Kamis, 24 Januari 2013

Antara Pacar dan yang Duluan Melamar, Siapakah yang akan Memilikinya?

Berikut ini saya ceritakan sebuah kisah. Ada seorang pemuda sebutlah namanya adalah Ahmad. Mengapa menggunakan nama Ahmad, karena dia seorang muslim, saya hanya senang menggunakan karakter muslim di dalam fiksi saya, karena saya berharap setiap muslim bisa mengambil ibrah dari cerita yang saya buat ini. 

Cerita ini ketika Ahmad masih SMA, dia jatuh cinta kepada seorang wanita, sebut saja namanya Aminah. Seorang wanita shaleh yang tekun beribadah kepada Allah. Namun dibalik kesalehan Aminah, dia juga menyimpan rasa pada seorang lelaki, sayangnya lelaki tersebut bukanlah Ahmad. Dia adalah Husein, anak orang kaya yang orang tuanya ini seorang yang cukup terpandang di kota tempat mereka bermukim. Sebenarnya Husein ini anak yang biasa saja, tapi entah mengapa dia menjadi daya tarik sendiri bagi Aminah.

Ketika mereka berada di kelas 2, si Ahmad akhirnya memutuskan untuk menjadikan Aminah sebagai pacarnya. Namun, karena dia tahu di dalam Islam pacaran itu HARAM, maka dia pun mengajak Aminah untuk berta'aruf. Akhirnya pada suatu kesempatan, saat itu di sekolah mereka diadakan acara berbuka puasa, karena kebetulan waktu itu sedang bulan Ramadhan, si Ahmad menyatakan niat ini pada Aminah. Ternyata, si Aminah menolak ajakan si Ahmad, namun Ahmad tidak kecewa dengan keputusan Aminah ini, malah dia semakin kagum pada Aminah karena keshalehahannya membuat dia menolak Ahmad. Tapi, ternyata itu hanyalah apa yang dipikirkan Ahmad. Belakangan Aminah malah meminta kepada seorang temannya untuk mencomblangkannya dengan si Husein. Si Husein akhirnya menembak Aminah, dan Aminah pun menerimanya.

Kekecewaan pun menghampiri Ahmad, namun tidak membuatnya putus asa. Dia berdo'a kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang terbaik. Nah, suatu hari, dia ditawarkan untuk masuk ke sebuah pendidikan bahasa Arab saat tamat dari SMA, agar bisa melanjutkan untuk kuliah di Madinah. Tentu ini adalah tawaran yang sangat menarik untuk Ahmad. Hari demi hari pun dia habiskan untuk mempelajari ilmu Allah, tentu dengan ibadah yang luar biasa agar dia tetap mampu menjaga ilmu. Akhirnya dia pun memantapkan dirinya untuk masuk ke sekolah bahasa untuk belajar berbahasa Arab.

Dilain cerita, Husein dan Aminah tetap berpacaran, dan sampai akhirnya mereka lulus dari SMA. Ternyata ketika dilakukan tes untuk masuk ke perguruan tinggi, Husein memilih untuk belajar di kota lain. Akhirnya mereka pun akhirnya menjalani LDR selama beberapa tahun, tanpa tahu seberapa banyak dosa yang mereka kerjakan.

Suatu kali, Ahmad kembali terpikirkan tentang Aminah, ketika itu dia sudah lulus sekolah bahasa Arab. Dia berniat untuk menikah sebelum akhirnya mereka menuntut ilmu di Arab sana. Tapi, dia masih ingat tentang Husein yang masih menjadi pacar orang yang dicintainya.

Mungkin kehendak Allah memang lain, dia pun akhirnya memberanikan diri untuk melamar Aminah, dan hasilnya lamaran diterima oleh ayah dari Aminah. Jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam tentu Aminah sangat senang, sebentar lagi dia akan menjadi seorang ratu dalam istana, istana keluarga yang dibangunnya bersama suaminya kelak. Tak lupa dia ucapkan maaf atas perlakuannya kepada Ahmad dulu. Terhapus sudah semua kenangan bersama Husein 4 tahun lamanya.

Bagaimanakah nasib Husein? Tentu hatinya sakit tiada terkira, setelah pacaran lama, dan yakin akan menikah dengan Aminah, dia malah harus merasakan sakit hati karena didahuilui oleh teman satu sekolahnya. Semoga tidak ada yang mengalami hal yang sama.

Tentu kisah ini terkesan berputar-putar dan seperti sinetron, namun kisah ini mungkin saja nyata...
Namun, dari cerita ini ada beberapa kesimpulan dari saya...
Mereka yang akan menikah bukanlah yang pacarannnya lama...
Bukan juga mereka yang sudah saling mengenal tentang sifatnya...
Bukan juga mereka yang saling tertarik karena sama-sama elok rupa...
Tapi lelaki yang paling pertama melamar, dan diterima lamarannya...
Juga wanita yang tidak mempersulit maharnya...
Wahai muslim, tidak ada yang bisa menjamin jodohmu kecuali Allah yang telah menuliskannya...
Jauhilah pacaran, agar kau tak mendatangkan murkaNya...
Karena telah melanggar laranganNya untuk mendekati zina...

(Hanya sebuah cerita fiksi, jika ada kesamaan pada nama dan tokoh sesungguhnya ini hanyalah sebuah kebetulan belaka - Diambil dari sebuah kisah nyata dengan banyak perubahan *tapi itu bukan kisah saya loh, hehehehe)
Read More

Senin, 21 Januari 2013

Tafsir Surah Al-Ikhlas Bag. 5 - Tafsir Ayat 4

Bismillahirrahmanirrahim~... Kali ini saya ingin melanjutkan catatan tentang Tafsir Surah Al - Ikhlas yang saya dapatkan dari kajian Bro. Nouman Ali Khan. Beliau ini sangat luar biasa, beliau membuat kajian tafsir setelah membaca banyak tafsir sebelumnya, jadi pandangan dalam kajian beliau tidak hanya pada tafsir itu-itu saja. Berikut ini adalah lanjutan-lanjutan tafsir sebelumnya. Untuk tafsir sebelumnya bisa dilihat disini.



Tafsir ayat keempat

Wa lam yakun Lahu kufuwwan ahad
Dan tidak seorangpun yang setara denganNya.

Kufuw-pasanganmu, mungkin bisa dikatakan orang yang seimbang denganmu ketika berkelahi.

Seseorang yang se'kufu' setara denganmu dalam kedudukan, atau selevel denganmu. Hal ini biasanya digunakan untuk pasangan nikah.

Di dalam bahasa arab, bahasa yang normal digunakan adalah wa lam ya kun ahadun kufuwwan lahu. Inilah bahasa arab normal yang seharusnya digunakan. Tetapi, pada ayat ini berbeda, dan posisi Allah(kata La hu adalah pengganti kata Allah) terletak didepan. Hal ini banyak terdapat dalam bahasa arab.(maafkan keterbatasan saya untuk menjelaskan hal ini). 

kata Lahu yang berarti  untuk Allah adalah taqdim, diletakkan apda awal bagian untuk menjelaskan keutamaan. Tidak seorangpun bagiNya(La hu) yang setara(kufuw) denganNya.

Ahad berarti permulaan, yakni seseorang yang pertama dan tidak ada keduanya. Tidak satupun yang setara, tidak satupun yang lebih tinggi dariNya. Dan setiap hal yang Dia ciptakan punya pesaing, bahkan lebih baik dari orang tersebut, tetapi tidak seorang pun yang bisa menyamai Allah dan keEsaanNya.

Fungsi surah ini: Bagian pertama menjelaskan tentang keesaan Allah
Ayat kedua menjelaskan tentang rahmat dan kasih sayangnya karena telah Dia memberikan kita pertolonganNya.
ayat ketiga menjelaskan tentang kebebasan Allah dari kelemahan-kelemahan, karena mempunyai anak adalah sebuah kelemahan.

Lihatlah manusia yang menua, ketika anaknya tumbuh dewasa, dirinya makin renta, maka ada seseorang yang lebih kuat darinya.

Allah terbebas dari kebutuhannya, termasuk kebutuhan untuk beranak.

Surah ini pada kesimpulannya adalah surah paling penting untuk dipelajari anak kita.

Kita ketahui bahwa Allah menolong kita saat membutuhkanNya karena tak seorangpun yang bisa menghalangi Dia dari menolong dan mengabulkan doa kita.

Surah an-Najat - surah ini menolong kita dari kesusahan dan kesedihan, dan api neraka, dan hal inilah yang menyebabkan para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat mencintai surat ini.

Sesungguhnya hanya Allah yang berkuasa untuk memberikan taufiq dan hidayahNya.

Sumber: Dari website LinguisticMiracle yang berisi catatan dan kajian Bro. Nouman Ali Khan bagian tafsir juz amma - surah Al-Ikhlas

Read More

Tafsir Surah Al-Ikhlas Bag. 4 - Tafsir Ayat 3

Bismillahirrahmanirrahim~...
Akhir-akhir ini saya udah jarang nulis nih. Alhamdulillah, akhirnya Allah memberikan kesempatan dan keinginan buat nulis lagi. Hari ini saya ingin membuat catatan tentang Tafsir Surah Al - Ikhlas yang saya dapatkan dari kajian Bro. Nouman Ali Khan. Beliau ini sangat luar biasa, beliau membuat kajian tafsir setelah membaca banyak tafsir sebelumnya, jadi pandangan dalam kajian beliau tidak hanya pada tafsir itu-itu saja. Berikut ini adalah lanjutan-lanjutan tafsir sebelumnya. Untuk tafsir sebelumnya bisa dilihat disini.


Tafsir ayat ketiga.
Lam yalid wa lam yuulad.


Lam- bentuk lampau yang digunakan untuk menyangkal.

Lam digunakan dalam artian untuk menghilangkan semua bentuk kelahiran yang berhubungan dengan Allah di masa lalu, dan segala hal seperti Allah mempunyai anak perempuan(para malaikat seperti kata para kaum musyrikin), atau Allah mempunyai anak laki-laki (Jesus, atau Uzeir), seperti apa yang dikatakan oleh para kaum Yahudi dan Nasrani di Madinah, maka ayat ini menghilangkan keraguan atas pernyataan tersebut. Dengan penggunaan bahasa ini Allah mencoba menerangkan untuk meyakinkan bahwa hal ini tidak pernah terjadi.

Mempunyai anak berarti seseorang akan memiliki saingan, bukan? Karena itu tidak mungkin Allah memiliki anak.

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.(Al-An'am: 101)

Allah tidak membagi sifat-sifatnya pada makhluk-makhluknya.
Jika kita terlahir, itu berarti kita memiliki permulaan. Hal ini berarti bahwa kita tidak abadi, berbeda dengan Allah.

Alasan mengapa manusia melakukan syirik

Argumentasi: Ketika pengadilan terjadi, maka para malaikat dan roh-roh suci akan menjadi perantara antara kita dan Allah.

Inilah salah satu penyebab terjadinya syirik, karena seseorang mungkin ingin melakukan hal yang ingin dia lakukan, tetapi dia ingin berlindung di belakang sesuatu yang dekat dengan Allah untuk melindungi dirinya dari murka Allah. Orang ini bahkan terus mencoba untuk menyenangkan dan terlalu memuja perantara tersebut, dengan begitu sang perantara akan menjadi orang yang akan membelanya di pengadilan Allah. Hal yang luput dari pengetahuan orang-orang ini karena dia tidak tahu bahwa Allah akan mengampuni siapapun yang Ia kehendaki kelak, dan tidak akan mengampuni orang-orang yang mencoba mencari pertolongan selain dariNya. Inilah orang-orang yang tertipu oleh syaithan. Seharusnya mereka berlindung kepada as-Samad, tempat bergantung segala sesuatunya. Ketergantungan kita pada Allah akan melindungi kita dari kesyirikan untuk bergantung kepada selainNya.

Sesungguhnya hanya Allah yang berkuasa untuk memberikan taufiq dan hidayahNya.


Sumber: Dari website LinguisticMiracle yang berisi catatan dan kajian Bro. Nouman Ali Khan bagian tafsir juz amma - surah Al-Ikhlas



Read More

Sabtu, 19 Januari 2013

Pertemuan denganmu bagaikan salju di malam jum'at kemarin

Pertemuan denganmu bagaikan salju di malam jum'at kemarin. Judulnya seperti ini, karena malam jum'at kemarin tiba-tiba saja salju mengguyur Fukuoka, tempatku tinggal saat ini, yang sebelumnya tidak pernah kusaksikan terjadi hujan salju selebat ini dalam hidupku. Begitu sebentar namun begitu bermakna. Mungkin ini yang ingin sampaikan kepada beberapa orang yang pernah kutemui dalam hidup. Karena pertemuan dengan yang begitu singkat mampu mengubahku menjadi lebih baik. Mungkin benar sebuah perkataan yang pernah kubaca dari seseorang, setiap pertemuan dengan seseorang adalah pelajaran, disaat yang lain adalah datang membawa rahmat. Disaat seseorang datang untuk mengajarkanmu tentang kebaikan, maka kemungkinan disaat yang lain datang juga orang yang memberikan kita cobaan, untuk bersabar dan mengaplikasikan kebaikan tersebut. Tentunya hal ini tidak terlepas dari kehendak Allah.

Tentu tidak mudah bagi kita untuk menjadikan setiap kejadian yang terjadi disekitar kita sebagai pelajaran. Tapi, kita harus terus berusaha berpikir positif pada Allah, walau kadang terseret pada kondisi yang menyimpang dari yang seharusnya. Tentu, kita semua sadar bahwa tidak semua orang terlahir dalam keadaan sabar. Tapi, tetap saja kita tetap harus belajar untuk menjadi sabar. Bukankah begitu banyak hadiah yang telah disiapkan untuk orang-orang bersabar.

Ketimbang berpikir tentang yang buruk, mungkin lebih baik kalau kita membicarakan yang baik. Tentu, tidak selamanya kita terlahir menjadi orang yang baik. Akuilah, bahwa di dalam diri kita juga terdapat banyak keburukan. Tapi, setelah bertemu berbagai macam orang di muka bumi, lambat laun kita berusaha untuk memperbaiki diri. Tak bisa dipungkiri jika kita masih memiliki sifat buruk, yah namanya juga manusia. Namun, karena itulah kita terus berusaha untuk bertaubat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“Setiap anak Adam pasti sering melakukan dosa dan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang rajin bertaubat”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, hasan). 

Di dalam surah Asy-syams  Allah bersumpah dengan menggunakan 11 benda yang menandakannya pentingnya pemberitahuan setelah sumpah tersebut, seperti halnya pada surah-surah lain seperti al-ashr, al buruuj, at thariq, dll. Dan diakhir sumpah itu, Allah mengakhirinya dengan 3 ayat, "maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." Menggambarkan pentingnya membersihkan jiwa.
Karena itulah, tidak hanya terkesan pada pertemuan singkat dengan orang lain yang membuat kita untuk belajar dengan kebaikan dan keburukan disekitar kita, kita juga harus membentuk diri kita agar pertemuan kita dengan orang lain yang singkat terasa begitu bermakna. Dan kita juga terus berusaha untuk menyucikan jiwa kita. Agar kita menjadi orang yang menghadap dengan qalbun salim, hati yang bersih dari kesyirikan dan kemaksiatan lainnya.

Wa billahi taufiq wal hidayah

Manusia kadang seperti salju, datang menyenangkan hati sebagian manusia...
Disisi yang lain membuat orang yang kedinginan menderita...
Namun akan selalu membuat hati ceria...
Hati orang-orang yang bersabar untuk menikmati sejuk dan indahnya...
Read More

Selasa, 15 Januari 2013

Dilema pemuda jatuh cinta...

Tahap belum kenalan

-hanya sekedar lirik2 tapi ada keinginan untuk kenalan...
-mencoba mencari namanya, melalui temannya atau teman sendiri
-kalau tidak bisa tetap cari cara yg penting bisa dapat namanya
-kalau sudah dapat sudah saat pdkt padanya

Tahap pdekate

-berusaha mengenal lebih jauh tentang hal yg disukainya
-berusaha berhati2 supaya tidak melakukan hal yg dibenci wanita...
-tanpa sadar kau ditarik ke dalam dunianya...

Tahap penembakan

-kau berusaha untuk mencari waktu untuk berduaan dengannya
-berusaha untuk menarik hatinya
-berusaha untuk menjadi yg terbaik baginya

Jika ditolak

-kau hanya akan dibuat depresi olehnya
-membuatmu jatuh kedalam keputus asaan
-tak jarang kau malah jadi lebih buruk dari sebelum kau mengenalnya

Jika diterima

-selamat datang di perzinahan gaya baru
-jika lepas dari perzinahan kita tetap mendekatinya, tanpa tahu kapan akan terjerumus kedalamnya

Jika putus ditengah jalan

-rasanya menyakitkan
-hidup serasa tak ingin dilanjutkan
-lebih baik jika ajal dipercepatkan
-kalaupun bisa move on hanya akan mengulang sirkulasi yg sama dan tak dapat terhentikan

Jika kau teruskan ke pelaminan dan bertaubat Alhamdulillah...

Jika kau teruskan ke pernikahan namun belum taubat maka bertaubatlah...

Jika masih kau teruskan dan menunda pernikahan maka percepatlah...

Jika kau hanya main2 saja, putuskan, minta maaf dan bertaubatlah...

Hanya kepada Allah kita mengharapkan hidayah...

Cinta yg berdasarkan pada pemalsuan diri...
Takkan memberikan kebahagiaan yg abadi...
Cinta pada lawan jenis yg tak dihalalkan...
Takkan memberikan keberkahan...


Read More

Jumat, 04 Januari 2013

Pemuda Fase Awal => Rentan Galau~...

Ada masanya, dimana seorang pemuda selalu cemas tentang masalah siapakah pendamping hatinya. Namun, pada suatu titik puncak, mereka akan sampai pada pemahaman 'bagaimana cara saya mendapatkan yang terbaik? Yaitu dengan memperbaiki diri sendiri, dan berusaha menjadi yang terbaik agar mendapatkan yang baik(sesuai dengan isi surah An-Nuur ayat 26)'.

Mungkin, saat ini saya masih berada pada fase awal, dimana pencarian jati diri, harus bagaimana, mencari yang bagaimana, tapi pada fase lanjut, seiring berjalannya waktu, maka keinginan ini akan mulai hilang sedikit demi sedikit, seiring bertambahnya keyakinan "tahan dirimu, jodoh di lauful mahfudz tidak akan pernah tertukar".

Fase awal selalu menjadi masa-masa paling rentan, karena masih penuh dengan kelabilan dan perubahan di masa depan, karena itulah, pada masa ini seorang pemuda harus selalu berhati-hati agar tidak terjatuh kepada hal-hal yang tak seharusnya. Dimana orang-orang disekitarnya berpacaran, sedangkan saya sedang berjuang untuk tidak melakukan hal yang sama. Tidak jarang, perasaan untuk mengikuti mayoritas ada di dalam hati.


Sudah banyak sekali fakta yang membuktikan, bahwa orang-orang akan cenderung mengikuti arus, ketimbang harus melawannya dengan kekuatan sendiri. Semua orang mau santai, mau berada pada zona aman, tidak suka dengan pertentangan. Tapi, jika pertemanan berarti diinjak-injak, ini sama saja dengan menurunkan harga diri. Maka, tidak selamanya kita harus membaur bagai air dengan keadaan sekitar, tetapi menjaga diri agar tetap berada di dalam lingkar kebenaran, yang membawa kita pada proses pembentukan menjadi manusia yang terbaik.

Galau, adalah kata-kata yang paling sering disematkan pada pemuda yang sedang mencoba untuk mencari jati diri, kebingungan karena tanpa kekasih, atau ketika masalah menghampiri. Tapi, bukankah kegalauan adalah bagian dari hidup, lalu mengapa kadang kita mengolok-olok orang yang sedang galau, bukankah seharusnya kegalauan mereka menjadi ladang amal bagi kita untuk menunjukkan yang benar?

Dan bagi yang sudah menikah, hendaklah untuk bertoleransi dalam asmara. Janganlah terlalu sering memanas-manasi pemuda, karena bisa jadi justru hal itu malah mengarah pada kehancuran, karena melakukan sesuatu tanpa persiapan. 

Ya, cobaan ini harus kulalui. Untuk fase-fase selanjutnya, mungkin belum sanggup kuisi karena belum kulalui.

What doesn't kill you, will make you stronger. Fa inna ma'al usri yusra, inna ma'al usri yusra. #hanya pengen corat coret, coretan akhir pekan...
Read More

Selasa, 01 Januari 2013

Satu Januari 2013

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Hari ini, tanggal 1 Januari 2013. Bagi orang-orang kebanyakan, mereka merayakan atas bergantinya tahun masehi ini. Banyak yang menyalakan mercon, kembang api, dll. Banyak juga yang tinggal sampai larut malam untuk menonton. Tapi, bukan itu yang saya ingin bicarakan. Ada banyak hal yang terjadi di tahun 2012, baik yang baik-baik maupun buruk-buruk. Tidak jarang, orang-orang yang memasuki 2013 menjadikan waktu ini sebagai titik nol mereka untuk menjadi lebih baik.

Tapi, sebagai seorang muslim, kita senantiasa berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. Namun, akan ada batas-batasan dimana kita akan mengalami masa-masa futur atau dalam masa dimana iman sedang mencapai palung yang terdalam. Hal yang biasa kita sebut futur ini adalah hal yang berbahaya jika tidak ditangani dengan cara yang sesuai dengan sunnah.

Diantara cara-cara penanganan yang tepat untuk hati yang futur adalah sebagai berikut

1). Memperbaharui keimanan.
Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
3). Ikhlas dan takwa.
4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
7). Mencari teman yang baik (shalih).
8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9). Sabar dan belajar untuk sabar.
10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah.[1]

Mungkin, solusi-solusi diatas justru terlihat sulit. Maka hal ini adalah dari syaithan yang ingin membiarkan kita berada dalam posisi futur, galau, bingung, lalu menyesatkan kita dengan cara-cara yang bathil. Padahal, Allah sendiri telah berfirman,

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.(Adh-Dhuha: 7)
Jadi, futur itu adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi tidak jarang, orang yang futur akan jatuh ke palung yang paling dalam yang menjerumuskan dirinya ke dalam hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Maka, hal seperti inilah yang bisa menjauhkan kita dari Allah. Penyebab utamanya adalah karena tidak adanya usaha untuk meraih hidayah tersebut. Bagaimana mungkin kita mendapatkan petunjuk dari Allah jika kita hanya berpangku tangan dan tidak berusaha. Allah memerintahkan Nabi Nuh A'laihissalam untuk membuat kapal saat Dia ingin mengirimkan bencana, padahal mudah bagiNya untuk menyelamatkan Nabi Nuh dari adzab yang Dia berikan pada kaum Nabi Nuh. Hal ini karena setiap kejadian mesti ada sebab. Dan sebab dari selamatnya nabi Nuh Alaihissalam adalah dengan membuat kapal. Maryam bin Imran diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma walau dengan sedikit kekuatan, walaupun mudah baginya untuk menjatuhkan kurma tersebut, tapi Allah memerintahkan hal tersebut agar ada sebab dari jatuhnya kurma tersebut, dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Karena itulah, setiap hari kita butuh refleksi diri untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik. Dengan begitu Allah akan melihat 'sebab' agar bisa mengubah kita menjadi lebih baik juga. Karena setiap amalan perbuatan kita akan dilihat olehNya. Karena itu, tetap berusaha dan hilangkan futur. Agar tetap istiqamah menuju jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, bukan jalan orang yang dimurkai dan disesatkan. Karena itu, salah satu hal yang baik untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan jahiliyah dalam merayakan tahun baru yang lebih dekat kepada meniru kepada orang-orang musyrik di malam tahun baru, atau perayaan-perayaan lainnya. Ingat, 

“Barang siapa meniru/menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Wa billahi taufiq wal hidayah 

[1] Diambil dari artikel http://almanhaj.or.id/content/2351/slash/0/penuntut-ilmu-tidak-boleh-futur-tidak-boleh-putus-asa-dan-waspada-terhadap-bosan/
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.