Senin, 21 Januari 2013

Tafsir Surah Al-Ikhlas Bag. 4 - Tafsir Ayat 3

Bismillahirrahmanirrahim~...
Akhir-akhir ini saya udah jarang nulis nih. Alhamdulillah, akhirnya Allah memberikan kesempatan dan keinginan buat nulis lagi. Hari ini saya ingin membuat catatan tentang Tafsir Surah Al - Ikhlas yang saya dapatkan dari kajian Bro. Nouman Ali Khan. Beliau ini sangat luar biasa, beliau membuat kajian tafsir setelah membaca banyak tafsir sebelumnya, jadi pandangan dalam kajian beliau tidak hanya pada tafsir itu-itu saja. Berikut ini adalah lanjutan-lanjutan tafsir sebelumnya. Untuk tafsir sebelumnya bisa dilihat disini.


Tafsir ayat ketiga.
Lam yalid wa lam yuulad.


Lam- bentuk lampau yang digunakan untuk menyangkal.

Lam digunakan dalam artian untuk menghilangkan semua bentuk kelahiran yang berhubungan dengan Allah di masa lalu, dan segala hal seperti Allah mempunyai anak perempuan(para malaikat seperti kata para kaum musyrikin), atau Allah mempunyai anak laki-laki (Jesus, atau Uzeir), seperti apa yang dikatakan oleh para kaum Yahudi dan Nasrani di Madinah, maka ayat ini menghilangkan keraguan atas pernyataan tersebut. Dengan penggunaan bahasa ini Allah mencoba menerangkan untuk meyakinkan bahwa hal ini tidak pernah terjadi.

Mempunyai anak berarti seseorang akan memiliki saingan, bukan? Karena itu tidak mungkin Allah memiliki anak.

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.(Al-An'am: 101)

Allah tidak membagi sifat-sifatnya pada makhluk-makhluknya.
Jika kita terlahir, itu berarti kita memiliki permulaan. Hal ini berarti bahwa kita tidak abadi, berbeda dengan Allah.

Alasan mengapa manusia melakukan syirik

Argumentasi: Ketika pengadilan terjadi, maka para malaikat dan roh-roh suci akan menjadi perantara antara kita dan Allah.

Inilah salah satu penyebab terjadinya syirik, karena seseorang mungkin ingin melakukan hal yang ingin dia lakukan, tetapi dia ingin berlindung di belakang sesuatu yang dekat dengan Allah untuk melindungi dirinya dari murka Allah. Orang ini bahkan terus mencoba untuk menyenangkan dan terlalu memuja perantara tersebut, dengan begitu sang perantara akan menjadi orang yang akan membelanya di pengadilan Allah. Hal yang luput dari pengetahuan orang-orang ini karena dia tidak tahu bahwa Allah akan mengampuni siapapun yang Ia kehendaki kelak, dan tidak akan mengampuni orang-orang yang mencoba mencari pertolongan selain dariNya. Inilah orang-orang yang tertipu oleh syaithan. Seharusnya mereka berlindung kepada as-Samad, tempat bergantung segala sesuatunya. Ketergantungan kita pada Allah akan melindungi kita dari kesyirikan untuk bergantung kepada selainNya.

Sesungguhnya hanya Allah yang berkuasa untuk memberikan taufiq dan hidayahNya.


Sumber: Dari website LinguisticMiracle yang berisi catatan dan kajian Bro. Nouman Ali Khan bagian tafsir juz amma - surah Al-Ikhlas



About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.