Selasa, 31 Desember 2013

Salah Satu Metode Belajar Kalkulus (Matematika)

Suatu hari saya memiliki masalah untuk mengerti soal kalkulus, lalu saya pun mendatangi ruangan sang dosen untuk konsultasi dan bertanya cara untuk mengerjakan. Setelah menjelaskan kembali metode untuk menyelesaikan soal tersebut, beliau menyuruh untuk mengerjakan soal tersebut, dan beliau memberi tahu kalau jawabannya salah, dan menyuruh untuk mengerjakan yang soal yang sama lagi, sampai beberapa kali lagi. Tujuannya, agar saya bisa mempelajari kesalahan saya, dan akhirnya saya pun menemukan kesalahan saya sendiri. Tapi terkadang, jika belum mampu menyadari kesalahan, saya akan bertanya langsung kepada sang dosen agar diberikan pencerahan.

Metode yang sama juga pernah dilakukan oleh Rasulullah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk masjid. Kemudian bersamaan dengan itu ada orang yang juga masuk masjid. Orang ini pun melakukan shalat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan salam. Setelah menjawab salamnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang ini, “Ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat dengan benar.” Orang ini pun kembali melakukan shalat seperti shalat sebelumnya. Selesai shalat, beliau mengahampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan salam dan dijawab oleh Nabi. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menyuruh yang sama: “Ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat dengan benar.” Dan itu terjadi sampai tiga kali. Sampai akhirnya, orang inipun menyerah. Dia mengatakan, “Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan membawa kebenaran, aku tidak mampu shalat yang lebih baik dari ini, karena itu, ajarilah aku.” Beliau pun mengajari sahabat ini:

إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا…..

“Apabila kamu shalat, bertakbirlah kemudian baca ayat Alquran yang kamu hafal, kemudian rukuklah sampai kamu betul-betul thuma’ninah ketika rukuk….” (HR. Bukhari 724 dan Muslim 367).*

Salah satu faedah dari hadits diatas adalah, di antara bentuk kebijaksanaan dalam memberikan pengajaran adalah meminta siswa (orang) yang berbuat kesalahan untuk mengulangi pebuatannya, agar orang yang berbuat kesalahan tersebut dapat memperhatikan dan menyadari sendiri kesalahannya untuk kemudian dapat melakukan koreksi dan perbaikan dengan sendirinya, khususnya jika kesalahan itu jelas dan tampak nyata, yang tidak sepantasnya untuk diperbincangkan. Dan boleh jadi ia memang lupa, maka hendaklah ia mengingatnya kembali.**

*http://abangdani.wordpress.com/2013/04/15/tidak-pernah-mengetahui-tentang-hukum-junub-wajibkah-mengulangi-shalat/
**38 Teknik Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam Mengkoreksi Kesalahan Orang Hal 165
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.