Selasa, 16 Desember 2014

Tentang Harta dan Ilmu

“Permisalan umat ini seperti empat kelompok manusia:
a. Seseorang yang Allah beri harta dan ilmu agama, maka dia beramal dengan hartanya sesuai ilmunya, dia infakkan hartanya sesuai kewajibannya.
b. Seseorang yang Allah beri ilmu, tapi tidak Allah beri harta. Dia berkata, ”Andai aku punya harta seperti dia (kelompok pertama), niscaya aku akan berbuat seperti yang dia lakukan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi catatan,
”Mereka berdua mendapatkan pahala yang sama.”
c. Seseorang yang Allah beri harta, namun tidak Allah beri ilmu. Dia menghabiskan hartanya dan dia keluarkan hartanya pada tempat yang bukan haknya.”
d. Seseorang yang tidak Allah beri harta dan tidak pula ilmu. Maka dia berangan-angan, ”Andai aku punya harta seperti dia (kelompok ketiga), niscaya aku akan berbuat seperti orang itu.”
lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi catatan,
”Mereka berdua mendapatkan dosa yang sama.”
(HR. Ahmad 18024, Ibn Majah 4228, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Read More

Jumat, 12 Desember 2014

Ketika Memilih Dosen Pembimbing...(Tipe-Tipe Dosen)

Masuk golongan apakah anda? Sanguin? Koleris? Melankolis? Pleghmatis? Apakah anda sedang menyusun tugas akhir?

Jika anda termasuk golongan pleghmatis atau sanguinis, ada baiknya jika anda mencari dosen pembimbing yang bertipe dominan melankolis. Karena dosen bertipe melankolis, khususnya yang berpengalaman, biasanya paling tahu bagaimana cara memperlakukan anak didiknya. Dia tahu yang mana yang harus dikerasi dan yang mana yang harus diberikan motivasi. Dia tahu apa yang paling pantas untuk si A dan si B. Mereka kreatif dalam menyelesaikan masalah, mereka bahkan akan memahami masalah sebelum masalah itu muncul. Karenanya, mereka tipe pendidik terbaik menurut saya.

Bagaimana cara mendeteksi tipe2 tersebut? Untuk petunjuknya mungkin bisa dibaca disini http://muslimafiyah.com/benang-merah-syariat-dan-empat-sifat-dasar-melankolis-koleris-sanguin-dan-plegmatis.html

Untuk menganalisa mereka dalam tiap pertemuan dalam kelas itu penting, jadi anda harus perhatikan dia ketika mengajar, karena untuk bisa membaca sifat mereka, anda perlu memperhatikan caranya berpakaian, caranya mengajarnya, caranya berbicara, bahkan kalau bisa, add facebooknya sekalian, karena kita bisa mengenali sifat orang dari facebooknya.  

Misalnya dosen melankolis, beliau cenderung rapi, mengajar dengan pakaian lengkap, perfeksionis, biasanya dia tidak akan langsung marah jika melihat sesuatu yang tidak disukai, tapi disimpan dihati, dan semua perasaannya kepada anda akan terlihat melalui nilai anda, dan mengajar sampai benar2 yakin kalau muridnya mengerti, dll. 

Dosen koleris, mereka cenderung gampang marah, perfeksionis, dan suka mengeluarkan aturan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan materi kuliah. Biasanya dosen-dosen ini diberi gelar 'dosen killer' oleh para mahasiswanya. Dosen yang satu ini ekspektasinya tinggi, tapi tidak memberikan perhatian lebih kepada muridnya.

Dosen sanguin, biasanya super cuek. Pernah ada dosen yang saya duga sanguin, pada saat sedang mengajar ada murid yang tidur terlentang sampai ngorok keras sekali, apalagi murid di kelas waktu itu cuma 15, dan beliau berbalik dan hanya tertawa kecil. Kalau mengajar, tidak mengajar sampai yakin muridnya paham, yang penting dia sudah mengajar dengan baik (menurut pemahamannya). Penampilan juga ala kadarnya, dan cenderung 'baik' dalam memberi nilai. 

Kalau dosen pleghmatis...hmmm...agak susah menggambarkannya, soalnya mereka misterius. Tapi dari tampang bisa dikenali, dan mereka cenderung anti sama konflik. Kalau memberi nasehat bijak sekali, tapi nggak bakal ngasih nasehat sampai diminta. Mereka juga senang dapat masukan dari muridnya. Jauh berbeda sama koleris yang cenderung menyalahkan muridnya jika beda pendapat.

Mmm, mungkin segitu aja. Tulisan ini bisa benar, bisa juga salah, karena tiap orang berbeda, begitu juga dengan kecenderungan sifat mereka. Hanya saja, jika melihat kencenderungan sifat diatas pada dosen anda, maka pilihlah yang melankolis. Teori ini juga hanya berdasar pada pengalaman pribadi dan baca sebuah buku, bukan karena fokus ilmu.

Ditulis sebagai iseng-iseng, ketika sedang nungguin bus setelah berbelanja huhuhu...
Read More

Kamis, 11 Desember 2014

Membaca Cepat

Mungkin anda tidak memperhatikan bahwa hampir di setiap tulisan yang saya tulis di facebook, dalam satu kalimat ada saja kata yang sangat penting hilang. Tetapi, ada beberapa orang yang memberikan jempol pada tulisan tersebut tanpa memberikan kritikan. Kemungkinannya ada dua, apakah beliau memberikan jempol dengan sukarela, bisa juga karena beliau membaca kelompok kalimat. Artinya, ketika membaca beliau tidak membaca per kalimat, tetapi membacanya per beberapa kalimat. Hal ini sangat efektif karena akan memudahkan kita untuk memahami sebuah paragraf tanpa menghabiskan waktu lebih. 
Katanya membaca cepat itu bisa mengurangi pemahaman. Tapi kenyataannya tidak begitu. Kurangnya pemahaman justru karena ketika membaca kita 'gagal fokus', bukan karena terlalu cepat membaca. Kalaupun memang membaca cepat itu bisa mengurangi pemahaman, maka itu berarti kita butuh latihan agar bisa terbiasa untuk membaca cepat.

Untuk meraih keberhasilan dalam membaca cepat, tentu hal ini juga perlu latihan. Pertama-tama kita coba dengan membatasi akan membaca per beberapa baris, lalu ditingkatkan menjadi satu paragraf, dstnya. Untuk lebih efektif lagi, gunakan timer untuk membatasi diri anda, karena hal ini juga bisa meningkatkan kemampuan kita untuk membaca cepat.

Selain itu, berikut ini ada beberapa tips agar kita mampu membaca cepat:

1. Tinggalkan teknik membaca dengan lisan, lakukanlah dengan membaca dengan hati
2. Gunakan pengetahuan bahasa Anda, seperti pola, kalimat, logika berpikir, kata perangkai kalimat, dan kata kunci (keywords). Sebaliknya, hindari kata-kata tugas karena tidak pentng untuk pemahaman. Cara ini bisa menghemat 10-50% kata2 yang tidak penting.
3. Gunakan gerakan mata, bukan gerakan kepala.
4. Terapkan pengetahuan membaca yang Anda dapat, yaitu previewing, scanning and skimming.
5. Biasakan diri dengan deadline waktu. Adanya tekanan waktu (time pressure) akan membantu anda untuk lebih konsentrasi pada materi bacaan.
6. Cara terbaik membaca adalah dengan mata dan otak (konsentrasi), bukan dengan lisan (bicara), gerakan kepala, atau memakai jari. Slogan yang perlu diingat: " Bacalah ide pada teks, bukan kata-kata".

*hasil serapan dari sebuah buku, Smart Reading for Muslim yang diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Musa Asy-Syarif
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.