Selasa, 11 Desember 2012

Sesungguhnya Dunia Itu adalah Manis dan Hijau

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dunia itu adalah manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di atasnya untuk melihat apa yang kalian perbuat. Oleh karena itu, berlindunglah kalian dari (godaan) dunia dan berlindunglah kalian dari (godaan) wanita, karena sesungguhnya fitnah (ujian) pertama kali yang menimpa Bani Israil adalah pada kaum wanita.” (HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri)

Hadits ini dikutip oleh penulis karena di dalamnya terdapat perintah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam untuk bertakwa setelah beliau menyebutkan keadaan dunia. Beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu sesuatu yang manis dan indah". Manis di dalam rasanya, indah dalam pemandangannya. Karena pada sesuatu itu jika indah dan manis, maka pertama-tama, mata akan tertarik pada sesuatu tersebut. Jika mata dan jiwa sama-sama tertarik pada sesuatu, maka dikhawatirkan manusia akan terjerumus ke dalam sesuatu tersebut.


Dunia manis dalam cita rasanya, indah dalam pemandangannya, sehingga menggoda seseorang untuk terjun ke dalamnya. Dan menjadikannya sebagai tujuan utamanya. Akan tetapi, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa Allah memperhatikan bagaimana kita berbuat. Apakah kita meneggakkan ketaatan dan mencegah jiwa dari kemaksiatan, melaksanakan apa yang Allah Ta'ala wajibkan atas kalian. Jangan tertupu oleh dunia atau perkara bisa sebaliknya. Karenanya beliau bersabda, "Takutlah pada dunia". Yakni tegakkanlah apa-apa yang telah Allah larang, jangan tertipu oleh manis dan indahnya dunia. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,

Janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.(Luqman: 33)

Kemudian beliau bersabda, "Takutlah kepada dunia dan takutlah kepada perempuan.". Yakni waspadalah terhadap perempuan. Ini mencakup waspada dari perempuan dalam tipu dayanya terhadap suaminya dan juga mencakup tipu daya perempuan dan fitnahnya. Karena beliau bersabda, "Sesungguhnya awal fitnah yang terjadi di Bani Israil adalah masalah perempuan." Mereka terfitnah dalam masalah perempuan akan membuat mereka tersesat dan menyesatkan.

Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian. Oleh karena itu, kita menemukan musuh-musuh agama kita, musuh-musuh syariat Allah Ta'ala pada hari ini mengangkat isu tentang perempuan. Mereka menghiasi perempuan mencampuradukkan mereka dengan laki-laki, menyamaratakan perempuan dan laki-laki dalam pekerjaan sehingga manusia seakan-akan seperti keledai, tidak ada yang menjadi kepentingan mereka kecuali perut-perut mereka dan gambar yang tidak dipentingkan manusia kecuali penampilannya. Bagaimana mereka mempercantik perempuan, mendatangkan bagi mereka alat-alat kecantikan dan hiasan, baik yang berhubungan dengan rambut, kulit, yang sehingga mereka menjadikan perkara yang paling besar diantara mereka adalah perempuan, sehingga perempuan seperti gambar dari plastik. Tidak penting memperdulikan lagi tentang ibadah dan anak-anak.

Kemudian musuh-musuh kita, musuh-musuh agama dan musuh-musuh syariat Allah, musuh-musuh kehidupan, mengijinkan para perempuan di dalam pekerjaan-pekerjaan laki-laki sehingga membuat para lelaki sempit dan para pemuda jadi pengangguran di pasar-pasar karena tidak ada pekerjaan bagi mereka. Sehingga terjadilah pengangguran bagi para lelaki. Ini adalah keburuka dan fitnah yang sangat besar. Karena pemuda, para pengagguran dan kebutuhan(kecukupan) menjadi kerusakan yang sangat besar, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair:
Sesungguhnya inti dari kerusakan seseorang...Adalah pemuda, pengangguran, dan kebutuhan

Mereka sedang menjerumuskan para perempuan ke dalam pekerjaan para lelaki, dan menjajah para pemuda untuk menghancurkan pemuda lain dan menghancurkan perempuan. Tahukah kalian apa yang terjadi? Tentu saja kerusakan, pergaulan bebas, zina, dan perbuatan lacur lainnya seperti zina mata, lisan, tangan, atau kemaluan. Semua ini terjadi jika seseorang perempuan bersama seorang laki-laki dalam satu pekerjaan. Betapa besar kerusakan yang terjadi di sebuah negeri yang mempekerjakan perempuan dan laki-laki dalam satu instansi kerja.

Sesungguhnya, perempuan jika dipekerjakan maka dia akan meninggalkan rumahnya, meninggalkan suaminya, jadilah keluarganya broken home. Kemudian jika ia bekerja di luar maka rumah akan membutuhkan pembantu, maka pada saat ini akan dicari perempuan-perempuan dari berbagai tempat dari yang berbeda agama dan akhlak, walaupun agamanya bukan Islam, walaupun akhlaknya rusak. Kita mengimpor perempua untuk menjadi pembantu di rumah dan menjadikan perempuan-perempuan kita bekerja di tempat-tempat lelaki, sehingga menyembabkan laki-laki, pengangguran adan menyibukkan perempuan-perempuan kita. Disini adalah kerusakan yang besar yaitu hancurnya rumah tangga. Karena ketika seorang anak tumbuh dalam asuhan seorang pembantu, maka ia akan melupakan ibunya, melupakan bapaknya, maka hubungan anak ini dengan kedua orang tuanya tidak akan harmonis, rusaklah rumah, terpecah belahlah keluarga, maka terjadilah kerusakan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. 

Dan tidak diragukan bahwa musuh kita dan para pengekor musuh-musuh kita karena sekarang ini ditemukan orang-orang yang mengekor pada musuh-musuh kita, kita belajar kepada mereka dan dicekoki dengan pemikiran-pemikiran mereka yang rusak. Aku tidak mengatakan bahwa mereka telah mencuci otak-otaknya tetapi aku katakan mereka telah mengotori otak-otak mereka dengan pemikiran-pemikiran yang rusak yang bertentangan dengan agama Islam. Yang terkadang mereka berkata, "Sesungguhnya ini tidak bertentangan dengan akidah". Namun kita katakan, "Sesungguhnya ini menghancurkan aqidah." Tidak bertentangan dengan aqidah dan seseorang yang mengatakan bahwa Allah memiliki sekutu atau sesungguhnya Allah tidak berwujud dan yang serupa dengan ini. Bahkan ini adalah maksiat yang menghancurkan aqidah. Karena manusia ibarat kerbau atau keledai yang tidak mementingkan akidah dan badah. mereka hanya mementingkan segala hiasannya dan perempuan.

Disebutkan dalam hadits shahih, "Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi para lelaki daripada para perempuan." Karenanya wajib bagi kita umat Islam untuk menentang pemikiran-pemikiran ini dan menegakkan perlawanan dalam setiap tempat dan kesempatan. Sebagaimana yang mereka dan mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, menginginkan perkara-perkara ini di negeri orang-orang muslim yang menjaga agama karena mereka mengetahui bahwa akhir kehancuran dari seorang muslim terdapat di negeri ini yang mencakup tempat-tempat yang disucikan kaum muslimin yang menjadi kiblat kaum muslimin, mereka ingin menghancurkannya sehingga hancurlah seluruh umat Islam, karena setiap umat Islam selalu melihat kepada negeri ini apa yang mereka perbuat. Maka ketika rasa malu telah hancur di negeri ini, maka berarti kemenangan atas mereka dan ucapan selamat tinggal bagi agama dan rasa malu.

Karenanya aku katakan, "Wahai saudara-saudaraku, wajib bagi kalian para pemuda, orang dewasa, orang tua, para ulama dan para pelajar untuk menentang pemikiran ini dan menegakkan manusia semuanya untuk melawannya sehingga kita tidak menuju ke dalam neraka yang bergolak-golak sehingga membakar kita. Kita memohon kepada Allah untuk menjadikan tipu daya mereka yang mengatur semua perkara-perkara ini hanya berada di pundak-pundak mereka dan mereka tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan dan mereka akan dikalahkan oleh para lelaki-lelaki shaleh yang memadamkan fitnah mereka. Sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Derwaman lagi Maha Mulia.


Disalin dari Buku Syarah Riyadush Shalihin oleh Syaikh Muhamad Bin Shalih Al-Utsaimin Terbitan Darus Sunnah hal. 519-522

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.