Rabu, 20 Agustus 2014

Keberhasilan Ditentukan oleh Cinta

Bismillahirrahmanirrahim

Dulu, saya pernah berusaha untuk belajar bahasa Arab dasar. Namun, setiap kali mencoba memulai, hanya baru 15-30 menit mendengarkan kelas (dalam bentuk audio), saya sudah tertidur pulas (cocok nih buat dijadiin obat tidur). Setelah berkali-kali mencoba saya menyerah. Apalagi kesibukan mulai melanda. Tapi akhirnya saya mencobanya lagi karena libur. Dan kali ini saya harap lebih mantap. Setelah introspeksi diri, ahh ternyata mungkin tekad saya yang kurang, atau mungkin doa saya yang masih kurang. Karenanya, saya mau mencoba mengubah niat, menambah usaha dan doa, dan bertawakkal pada Allah. Melihat masalah yang ada, saya pun bertanya kepada sahabat saya. Karena beliau lebih berpengalaman masalah belajar bahasa Arab otodidak. Bahkan buku yang saya pakai untuk belajar pun disarankan dan dibelikan oleh dia. Sisanya, tinggal mencari audionya yang banyak berseliweran untuk dicari di Yufid.com.

Beliau ini hebat, dalam waktu singkat, beliau bisa menambah banyak hapalan Qur'an, belajar bahasa Arab, belajar bahasa Jepang, dan menyelesaikan studinya (disini) sekaligus. Mungkin juga ditambah dengan mendengarkan kajian di kala sedang lapang. Who knows? Karenanya saya ingin bisa sepertinya. Lalu saya pun bertanya, gimana caranya belajar bahasa Arab? Dan beliau pun memberikan saran agar bersabar dalam belajar tahap awal. Memang seperti itulah ilmu, ketika memulai dari dasar, akan banyak tantangan yang akan dihadapi. Tapi seiring berjalannya waktu, semuanya akan terasa mudah, insya Allah.

Saya pun teringat ketika saya harus meneruskan kuliah disini. Hal ini mungkin sudah berulang kali saya tulis. Jadi ceritanya saya harus meneruskan kuliah disini (Universitas Kyushu) sebagai mahasiswa Teknik Sipil. Padahal, saya adalah lulusan IPS dari SMA. Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa saya bisa lulus. Saya sendiripun sebenarnya ingin bertanya hal yang sama. Tapi biarlah itu menjadi misteri hii hii hii hii. Tapi, saya teringat sebuah perkataan, "Kau tidak perlu risau memikirkan tentang bagaimana mungkin kau bisa lulus, tapi yang perlu kau pikirkan saat ini adalah tanggung jawab karena telah diberi amanah berupa kelulusan". Ini adalah sebuah quotes yang saya modifikasi sedemikian rupa, yang saya dengar dari sebuah Anime.Tidak mau, tidak mau, tidak mau. Mungkin itu adalah tanggapan pertamaku ketika menerima kenyataan harus kuliah di Jepang. Mengingat bahasa inggrisku yang masih dibawa standar. Dan yang lebih heboh, yah itu tadi, karena saya harus banting stir dari IPS ke Teknik. Mau tidak mau saya harus belajar matematika dari dasar. Saya bahkan tidak tahu apa itu sin cos tan 90. Satu hal, saya jago dalam menghapal, tidak dalam menghitung.

Lalu, bagaimana cara melalui semua ini. Katanya sih mesti sabar, tapi jujur saya orangnya kurang sabaran. Tapi Alhamdulillah, semua bisa berlalu step by step, walaupun banyak sekali rintangan yang menghadang. Lalu, apa kuncinya? CINTAAAA. Itu sih kata ibu saya. Katanya, kalau kita mencintai sesuatu maka kita akan bisa menaklukkannya. Karena rasa cinta itu, kita pasti akan bisa bersabar untuk menjalani proses. Karena rasa cinta itu, maka kita akan melakukan effort lebih untuk melakukan suatu hal. Karena rasa cintalah, kita akan mampu melupakan semua hal negatif dalam hal yang kita lalui. Proses belajar memang susah, kuliah kalau ada tugas yang membuat kepala pusing tujuh keliling, eksperimen yang tidak jarang terjadi kegagalan di dalamnya, atau proses penulisan yang kadang disapu bersih sama si bos. Tapi, kalau ada CINTAAAA, semuanya akan dilalui dengan indah. Susah senang akan membuat hati berbunga-bunga. Dan insya Allah akan berbuah keberhasilan.

Akhirnya, hasil yang sesungguhnya bisa saya dapatkan ketika saya ikut ujian masuk program Master di Kyushu University. Saya sangat-sangat tidak pede dengan yang namanya ujian. Karenanya, saya sebenarnya sudah pesimis dengan ujian tersebut. Dan diluar dugaan, saya bisa lulus dengan nilai yang bagus (kata sensei sih gitu, nggak tau aslinya gimana), yang mungkin kalau sudah gagal, saya sudah siap pulang untuk buka usaha jadi penjual Mango Lassi di Makassar (ini satu-satunya minuman enak khas India yang belum pernah saya temukan di Makassar). Saat saya lulus, hal yang dikatakan ibu saya adalah "Gimana? Kamu sudah jatuh cinta kan dengan teknik sipil?". Saya hanya diam, karena kadang cinta yang ikhlas itu tidak bisa dirasakan atau ungkapkan dengan jelas, tapi effort dan usahalah yang menggambarkannya dengan jelas. Kayak main game yang berkali-kali kalah, tapi masih main juga, namanya juga cinta, pantang yang namanya menyerah.

Begitu juga dengan semua pelajaran yang kadang bikin ngantuk, bikin bosan, dan tentu juga pelajaran yang kita tidak bisa kita taklukkan, semuanya bisa diselesaikan dengan menumbuhkan cinta padanya. Karenanya, saya sekarang tidak percaya lagi dengan kata 'jatuh cinta', semuanya tentang bagaimana mem'bangun cinta'. Karena setiap orang punya kesempatan dan kemampuan yang sama, karena kita semua terlahir dari nol, tanpa tahu apa-apa. 
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (An-Nahl: 78)

Jadi, sekarang semuanya tergantung pada kita bagaimana membangun cinta pada apa yang kita ingin capai, kita ingin pelajari, dll.

Termasuk dengan 'kehidupan kedua', dimana semuanya akan kekal abadi selamanya. Betapa banyak diantara kita yang terlalu mudah menyerah dalam menjalankan sunnah, dan menampakkan keislaman kita karena takut cemoohan orang-orang. Hal ini karena kita melakukannya dengan terpaksa, bukan dengan cinta. Karenanya cintailah orang yang kita ikuti tersebut (Rasulullah), dan cintailah Allah agar ketaatan ini tidak dilakukan dengan terpaksa, yang menyebabkan kesia-siaan.

Sekian dulu curcol saya hari ini...Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik dan hidayah, dan memberikan kita kemampuan untuk mencintai diri, orang lain, Allah dan RasulNya, agar mampu memotivasi diri untuk melakukan hal-hal baik yang juga kunci untuk mencapai keberhasilan dunia dan akhirat. 
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.