Sabtu, 16 Maret 2013

Kenapa Saya Ke Jepang? - Curhat -

Adalah pertanyaan umum yang akan ditanyakan seseorang ketika melakukan suatu pekerjaan. Mungkin, bagi banyak orang, pergi ke luar negeri dan bisa tinggal disana adalah sesuatu yang wah banget. Mungkin begitu kata orang lain, tapi berbeda dengan saya. Saya bukan orang yang senang meninggalkan zona nyaman, dimana kita harus berjibaku untuk menyelamatkan nyawa di dalam sebuah peperangan hidup dan mati. Kalau ada antara hidup yang penuh dengan peperangan untuk memperjuangkan kebebasan, atau hidup penuh dengan kedamaian walau berada dalam kediktatoran, mungkin saya akan lebih memilih yang kedua, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan apa yang ditunjukkan oleh Nabi kita Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan apa yang Allah tulis dalam firmanNya di dalam Al-Qur'anul Karim.

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa sih saya mesti ke Jepang? Mungkin sudah pernah kutulis dalam tulisan-tulisan lain yang ada di blog ini. Tapi, jujur saja, datang ke Jepang tak lain dan tak bukan karena keinginanku hidup penuh kedamaian walau berada dalam kediktatoran. Mungkin orang akan bertanya, siapa sih yang mendiktatori? Tentu saja tak lain dan tak bukan, adalah orang yang mulia di hadapanku setelah Allah dan RasulNya, yakni orang tua saya sendiri. Ehhmm, mengapa merasa di diktatori? Karena pada awalnya saya lebih senang untuk berada di zona nyaman dan kuliah di Indonesia.

Sedikit demi sedikit, kehidupan di Jepang ini mulai kucoba untuk nikmati. Mencoba berbagai hal yang berhubungan dengan budaya, bahasa, dan lain sebagainya. Namun, kenyataannya tak berbeda dengan di Indonesia, begitu banyak festival dan acara yang memiliki makna ibadah tersendiri di Jepang, tak jarang saya lebih senang menghindari acara-acara tersebut, ketimbang harus ikut dan harus mendapatkan balasan di akhirat kelak.

Saya juga bukan orang yang senang travel, jadi jangan berharap saya akan cerita tentang travel di sebuah tulisan "Kenapa Saya Ke Jepang?" ini. Perjalanan jauh adalah hal yang mungkin menjadi salah satu hal yang paling tidak kusukai dalam hidup ini. Melelahkan, menghabiskan uang, dan lain-lain. Bagiku, jalan-jalan adalah hal yang tidak mengenakkan. 

Namun, satu hal yang sangat amazing di Jepang ini. Minat orang-orang Jepang untuk mengenal budaya luar itu tinggi. Mereka banyak belajar bahasa selain bahasa mereka, mereka juga ramah dan mulai terbuka dengan orang-orang asing. Bukan tidak mungkin, mereka akan menjadi sasaran dakwah yang tepat bagi mereka yang ingin menyebarkan Islam yang mulia ini. Sebagai bukti, telah banyak masjid-masjid baru yang dibangun, maupun direnovasi dari gedung lama oleh kaum muslimin yang ada disini. Juga banyak ditemukan muallaf-muallaf yang menikah dengan kaum muslimin pendatang, bahkan banyak juga yang suami istri muallaf, wal hamdulillahi rabbil 'alamin.

Mulai merasa senang dengan Jepang, Fukuoka ini. Rasanya ingin tinggal dan melihat sendiri perkembangan islam disini. Namun, selain itu ada juga keinginan untuk menambah ilmu Islam yang selama ini kulalaikan. Kadang saya menyesali perbuatan saya karean sering menyia-nyiakan waktu ini, tapi apa daya, waktu tak dapat kuulang kembali. Karena itu, keinginan untuk belajar Islam lebih kuat.

Tulisan ini, tak lebih dari gambaran kesenanganku pada Jepang, yang awalnya hanya didasari oleh ke'diktator'an orang yang berakhir dengan kesan yang baik setelah mengenal tempat ini lebih dekat. Kalau kata Sherina di film jaman SD dulu, lihatlah segalanya lebih dekat, agar kau bisa menilai lebih bijaksana.

Oh iya, akhir-akhir ini sering dipanggil ikut membantu mengajar anak-anak oleh masjid. Hontou ni tanoshikatta. Kalau boleh bicara masalah bakat, bakatku adalah berteman dengan anak-anak. Dulu malah pernah punya keinginan jadi guru TK. Bertemu dengan anak-anak adalah sebuah hiburan bagiku, melepas kepenatan dengan kuliah yang dibebani dengan berbagai macam rasa sakit kepala yang diberikan oleh para dosen.

Terakhir, kalau boleh berharap sih, pengen juga punya istri orang Jepang. Biar kelak di masa depan ada alasan bagiku untuk selalu datang kesini dan melihat progress perkembangan Islam disini, karena keinginanku untuk melihat agama yang lurus ini menjadi pegangan oleh umat-umat Jepang yang akhlaknya sulit untuk dibandingkan dengan akhlak kaum negara lain.

Subhanaka Allahumma wa aihamdika, asyhadu Alla Ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa atubu ilaika...
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.