Sabtu, 20 April 2013

PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Salah satu istilah yang masyur di kalangan pemuda saat ini adalah istilah PHP. Apakah itu PHP? PHP adalah singkatan dari Pemberi Harapan Palsu. Untuk itu, pada tulisan ini kami insya Allah akan membahas lebih jauh tentang PHP ini.

Tentu anda akan bertanya-tanya, seperti apa sih contoh PHP itu. Ada begitu banyak contoh-contoh PHP yang bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama jika kita sering bergaul dengan lawan jenis, PHP bukan hal yang mudah dihindari dalam pergaulan dengan teman. Ketika kita akrab dengan lawan jenis non-mahram, secara tidak langsung syaithan akan menembakkan panah beracunnya, seperti dalam sabda Rasulullah, 
Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah Iblis. Maka, barang siapa yang menahan pandangannya karena Allah dari kecantikan seorang wanita, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR. Al-Hakim).
Karenanya, menjauhi pergaulan dengan lawan jenis adalah salah satu cara untuk menghindarkan diri dari menjadi korban ataupun pelaku PHP ini.

Contoh lain dari PHP adalah dengan memberikan perhatian lebih kepada lawan jenis. Tidak jarang kita lihat para pemuda sekarang meng-sms teman lawan jenisnya hanya dengan perkataan, "Sudah makan?", "Belum Tidur?", dll yang mungkin sebenarnya tidak ada perlunya. Hal seperti ini adalah hal yang sebaiknya dihindari. Karena selain bisa memberikan harapan palsu kepada yang ditanya, hal ini juga merupakan semi khalwat, yakni berdua-duaan walaupun dengan menggunakan perantara.

Selain itu, PHP bukan tidak mungkin diberikan dengan menggunakan gombalan-gombalan. Gombalan-gombalan ini biasanya diucapkan ketika sedang berkhalwat ataupun semi-khalwat karena syaithan akan menjadi orang ketiga yang membisikkan keinginan dan niat-niat untuk memberikan harapan palsu. Rasulullah bersabda, 
“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad)

Hal tabu lain yang biasa dilakukan oleh lelaki kepada wanita(ataupun sebaliknya) yang bisa dikategorikan sebagai PHP, adalah menanyakan perihal pernikahan wanita tersebut. Misalnya ketika seorang lelaki bertanya, "Kapan baru akan menikah? Sudah punya calon?". Atau memberinya semangat-semangat untuk segera menikah dan semacamnya. Hal ini bisa membuat wanita menjadi besar keinginannya untuk menikah, dan bukan tidak mungkin membuat mereka menjadi gede rasa dan merasa andalah yang akan menikahinya.

Jangan main booking aja, juga adalah salah satu hal yang perlu diingat para laki-laki. Misalnya dengan ucapan, “ukhti, nampaknya hati saya sudah bertaut kepada ukhti, insya Allah saya serius sama ukhti, nanti saya akan nikahi ukhti LIMA TAHUN LAGI setelah saya lulus dan dapat kerja” 
Hal Ini mungkin timbul dari kebingungan lelaki diatas kecemasannya. Dia sudah terlanjur suka, tetapi belum bisa melegalkanya sesegera mungkin. Atau ada akhwat “ngetop”, supaya tidak kedahuluan orang, yang penting maju dulu, urusan yang lain-lain nanti dulu. Yang penting akhwat itu sudah berada di beranda depan rumah kekuasaan. Padahal dia belum siap untuk nikah. Ikhwan yang seperti ini hanya sekedar maju dengan modal jenggot saja.
Hal ini bisa membuat wanita menggantung,
Dimana akarnya tidak tidak mengujam kebawah…
Dan dahannya tidak menjulang ke langit..
Lima tahun atau hitungan tahun sangat lama bagi wanita untuk menunggu, menambah kecemasan diatas kecemasan hari demi hari. Sebaiknya biarlah ia bebas, jika ada laki-laki yang lebih siap, biarlah mereka maju. Biarlah nantinya ia dipersunting oleh takdirnya yang namanya ada di lauhil masthur.
Kita tidak tahu apa yang terjadi selama lima tahun, bisa jadi:
- Selama itu tidak bisa menjaga kehormatan bersama, terjerumus dalam zina, awalnya saling sms, bertemu ditempat ramai, akhirnya bisa ber-khalwat dan selanjutnya mereka berdua yang lebih tahu
- Selama itu menemukan orang lain yang lebih baik darinya, lebih segala-galanya, maka bisa jadi salah satunya berkhianat cinta dan berpaling.
- Selama itu bisa terjadi hal-hal tertentu, misalnya salah satunya meninggal ketika penantian sudah berjalan 4,5 tahun. Tatau cacat karena kecelakaan. Dan akhwatnya sudah mulai berumur serta sudah menolak banyak ikhwan yang ingin maju.
Menebar pesona kepada ahkwat baik terang-terangan atau cara pengecut lewat sms atau inbox facebook. Dalam sms atau status facebook menunjukkan bahwa ia seorang yang sangat alim. Sering membuat sms atau status yang menunjukkan bahwa ia alim.
Tidak perlu khawatir masalah jodoh, yang terpenting sekarang kita menjadi lebih baik. Meningkatkan kualitas takwa dan keimanan. Sibuk belajar dikampus menunaikan kewajiban amanat orang tua, sibuk belajar bahasa arab, sibuk berdakwah,sibuk mengurus panitia kajian, sibuk menulis ilmu dan kesibukan yang bermanfaat lainnya dibanding sibuk mengurusi wanita. Daripada terlalu sibuk membicarakan tema pernikahan dan asmara. Membuat di status facebook tentang nikah saja. Tetapi tidak ada realisasinya. Yakinlah bahwa jika kita baik pasti juga akan mendapat yang baik, karena Allah ‘Azza wa Jalla sudah berjanji,
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” [An-Nur: 26]
Karena itu, kami menasihatkan kepada diri kami dan pemuda-pemudi dari kalangan muslimin dan muslimat untuk menghindarkan dirinya dari kemungkinan untuk menjadi pelaku atau korban PHP.
Ingat, tak satupun manusia yang mampu memberikan harapan yang pasti, karena manusia pun tak mampu menjamin segalanya. Bahkan ada sebuah kisah tentang Rasulullah yang tak mampu menepati janjinya dalam menceritakan tentang pemuda dalam gua Al-Kahfi(dan kisah ini bisa dilihat pada tafsir Al-Kahfi 23-24) karena yang bisa menepati janjinya hanyalah Allah semata. “Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” [Ar-Ra’d: 31]
 Wa billahi taufiq wal hidayah
Referensi:

About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.