Kamis, 11 Desember 2014

Membaca Cepat

Mungkin anda tidak memperhatikan bahwa hampir di setiap tulisan yang saya tulis di facebook, dalam satu kalimat ada saja kata yang sangat penting hilang. Tetapi, ada beberapa orang yang memberikan jempol pada tulisan tersebut tanpa memberikan kritikan. Kemungkinannya ada dua, apakah beliau memberikan jempol dengan sukarela, bisa juga karena beliau membaca kelompok kalimat. Artinya, ketika membaca beliau tidak membaca per kalimat, tetapi membacanya per beberapa kalimat. Hal ini sangat efektif karena akan memudahkan kita untuk memahami sebuah paragraf tanpa menghabiskan waktu lebih. 
Katanya membaca cepat itu bisa mengurangi pemahaman. Tapi kenyataannya tidak begitu. Kurangnya pemahaman justru karena ketika membaca kita 'gagal fokus', bukan karena terlalu cepat membaca. Kalaupun memang membaca cepat itu bisa mengurangi pemahaman, maka itu berarti kita butuh latihan agar bisa terbiasa untuk membaca cepat.

Untuk meraih keberhasilan dalam membaca cepat, tentu hal ini juga perlu latihan. Pertama-tama kita coba dengan membatasi akan membaca per beberapa baris, lalu ditingkatkan menjadi satu paragraf, dstnya. Untuk lebih efektif lagi, gunakan timer untuk membatasi diri anda, karena hal ini juga bisa meningkatkan kemampuan kita untuk membaca cepat.

Selain itu, berikut ini ada beberapa tips agar kita mampu membaca cepat:

1. Tinggalkan teknik membaca dengan lisan, lakukanlah dengan membaca dengan hati
2. Gunakan pengetahuan bahasa Anda, seperti pola, kalimat, logika berpikir, kata perangkai kalimat, dan kata kunci (keywords). Sebaliknya, hindari kata-kata tugas karena tidak pentng untuk pemahaman. Cara ini bisa menghemat 10-50% kata2 yang tidak penting.
3. Gunakan gerakan mata, bukan gerakan kepala.
4. Terapkan pengetahuan membaca yang Anda dapat, yaitu previewing, scanning and skimming.
5. Biasakan diri dengan deadline waktu. Adanya tekanan waktu (time pressure) akan membantu anda untuk lebih konsentrasi pada materi bacaan.
6. Cara terbaik membaca adalah dengan mata dan otak (konsentrasi), bukan dengan lisan (bicara), gerakan kepala, atau memakai jari. Slogan yang perlu diingat: " Bacalah ide pada teks, bukan kata-kata".

*hasil serapan dari sebuah buku, Smart Reading for Muslim yang diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Musa Asy-Syarif
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.