Jumat, 04 Januari 2013

Pemuda Fase Awal => Rentan Galau~...

Ada masanya, dimana seorang pemuda selalu cemas tentang masalah siapakah pendamping hatinya. Namun, pada suatu titik puncak, mereka akan sampai pada pemahaman 'bagaimana cara saya mendapatkan yang terbaik? Yaitu dengan memperbaiki diri sendiri, dan berusaha menjadi yang terbaik agar mendapatkan yang baik(sesuai dengan isi surah An-Nuur ayat 26)'.

Mungkin, saat ini saya masih berada pada fase awal, dimana pencarian jati diri, harus bagaimana, mencari yang bagaimana, tapi pada fase lanjut, seiring berjalannya waktu, maka keinginan ini akan mulai hilang sedikit demi sedikit, seiring bertambahnya keyakinan "tahan dirimu, jodoh di lauful mahfudz tidak akan pernah tertukar".

Fase awal selalu menjadi masa-masa paling rentan, karena masih penuh dengan kelabilan dan perubahan di masa depan, karena itulah, pada masa ini seorang pemuda harus selalu berhati-hati agar tidak terjatuh kepada hal-hal yang tak seharusnya. Dimana orang-orang disekitarnya berpacaran, sedangkan saya sedang berjuang untuk tidak melakukan hal yang sama. Tidak jarang, perasaan untuk mengikuti mayoritas ada di dalam hati.


Sudah banyak sekali fakta yang membuktikan, bahwa orang-orang akan cenderung mengikuti arus, ketimbang harus melawannya dengan kekuatan sendiri. Semua orang mau santai, mau berada pada zona aman, tidak suka dengan pertentangan. Tapi, jika pertemanan berarti diinjak-injak, ini sama saja dengan menurunkan harga diri. Maka, tidak selamanya kita harus membaur bagai air dengan keadaan sekitar, tetapi menjaga diri agar tetap berada di dalam lingkar kebenaran, yang membawa kita pada proses pembentukan menjadi manusia yang terbaik.

Galau, adalah kata-kata yang paling sering disematkan pada pemuda yang sedang mencoba untuk mencari jati diri, kebingungan karena tanpa kekasih, atau ketika masalah menghampiri. Tapi, bukankah kegalauan adalah bagian dari hidup, lalu mengapa kadang kita mengolok-olok orang yang sedang galau, bukankah seharusnya kegalauan mereka menjadi ladang amal bagi kita untuk menunjukkan yang benar?

Dan bagi yang sudah menikah, hendaklah untuk bertoleransi dalam asmara. Janganlah terlalu sering memanas-manasi pemuda, karena bisa jadi justru hal itu malah mengarah pada kehancuran, karena melakukan sesuatu tanpa persiapan. 

Ya, cobaan ini harus kulalui. Untuk fase-fase selanjutnya, mungkin belum sanggup kuisi karena belum kulalui.

What doesn't kill you, will make you stronger. Fa inna ma'al usri yusra, inna ma'al usri yusra. #hanya pengen corat coret, coretan akhir pekan...
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.