Sabtu, 09 Juni 2012

Tipe-tipe Remaja Muslim

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menyampaikan sebuah topik yang sangat menarik. Kali ini kami akan membahas tentang pemuda. Seperti kita tahu, pemuda adalah aset berharga dalam suatu komunitas. Mereka, para pemuda ini, juga menjadi representatif dari suatu masyarakat. Mengapa? Karena mereka adalah hasil didikan dari para generasi-generasi sebelum mereka. Tanpa didikan dan perhatian yang baik, maka seorang pemuda akan menjadi penerus yang gagal. Insya Allah, akan kami bahas semuanya di dalam tulisan ini. 

Mungkin, di suatu tempat berkumpulnya para pemuda, atau kadang lebih senang kami sebut majelis, kita akan temukan kumpulan pemuda-pemuda yang rutin untuk mengkaji Al-Qur'an dan hadits. Di sisi yang lain, anda dapat menemukan pemuda 'muslim' yang melakukan hal yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu disini karena saking buruknya perbuatan itu. Mirisnya, golongan inilah yang menjadi mayoritas di dalam kalangan pemuda kaum muslimin. Namun, anehnya mereka tetap berkumpul pada hari jum'at di masjid, tetapi tetap saja mereka tetap akan mengulangi hal-hal buruk tersebut. Dan yang kami maksud bukan hanya mereka yang buruk dalam hal aqidah, atau tentang dalam hal ilmu. Tapi tentang mereka yang buruk dalam hal banyak hal, mulai dari masalah keluarga, gaya hidup, dll.

Karena itu kami akan sebutkan 3 macam pemuda muslim:

1) Remaja yang religius

Mereka adalah remaja yang kalau dilihat dari luar sangat religius. Mereka selalu hadir dalam setiap kajian-kajian yang diadakan di masjid, atau mencari video-video atau rekaman-rekaman kajian dari sumber yang shahih di internet. Mereka sering membaca buku-buku ulama yang telah diterjemahkan, bahkan dari beberapa dari mereka telah fasih berbahasa Arab dan mampu membaca kitab-kitab ulama. Beberapa dari mereka blogging, atau bertanya pada website-website tempat meminta fatwa.

2) Remaja yang rusak

Mereka adalah remaja-remaja yang buruk. Ketika anda bertemu dengan mereka, anda tidak dapat membedakan apakah mereka muslim atau bukan. Dan kata2 dzikir, yang sering anda ucapkan, mereka tidak tahu dan tidak ada artinya bagi mereka. Ketika anda bawa mereka kepada ulama dan menjelaskan apa tujuan hidup mereka, apa kegiatan-kegiatan mereka, para ulama ini tidak akan percaya kalau mereka seorang muslim. Apakah pemuda seperti ini ada di dalam masyarakat? Ya. Anda bisa banyak temukan contohnya dalam masyarakat.

3) Remaja pertengahan

Mereka adalah remaja yang labil. Mereka adalah pemuda yang tertarik pada Islam, mungkin setelah menonton sebuah video yang mereka temukan, atau mereka yang tiba-tiba menjadi shaleh karena teman-teman disekitarnya adalah orang shaleh. Yaitu pemuda yang tidak konsisten, yaitu mereka yang mendapatkan godaan yang sangat banyak walaupun mereka punya ilmu tentang Islam. Karena mereka punya beberapa ilmu tentang Islam, tapi mereka juga punya banyak ilmu sekuler, hari ini dia melakukan Islam sesuai sunnah, besoknya mungkin mereka tersesat lagi. Tapi, Alhamdulillah, mereka yang seperti ini memiliki kesempatan besar untuk kembali kepada Allah. 


Wahai pemuda, ketahuilah ketika kita mempelajari Al-Qur'an, kita akan berubah, tentu menjadi lebih baik, mulai dari cara hidupmu, caramu berbicara, caramu berpakaian, teman-teman yang kita miliki akan berubah, hubunganmu dengan keluargamu akan berubah menjadi lebih baik...Subhanallah. Tentu dalam menjalaninya akan ada banyak halangan dan rintangan. Karena itu, kita butuh membangun aqidah bersamaan dengan ini. Dan butuh kesabaran dan rasa syukur yang tinggi. Bahkan kita mungkin akan mulai kehilangan teman~, dan ini adalah salah satu cobaan yang berat~. Dan jika bisa melewati semua ini dengan kesabaran, Allah akan membukakan pintu hidayahNya untukmu, mencari kebenaran yang sesungguhnya bukanlah hal yang mudah. Dan jika kita kehilangan sesuatu, maka ingatlah Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik...Subhanallah. Dan setelah itu, kita akan mendapatkan teman yang jauh lebih baik. Jika kita benar-benar serius mencari hidayahNya, dan kita bersabar, Insya Allah kita akan merasakan ketenangan. Ketahuilah, jalan menuju surga itu tidak mudah.

Alhamdulillah, walaupun para pemuda-pemuda kategori kedua tadi buruk, namun masih dapat kita temukan di masjid-masjid ketika melaksanakan shalat jum'at dan Ied. Event yang satu ini adalah event spesial, yang kita kadang tidak perlu untuk melakukan apa-apa, mereka akan muncul di masjid dengan sendirinya. Beda dengan kajian-kajian, kita harus menyebarkan ini dan itu, informasi-informasi berupa selebaran, email, facebook, dll. Allah sudah merencanakan ini sedemikian rupa. Mengapa? dengan begitu mereka tetap bisa mengenal Islam, deen mereka ini, tidak peduli seberapa buruk dan seberapa rusak mereka. 

Dan hal buruk yang terjadi dalam remaja 'religius', Apakah itu? Yakni, perbedaan ideologi yang tertanam di kepala mereka. Karena mereka 'remaja' biasanya mereka akan terbagi seperti halnya geng, karena di kalangan pemuda ini adalah hal yang biasa. Yang menjadi masalah adalah ketika mereka menjadi religius. Yang terjadi adalah mereka akan menjadi orang yang saling membedakan. Mereka akan mengatakan si A dari kelompok A, dan si B dari kelompok B. Mereka buruk, saling mencela dan saling memvonis. Mereka tidak mencari kebenaran, melainkan mencari pembenaran. Mereka berkompetisi dan merasa diri paling benar, tanpa mampu membuktikan bahwa apa yang mereka katakan bersumber dari Qur'an dan Sunnah atau tidak. Akhirnya mereka membuat barrier/benteng antara mereka dan saling menjauhi, naudzu billahi min dzalik. Apakah sebenarnya penyebab dari semua ini? Penyebabnya adalah karena mereka terlalu terburu-buru dalam mencari ilmu. Dari organisasi-organisasi yang ada saat ini, anda boleh tanya kajian-kajian di dalamnya. Kadang kajian yang ada di dalamnya terlalu berat bahkan tidak pantas untuk disajikan kepada seorang pemuda. Inilah yang menjadi penyebab utama kehancuran dalam umat muslim. Padahal sebenarnya ajaran Islam itu mudah dan gampang tanpa harus mempersulit. Kita hanya perlu menumbuhkan rasa takut dan taat kepada Allah, dan ikut Rasulullah. Itu sudah cukup, setidaknya untuk mereka yang masih remaja.


Kami sarikan dari kajian ini http://www.youtube.com/watch?v=AU1XFry6ixg. Silahkan tonton selengkapnya disini 


Wa billahi taufiq wal hidayah





Insya Allah bersambung
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.