisten maka tinggalkan anime & game

farid maricar mengatakan...

Jazaakallahu khairan atas nasehatnya...
Insya Allah kami lakukan...

Diberdayakan oleh Blogger.