Rabu, 26 Desember 2012

Ketika nganggur

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.


Berikut ini, saya ingin menuliskan sebuah pengalaman dan pemikiran saya tentang nganggur. Pertanyaannya, pernahkah anda menganggur? Apa yang anda lakukan ketika menganggur? Bagaimanakah rasanya ketika anda menganggur? Dan lain sebagainya. Sebelum memasuki jenjang perkuliahan, saya sempat menganggur selama satu setengah tahun. Wuih, bisa dibayangkan apa saja yang bisa dilakukan selama itu. Tapi, tidak denganku. Pemikiranku terlalu polos. Waktu kuhabiskan untuk main game online, dari yang satu pindah ke game online lainnya. Dari server A, pindah ke server B, dan seterusnya. Bagaimana rasanya? mungkin saya bisa bilang senang, tapi tidak saudara-saudari muslim yang dimuliakan Allah. Mengapa? Karena waktuku ini berlalu dengan sia-sia.

Coba anda bayangkan, jika waktu ini hanya dipakai untuk bermain game online, atau hanya menonton saja. Apa manfaat yang bisa kita dapatkan? Tidak ada. Ketika kita sedang bermain game, membaca sebuah buku atau cerita. Tanpa terasa kita akan merasa menjadi tokoh utama di dalamnya. Perasaan ini akan membuat kita berpikir, "aku tidak hanya hidup sekali". Kita hidup didalamnya, merasakan senang dan sedih, seakan terlarut didalamnya. Namun, ketika kita telah usai dengan hal tersebut(membaca atau bermain), keadaan memaksa kita untuk kembali kedunia nyata, dan memaksa kita untuk menerima bahwa hidup hanya sekali. Lalu, usaha apalagi yang bisa kita lakukan untuk lari dari kenyataan ini? Mungkin, kita harus lebih banyak belajar bagaimana menghadapi apa yang didepan kita, ketimbang hidup di dunia paralel yang mudah kita tebak jalan ceritanya. Hidup ini memang dinamis, tak ada yang mampu memprediksi isi naskah dari sandiwara yang telah ditulis oleh Pemilik langit dan bumi. 

Bandingkan dengan mereka yang menghabiskan paruh waktunya untuk membaca buku agama, mempelajari sunnah-sunnah rasulullah, dan menelaah kisah ulama dan para sahabat rasulullah yang dijamin oleh Allah untuk masuk ke dalam surga. Anda mau masuk surga kan? Nah mengikuti jalan mereka adalah satu-satunya cara untuk menempuh jalan tersebut.

Hal yang satu itu jarang sekali terpikirkan oleh kita. Lalu saya teringat beberapa tahun yang lalu akhirnya saya bertemu seseorang yang mengajarkanku tentang islam lebih dalam. Sampai saat itu, aku menyadari aku telah melakukan hal yang sia-sia selama ini. Sejak saat itu, saya mulai mencoba untuk banyak membaca, terutama masalah Islam. Aku tiba-tiba teringat masa kecil, dimana kakek sangat suka memberikan bacaan-bacaan Islam untuk kubaca. Senang sekali rasanya memperoleh buku dari beliau. Aku jarang sekali meminta mainan. Karena membaca adalah hobi terbesar keduaku, setelah bermain game tentunya.

Entah, sejak kapan aku mulai merasa aku terlalu terburu-buru dalam belajar. Hingga melupakan proses, dan tahapan-tahapan yang diperlukan. Namun, akhirnya seseorang memberikan nasehat, "Tetaplah belajar secara perlahan, namun tetap lakukan yang menjadi hobimu, agar kau tak menjadi keras, jangan terburu-buru, semua ada prosesnya". Aku pun berusaha kembali menyeimbangkan keinginanku belajar, bercita-cita, dan tetap melakukan hobiku. Hobiku sekarang adalah bermain game, membaca, dan menulis di blog, facebook, twitter, dll. Tentu dengan tujuan yang tetap ridha Allah. Karena itulah, aku salurkan hobi ini dengan tetap berharap ditunjukkan jalan yang lurus, agar tidak lalai mengingat Allah.

Kemarin juga sempat bertanya-tanya apa yang harus kulakukan pada liburan kali ini. Sepertinya, banyak sekali hal yang bermanfaat yang bisa kita lakukan selama libur. Berhubung di Jepang sedang libur musim dingin, bisa kita lakukan banyak hal di dalam rumah. Misalnya belajar tentang Islam, bahasa Arab, bahasa Jepang, atau mengulang pelajaran-pelajaran sekolah. Mungkin sekian dulu curhatan saya kali ini.

Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” 
Subhanaka Allahumma wa Bihamdika Asyhadu allaa ilaaha illa Anta Astaghfiruka wa atubu ilaik
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.