Sabtu, 30 November 2013

Percaya Diri

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Di hari yang mulai dingin ini, saya menyempatkan diri untuk menulis lagi. Kesibukan yang begitu mengikat diri mengurangi kesempatan untuk menulis yang membutuhkan ide dan waktu yang panjang. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah tema tentang rasa percaya diri. Fine, sekarang coba kita pikirkan, yang manakah lebih baik, antara memiliki rasa percaya diri yang tnggi atau yang rendah? Tentu, semua orang akan memilih untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sayangnya tidak semua orang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Faktornya ada banyak, bisa saja karena didikan orang tua yang terlalu kritis dan mengharapkan kesempurnaan pada setiap karya anaknya, bisa juga karena faktor-faktor luar maupun dalam yang sebenarnya hal sepele, tapi karena dibiarkan terus-menerus menjadi sebuah karakter yang mengikat. Ehhm, tidak lupa kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah yang telah memberikan kita kemampuan, karena Allah telah berfirman, bahwa, "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tiin: 4) Kalau tahu Allah telah menciptakan kita dengan bentuk sebaik-baiknya, bukankah berarti tidak percaya diri alias minder adalah bentuk dari kufur nikmat, menurut nasehat dar seseorang. Lalu, apa yang terjadi jika kita kufur nikmat? Jawabannya ada pada firman Allah, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Ibrahim: 7) Karena itu, minder adalah hal yang tidak baik, karena minder tidak akan memperbaiki keadaan bahkan malah memperburuknya.

Lalu, bagaimana sih cara agar kita percaya diri? Jawabannya sebenarnya gampang, "Just do whatever you want, as long as you are doing it in the right way." The 'Right Way' yang saya maksud disini adalah halal dan tidak melanggar aturan dan norma-norma Allah dan RasulNya yang sesuai dengan pemhaman para salaf dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan juga tentunya tidak bertentangan dengan norma-norma sosial yang ada disekitar kita. Banyak orang ketika mau membiarkan jenggotnya panjang, atau memotong celananya agar tidak isbal, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bisa menambah potensi pada diri mereka terhenti karena tidak percaya diri. Mengapa? Karena mereka terlalu banyak memusingkan diri dengan mendengarkan pernyataan-pernyataan orang-orang disekitar mereka. Misalnya ada orang yang mau celananya tidak isbal, takut dikira orang kebanjiran, ada juga orang yang mau memanjangkan jenggot, tapi takut dikira teroris, ada juga orang yang melakukan ini dan itu, tapi takut dicela orang lain. Padahal, justru orang-orang yang melakukan hal 'yang berbeda' inilah yang membuatnya lebih mudah dikenal oleh orang lain, ingat bahwa berbeda tidak selamanya bertentangan dengan 'The Right Way' yang saya katakan diatas. Jadi, tidak sepantasnya kita menyerah begitu saja melakukan apapun hanya karena berbeda, atau karena mendengarkan omongan orang. Jika terlatih melakukan hal yang berbeda tersebut, maka kita akan mampu menumbuhkan sikap percaya diri kita pada hal tersebut. Hal ini juga berlaku pada semua hal yang kita lakukan dalam hidup, termasuk masalah belajar, berbicara, bahkan berjalan waktu kita masih kecil. Intinya kita terlalu takut pada resiko yang mungkin datang, padahal belum tentu itu akan terjadi.


Jadi Selebritis

Banyak orang yang begitu ingin dikenal oleh orang lain. Bahkan pada paragraf sebelumnya saya menyebutkan bahwa 'orang-orang yang melakukan hal 'yang berbeda' inilah akan membuat kita lebih dikenal oleh orang lain. Tapi, jangan sampai salah tanggap jika yang saya maksud adalah menjadi selebritis. Selebritis yang selalu masuk infotainment, yang sudah kehilangan privasi hidupnya, yang bahkan menjadi pusat perbincangan mulai dari kalangan bawah, menengah sampai keatas. Tapi, bukan itu tujuan hidup kita. Yang saya maksud dari dikenal orang lain ini, adalah agar mudah bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan atau tugas yang sesuai dengan kemampuan kita. Tidak hanya itu, dikenal disini bukan hanya berarti dikenal oleh penduduk 'dunia' tetapi juga dikenal oleh penduduk langit. Silahkan kunjungi blog seorang saudara kita yang tulisannya berjudul Selebritis Langit ini. Mereka para selebritis langit ini adalah orang-orang yang dikenal karena kekhususan amalannya yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Tentu hal-hal ini akan menjadikan kita iri dan ingin mendapatkan derajat yang sama di mata para penduduk langit.

Berusaha Untuk Dikenal Penduduk Langit dan Bumi

Ya, tujuan kita hidup jelas, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."(Adz-Dzaariyat: 56). Tapi, bukan berarti kita hanya berhenti sampai tahap menjadi selebritis langit saja. Tetapi juga mencari kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menjadi sukses di dunia. Mengapa begitu? Karena dengan begitu insya Allah orang-orang disekitar anda akan memandang bahwa kedekatan dengan Allahlah yang membuat anda berhasil, sehingga orang-orang akan terpanggil untuk ikut mengikuti apa yang anda tempuh. Bukankah Allah juga berfirman, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."(Al Qashash : 77). Terus terang, saya kadang merasa cemburu karena belum mampu menjadi teladan baik di dunia apalagi di akhirat. Dan tentu kita juga kadang merasa tidak enak, jika melihat para kaum kafir dan musyrik, termasuk yahudi, nasrani dan syiah yang 'sukses dalam hal dunia' dan menjadikan hal tersebut sebagai dongkrak yang bisa menambah nilai agama mereka dimata orang-orang yang lebih tertarik pada dunia ketimbang akhirat. Tentu, akan sangat mulia jika orang-orang menilai kita "Wah, si fulan luar biasa cerdas, pasti karena dia rajin beribadah kepada Allah". Namun, bukan berarti ini menjadi prioritas utama kita dalam beribadah, belajar, dan bekerja, karena sesungguhnya hanyalah amalan ikhlas sajalah yang mampu memberkan manfaat dan faedah kepada kita, tentu tidak lupa dengan senantiasa memperbaiki pemikiran kita yang mungkin terkontaminasi dengan berbagai pemikiran diluar sana.

Semoga bermanfaat, semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayahnya agar berada di jalan yang lurus, jalan yang Allah beri nikmat, bukan jalan mereka yang sesat dan dimurkai olehNya.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.