Jumat, 31 Oktober 2014

Pengen Nulis Lagi

Bismillahirrahmanirrahim

Wah wah...Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Padahal akhir-akhir ini aktivitas saya jauh dari kata sibuk. Namanya juga mahasiswa baru, yang kami lakukan hanya kelas...kelas...dan kelas...Karenanya ingin sekali saya kembali menyibukkan diri untuk menulis. Apapun itu, entah ilmu syar'i, ilmu dunia, asal jangan ilmu hitam aja.

Anyway, hanya sempat bingung dengan kejadian yang ada di Indonesia akhir-akhir ini. Entah mengapa, rasanya begitu kesal dengan media yang ada. Semakin lama, pemikiran-pemikiran liberal dan pluarisme semakin menyebar dengan luas. Terus kamu bisa apa rid? Nggak ada!!! Saya paham ketidak mampuan saya dalam berbuat apa-apa. 

Situasi panas pra pilpres dan pasca pilpres belum mereda. Terlalu banyak situasi heboh yang membuat orang-orang sulit menjaga lisannya/tangannya dari berbicara. Tapi. mau gimana lagi? Mungkin hal yang terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah menjaga lisan dan tulisan dari hal-hal yang membahayakan diri kita ke depannya. Jangankan kita yang golongan mahasiswa, golongan kecil macam tukang sate saja bisa ditangkap. Ngeri sekali negaraku. Saya setuju kalau para penghina pemimpin di tangkap. Tapi jika kelasnya macam tukang sate, yang perkataannya tidak membawa pengaruh, kenapa mesti dipermasalahkan. Toh para penghina keluarga dan sahabat nabi malah tidak ditangkap. Banyak juga tindak kriminalitas yang sebenarnya lebih penting untuk dieksekusi daripada itu. Kesimpulannya, bahwa penangkapan itu hanya sekedar ancaman bagi yang lain, jadi marilah kita menjaga lisan kita saudara-saudara.

Oh iya, hari ini umurku sudah menjadi 22. Entah mengapa, saya sama sekali tidak merasa spesial. Yang ada hanyalah tambahan tanggung jawab. Umur 22 tahun berarti saya harus semakin menyiapkan diri untuk menjadi lebih dewasa. Walaupun saya sadar kalau saya sebenarnya masih imut-imut (gubrak). 

Di umur 22 tahun ini, untuk sementara saya ingin mengurungkan niatku untuk nikah. Bukan berarti saya tidak mau, tapi hanya menunda. Saya sepertinya butuh untuk mempersiapkan diri untuk menjadi lebih dewasa lagi. Kadang saya berpikir lagi, ya Allah, kenapa saya terlalu menggampangkan masalah. Nikah? It's not a simple thing at all. Setelah mengkaji kembali, begitu banyak gana gini yang mesti diurusi untuk pernikahan. Keberadaan diri ini pada sebuah keluarga dimana menikah 'syar'i' jauh dari paham-paham keluarga ini. Bahkan pada suatu kali saya sempat menunjukkan seorang calon pada keluarga namun mereka tidak setuju karena orang tersebut anggota salah satu ormas Islam. Ya, keluarga kami moderat saudara-saudara.

Tapi, bukan berarti saya mau mengurungkan niat untuk belajar Islam lebih dalam. Keluargaku insya Allah toleran. Mereka tidak akan marah hanya karena saya tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun. Mereka tidak akan marah hanya karena saya jenggotan, pake celana gantung, atau apalah. Bahkan, ibuku sendiri yang menjahitkan celana yang kadang kulipat karena melewati mata kaki ini (terharu). Ini yang membuat Jepang begitu asing bagiku, walaupun diriku telah bermukim disini 5 tahun.

Lima tahun itu bukan waktu yang singkat saudara-saudara. Betapa banyak luka, kenangan, dll yang tersimpan di hati dalam waktu 5 tahun tersebut. Segala macam hal yang kulalui begitu berkesan. Terutama ketika akhirnya saya mampu memegang ijazah sebagai seorang lulusan teknik sipil di Universitas Kyushu yang tidak pernah kubayangkan sama sekali. Siapalah saya? Saya hanya anak IPS dengan tingkat kemampuan rendah, yang masuk ke sebuah jurusan teknik sipil dimana kami belajar berbagai macam rumus. Tapi, Alhamdulillah semuanya berhasil kulewati.

Kini, aku memasuki bulan pertamaku sebagai mahasiswa program master, atau biasa disebut s2 kalau di Indonesia. Semuanya berjalan Alhamdulillah lancar, dan semoga ini akan terus berlanjut sampai 2 tahun ke depan. Mudah-mudahan dalam 2 tahun ini saya bisa lebih banyak belajar dan menulis agar bisa berbagi kebaikan terhadap sesama. Karena terus terang, saya merasa tidak berguna sebagai manusia, apalagi untuk Islam. 

Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua.
Read More

Jumat, 17 Oktober 2014

20 Facts about me

Walaupun katanya nulis 20 facts about me itu mesti ada yang ngetag, tapi karena akhir-akhir ini saya lagi nggak produktif, saya memutuskan untuk menulis ini.


#1. Nama saya Farid, lengkapnya Muhammad Farid Maricar, kayaknya sih gabungan nama dari pace (Farouk), dan mace (Rita), tinggal huruf t nya diganti dengan d biar lebih mirip nama orang. Kalau ditulis Farit, bisa-bisa orang ngira nama asli saya Ifrit, padahal kan itu nama jin. -.-a
#2. Saya anak sulung dari 2 bersaudara, nggak penting kan? Lanjut ke nomer 3
#3. Saya masuk SD sebelum umur 5 tahun, jadinya lulus SMA 16 tahun lebih, padahal nggak pernah masuk akselerasi, yang ada malah dekselerasi karena sempat nganggur 1 taun setelah lulus SMA.
#4. Saya kuliah di Kyushu University, Fakultas Teknik Sipil, Lab Sungai, padahal saya lulusan IPS.
#5. Saya keturunan mandar, tapi tidak suka makan ikan, dan itu aneh, kata ibuku.
#6. Saya pernah disuruh jadi dokter sama ortu, tapi nolak karena saya takut sama darah, luka, dan hal semacam itu.
#7. Saya adalah seorang pencinta Anime, kalau ada anime keren yang belum saya nonton, berarti saya memang khilaf atau memang kurang suka. Doraemon adalah salah satu anime yang banyak penggemarnya tapi saya nggak suka.
#8. Pencinta sajak, suka banget bikin sajak, walau akhirnya berakhir nggak jelas dan nggak bermakna.
#9. Pernah juara 1 kejuaran Scrabble waktu SMP, ngalahin ketua OSIS pula, mungkin itu adalah prestasi terbesarku.
#10. Pencinta Indomie, seperti mahasiswa lainnya. 
#11. Pengen jadi pendidik, bangsa ini sudah rusak dan butuh untuk dididik, walaupun saya tahu saya juga masih jauh dari sempurna.
#12. Pernah punya cita-cita pengen jadi guru TK, biar bisa bergaul dengan anak-anak unyu setiap hari.
#13. Tertarik untuk belajar agama pada orang-orang salafi. Kenapa? Karena keilmiahan mereka dalam memaparkan ilmu agama.
#14. Paling anti sama MLM, kenapa? Karena teman baik saya saat SMA dan SMP berubah bak serigala pencari mangsa ketika masuk MLM.
#15. Orang bilang saya kekanak-kanakan, ada juga yang bilang dewasa, mungkin karena saya terlalu banyak bergaul sama anak-anak dan bapak-bapak tapi jarang bergaul sama teman seumuran.
#16. Pertama kali suka sama 'NARUTO' gara-gara cewek gebetan juga suka sama anime tersebut.
#17. Sampai SMA, nggak bisa menghapal surah Al Quraisy, padahal surah itu cuma 4 ayat, tapi Alhamdulillah sekarang udah bisa.
#18. Belum pernah pacaran, apalagi langkah-langkah selanjutnya. Alhamdulillah 'alaa kulli haal, selalu ditolak sama cewek.
#19. Half melankolis-sanguin, super sensitif, bahkan lebih sensitif daripada orang-orang NewType.
#20. Hobby ngegame, banget, banget dan buaaanget. Semoga Allah memberikan hidayah untuk meninggalkannya.
Read More

Jumat, 10 Oktober 2014

Graduation

Finally, I reached one of my checkpoint of life. Thanks to all of my families, friends, labmates, professors, etc for supporting me until now. And special thanks to my supervisor, my parents, and my 'dai sempai' in my lab for their helps. If I missed any of you I won't be able to reach this point. 

皆さんのおかげで、今僕は卒業した。皆さんがいるから、この4年間を楽しかった。だから、僕は本当に感謝する。でも、これからも長い道があって、僕は頑張りたいと思います。だから、これからも、よろしくお願いします。
これからも目標を狙う目指す。

Akhirnya, saya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan kepada saya, karena telah memberikan rezeki yang begitu tak mungkin terhitung walau seluruh umur ini habis digunakan untuk menghitungnya. Semoga segala kenikmatan, hidayah, dan segala hal yang telah saya dapatkan disini, menjadi sebuah jalan bagi saya untuk mendapatkan kehidupan yang layak di dunia dan akhirat. Semoga kelak saya bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Islam, bangsa Indonesia, dan bumi yang kita cintai ini.


Read More
Diberdayakan oleh Blogger.