Senin, 30 September 2013

Investasi Masa Depan

Suatu hari, seorang teman datang kepada kami, dan tiba-tiba bertanya, 'Apa yang sudah kamu siapkan untuk masa depanmu?'. Lantas kami menjawab, 'Belum ada'. Lalu setelah itu beliau pun melanjutkan pembicaraannya yang berunjung prospek(tolong sunting kata ini jika memang salah) tentang sebuah perusahaan. Setelah dicermati, beliau sedang promosi tentang sebuah MLM. Apa sih itu MLM? MLM itu Multi Level Marketing yang katanya tugas kita hanya menginvestasikan, mencari downline, dan menjualkan produk, dsb. Jadi setelah investasi tersebut, kita akan bisa pensiun dini dengan penghasilan 40 juta sebulan. Kami tidak ingin membahas lebih lanjut tentang MLM ini. Untuk lebih jelasnya, mungkin lebih baik membuka pembahasan tentang hal tersebut disini, http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-mlm.html.


Yang ingin kami garis bawahi disini adalah perkataan sang guru 'Apa yang sudah kamu siapkan untuk masa depanmu?' dan kata 'Investasi'. Seringkali kita ditanya tentang hal ini, dan tentu kebanyakan dari kita menjawab, 'Ahh aku ingin jadi wirausahawan, aku ingin jadi dokter, aku ingin jadi insinyur, aku ingin jadi ini dan itu', dan disambung dengan kalimat, 'Karena itu aku akan berusaha dan belajar agar bisa menjadi yang kuinginkan di masa depan'. Tapi, kita semua tahu bahwa meraih masa depan yang cerah tidak cukup dengan usaha, tapi juga dengan berusaha menginvestasikan diri pada sesuatu. Karena itu, tidak jarang kita melihat para siswa/mahasiswa berusaha untuk menginvestasikan dirinya, dengan masuk ke ekskul-ekskul, untuk menambah pengalaman mereka, karena itu, tidak hanya sekedar mengejar masa depan, tetapi ditambah dengan investasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Lalu, kalau ditanya tentang akhirat, adakah investasi yang cocok? Tentu begitu banyak jawaban yang bisa kita berikan. Tentu tidak asing lagi ditelinga dan mata kita tentang hadits yang menggambarkan tentang 'investasi kebaikan' yang bahkan tidak akan terputus, ketika kita telah meninggal. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Karena itu, kami menganjurkan anda untuk membaca faedah dari hadits tersebut lebih lanjut disini, http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3393-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html. Didalam hadits tersebut juga disebutkan tentang 'do'a anak yang sholeh', yang menyebutkan tentang keumataan seorang anak yang sholeh yang bisa memberikan kebaikan kepada orang tuanya melalui do'a yang mereka panjatkan. Di dalam hadits ini kita juga bisa mempelajari bahwa investasi ini bukan hanya melalui do'a saja, tetapi ilmu juga bisa diturunkan kepada anak, begitu juga dengan sedekah jariyah, bisa jadi hal-hal yang kita berikan pada anak digunakannya untuk ketaatan dan beribadah kepada Allah.

Dan tentu tidak pernah kami lupa untuk mengingatkan bahwa TAUHID dan IKHLAS, adalah kunci dari diterimanya amalan ibadah kita, termasuk investasi yang kita tanamkan, sudah seharusnya kita amalkan disertai dengan kebenaran aqidah dan keikhlasan kita agar amalan kita diterima oleh Allah.


Wallahu a'lam bishshowab
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.