Rabu, 06 Maret 2013

Deadline

Deadline. Mungkin, kata ini sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia sekolah, kita sering mendengar deadline disubmitnya suatu tugas/paper(bagi mereka yang bersekolah di tingkat yang lebih tinggi). Di dunia kerja, kita sering mendengar deadline disubmitnya suatu pekerjaan kepada bos/atasan. Karena itu, tak jarang, ketika mencoba meminta pertolongan kepada orang lain, mereka akan menolak dengan halus dan berkata, "Maaf nih, lagi ada deadline, nanti yah saya bantu jika sudah tidak sibuk". Karena itulah, kata ini sudah sering kita dengar di kalangan masyarakat kita.

Apa sih arti 'Deadline' itu? Dalam kamus yang bisa kita temukan di internet, Deadline dideskripsikan sebagai batas waktu dimana sesuatu sudah sempurna untuk diproduksi/dikerjakan, dll. Mungkin anda bisa mencari makna lain dari kata tersebut. Namun, untuk makna umum, 'Deadline' lebih dikenal sebagai 'batas waktu'.

Setiap manusia, tertuntut untuk melakukan sesuatu dengan deadline. Yakni, jika melakukan sesuatu hal yang sudah melewati deadline, maka akan berdampak buruk bagi si pelaku. Contoh saja, mahasiswa yang mengumpulkan tugas setelah melewati deadline, mereka akan kena marah dari sang dosen. Atau pekerja yang menyelesaikan tugas dari sang bos setelah melewati deadline, maka sang bos mungkin saja marah dan memecatnya, dst. Ini adalah contoh dampak yang bisa kita terima karena melakukan sesuatu melewati deadline.

Kalau dilihat-lihat dari segi pemikiran kami yang dangkal, kata 'Deadline' jika dipisah, maka berubah menjadi 'Dead line'. Dead berarti mati, sedangkan line berarti garis. Yang jika diartikan lagi maknanya, bisa berarti 'batas matinya sesuatu'. Tentu hal ini bisa diaplikasikan pada makna yang kami bahas pada paragraf ketiga, dimana jika sudah melewati 'batas', maka apa yang kita lakukan bisa berimbas pada 'kematian'.

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, tak jarang kita bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan pekerjaan kita karena kita takut tidak dapat memenuhi standar yang telah ditentukan. Kita berusaha menyelesaikan pekerjaan kita tepat pada waktunya karena takut deadline kita terlewati, dan akhirnya berimbas pada pekerjaan dan status yang kita punya.

Tapi tidak jarang, kita lupa dengan deadline 'hidup' kita. Kita sering bahkan selalu lalai pada kewajiban kita kepada Allah. Kita selalu disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kita bahkan tidak mampu memenuhi 'deadline' yang lebih wajib kita penuhi. Kita sibukkan diri kita dengan bermaksiat kepada Allah, tanpa kita sadari bahwa 'deadline' kita sudah dekat. Garis, batas waktu kematian kita sudah dekat.

Kita lupa, bahwa penyakit yang kita derita adalah peringatan atas deadline yang semakin dekat. Kita juga lupa, bahwa deadline bisa datang kapan saja, mungkin saat tidur, saat di perjalanan, dll. Kita lupa, bahwa deadline ini tidak akan pernah disebutkan oleh Allah, melainkan kita yang harus siap sedia bagai tentara yang tidak kenal deadline, karena musuh bisa menyerang kapan saja.

Bukankah menyelesaikan pekerjaan diluar deadline adalah sia-sia? Bukankah bos yang memecat kita karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan setelah melewati deadline tidak akan menarik kata-katanya lagi? Lalu, masihkah kita akan menyia-nyiakan waktu kita yang belum 'mengumpulkan tugas' sebelum 'deadline tiba.

Sia-sialah orang yang bekerja setelah deadlinenya tiba, layaknya orang yang tak mampu berbuat apa-apa setelah kematian. Sia-sialah orang yang meminta kembali pekerjaan pada atasannya, setelah menyia-nyiakan amanat yang telah diberikan padanya sebelumnya. Allah berfirman,

Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim."Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. (Al-Mu'minuun 106-108)

Karena itulah, kami buat tulisan ini untuk saling mengingatkan diri kami dan kaum muslimin karena kejauhan kami dari sikap orang-orang yang senantiasa bekerja karena paham deadline, orang-orang yang takut mati. Jangan sampai hanya bisa menjadi orang yang menyesal dan berkata,

"Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."(Al-Fajr : 24)

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahnya kepada kita semua. 
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.