Senin, 05 November 2012

Sedikit Coretan tentang Rakyat dan Pemimpin di dalam Al-Qur'an

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Tidak sedikit cerita pembangkangan Bani Israil di ceritakan di dalam Al-Qur'an, salah satu yang menarik dari kisah Bani Israil ini adalah ketika mereka mengkritisi pemipin yang dipilih oleh Allah, mereka merasa diri mereka lebih pantas untuk menjadi raja dibandingkan Thalut yang hanyalah keturunan orang miskin...Dibalik kisah itu pula
 digambarkan tentang pembangkanan mereka terhadap Thalut, karena merasa raja mereka yang sekarang itu tidak sesuai dengan 'standar' yang mereka inginkan, yakni ketika Thalut melarang untuk minum ketika melewati sungai di dalam perjalanan melawan raja Jalut. Tentu, hal ini menimbulkan rasa pesimistis dalam diri Thalut, yang bukan apa-apa melainkan hamba Allah yang tak berdaya, hanya kepada Allah dia berserah diri dan bersabar. Diluar dugaan, ternyata pasukan Thalut berhasil mengalahkan pasukan Jalut atas izin Allah, dan Daud Alaihissalam berhasil mengalahkan raja Jalut.

Tentu, sejarah adalah hal yang ada di masa lalu, namun ada kemungkinan terulang di masa depan, karena itulah belajar sejarah itu penting(itu kata guru sejarah saya). Di masa ini kita melihat banyak sekali pembangkangan-pembangkangan yang terjadi di dalam masyarakat, mulai dari kalangan kecil, maupun yang besar. Terlepas daripada itu, kedzaliman-kedzaliman dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin di negara kita. Mengapa bisa mereka terpilih? toh Rasulullah juga sudah pernah bersabda, “Akan ada setelahku para pemimpin yang mengambil petunjuk selain petunjukku dan mengambil sunah selain sunahku, dan akan ada pada mereka orang-orang yang hatinya hati setan dalam tubuh manusia.”
Hudzaifah berkata, “Apa yang harus saya lakukan wahai Rasulullah jika aku mendapati masa itu?”
Beliau menjawab, “Dengar dan taat (dalam kebaikan) kepada pemimpin walaupun punggungmu dipukul dan hartamu diambil tetaplah engkau mendengar dan taat.”(HR.Muslim)

Tanpa terasa, karena ketidak sukaan kita pada sifat diktator, dzalim, dan rusaknya para pemimpin, yang kita lakukan adalah pemberontakan, dan bukan tidak mungkin memecah belah kaum muslimin yang seharusnya bersatu. Jadi, bagaimana kita harus bersikap?


Hanya Allah yang memberikan Taufiq dan Hidayah...
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.