Selasa, 31 Desember 2013

Salah Satu Metode Belajar Kalkulus (Matematika)

Suatu hari saya memiliki masalah untuk mengerti soal kalkulus, lalu saya pun mendatangi ruangan sang dosen untuk konsultasi dan bertanya cara untuk mengerjakan. Setelah menjelaskan kembali metode untuk menyelesaikan soal tersebut, beliau menyuruh untuk mengerjakan soal tersebut, dan beliau memberi tahu kalau jawabannya salah, dan menyuruh untuk mengerjakan yang soal yang sama lagi, sampai beberapa kali lagi. Tujuannya, agar saya bisa mempelajari kesalahan saya, dan akhirnya saya pun menemukan kesalahan saya sendiri. Tapi terkadang, jika belum mampu menyadari kesalahan, saya akan bertanya langsung kepada sang dosen agar diberikan pencerahan.

Metode yang sama juga pernah dilakukan oleh Rasulullah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk masjid. Kemudian bersamaan dengan itu ada orang yang juga masuk masjid. Orang ini pun melakukan shalat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan salam. Setelah menjawab salamnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang ini, “Ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat dengan benar.” Orang ini pun kembali melakukan shalat seperti shalat sebelumnya. Selesai shalat, beliau mengahampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan salam dan dijawab oleh Nabi. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menyuruh yang sama: “Ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat dengan benar.” Dan itu terjadi sampai tiga kali. Sampai akhirnya, orang inipun menyerah. Dia mengatakan, “Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan membawa kebenaran, aku tidak mampu shalat yang lebih baik dari ini, karena itu, ajarilah aku.” Beliau pun mengajari sahabat ini:

إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا…..

“Apabila kamu shalat, bertakbirlah kemudian baca ayat Alquran yang kamu hafal, kemudian rukuklah sampai kamu betul-betul thuma’ninah ketika rukuk….” (HR. Bukhari 724 dan Muslim 367).*

Salah satu faedah dari hadits diatas adalah, di antara bentuk kebijaksanaan dalam memberikan pengajaran adalah meminta siswa (orang) yang berbuat kesalahan untuk mengulangi pebuatannya, agar orang yang berbuat kesalahan tersebut dapat memperhatikan dan menyadari sendiri kesalahannya untuk kemudian dapat melakukan koreksi dan perbaikan dengan sendirinya, khususnya jika kesalahan itu jelas dan tampak nyata, yang tidak sepantasnya untuk diperbincangkan. Dan boleh jadi ia memang lupa, maka hendaklah ia mengingatnya kembali.**

*http://abangdani.wordpress.com/2013/04/15/tidak-pernah-mengetahui-tentang-hukum-junub-wajibkah-mengulangi-shalat/
**38 Teknik Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam Mengkoreksi Kesalahan Orang Hal 165
Read More

Sabtu, 30 November 2013

Percaya Diri

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Di hari yang mulai dingin ini, saya menyempatkan diri untuk menulis lagi. Kesibukan yang begitu mengikat diri mengurangi kesempatan untuk menulis yang membutuhkan ide dan waktu yang panjang. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah tema tentang rasa percaya diri. Fine, sekarang coba kita pikirkan, yang manakah lebih baik, antara memiliki rasa percaya diri yang tnggi atau yang rendah? Tentu, semua orang akan memilih untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sayangnya tidak semua orang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Faktornya ada banyak, bisa saja karena didikan orang tua yang terlalu kritis dan mengharapkan kesempurnaan pada setiap karya anaknya, bisa juga karena faktor-faktor luar maupun dalam yang sebenarnya hal sepele, tapi karena dibiarkan terus-menerus menjadi sebuah karakter yang mengikat. Ehhm, tidak lupa kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah yang telah memberikan kita kemampuan, karena Allah telah berfirman, bahwa, "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tiin: 4) Kalau tahu Allah telah menciptakan kita dengan bentuk sebaik-baiknya, bukankah berarti tidak percaya diri alias minder adalah bentuk dari kufur nikmat, menurut nasehat dar seseorang. Lalu, apa yang terjadi jika kita kufur nikmat? Jawabannya ada pada firman Allah, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Ibrahim: 7) Karena itu, minder adalah hal yang tidak baik, karena minder tidak akan memperbaiki keadaan bahkan malah memperburuknya.

Lalu, bagaimana sih cara agar kita percaya diri? Jawabannya sebenarnya gampang, "Just do whatever you want, as long as you are doing it in the right way." The 'Right Way' yang saya maksud disini adalah halal dan tidak melanggar aturan dan norma-norma Allah dan RasulNya yang sesuai dengan pemhaman para salaf dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan juga tentunya tidak bertentangan dengan norma-norma sosial yang ada disekitar kita. Banyak orang ketika mau membiarkan jenggotnya panjang, atau memotong celananya agar tidak isbal, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bisa menambah potensi pada diri mereka terhenti karena tidak percaya diri. Mengapa? Karena mereka terlalu banyak memusingkan diri dengan mendengarkan pernyataan-pernyataan orang-orang disekitar mereka. Misalnya ada orang yang mau celananya tidak isbal, takut dikira orang kebanjiran, ada juga orang yang mau memanjangkan jenggot, tapi takut dikira teroris, ada juga orang yang melakukan ini dan itu, tapi takut dicela orang lain. Padahal, justru orang-orang yang melakukan hal 'yang berbeda' inilah yang membuatnya lebih mudah dikenal oleh orang lain, ingat bahwa berbeda tidak selamanya bertentangan dengan 'The Right Way' yang saya katakan diatas. Jadi, tidak sepantasnya kita menyerah begitu saja melakukan apapun hanya karena berbeda, atau karena mendengarkan omongan orang. Jika terlatih melakukan hal yang berbeda tersebut, maka kita akan mampu menumbuhkan sikap percaya diri kita pada hal tersebut. Hal ini juga berlaku pada semua hal yang kita lakukan dalam hidup, termasuk masalah belajar, berbicara, bahkan berjalan waktu kita masih kecil. Intinya kita terlalu takut pada resiko yang mungkin datang, padahal belum tentu itu akan terjadi.


Jadi Selebritis

Banyak orang yang begitu ingin dikenal oleh orang lain. Bahkan pada paragraf sebelumnya saya menyebutkan bahwa 'orang-orang yang melakukan hal 'yang berbeda' inilah akan membuat kita lebih dikenal oleh orang lain. Tapi, jangan sampai salah tanggap jika yang saya maksud adalah menjadi selebritis. Selebritis yang selalu masuk infotainment, yang sudah kehilangan privasi hidupnya, yang bahkan menjadi pusat perbincangan mulai dari kalangan bawah, menengah sampai keatas. Tapi, bukan itu tujuan hidup kita. Yang saya maksud dari dikenal orang lain ini, adalah agar mudah bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan atau tugas yang sesuai dengan kemampuan kita. Tidak hanya itu, dikenal disini bukan hanya berarti dikenal oleh penduduk 'dunia' tetapi juga dikenal oleh penduduk langit. Silahkan kunjungi blog seorang saudara kita yang tulisannya berjudul Selebritis Langit ini. Mereka para selebritis langit ini adalah orang-orang yang dikenal karena kekhususan amalannya yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Tentu hal-hal ini akan menjadikan kita iri dan ingin mendapatkan derajat yang sama di mata para penduduk langit.

Berusaha Untuk Dikenal Penduduk Langit dan Bumi

Ya, tujuan kita hidup jelas, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."(Adz-Dzaariyat: 56). Tapi, bukan berarti kita hanya berhenti sampai tahap menjadi selebritis langit saja. Tetapi juga mencari kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menjadi sukses di dunia. Mengapa begitu? Karena dengan begitu insya Allah orang-orang disekitar anda akan memandang bahwa kedekatan dengan Allahlah yang membuat anda berhasil, sehingga orang-orang akan terpanggil untuk ikut mengikuti apa yang anda tempuh. Bukankah Allah juga berfirman, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."(Al Qashash : 77). Terus terang, saya kadang merasa cemburu karena belum mampu menjadi teladan baik di dunia apalagi di akhirat. Dan tentu kita juga kadang merasa tidak enak, jika melihat para kaum kafir dan musyrik, termasuk yahudi, nasrani dan syiah yang 'sukses dalam hal dunia' dan menjadikan hal tersebut sebagai dongkrak yang bisa menambah nilai agama mereka dimata orang-orang yang lebih tertarik pada dunia ketimbang akhirat. Tentu, akan sangat mulia jika orang-orang menilai kita "Wah, si fulan luar biasa cerdas, pasti karena dia rajin beribadah kepada Allah". Namun, bukan berarti ini menjadi prioritas utama kita dalam beribadah, belajar, dan bekerja, karena sesungguhnya hanyalah amalan ikhlas sajalah yang mampu memberkan manfaat dan faedah kepada kita, tentu tidak lupa dengan senantiasa memperbaiki pemikiran kita yang mungkin terkontaminasi dengan berbagai pemikiran diluar sana.

Semoga bermanfaat, semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayahnya agar berada di jalan yang lurus, jalan yang Allah beri nikmat, bukan jalan mereka yang sesat dan dimurkai olehNya.
Read More

Senin, 25 November 2013

Kisah Maryam dan Pohon Kurma

Dalam surat Maryam Allah menceritakan kepada kita sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu kisah Maryam dan kelahiran putranya, Isa ‘alahi salam. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Pada kesempatan kali ini coba kita renungi sedikit cuplikan dari kisah ini. Pada saat rasa sakit akan melahirkan anak memaksa Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma, Allah memerintahkan dia untuk menggoyangkan pangkal kurma tersebut. Allah berfirman,
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS Maryam: 25)
Beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil:
Pertama, kisah ini adalah salah satu ayat/bukti kekuasaan Allah.  Maryam, seorang wanita yang lemah, yang sedang kepayahan dengan kehamilannya, Allah takdirkan ia mampu untuk menjatuhkan ruthob (kurma basah) dari pohonnya. Kita semua tentu mengetahui betapa kokohnya pohon kurma. Jangankan untuk menjatuhkan buahnya, untuk menggerakkan batangnya saja mungkin tidak mampu meskipun dilakukan beberapa laki-laki yang kuat. Apalagi seorang wanita yang hamil???
Kedua, mencari rizki adalah sunnatullah atas hambaNya. Allah memerintahkan hambaNya untuk berusaha dan melakukan sebab. Melakukan usaha dan mencari rizki tidak bertentangan dengan tawakal kepada Allah. Pada kisah ini Allah memerintahkan Maryam untuk melakukan sebab/usaha yaitu menggoyangkan pangkal pohon kurma. Allah pun memberinya rizki dengan bergugurannya ruthob (buah kurma basah) yang masak.
Ketiga, bagi wanita yang habis melahirkan ada baiknya mengkonsumsi ruthob. Berkata Rabi’ bin Khaitsam, “Menurutku tidak ada yang lebih baik dari ruthob bagi seorang wanita yang nifas (habis melahirkan) berdasarkan ayat ini. Andaikata Allah mengetahui sesuatu yang lebih utama dari ruthob maka ia akan memberi makan Maryam dengannya”
Sekian, semoga bermanfaat.
Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 9 Sya’ban 1434.
Maraji’: Tafsir Qurthubiy.
Read More

Senin, 30 September 2013

Investasi Masa Depan

Suatu hari, seorang teman datang kepada kami, dan tiba-tiba bertanya, 'Apa yang sudah kamu siapkan untuk masa depanmu?'. Lantas kami menjawab, 'Belum ada'. Lalu setelah itu beliau pun melanjutkan pembicaraannya yang berunjung prospek(tolong sunting kata ini jika memang salah) tentang sebuah perusahaan. Setelah dicermati, beliau sedang promosi tentang sebuah MLM. Apa sih itu MLM? MLM itu Multi Level Marketing yang katanya tugas kita hanya menginvestasikan, mencari downline, dan menjualkan produk, dsb. Jadi setelah investasi tersebut, kita akan bisa pensiun dini dengan penghasilan 40 juta sebulan. Kami tidak ingin membahas lebih lanjut tentang MLM ini. Untuk lebih jelasnya, mungkin lebih baik membuka pembahasan tentang hal tersebut disini, http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-mlm.html.


Yang ingin kami garis bawahi disini adalah perkataan sang guru 'Apa yang sudah kamu siapkan untuk masa depanmu?' dan kata 'Investasi'. Seringkali kita ditanya tentang hal ini, dan tentu kebanyakan dari kita menjawab, 'Ahh aku ingin jadi wirausahawan, aku ingin jadi dokter, aku ingin jadi insinyur, aku ingin jadi ini dan itu', dan disambung dengan kalimat, 'Karena itu aku akan berusaha dan belajar agar bisa menjadi yang kuinginkan di masa depan'. Tapi, kita semua tahu bahwa meraih masa depan yang cerah tidak cukup dengan usaha, tapi juga dengan berusaha menginvestasikan diri pada sesuatu. Karena itu, tidak jarang kita melihat para siswa/mahasiswa berusaha untuk menginvestasikan dirinya, dengan masuk ke ekskul-ekskul, untuk menambah pengalaman mereka, karena itu, tidak hanya sekedar mengejar masa depan, tetapi ditambah dengan investasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Lalu, kalau ditanya tentang akhirat, adakah investasi yang cocok? Tentu begitu banyak jawaban yang bisa kita berikan. Tentu tidak asing lagi ditelinga dan mata kita tentang hadits yang menggambarkan tentang 'investasi kebaikan' yang bahkan tidak akan terputus, ketika kita telah meninggal. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Karena itu, kami menganjurkan anda untuk membaca faedah dari hadits tersebut lebih lanjut disini, http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3393-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html. Didalam hadits tersebut juga disebutkan tentang 'do'a anak yang sholeh', yang menyebutkan tentang keumataan seorang anak yang sholeh yang bisa memberikan kebaikan kepada orang tuanya melalui do'a yang mereka panjatkan. Di dalam hadits ini kita juga bisa mempelajari bahwa investasi ini bukan hanya melalui do'a saja, tetapi ilmu juga bisa diturunkan kepada anak, begitu juga dengan sedekah jariyah, bisa jadi hal-hal yang kita berikan pada anak digunakannya untuk ketaatan dan beribadah kepada Allah.

Dan tentu tidak pernah kami lupa untuk mengingatkan bahwa TAUHID dan IKHLAS, adalah kunci dari diterimanya amalan ibadah kita, termasuk investasi yang kita tanamkan, sudah seharusnya kita amalkan disertai dengan kebenaran aqidah dan keikhlasan kita agar amalan kita diterima oleh Allah.


Wallahu a'lam bishshowab
Read More

Selasa, 24 September 2013

Welcome Back My Blogspot

Setelah di bannya blog kami yang telah kami buat di wordpress.com, kami memutuskan untuk mengaktifkan kembali blog ini, dan mulai memposting lagi jika seandainya kami memiliki bahan untuk diposting. Sekian dan terima kasih. Jazaakumullahu khairan.

Farid
Read More

Sabtu, 20 April 2013

PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Salah satu istilah yang masyur di kalangan pemuda saat ini adalah istilah PHP. Apakah itu PHP? PHP adalah singkatan dari Pemberi Harapan Palsu. Untuk itu, pada tulisan ini kami insya Allah akan membahas lebih jauh tentang PHP ini.

Tentu anda akan bertanya-tanya, seperti apa sih contoh PHP itu. Ada begitu banyak contoh-contoh PHP yang bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama jika kita sering bergaul dengan lawan jenis, PHP bukan hal yang mudah dihindari dalam pergaulan dengan teman. Ketika kita akrab dengan lawan jenis non-mahram, secara tidak langsung syaithan akan menembakkan panah beracunnya, seperti dalam sabda Rasulullah, 
Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah Iblis. Maka, barang siapa yang menahan pandangannya karena Allah dari kecantikan seorang wanita, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR. Al-Hakim).
Karenanya, menjauhi pergaulan dengan lawan jenis adalah salah satu cara untuk menghindarkan diri dari menjadi korban ataupun pelaku PHP ini.

Contoh lain dari PHP adalah dengan memberikan perhatian lebih kepada lawan jenis. Tidak jarang kita lihat para pemuda sekarang meng-sms teman lawan jenisnya hanya dengan perkataan, "Sudah makan?", "Belum Tidur?", dll yang mungkin sebenarnya tidak ada perlunya. Hal seperti ini adalah hal yang sebaiknya dihindari. Karena selain bisa memberikan harapan palsu kepada yang ditanya, hal ini juga merupakan semi khalwat, yakni berdua-duaan walaupun dengan menggunakan perantara.

Selain itu, PHP bukan tidak mungkin diberikan dengan menggunakan gombalan-gombalan. Gombalan-gombalan ini biasanya diucapkan ketika sedang berkhalwat ataupun semi-khalwat karena syaithan akan menjadi orang ketiga yang membisikkan keinginan dan niat-niat untuk memberikan harapan palsu. Rasulullah bersabda, 
“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad)

Hal tabu lain yang biasa dilakukan oleh lelaki kepada wanita(ataupun sebaliknya) yang bisa dikategorikan sebagai PHP, adalah menanyakan perihal pernikahan wanita tersebut. Misalnya ketika seorang lelaki bertanya, "Kapan baru akan menikah? Sudah punya calon?". Atau memberinya semangat-semangat untuk segera menikah dan semacamnya. Hal ini bisa membuat wanita menjadi besar keinginannya untuk menikah, dan bukan tidak mungkin membuat mereka menjadi gede rasa dan merasa andalah yang akan menikahinya.

Jangan main booking aja, juga adalah salah satu hal yang perlu diingat para laki-laki. Misalnya dengan ucapan, “ukhti, nampaknya hati saya sudah bertaut kepada ukhti, insya Allah saya serius sama ukhti, nanti saya akan nikahi ukhti LIMA TAHUN LAGI setelah saya lulus dan dapat kerja” 
Hal Ini mungkin timbul dari kebingungan lelaki diatas kecemasannya. Dia sudah terlanjur suka, tetapi belum bisa melegalkanya sesegera mungkin. Atau ada akhwat “ngetop”, supaya tidak kedahuluan orang, yang penting maju dulu, urusan yang lain-lain nanti dulu. Yang penting akhwat itu sudah berada di beranda depan rumah kekuasaan. Padahal dia belum siap untuk nikah. Ikhwan yang seperti ini hanya sekedar maju dengan modal jenggot saja.
Hal ini bisa membuat wanita menggantung,
Dimana akarnya tidak tidak mengujam kebawah…
Dan dahannya tidak menjulang ke langit..
Lima tahun atau hitungan tahun sangat lama bagi wanita untuk menunggu, menambah kecemasan diatas kecemasan hari demi hari. Sebaiknya biarlah ia bebas, jika ada laki-laki yang lebih siap, biarlah mereka maju. Biarlah nantinya ia dipersunting oleh takdirnya yang namanya ada di lauhil masthur.
Kita tidak tahu apa yang terjadi selama lima tahun, bisa jadi:
- Selama itu tidak bisa menjaga kehormatan bersama, terjerumus dalam zina, awalnya saling sms, bertemu ditempat ramai, akhirnya bisa ber-khalwat dan selanjutnya mereka berdua yang lebih tahu
- Selama itu menemukan orang lain yang lebih baik darinya, lebih segala-galanya, maka bisa jadi salah satunya berkhianat cinta dan berpaling.
- Selama itu bisa terjadi hal-hal tertentu, misalnya salah satunya meninggal ketika penantian sudah berjalan 4,5 tahun. Tatau cacat karena kecelakaan. Dan akhwatnya sudah mulai berumur serta sudah menolak banyak ikhwan yang ingin maju.
Menebar pesona kepada ahkwat baik terang-terangan atau cara pengecut lewat sms atau inbox facebook. Dalam sms atau status facebook menunjukkan bahwa ia seorang yang sangat alim. Sering membuat sms atau status yang menunjukkan bahwa ia alim.
Tidak perlu khawatir masalah jodoh, yang terpenting sekarang kita menjadi lebih baik. Meningkatkan kualitas takwa dan keimanan. Sibuk belajar dikampus menunaikan kewajiban amanat orang tua, sibuk belajar bahasa arab, sibuk berdakwah,sibuk mengurus panitia kajian, sibuk menulis ilmu dan kesibukan yang bermanfaat lainnya dibanding sibuk mengurusi wanita. Daripada terlalu sibuk membicarakan tema pernikahan dan asmara. Membuat di status facebook tentang nikah saja. Tetapi tidak ada realisasinya. Yakinlah bahwa jika kita baik pasti juga akan mendapat yang baik, karena Allah ‘Azza wa Jalla sudah berjanji,
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” [An-Nur: 26]
Karena itu, kami menasihatkan kepada diri kami dan pemuda-pemudi dari kalangan muslimin dan muslimat untuk menghindarkan dirinya dari kemungkinan untuk menjadi pelaku atau korban PHP.
Ingat, tak satupun manusia yang mampu memberikan harapan yang pasti, karena manusia pun tak mampu menjamin segalanya. Bahkan ada sebuah kisah tentang Rasulullah yang tak mampu menepati janjinya dalam menceritakan tentang pemuda dalam gua Al-Kahfi(dan kisah ini bisa dilihat pada tafsir Al-Kahfi 23-24) karena yang bisa menepati janjinya hanyalah Allah semata. “Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” [Ar-Ra’d: 31]
 Wa billahi taufiq wal hidayah
Referensi:

Read More

Senin, 15 April 2013

Cinta dan Motivasi



Setiap perbuatan dan gerakan di alam semesta ini adalah berasal dari cinta dan keinginan. Kedua hal itulah yang mengawali segala pekerjaan dan gerakan, sebagaimana benci dan ketidaksukaan yang mengawali untuk meninggalkan dan menahan diri dari sesuatu.

Cinta menggerakkan seorang pecinta untuk mencari yang dicintainya, dan kecintaannya akan sempurna manakala ia telah mendapatkannya. Maka, cinta itulah yang menggerakkan pecinta Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), pecinta Al-Qur'an, pecinta ilmu dan iman, pecinta materi dan uang, pecinta berhala-berhala dan salib, pecinta wanita dan anak-anak, pecinta tanah dan air dan cinta pula yang menggerakkan pecinta saudara-saudaranya. Hatinya akan tergerak kepada yang dicintainya dari hal-hal di atas. Hatinya tergerak saat yang dicintainya disebutkan, dan tidak ketika disebutkan yang lain. Karena itu engkau dapati pecinta wanita dan anak-anak, pecinta nyanyian syetan, mereka tidak tergerak hatinya ketika mendengarkan ilmu dan kesaksian iman, juga tidak ketika dibacakan Al-Qur'an. Tetapi, saat disebutkan yang dicintainya, serta-merta bangkitlah jiwanya, tergeraklah lahir batinnya, karena rindu dan menikmati yang dicintainya, meski sekedar disebut namanya.

Semua kecintaan tersebut adalah batil kecuali kecintaan kepada Allah dan konsekwensi dari kecintaan pada-Nya, yaitu cinta kepada rasul, kitab, agama dan para kekasih-Nya. Berbagai kecintaan inilah yang abadi, dan abadi pula buah serta kenikmatannya sesuai dengan abadinya ketergantungan orang tersebut pada-Nya. Dan keutamaan cinta ini atas kecintaan kepada yang lain sama dengan keutamaan orang yang bergantung pada-Nya atas orang yang bergantung pada yang lain. Jika hubungan para pecinta itu terputus, juga terputus pula sebab-sebab cintanya, maka cinta kepada-Nya akan tetap langgeng abadi.

Allah befirman,
"(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali." (Al-Baqarah: 166).

Al-Asbab dalam ayat di atas menurut Atha', berdasarkan keterangan Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berarti kecintaan. Mujahid berkata, "Artinya hubungan antar mereka di dunia." Adh-Dhahhak berkata, "Hubungan kekeluargaan mereka terputus dan tempat mereka di neraka berpencar di mana-mana." Abu Shalih berkata, "Artinya amal perbuatan."*

Semua pendapat di atas adalah benar, sebab al-asbab berarti hubungan antar mereka di dunia, dan sesuatu yang amat mereka butuhkan kemudian terputus.

Adapun orang-orang ahli tauhid dan mereka yang ikhlas kepada Allah, maka hubungan mereka itu akan tetap tersambung, ia akan kekal sekekal Dzat yang disembah dan dicintainya. Sebab hubungan itu tergantung kepada yang dijadikannya sandaran, baik dalam kekekalan maupun keterputusan.

*)Uhal Ad-Durrul Mantsur, (1/402).

Sumber : Dari sebuah buku terjemahan karya Ibnu Qayyim yang berjudul Manajemen Qalbu Melumpuhkan senjata syaithan hal 347~348

Read More

Sabtu, 13 April 2013

Ketika Keinginan Bunuh Diri Muncul

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.


Oke. Kita paham kalau dunia ini sempit. Kita juga paham kalau dunia ini hina. Kita juga paham kalau dunia ini penuh cobaan. Tapi kadang paling susah untuk bersabar dalam menjalani hidup ini. Well, bisa dibilang saya mau membuat pengakuan. Dulu, udah lama banget sih, saya pengen banget melakukan yang namanya bunuh diri. Sambil nyari tempat bagus buat lompat, tiba - tiba syaithan yang tadinya mengajak saya buat bunuh diri itu hilang, tiba - tiba saya teringat akan sesuatu, bahwa ternyata saya ingat bahwa saya belum nikah. *ahh gak nikmat banget alasannya.

Well, ide ini emang ide paling bodoh yang pernah ada dalam pikiranku, dan jujur aja, waktu itu saya belum belajar tentang tauhid sama sekali. Dan, dorongan itu menjadi semakin kuat setelah membaca sebuah komik berjudul "Alive" yang berisi tentang orang-orang yang terkena virus keinginan bunuh diri. Hanya beberapa orang yang selamat dari virus tersebut. Dan akhirnya orang tersebut mendapat kekuatan super. *sambil berharap mendapatkan kekuatan super waktu itu.

Faktor utama dari hal ini adalah rasa keputus asaan yang tiada akhir karena masalah yang juga tiada akhir. Semua orang di dunia ini pasti pernah merasakan hal yang sama, ketika tidak ada lagi tempat untuk berharap. Padahal kita lupa, ada Allah yang bisa selalu kita jadikan tempat curhat yang bisa memberikan penyelesaian masalah kita.

Sebenarnya hal tidak masuk akal apa sih yang membuat kita putus asa dan mau bunuh diri? Mungkin karena kita selalu berpikir negatif dan selalu memikirkan kemungkinan terburuk, dan melupakan bahwa Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya, yang sudah mengatur takdir itu sedemikian rupa. Sebuah ayat dari dalam Al-Qur'an dalam surah Al-Baqarah ayat 286 memperingatkan kita bahwa Allah tidak memberikan kita cobaan melebihi kemampuan kita. Well, emang saya gampang bicara kayak gini, tapi saya sendiri juga masih sulit mengatasi cobaan yang diberikan padaku dengan bersabar. Karena itu mari kita sama-sama berusaha untuk bersabar.

Tentang Bunuh diri? Lupain aja deh, gak ada gunanya. Jangan-jangan justru Allah memberikan kita umur lebih panjang supaya kita lebih banyak mendapat cobaan agar bisa menghapus dosa kita di masa lalu. Atau memberikan kita kesempatan untuk bertaubat. Sebagai penutup, saya mencopas beberapa hadits tentang ketidak bolehan kita berputus asa dan menginginkan mati dengan cepat,
Janganlah mengharapkan kematian, dan jangan pula berdoa memohon kematian sebelum datang waktunya! Karena amalnya akan terputus jika ajal menjemputnya, dan karena umur seorang mukmin tidak akan menambah keculi kebaikan baginya” (HR. Muslim)

Janganlah mengharapkan kematian, karena bisa jadi, ia adalah seorang yang baik, dan diharapkan kebaikannya akan bertambah. Dan bisa jadi, ia adalah seorang yang jelek, dan diharapkan ia berubah mengharapkan ridho Alloh (dengan taubat dan istighfar)” (HR. Bukhari).

Janganlah mengharapkan kematian karena tertimpa musibah duniawi, jika terpaksa, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Ya Alloh panjangkan hidupku, jika kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku’!” (HR. Bukhari dan An-Nasa’i, dishahihkan oleh Albani)

Anas bin Malik Radhiallahu’anhu mengatakan: “Seandainya aku tidak mendengar Nabi –shollallohu alaihi wasallam pernah bersabda ‘Janganlah mengharapkan kematian’, tentunya aku sudah mengharapkannya” (HR. Bukhari)
Dan dosanya balasan terhadap dosa bunuh diri itu lumayan berat, berikut ada sebuah hadits,

Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya, ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka di neraka jahanam nanti, ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya” (HR. Muslim)

Hargailah hidupmu, Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Beruntunglah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya“ (HR. Thabrani dan Abu Nu’aim)

Ditulis 7 Desember 2011
Sebuah catatan lama dari saya

Wa billahi taufiq wal hidayah

Read More

Rabu, 10 April 2013

Rendah Diri, Sifat Malu yang Tercela

Bismillahirrahmanirrahim


Qâdhi ‘Iyâdh rahimahullâh dan yang lainnya mengatakan, “Malu yang menyebabkan menyia-nyiakan hak bukanlah malu yang disyari’atkan, bahkan itu ketidakmampuan dan kelemahan. Adapun ia dimutlakkan dengan sebutan malu karena menyerupai malu yang disyari’atkan.”[26] Dengan demikian, malu yang menyebabkan pelakunya menyia-nyiakan hak Allah Azza wa Jalla sehingga ia beribadah kepada Allah dengan kebodohan tanpa mau bertanya tentang urusan agamanya, menyia-nyiakan hak-hak dirinya sendiri, hak-hak orang yang menjadi tanggungannya, dan hak-hak kaum muslimin, adalah tercela karena pada hakikatnya ia adalah kelemahan dan ketidakberdayaan.(*1)

Di antara sifat malu yang tercela adalah malu untuk menuntut ilmu syar’i, malu mengaji, malu membaca Alqur-an, malu melakukan amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi kewajiban seorang Muslim, malu untuk shalat berjama’ah di masjid bersama kaum muslimin, malu memakai busana Muslimah yang syar’i, malu mencari nafkah yang halal untuk keluarganya bagi laki-laki, dan yang semisalnya. Sifat malu seperti ini tercela karena akan menghalanginya memperoleh kebaikan yang sangat besar.

Tentang tidak bolehnya malu dalam menuntut ilmu, Imam Mujahid rahimahullah berkata,

لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْيٍ وَلاَ مُسْتَكْبِـرٌ.

Orang yang malu dan orang yang sombong tidak akan mendapatkan ilmu.(*2)

Ummul Mukminin ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘anha pernah berkata tentang sifat para wanita Anshâr,

نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ اْلأَنْصَارِ ، لَـمْ يَمْنَعْهُنَّ الْـحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِـي الدِّيْنِ.

Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshâr. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam ilmu Agama.(*3)


Para wanita Anshâr radhiyallâhu ‘anhunna selalu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ada permasalahan agama yang masih rumit bagi mereka. Rasa malu tidak menghalangi mereka demi menimba ilmu yang bermanfaat.

Catatan kaki:

*1. Lihat Qawâ’id wa Fawâid (hal. 182).
*2. Atsar shahîh: Diriwayatkan oleh al-Bukhâri secara mu’allaq dalam Shahîh-nya kitab al-‘Ilmu bab al-Hayâ' fil ‘Ilmi dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam al-Jâmi’ bayânil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/534-535, no. 879).
*3. Atsar shahîh: Diriwayatkan oleh al-Bukhâri dalam Shahîhnya kitab al-‘Ilmu bab al-Hayâ' fil ‘Ilmi secara mu’allaq.
Read More

Kriteria Wanita Idaman

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Setelah sebelumnya kita mengkaji siapakah pria yang mesti dijauhi dan tidak dijadikan idaman maupun idola, maka untuk kesempatan kali ini kita spesial akan membahas wanita. Siapakah yang pantas menjadi wanita idaman? Bagaimana kriterianya? Ini sangat perlu sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, sehingga si pria tidak salah dalam memilih. Begitu juga kriteria ini dimaksudkan agar si wanita bisa selalu introspeksi diri. Semoga bermanfaat.
Kriteria Pertama: Memiliki Agama yang Bagus
Inilah yang harus jadi kriteria pertama sebelum kriteria-kriteria lainnya. Tentu saja wanita idaman memiliki aqidah yang bagus, bukan malah aqidah yang salah jalan. Seorang wanita yang baik agamanya tentu saja tidak suka membaca ramalan-ramalan bintang seperti zodiak dan shio. Karena ini tentu saja menunjukkan rusaknya aqidah wanita tersebut. Membaca ramalan bintang sama halnya dengan mendatangi tukang ramal. Bahkan ini lebih parah dikarenakan tukang ramal sendiri yang datang ke rumahnya dan ia bawa melalui majalah yang memuat berbagai ramalan bintang setiap pekan atau setiap bulannya. Jika cuma sekedar membaca ramalan tersebut, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam katakan, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya mengenai sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam.[1] Jika sampai membenarkan ramalan tersebut, lebih parah lagi akibatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan, maka ia telah kufur pada Al Qur’an yang diturunkan pada Muhammad.[2]
Begitu pula ia paham tentang hukum-hukum Islam yang berkenaan dengan dirinya dan juga untuk mengurus keluarga nantinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan seorang pria untuk memilih perempuan yang baik agamanya. Beliau bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.[3] Sebenarnya makna “taribat yadakadalah
Inilah kriteria wanita idaman yang patut diperhatikan pertama kali –yaitu baiknya agama- sebelum kriteria lainnya, sebelum kecantikan, martabat dan harta.
Kriteria Kedua: Selalu Menjaga Aurat
Kriteria ini pun harus ada dan jadi pilihan. Namun sayangnya sebagian pria malah menginginkan wanita yang buka-buka aurat dan seksi. Benarlah, laki-laki yang jelek memang menginginkan wanita yang jelek pula.
Ingatlah, sangat bahaya jika seorang wanita yang berpakaian namun telanjang dijadikan pilihan. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”[4] Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang dalam hadits ini adalah:
  1. Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
  2. Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang.[5]
Sedangkan aurat wanita yang wajib ditutupi adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.[6]
Kriteria Ketiga: Berbusana dengan Memenuhi Syarat Pakaian yang Syar’i
Wanita yang menjadi idaman juga sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil Al Qur’an dan As Sunnah.
Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”[7]
Syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Syarat keempat: Tidak diberi wewangian atau parfum. Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”[8]
Inilah di antara beberapa syarat pakaian wanita yang harus dipenuhi. Inilah wanita yang pantas dijadikan kriteria.
Kriteria keempat: Betah Tinggal di Rumah
Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).
Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.[9]
Dari Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.[10]
Kriteria Kelima: Memiliki Sifat Malu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ
Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.[11]
Kriteria ini juga semestinya ada pada wanita idaman. Contohnya adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. Cobalah perhatikan contoh yang bagus dari wanita di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (23) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (24)
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.” (QS. Qashash: 23-24). Lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya. Namun coba bayangkan dengan wanita di zaman sekarang ini!
Demikianlah kriteria wanita yang semestinya jadi idaman. Namun kriteria ini baru sebagian saja. Akan tetapi, kriteria ini semestinya yang dijadikan prioritas.
Intinya, jika seorang pria ingin mendapatkan wanita idaman, itu semua kembali pada dirinya. Ingatlah: ”Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Jadi, hendaklah seorang pria mengoreksi diri pula, sudahkah dia menjadi pria idaman, niscaya wanita yang ia idam-idamkan di atas insya Allah menjadi pendampingnya. Inilah kaedah umum yang mesti diperhatikan.
Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Diambil dari Artikel www.remajaislam.com

[1] HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
[2] HR. Ahmad (2/492). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[3] HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446, dari Abu Hurairah.
[4] HR. Muslim no. 2128, dari Abu Hurairah.
[5]Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 17/190-191, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua.
[6] Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14.
[7] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 5/133, Mawqi’ Al Islam.
[8] HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih.
[9]Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11/150.
[10] HR Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.
[11] HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.