Rabu, 26 November 2014

Kisah Awal Permulaan Mulai Menulis di Blog

Bismillahirrahmanirrahim

Setuju atau tidak, menurut saya Indonesia itu kaya dengan penulis. Mulai dari penulis fiksi, kisah nyata, naskah sinetron, sampe yang kerjanya cuma curhat di blog. Tapi yang bikin saya terpukau adalah mereka yang menghabiskan waktunya untuk nulis tentang ilmu untuk mengenal Allah dan RasulNya.

Jadi ingat waktu pertama kali mengenal blog di zaman SMA. Waktu itu ada teman ngegame yang mulai jarang ngegame, tapi lebih sering nongkrong di bagian 'internet' dari tempat kami ngegame.

"Lagi ngapainko", tanya saya
"Lagi ngeblog", jawab dia
"Apa sede itu blog? Baku temanji sama friendster ato facebookkah?", lanjut saya
"Bukan, tapi untuk nulis", jawab dia lagi
"Ooo", saya pun mengakhiri percakapan. Ini percakapan dari memori lupa-lupa ingat, jadi mungkin saja salah.

Lalu, suatu hari ada teman yang lagi ngenet di warnet langganan saya itu. Karena tiap hari ngenet saya pun nanya ke dia, dan dengan alasan yang sama ternyata dia juga lagi ngeblog. Yang lebih norak, dia curhat tentang permasalahannya disana. Belakangan saya sadar kalau saya lebih norak karena nulisnya di Facebook yang bisa dibaca oleh banyak orang, bukan di blog.

Akhirnya saya pun ikut membuat blog, waktu itu masih tahun 2009. Tapi pada waktu itu belum ada minat buat nulis ini dan itu. Mungkin waktu itu sosok saya masih misterius, miskin rasa percaya diri, dan cenderung hidup di dunia sendiri. Tapi, semua berubah ketika negara api menyerang, ehh maksud saya ketika nganggur setahun di rumah dan menghabiskan waktu untuk hal yang membosankan. Lalu, saya kembali menengok blog lama saya di wordpress. Saya lupa namanya apa, kalau nggak salah 'faridanimeotaku.wordpress.com'. Mungkin anda tidak akan menemukannya lagi karena sudah dicuci bersih oleh saya dengan kekuatan 10 jari.

Lalu, saya pindah ke lain hati. Dengan membuat blog baru, yang sampai sekarang masih saya pakai. Genrenya nggak beda, cerita fiktif dari berbagai kartun yang digabung dan dijadikan cerita konyol yang bisa mengocok perut. Tapi, pada suatu ketika, saya mendapatkan hidayah (#ehh), lalu saya menghapus semua cerita konyol itu dan menuliskan isi ceramah di blog maupun di Facebook.

Tapi, saya sadar untuk menuliskan isi ceramah perlu berbagai sumber agar menghasilkan catatan kaki yang bagus. Tapi berhubung saya nggak bisa bahasa Arab, saya pun mencoba untuk mengurangi intensitas menulis tentang hal tersebut. Karena saya paham kalau saya bukan orang yang berilmu. Akhirnya, saya hanya menuliskan isi buku yang saya baca untuk kembali di posting di blog.

Saya belum pernah membaca buku-buku yang best seller di Indonesia, karena saya terlalu 'malas' untuk memvisualisasikan tulisan. Saya lebih senang membaca tulisan-tulisan ilmiah, terutama ilmu Islam. Yah setidaknya menurut saya itu lebih bermanfaat daripada membaca novel, kisah nyata, atau yang sejenisnya. Kalaupun butuh hiburan, komik adalah pilihan. Entah mengapa, saya begitu tergila-gila pada literatur Jepang yang berupa manga dan anime.

Selain itu, sejak awal nulis, saya jadi suka memperhatikan gaya tulisan orang lain. Dari saya kita bisa melihat karakternya. Saya juga bisa membaca karakter saya sendiri dari tulisan saya, tapi tentu saya nggak bakal bilang-bilang, soalnya pada tulisan saya tampak begitu banyak kekurangan pada diri saya.

Awalnya saya begitu suka dengan tulisan-tulisan Raditya Dika, tapi entah mengapa sekarang malah nggak suka. Demi menjaga perdamaian dan privasi sang penulis, tentu saya tidak akan membeberkan kenapa saya nggak suka. Sekarang, saya lebih cenderung suka pada yang suka menulis tulisan yang berhubungan dengan Islam, salah satunya adalah ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. 

Tujuan saya menulis ini adalah untuk mengajak teman sekalian ikut berpartisipasi dan ikut menulis untuk memperkaya bangsa ini dengan bahan untuk dibaca. Coba ingat setiap kisah yang kita miliki, mungkin hal tersebut adalah hal unik yang tak pernah dialami oleh orang lain. Mungkin saja, dari kisah kita ini manusia mengambil pelajaran untuk mencontohnya, atau sebagai proteksi bagi manusia lainnya jika pengalaman yang kita ceritakan adalah hal yang buruk. Kalaupun tidak punya bahan, tulis ulanglah faedah, kesimpulan, atau ilmu yang anda temukan pada buku-buku cetak yang mungkin tak mampu ditemukan di dunia maya. 

Selain itu menulis banyak manfaatnya loh, diantaranya adalah mengikat ilmu. Ilmu itu bagaikan air, jika dibiarkan tergenang, maka akan menjadi keruh. Tapi bila dialirkan maka dia akan memberikan manfaat bagi disekitarnya. Ada juga yang mampu menambah sifat percaya dirinya ketika mulai menjadi penulis, contohnya adalah saya. Yang tadinya introvert dan cenderung menutup diri, jadi lebih percaya diri dalam mengekspresikan segala sesuatu.

Read More

Selasa, 25 November 2014

Puropoozu (propose) = Lamaran

Ceritanya hari ini pas lagi jikken(eksperimen), dan seperti biasanya anggota lab kami ngobrol ngalur ngidul sambil jikken. Salah satu perbincangan kami mengarah ke suatu pembicaraan yang agak gimanaaaa gitu. Ya, kami ngomongin masalah propoozu, atau melamar. Saya juga tidak ingat dengan alur ceritanya, tapi tiba2 saja mereka berbicara tentang iklan, dan mengatakan propoozu.
Saya : S, A : orang 1, B :orang 2, dst
S : Nee propoozu tte nani?
A : Sore wa kekkon shitai hito wa kanojou ni propoozu suru yo.
S : Eee, sokka
A : Sou yo
Setelah kerja dikit, saya nanya lagi,
S: Ano saa, nihonjin tte dono gurai tsukiatte, kekkon suru no?
A: eee, sore wa saa, hitori hitori wa chigau ndesu yo, nee B san
B: maa daitai, 3nenkan ijou dayou ne, riyuu wa, minna ga hatarakanakattara kekkon shinai yo, kane ga nai kara, girlfriendo ga mou "selamat tinggal" ni suru yo. (Temen lab pada seneng belajar bahasa Indonesia dari saya, fufufu)
S : eee, sou desuka, jaa hatachi kara tsukiatteru hito wa sono 3 nenkan ijou kakaru ndesu nee.
A: maa, sou iu kamo nee.
B: tokorode, farido tte docchi to kekkon shitai no? Indonesia jin ka, nihon jin ka?
S: maa, boku nara, indonesia jin no houga ii desu yo
A: eee, nanka nihonjin no houga kawaii to itta janai no?
S: maa, nihon jin no houga kawaii kedo, kekkon tte kawaii no koto dake janai yo, iro2na koto wo kangaeteru yo...
B: maa sore wa sou desu yo...
(Terjemahan)
S: ehh, propose itu apaan?
A: kalau misalnya ada orang yang mau nikah, nah orang ini ngelamar pacarnya.
S: ohh, gitu toh
A: iyaa
S: ehh saya mau tanya, orang jepang itu setelah berapa lama pacaran baru nikah?
A: tergantung orangnya masing2, ya kan B
B: iya, biasanya sih pacaran 3 taun baru nikah, soalnya kalau nggak punya pekerjaan nggak bisa nikah, ntar malah diucapin "selamat tinggal" sama pacarnya.
S: ohh begitu ya, jadi misalnya kita kenal dengan seseorang saat umur kita 20, maka butuh waktu lebih dari 3 tahun buat pacaran ya?
A: mungkin aja begitu
B: btw farid kamu mau nikah sama orang mana? Orang Indonesia apa orang Jepang?
S: orang indonesia
A: loh katanya orang Jepang lebih cute daripada orang Indonesia
S: yaaa, orang jepang mungkin lebih cute, tapi nikah itu kan bukan cuma masalah itu doang, ada banyak hal yang saya pikirkan
B: iya juga sih.
Dari percakapan ini bisa dipahami bahwa orang Jepang itu tidak mau menikah sampai mereka mampu mandiri dan menafkahi istri mereka, menggambarkan bagaimana tanggung jawab mereka sebagai seorang lelaki. Yang mungkin tidak sesuai dengan pemahaman kita adalah pacaran yang waktunya diperlama, bahkan tidak jarang orang yang pacaran tinggal bersama, dll. Hal lain yang saya pelajari, orang jepang ini kalau lagi nganggur dan cerita-cerita, ceritanya cuma masalah makan apa, makan dimana, masalah entertainment, dll. Jarang sekali mereka berbicara tentang hal2 yang tidak diilmuinya (disini jarang nemu orang yang ngomongin politik).
Diterjemahkan, dan ditulis secara bebas dengan banyak perubahan karena ketidak mampuan saya dalam menghapal percakapan ini , jadi kalau terdapat buaaanyak kesalahan dalam grammar yah wajar aja karena bahasa jepang saya masih jauh dibawah rata2 
Ditulis ditengah kegalauan menanti komputer baru setelah digantung berminggu2, jadi nganggur di lab sejak balik dari Indo nih 


Ditulis 17 Januari 2014
Read More

Senin, 24 November 2014

Cara supaya tidak patah hati karena putus dari pacar

Ada seorang pemuda bertanya ke pemuda lainnya...
A: Bro, tau nggak caranya supaya saya nggak merasakan rasanya diputusin pacar, kata orang diputusin pacar itu rasanya sakit bener...
B: Cuma ada 2 bro.
A: Gimana bro? Ajarin dong...
B: Yang pertama jangan pacaran, dan yang kedua adalah dengan cara nikah...Insya Allah ente nggak bakal pernah merasakan yang namanya 'patah hati karena putus cinta', karena putus itu adalah proses yang terjadi pada masa pacaran, jadi dengan tidak pacaran ente gak bakal putus, dan yang kedua dengan menikah, maka gak bakal ada kata putus...
A: Oooo...
B: Ngomong-ngomong ente lagi pacaran atau nggak?
A: Nggak...
B: Enak dong, gak perlu pake patah hati...
A: Tapi ane gak pacaran bukan karena nggak mau, tapi karena ditolak bro...
B: Sabar, itu mungkin cara Allah menghindarkan ente dari maksiat, coba buka Al-Baqarah 216...
A: Hmm...Tapi aku cinta dia...
B: Bro,
Tidak ada yang lebih menderita di dunia ini daripada seorang pecinta
Meskipun ia mendapatkan rasa manisnya cinta
Engkau melihatnya menangis sepanjang waktu
Karena khawatir berpisah ataupun karena rindu
Dia menangis ketika berjauhan karena rindu
dan diapun menangis ketika berdekatan karena takut berpisah
Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan
dan matanya pun berkaca-kaca ketika dia berjumpa
Mabuk cinta memang mendatangkan kenikmatan pada diri pelakunya, namun sesungguhnya dia adalah sebesar-besar siksa yang ada di hati… (kata ibnu Qayyim)
Jadi cara terbaik untuk menghindarkan diri dari derita ini adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah, karena hanya cinta kepadaNya lah tidak berakhir dengan kesia-siaan dan penderitaan yang berkepanjangan...
A: Hmmm...btw makasih bro atas nasehatnya...Semoga Allah memberikan kita yang terbaik...
B: Aamiin...
Read More

Rabu, 12 November 2014

Belajar Islam

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa tahun yang lalu, pertama kalinya saya mengenal salafi. Sejak saat itu, saya sering memposting hadits, dll. Entah mengapa saat ini saya jadi merasa bersalah, karena kadang masih kurang bijak dalam menyampaikan. Misalnya memberikan hadits-hadits yang justru membuat orang semakin benci untuk belajar agama, karena orang-orang akan menganggap belajar agama itu membuat seseorang menjadi keras.
Satu hal yang tidak saya sukai waktu itu adalah ketika orang mulai menyematkan gelar-gelar seperti 'ustadz'. Padahal kan saya sendiri tahu bahwa saya hanya copy paste. Sakit, sakitnya tuh disini (sambil nunjuk hati). Karenanya, saya mau berbagi tips untuk mencari ilmu Islam, daripada orang nanya ke saya padahal saya juga belum berilmu, hanya berlandaskan pada ilmu copas.
Pertama, ikhlaskan niat untuk mencari kebenaran, dan tidak menggunakan hawa nafsu dalam berfikir. Betapa banyak orang yang diberikan peringatan namun tidak mendapatkan manfaat karena masih menggunakan hawa nafsunya dalam berpikir.
Kedua, gunakanlah http://yufid.com/ sebagai media untuk mencari hadits-hadits, ilmu fiqh, dll. Tinggal ketik kata kunci, maka akan muncul berbagai macam link, dan insya Allah sumbernya sudah diseleksi oleh tim yufid.com.Kenapa mesti di yufid? Karena pada link-link yang anda dapatkan di google ditulis bebas oleh orang-orang, termasuk yang tidak menyertakan sumber dalam menulis, jadinya kita tidak tahu, apakah yang dia tulis itu dari seorang ustadz, ulama, hadits, qur'an, atau pemikirannya sendiri. Berbeda dengan link-link pada yufid yang menyertakan catatan kaki pada setiap tulisannya (selama ini saya belum nemu tulisan yang nggak pakai catatan kaki). Disana juga anda bisa mencari berbagai macam rekaman kajian (dalam bentuk video/audio).
Ketiga, jangan percaya pada orang yang berkata 'Jangan belajar ilmu dari internet', karena sesungguhnya belajar dari internet TIDAK SEPENUHNYA SALAH, yang penting kita harus tahu mengambil sumber darimana. Toh orang-orang yang mencari ilmu dunia pun akan mencari artikel-artikel yang mereka butuhkan dari google, beberapa dari mereka menggunakan 'google scholar'.
Keempat, mulailah dari belajar hal-hal yang dasar. Begitu banyak orang diluar sana yang begitu sombong dan memaksakan diri untuk membahas ilmu yang berat, padahal diluar kapasitasnya. Jika memang tidak tahu akan sesuatu hal lebih baik diam walaupun ditanya. <=yang ini ngena banget ke saya nih.
Kelima, jangan biarkan syaithan bersenang-senang diatas kerendahan ilmu agama kita (bahkan untuk ilmu dasar yang wajib kita ketahui). Pergaulan di dunia semakin meluas dan mampu merusak pemahaman kita tanpa kita sadari.
Keenam, senantiasa berdo'a kepada Allah agar diberikan petunjuk dan pemahaman yang lurus.

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.