Kamis, 20 Februari 2014

Mobil

Mobil...

Mobil yang rupanya bagus dan mewah, siapa yang tidak senang...
Paling yang tidak senang yang tidak punya...
Tapi orang yang baik bukannya iri dan tidak senang, tetapi berusaha dan bekerja keras untuk membelinya juga...
Juga tidak jarang banyak orang-orang yang menjadikan mobilnya sebagai alat mencari rezeki...

Tapi, ada beberapa kategori mobil yang jelek...
Misalnya mobil yang dihiasi hal yang bermacam-macam...
Atau suaranya yang sengaja di keras-keraskan...
Atau knalpotnya yang sengaja di buat mengeluarkan asap yang mengganggu...
Yang justru membuat mobil tersebut kehilangan kemewahannya...
Dan yang paling buruk adalah mobil yang remnya blong...

Alhamdulillah, kita masih bisa punya mobil yang baik...
Mobil yang mengantar kita ke tujuan kita...
Yang mempermudah langkah kita dalam beribadah...
Tidak jarang, kita memberikan tumpangan kepada orang lain, dan tentu kita mendapatkan kebaikan...

Dan sebenarnya mobil dan mulut itu hampir sama...
Siapa sih yang tidak mau memiliki lisan yang baik?
Yang jika berbicara, semua orang mendengarkan, karena menarik dan bermanfaat...
Karena itu jika lisan kita masih buruk, tiada salahnya jika kita berusaha belajar untuk memperbaikinya bukan?

Jangan sampai mulut kita dihiasi hal yang jelek...
Yang bisa justru merusak kita...
Atau bahkan merusak orang sekitar kita...
Dan yang juga paling buruk jika mulut kita tanpa rem...

Alhamdulillah, mulut kita masih bisa memberikan manfaat...
Berbicara dan berbagi tentang kebaikan atau tentang ilmu...
Tidak hanya bermanfaat bagi diri kita...
Juga memberikan manfaat bagi orang lain...

Tapi, seperti halnya mobil yang kondisinya tergantung pada pemilik ataupun sopirnya...
Mulut kita juga tergantung pada suatu hal, yaitu hati dan pikiran kita...
Karena itu, saatnya mulai memperbaiki diri...
Dimulai dari hati...

*dari yang masih memiliki mobil jelek
Read More

Selasa, 11 Februari 2014

Ketika Lamaran Ditolak

Bismillahirrahmanirrahim



Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Mungkin, ada banyak hal yang kita pikirkan ketika kita berada di posisi seperti ini. Mungkin kecewa? Mungkin juga bersedih. Tapi yang pasti, perasaan kita serasa terlepas. Banyak orang yang menganggap melamar seorang wanita adalah hal yang sangat sulit. Apalagi jika mereka masih berada tinggal pada lingkungan dimana pacaran adalah hal yang lumrah. Karena itulah keberanian untuk melamar seseorang itu adalah hal yang luar biasa. Tapi, melakukan hal ini bukanlah untuk pamer-pameran atau jago-jagoan, karena menikah bukanlah hal yang mudah. Begitu banyak hal yang harus dipikirkan, karena menikah itu bukan hanya masalah 'kita', tetapi juga masalah 'kita dan keluarga'. Untuk itu, perlu banyak hal yang dipertimbangkan sebelum melamar orang lain.

Pada pengalaman yang akan kami ceritakan ini, akan kami berikan sedikit gambaran pengalaman kami, pengalaman 'ditolak' oleh orang yang kami lamar. Awalnya kami hanya bertemu beberapa kali, tapi karena adanya rasa tertarik, kami berusaha untuk mencari informasi tentang wanita ini. Akhirnya berbagai kalangan dilibatkan, mulai dari anak muda, sampai ibu-ibu yang memiliki potensi untuk memberikan informasi. Akhirnya setelah mendapatkan beberapa informasi, kami membulatkan tekad dan keputusan kami, termasuk dengan beristikharah kepada Allah.

Akhirnya pada suatu ketika, kami meminta untuk bertemu dengan sang calon, kami meminta kepada sang calon untuk membawa beberapa orang teman, karena tidak memungkinkan bagi kami untuk melakukan pembicaraan dengan 'dia dan keluarga', karena situasi kami berdua yang jauh dari orang tua. Akhirnya kami pun bertemu dan membicarakan banyak hal yang berhubungan dengan masa depan kami. Namun, dari apa yang kami amati, sang wanita masih belum berpikir tentang hal itu, jadi sangat sulit untuk menentukan respon dari dia.

Setelah itu, kami kembali bertemu dan membicarakan banyak hal dengan harapan dia menjadi lebih siap untuk memikirkan hal tersebut. Beberapa hari setelah itu, si wanita memutuskan untuk beristikharah dan sebagai hasil akhirnya meminta untuk menyiapkan CV untuk disampaikan kepada orang tuanya. Tapi, Alhamdulillah alaa kulli haal, pada keesokannya harinya ternyata dia membatalkan dengan alasan tidak ingin menyampaikan ke orang tuanya tentang hal tersebut, karena kami belum mendapatkan pekerjaan. Ada perasaan kecewa, ada juga perasaan bersyukur.

Begitu banyak hal yang harus kita syukuri di dunia ini, termasuk kesempatan hidup, dan juga pengalaman hidup. Apa yang kami dapatkan dari pengalaman kami ini adalah hal yang baik, karena pertemuan kami dengan wanita ini membuat kami menjadi lebih dewasa. Terus terang, kami adalah orang yang masih sering menghabiskan waktu untuk hal-hal yang jauh dari manfaat, tapi setelah bertemu dengan wanita ini, kami menjadi lebih menyibukkan diri untuk berpikir tentang masa depan kami, dan wanita ini, calon makmum kami.

Keinginan untuk menikah sudah ada jauh sebelum ini, lebih tepatnya sekitar 2 tahun yang lalu. Apalagi situasi dan kondusi kami di negeri Jepang, membuat kebutuhan untuk menikah itu tinggi. Mengapa? Karena begitu banyak fitnah yang kami dapatkan disini. Tapi ternyata Allah belum mentakdirkan kami untuk menikah. Kami hanya bisa bersabar dan belajar untuk menerima segala takdir yang telah Allah tentukan kepada kami. 


Wa billahi taufiq wal hidayah
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.