Selasa, 11 Februari 2014

Ketika Lamaran Ditolak

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Mungkin, ada banyak hal yang kita pikirkan ketika kita berada di posisi seperti ini. Mungkin kecewa? Mungkin juga bersedih. Tapi yang pasti, perasaan kita serasa terlepas. Banyak orang yang menganggap melamar seorang wanita adalah hal yang sangat sulit. Apalagi jika mereka masih berada tinggal pada lingkungan dimana pacaran adalah hal yang lumrah. Karena itulah keberanian untuk melamar seseorang itu adalah hal yang luar biasa. Tapi, melakukan hal ini bukanlah untuk pamer-pameran atau jago-jagoan, karena menikah bukanlah hal yang mudah. Begitu banyak hal yang harus dipikirkan, karena menikah itu bukan hanya masalah 'kita', tetapi juga masalah 'kita dan keluarga'. Untuk itu, perlu banyak hal yang dipertimbangkan sebelum melamar orang lain.

Pada pengalaman yang akan kami ceritakan ini, akan kami berikan sedikit gambaran pengalaman kami, pengalaman 'ditolak' oleh orang yang kami lamar. Awalnya kami hanya bertemu beberapa kali, tapi karena adanya rasa tertarik, kami berusaha untuk mencari informasi tentang wanita ini. Akhirnya berbagai kalangan dilibatkan, mulai dari anak muda, sampai ibu-ibu yang memiliki potensi untuk memberikan informasi. Akhirnya setelah mendapatkan beberapa informasi, kami membulatkan tekad dan keputusan kami, termasuk dengan beristikharah kepada Allah.

Akhirnya pada suatu ketika, kami meminta untuk bertemu dengan sang calon, kami meminta kepada sang calon untuk membawa beberapa orang teman, karena tidak memungkinkan bagi kami untuk melakukan pembicaraan dengan 'dia dan keluarga', karena situasi kami berdua yang jauh dari orang tua. Akhirnya kami pun bertemu dan membicarakan banyak hal yang berhubungan dengan masa depan kami. Namun, dari apa yang kami amati, sang wanita masih belum berpikir tentang hal itu, jadi sangat sulit untuk menentukan respon dari dia.

Setelah itu, kami kembali bertemu dan membicarakan banyak hal dengan harapan dia menjadi lebih siap untuk memikirkan hal tersebut. Beberapa hari setelah itu, si wanita memutuskan untuk beristikharah dan sebagai hasil akhirnya meminta untuk menyiapkan CV untuk disampaikan kepada orang tuanya. Tapi, Alhamdulillah alaa kulli haal, pada keesokannya harinya ternyata dia membatalkan dengan alasan tidak ingin menyampaikan ke orang tuanya tentang hal tersebut, karena kami belum mendapatkan pekerjaan. Ada perasaan kecewa, ada juga perasaan bersyukur.

Begitu banyak hal yang harus kita syukuri di dunia ini, termasuk kesempatan hidup, dan juga pengalaman hidup. Apa yang kami dapatkan dari pengalaman kami ini adalah hal yang baik, karena pertemuan kami dengan wanita ini membuat kami menjadi lebih dewasa. Terus terang, kami adalah orang yang masih sering menghabiskan waktu untuk hal-hal yang jauh dari manfaat, tapi setelah bertemu dengan wanita ini, kami menjadi lebih menyibukkan diri untuk berpikir tentang masa depan kami, dan wanita ini, calon makmum kami.

Keinginan untuk menikah sudah ada jauh sebelum ini, lebih tepatnya sekitar 2 tahun yang lalu. Apalagi situasi dan kondusi kami di negeri Jepang, membuat kebutuhan untuk menikah itu tinggi. Mengapa? Karena begitu banyak fitnah yang kami dapatkan disini. Tapi ternyata Allah belum mentakdirkan kami untuk menikah. Kami hanya bisa bersabar dan belajar untuk menerima segala takdir yang telah Allah tentukan kepada kami. 


Wa billahi taufiq wal hidayah
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

4 comments:

Lutfiana Sari Ariestien mengatakan...

salut sama farid.
nggak papa lah, pengalaman pasti akan jd sesuatu yg sangat berharga krn banyak hikmahnya. bukan menghibur, tp memang kenyataannya seperti itu :)

smoga suatu hari, yg jadi jodohnya farid, sholehah, cantik lahir batin. semoga waktu itu farid amat sangat lebih bijak dan dewasa dibanding sekarang.

farid maricar mengatakan...

Makasih mbak Lutfi... :)

Semoga mbak Lutfi juga mendapatkan jodoh yang baik, shaleh, tampan lahir batin. :)

Anonim mengatakan...

Sudah saya lihat Mas Farid sesuai permintaan...
Yang sabar ya.... puk..puk.. Mas Farid

Soeprijatna Wiradibrata mengatakan...

Sama.. Akupun mengalaminya..

Diberdayakan oleh Blogger.