Jumat, 04 Desember 2015

Cara-cara mengajar dosen

Tipe 1 Umum: Mengajar dengan power point, slidenya dibagikan, setelah itu urusan anda.

comment: Dosen seperti ini baik banget, tapi sebenarnya tidak mendidik, dan resikonya akan diacuhkan oleh mahasiswa. Akibatnya banyak mahasiswa yang akan tidur, main HP, dll karena tidak peduli dengan pelajaran sang dosen. Tipe yang seperti ini yang paling banyak saya temukan.

Tipe 2 Deskriptif: Mengajar dengan power point, tapi juga menggunakan papan tulis. Biasanya untuk menjelaskan penjabaran rumus/pembahasan soal tertentu yang sengaja tidak dikemukakan di slide beliau. 

comment: Ini akan memicu semangat mahasiswa yang mau berkembang, dan yang mau ujiannya dapat nilai bagus, karena biasanya soal yang diberikan di kelas mirip dengan yang akan diujikan.

Tipe 3 Belang-belang : Mengajar dengan power point, tapi sengaja menghilangkan beberapa konten pada slide, supaya mahasiswa yang kerjanya tidur atau main HP akan luput dari mengisi konten yang hilang tersebut. Padahal, konten tersebut akan digunakan saat kuis atau ujian.

comment: Dosen seperti ini akan memicu para mahasiswa dengan tipe 'dual task' untuk selalu waspada ketika ada isi slide yang hilang. Jadi, walaupun tidak berkonsentrasi 100%, mereka yang ahli dalam 'dual task' tidak akan ketinggalan pelajaran.

Tipe 4 Kuisman: Sedikit-sedikit kuis. Ada juga dosen yang seperti ini, yang ketika mengajar memberikan kuis setiap 10-20 menit, dan memberikan waktu 5 menit untuk menjawab. Tujuannya agar tahu apakah mahasiswa benar-benar mengerti pelajaran tersebut atau tidak.

comment: Sepertinya metode yang seperti ini yang paling ideal, tapi untuk mata kuliah dengan mahasiswa bejibun kayaknya susah diterapkan.

Tipe 5 Balik Papan: Ketika mengajar hanya menghadap ke papan tulis, begitu juga ketika menjelaskan.

comment: Dosen seperti ini, walau badai menghadang, ingatlah ku kan slalu setia menjagamu, dia nggak bakal balik badan. Pernah sekali mengalami ada dosen yang mengajar dan ada mahasiswa yang ngorok karena tidur, tapi dia hanya berbalik senyum dan meneruskan tulisannya.

Tipe 6 Buku Berjalan: Ketika mengajar nggak bawa materi, hanya bawa diri dan bawa spidol. Sesampainya di kelas dia menuliskan semua hal yang menurutnya penting untuk ditulis.

comment: Dosen seperti ini juga kayaknya keren, karena hal ini berarti dia seorang penghapal yang handal.

Tipe 7 Yang Penting Kumpul Tugas: Ada juga dosen yang tidak mementingkan kehadiran kita di kelas. Yang penting mengumpulkan tugas yang beliau kasih.

comment: Dulu ada dosen dengan format penilaian seperti ini, HW (PR) 20%, Mid-term 30%, Final 50% kalau nggak salah. Jadi nggak ada persentase dari attendance, ajib dah.

Tipe 8 Interaktif: Ketika mengajar sedikit-sedikit bertanya.

comment: Tipe seperti ini yang paling ditakuti mahasiswa, karena ketika beliau mengajar, ada semacam Russian Roulette yang ada di depan kelas. Siapa saja bisa kena sasaran pertanyaan.

Tipe 9 Killer: Bak tentara siap perang. Mengawasi tiap muridnya seakan-akan mereka adalah tawanan perang yang selalu mencari celah untuk kabur.

comment: Tapi mungkin deskripsi ini berlebihan. Yang mereka inginkan sebenarnya hanyalah perhatian, karena dia paham bahwa hasil yang didapatkan oleh muridnya adalah tanggung jawabnya. Karenanya, dia menuntut keseriusan dari mahasiswa-mahasiswanya.

Tipe 10 Kutu Buku: Dosen yang datang ke kelas hanya untuk baca materi yang telah disiapkannya atau hanya diambilnya dari sebuah buku. 

comment: Sistem belajar mengajar hanya satu arah, sehingga mahasiswa jadi bosan, dan cenderung akan tertidur atau main HP di dalam kelas. 

Tipe 11 Tukang Curhat: Datang ke kelas biasanya hanya 50 50, 50% materi, 50%nya curhat. 

comment: Curhat di sini terbagi ke berbagai macam tipe curhat, ada yang curhat tentang pengalaman pribadinya (ada dosen yang pernah curhat masalah cara beliau diet dari 125 kg =>75 kg), ada yang curhat tentang pengalaman lapangan (kalau yang ini sih positif-positif saja), ada juga yang curhat tentang prestasinya atau bahkan membanding-bandingkan diri dengan dosen lain.

Tipe 12 Terima bersih: Datang ke kelas hanya menyiapkan tema, menyuruh individual/kelompok untuk mempresentasikan tiap-tiap tema tersebut setiap pertemuan. Pada akhir pertemuan beliau cuma berkata, "Saya harap kalian bisa memahami apa yang telah didiskusikan pada pertemuan ini. Sekian pertemuan kita kali ini."

comment: Dosen seperti ini memicu kreatifitas mahasiswa dalam mencari materi. Yang lebih bagus lagi adalah jika temanya dicari sendiri oleh mahasiswa selama masih berhubungan dengan mata kuliah yang diajarkan. 

Tipe 13 Sapu bersih: Dosen datang, kemudian memberikan penjelasan luas, padat dan jelas sampai tidak menyisakan waktu sedikitpun sehingga tidak ada celah bagi mahasiswa untuk bertanya di jam mengajarnya.

comment: Dosen perfeksionis, nggak mau untung dan nggak mau rugi. 

Tipe 14 Sapu jagat: Dosen datang kemudian memberikan penjelasan materi bidang studi yang diajarnya dan juga menyentuh pembahasan di luar bidang studinya. Sehingga dalam satu pertemuan dia bisa "menyapu" 3-5 bidang study. Makanya dinamakan tipe sapu bersih.

Comment: Dosen berwawasan luas, serba bisa, dan sepertinya punya bakat part-time job mengajar pada bidang-bidang lainnya.

Beginilah hasil pengamatan saya dari dosen-dosen yang saya tahu, mungkin ada tipe lain yang belum sempat kepikiran. Kalau mungkin ada tipe lain yang anda ketahui, silahkan tambahkan pada kolom komentar.
Read More

Rabu, 02 Desember 2015

Kisah Tanah Perkebunan dan Guci Berisi Emas

Hari ini, pak dosen dalam sebuah mata kuliah memperlihatkan kami sebuah slide yang berjudul 'Shallow vs Deep Foundation', yang mau tidak mau mengingatkan kami pelajaran dari beliau beberapa pekan yang lalu tentang metode 'Soil Investigation'. Soil Investigation memiliki peran penting untuk menentukan fondasi yang akan digunakan untuk pembangunan pada suatu lahan. Tentu hal seperti ini penting untuk diketahui oleh orang-orang yang mau jual beli tanah.
Selain itu, hal ini mengingatkan saya tentang sebuah kisah dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang kisah seseorang yang membeli tanah perkebunan, lalu mendapatkan emas di dalamnya. Kisah lengkapnya seperti ini,
Sahabat mulia Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Ada seorang laki-laki yang membeli tanah perkebunan dari orang lain. Tiba-tiba orang yang membeli tanah perkebunan tersebut menemukan sebuah guci yang di dalamnya terdapat emas. Maka ia berkata kepada penjualnya, “Ambillah emasmu dariku, sebab aku hanya membeli tanah perkebunan, tidak membeli emas!, orang yang memiliki emas itu pun menjawab, “Aku menjual tanah itu berikut apa yang ada di dalamnya. Lalu, keduanya minta keputusan hukum kepada orang lain. Orang itu berkata, ‘apakah kalian berdua mempunyai anak?’ Salah seorang dari mereka berkata, aku memiliki seorang anak laki-laki. Yang lain berkata, ‘aku mempunyai seorang putri.’ Orang itu lalu berkata, “Nikahkanlah anak laki-laki (mu) dengan putri (nya) dan nafkahkanlah kepada keduanya dari emas itu dan bersedekahlah kalian dari padanya!” (Muttafaq ‘alaih).
Demikianlah kisah yang dituturkan oleh Nabi kita Muhammad shallallohu 'alaihi wasallam. Kisah pertama, contoh perilaku orang yang jujur. Balasan kejujuran dari orang yang mengatakan sesuatu yang bukan haknya dan mengembalikan barang kepada orang yang memiliki hak tersebut, mendapatkan balasan kenikmatan bagi dirinya bahkan kepada orang yang berada dibawah tanggung jawabnya.
Itulah contoh balasan bagi orang yang bersikap baik dan Allah segerakan balasannya di dunia ini. Sungguh benar apa yang Allah firmankan, yang artinya, “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”(QS. ar-Rahman : 60)
Adapun balasan di akhirat, Allah menjanjikan kepada orang yang datang kepada-Nya dengan (membawa) kebaikan, akan mendapat balasan yang lebih baik dari kebaikan yang telah ia lakukan di dunia. Dan kita akhiri tulisan ini dengan firman Allah yang artinya,“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. al-Qashash: 84)
*[Sumber: Kisah-Kisah Nyata tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi’in, Orang-Orang Dulu dan Sekarang, Syaikh Ibrahim bin Abdullah, Darul Haq-Jakarta dengan sedikit tambahan, diambil dari link http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=653]
Read More

Jumat, 27 November 2015

Membongkar Aib Orang Lain

Saya rasa kita sepakat kalau tidak ada orang yang suka kalau aibnya dibongkar. Sayangnya pengertian kita tentang aib itu berbeda-beda. Ada yang merasa kalau mereka sudah melakukan zina itu bukan aib, bahkan merasa wajar saja jika diberitahukan kepada teman-temannya, malahan mencela teman mereka yang masih perawan/perjaka, terutama di negara-negara yang bebas.

Akhirnya, tidak jarang kita kelepasan membuka aib orang tanpa sengaja hanya karena kekurangan rasa peka dalam diri kita untuk mengerti tentang hal tersebut. Ada yang tanpa sengaja mengomentari, atau sekedar melike foto teman yang tadinya belum berjilbab tapi sekarang sudah berjilbab, mungkin dia sedang berusaha istiqamah, hanya lalai saja karena lupa menghapus foto dia yang telah lama. Ada juga yang berupa postingan alay, galau, dan semacamnya, lalu diangkat kembali hanya untuk mempermalukan orang tersebut. Tanpa sadar mereka membuka aib seseorang yang telah berusaha ditutupi oleh sang korban.

Kemarin saya diperingatkan oleh seorang sahabat saya, agar tidak menyebar-nyebarkan aib diri sendiri.
Rasulullah pernah bersabda, “Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang yang menceritakan (aibnya sendiri). Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri adalah seorang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah kemudian di pagi harinya dia sendiri membuka apa yang ditutupi Allah itu.” [HR. Bukhori dan Muslim]

Kalau-lah aib kita sendiri saja tidak boleh kita sebarkan, bagaimanakah dengan aib orang lain? Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita bersama, terutama diri saya sendiri.

“Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara, dia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)
Read More

Berdo'a

Terkadang ketika mau membalas email dosen, kita menimbangnya berulang kali sebelum menekan tombol 'send'. Mulai dari gaya menulis, konten, sampai masalah titik koma. Itu baru hal-hal yang berupa tulisan, belum lagi kalau berupa lisan secara langsung. Tetapi mengapa kita tidak memperhatikan kata-kata, intonasi, serta cara menyampaikan do'a kita kepada Allah? 

Masih banyak di antara kita yang kalau berdoa seperti orang mau lari ke WC, kumur-kumur, komat-kamit, ngunyah permen karet, seakan-akan Allah begitu remeh. Padahal kita semua tahu kalau minta sesuatu itu harusnya memelas, merayu, berserah diri, dan tentu dengan kalimat yang baik.

Ketika kita mau mengajukan aplikasi beasiswa, kita juga pasti akan berusaha memenuhi berbagai kualifikasi jauh-jauh hari sebelum itu. Memperbaiki nilai kuliah, menjaga sikap (supaya bisa dapat surat keterangan kelakuan baik dan rekomendasi dosen), dan lain-lain. Tapi kita enggan menjaga adab dan memenuhi hal-hal yang menyebabkan diterimanya do'a oleh Allah.

Semoga saya menjadi orang paling pertama yang tertegur dengan tulisan ini dan segera memperbaiki diri. Karena hanya Allah satu-satunya tempat meminta.
Read More

Selasa, 17 November 2015

Menghabiskan Waktu Mengejar Sebuah 'Kemasan'...


Di saat banyak orang yang tidur di kasur...
Di saat itu pula banyak yang tidur di trotoar jalan...
Tujuannya sama-sama tidur, memberikan energi...
Bedanya cuma masalah 'kemasan'...
Di saat banyak orang yang makan-makanan 4 sehat 5 sempurna...
Di saat itu banyak orang yang makannya cuma nasi sama garam...
Tujuannya sama-sama mengisi perut...
Bedanya cuma masalah 'kemasan'...
Di saat banyak orang yang naik mobil sport, mewah, dll...
Di saat itu banyak orang yang hanya naik angkot...
Tujuannya sama-sama untuk pergi di suatu tempat...
Bedanya cuma masalah 'kemasan'...
Di saat banyak orang yang punya rumah besar dan indah...
Di saat itu banyak orang yang hanya tinggal di kontrakan...
Tujuannya sama-sama sebagai tempat tinggal...
Bedanya cuma masalah 'kemasan'...
Di saat banyak orang yang kuliah di universitas terbaik di luar negeri...
Di saat itu juga banyak orang yang hanya kuliah di universitas yang gratisan...
Tujuannya sama-sama untuk mencari ilmu...
Bedanya cuma masalah 'kemasan'...
Memang, kita ini patut mengasihani diri...
Terlalu sibuk mencari kemasan...
Sampai lupa mengisi yang di hati...
Dengan berbagai syukur dan rasa kecukupan...
Tidak jarang semua hal yang kita kejar...
Hanya untuk mendapatkan pujian orang...
Ohh hebat yah si fulan, punya mobil keren...
Ohh hebat yah si fulan, punya hape keren...
Ohh hebat yah si fulan, punya rumah mewah...
Ohh hebat yah si fulan, punya jabatan tinggi...
Ohh hebat yah si fulan, kuliahnya di sana...
Tidak jarang kita capek berusaha untuk mencari harta dunia, tapi yang menikmati orang lain, yang kita dapatkan cuma pujian yang enaknya nggak kerasa begitu lama...
*terinspirasi dari Ustadz Kholid Basalamah
Read More

Setiap Kenikmatan Pasti akan Ditanyakan

Di dalam Shahih Muslim, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Pada suatu siang atau malam hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar. Kemudian beliau berpapasan dengan Abu Bakar dan Umar. Beliau bertanya, “Apa yang menyebabkan kalian keluar dari rumah kalian pada saat-saat seperti ini?”
Abu Bakar dan Umar menjawab, “Rasa lapar wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Demi yang diriku ada di Tangan-Nya, yang membuat aku keluar sama seperti yang menyebabkan kalian keluar. Mari berangkat”.
Maka Abu Bakar dan Umar beranjak bersama beliau. Beliau menemui seseorang dari kalangan Anshar –dalam suatu riwayat disebutkan rumah Abu Ayyub al-Anshari-, yang ternyata ia tidak berada di rumahnya. Ketika istrinya melihat kedatangan beliau, maka dia berkata, “Marhaban wa ahlan”.
Beliau bertanya, “Dimana suamimu?”
Wanita itu menjawab, “Dia pergi untuk mencari air tawar yang segar bagi kami.”
Pada saat itu sahabat yang dimaksudkan datang. Dia memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dua orang rekannya. Dia berkata, “Segala puji bagi Allah, pada hari ini aku tidak mendapatkan tamu-tamu yang lebih mulia selain diri tamuku.”
Lalu orang sahabat itu beranjak lalu datang lagi sambil membawa tandan yang di dalamnya ada korma segar dan korma yang sudah dikeringkan. Dia berkata, “Makanlah hidangan ini”. Lalu dia akan mengambilkan tempat minum.
Beliau bersabda, “Tak perlu engkau memerah air susu.”
Lalu orang sahabat itu menyembelih domba, dan mereka semua makan dan minum. Setelah mereka kenyang, beliau bersabda kepada Abu Bakar dan Umar, “Demi yang diriku ada di Tangan-Nya, kalian benar-benar akan ditanya tentang kenikmatan ini pada hari kiamat. Rasa lapar telah membuat kalian keluar dari rumah, kemudian kalian tidak kembali melainkan setelah mendapat kenikmatan ini.”
Jika makanan yang halal tersebut akan Allah tanyakan. Bagaimana pula dengan banyaknya harta yang kita kumpulkan dalam perlombaan bermegah-megahan? Dan kenikmatan-kenikmatan lain yang kita nikmati.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أهْلَكَتْهُمْ
“Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Read More

Mencela Tanpa Menyebutkan Nama

'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash mengatakan, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku "Wahai ‘Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan, dahulunya ia suka melakukan shalat Tahajjud, lalu tidak melakukannya lagi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu pelajaran dari hadits ini adalah tentang bagaimana Rasulullah dalam memberikan celaan pada sesuatu. Mengingat bahwa yang penting adalah hal yang terkandung di dalamnya, bukan nama yang bersangkutan. Inilah metode Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika ingin melarang sesuatu tidak menyebutkan seseorang tetapi bersabda, "Kenapa suatu kaum melakukan ini itu...".
Beliau tidak menyebutkan nama seseorang terdapat dua hikmah utama:
Pertama, menjaga rahasia orang yang bersangkutan,
Kedua kemungkinan orang yang bersangkutan akan berubah dan setelah berubah tidak lagi mendapatkan stigma itu, karena yang menggengam hati itu hanya Allah Azza wa Jalla yang berubah setiap saat.
Misalnya, "Sungguh saya melihat seseorang berbuat fasik...", "Janganlah seperti fulan yang mencuri, minum khamer, berzina...", karena kemungkinan orang ini akan berubah dan tidak menyandang label buruk ini, maka lebih baik tidak disebutkan nama dan merahasiakannya.
Dari buku terjemahan Syarah Riyadush Shalihin Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin bab Menjaga Amal Shalih
Read More

Kamis, 12 November 2015

Belajar Islam

Beberapa tahun yang lalu, pertama kalinya saya mengenal salafi. Sejak saat itu, saya sering memposting hadits, dll. Entah mengapa saat ini saya jadi merasa bersalah, karena kadang masih kurang bijak dalam menyampaikan. Misalnya memberikan hadits-hadits yang justru membuat orang semakin benci untuk belajar agama, karena orang-orang akan menganggap belajar agama itu membuat seseorang menjadi keras.
Satu hal yang tidak saya sukai waktu itu adalah ketika orang mulai menyematkan gelar-gelar seperti 'ustadz'. Padahal kan saya sendiri tahu bahwa saya hanya copy paste. Sakit, sakitnya tuh disini (sambil nunjuk hati). Karenanya, saya mau berbagi tips untuk mencari ilmu Islam, daripada orang nanya ke saya padahal saya juga belum berilmu, karena hanya berlandaskan pada ilmu copas.
Pertama, ikhlaskan niat untuk mencari kebenaran, dan tidak menggunakan hawa nafsu dalam berfikir. Betapa banyak orang yang diberikan peringatan namun tidak mendapatkan manfaat karena masih menggunakan hawa nafsunya dalam berpikir.
Kedua, gunakanlah http://yufid.com/ sebagai media untuk mencari ilmu islam, baik yang berupa hadits-hadits, ilmu fiqh, dll. Tinggal ketik kata kunci, maka akan muncul berbagai macam link, dan insya Allah sumbernya sudah diseleksi oleh tim yufid.com. Kenapa mesti di yufid? Karena pada link-link yang anda dapatkan di google ditulis bebas oleh orang-orang, termasuk yang tidak menyertakan sumber dalam menulis, jadinya kita tidak tahu, apakah yang dia tulis itu dari seorang ustadz, ulama, hadits, qur'an, atau pemikirannya sendiri. Berbeda dengan link-link pada yufid yang menyertakan catatan kaki pada setiap tulisannya (selama ini saya belum nemu tulisan yang nggak pakai catatan kaki). Disana juga anda bisa mencari berbagai macam rekaman kajian (dalam bentuk video/audio).
Ketiga, jangan percaya pada orang yang berkata 'Jangan belajar ilmu dari internet', karena sesungguhnya belajar dari internet TIDAK SEPENUHNYA SALAH, yang penting kita harus tahu mengambil sumber darimana. Toh orang-orang yang mencari ilmu dunia pun akan mencari artikel-artikel yang mereka butuhkan dari google, sedangkan beberapa yang lainnya mencari dari sumber paper/jurnalnya langsung.
Keempat, mulailah dari belajar hal-hal yang dasar. Begitu banyak orang diluar sana yang begitu sombong dan memaksakan diri untuk membahas ilmu yang berat, padahal diluar kapasitasnya. Jika memang tidak tahu akan sesuatu hal lebih baik diam walaupun ditanya. <=yang ini ngena banget ke saya nih.
Kelima, jangan biarkan syaithan bersenang-senang diatas kerendahan ilmu agama kita (bahkan untuk ilmu dasar yang wajib kita ketahui). Pergaulan di dunia semakin meluas dan mampu merusak pemahaman kita tanpa kita sadari.
Keenam, senantiasa berdo'a kepada Allah agar diberikan petunjuk dan pemahaman yang lurus.
Semoga bermanfaat. Bagi yang ingin menambahkan, atau ingin mengkritik, saya persilahkan. Semoga Allah memberikan petunjukNya kepada kita semua.
*repost dari postingan tahun lalu* *diposting kembali ke notes supaya tidak tertimbun*
Read More

Jumat, 23 Oktober 2015

Sepeda

Waktu itu menunjukkan pukul 7.56 pagi. Pada hari ini, ada sebuah kelas pada jam 8.40 di kampus. Saat itulah melintas bapak dosen yang akan mengajar mata kuliah tersebut dengan 'sepeda ibu-ibu'nya, menuju kampus sambil menyapa sang murid yang sedang nunggu bus (sambil tersipu malu karena harusnya bisa jalan kaki sih). Pemandangan yang cukup biasa di sini. Para dosen tidak gengsi dengan 'sepeda ibu-ibu'nya untuk pergi ke kampus. Mungkin karena mereka tahu, gengsi-gengsian itu nggak ada gunanya. Lah orang di negeri kita, mau pergi warung jarak berapa ratus meter saja naik motor, terus pas BBM naik mengeluh tanpa tahu kalau kebiasaannyalah salah satu pemicu naiknya harga BBM. :v *dah gitu aja*
Read More

Minggu, 18 Oktober 2015

Shiddiq


Seringkah kita mendengarkan kata tersebut? Mungkin sudah sangat sering, apalagi jika kita mendengarkan nama Abu Bakr, yang selalu disandingkan dengan kata tersebut. Alasan beliau digelari Ash-Shiddiq, karena beliau membenarkan kabar dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dengan kepercayaan yang sangat tinggi.
Seperti hari-hari sebelumnya, saya terkadang masih memulai pagi dengan mendengarkan musik, biasanya dari youtube. Padahal saya yakin dari dalil-dalil yang ada bahwa itu adalah haram. Lalu kenapa tidak bisa meninggalkan semua itu, padahal saya dulu pernah meninggalkannya?
Selain itu, saya juga mendengarkan lagi kisah tentang Abu Bakr, yang saya share beberapa hari yang lalu melalui postingan facebook. Sesampaiku di kampus, saya pun kembali memutar ulang ceramah dari ustadz syafiq basalamah yang berjudul 'aku akan berubah' yang juga sempat saya share beberapa waktu yang lalu.
Lalu, apa korelasi dari semua ceramah di atas? Satu kata kunci yang saya dapatkan, yaitu 'shiddiq'. Kenapa seseorang yang mau dan berusaha berubah tidak mendapatkan hasil? Bisa jadi karena belum tertanamnya sifat shiddiq di dalam dirinya.
Terkadang, kita menanamkan rasa ingin meninggalkan hal yang Allah haramkan, mulai dari A-Z, tetapi begitu besar rasa takut yang ditanamkan oleh syaithan sehingga akhirnya kita tetap mengerjakannya karena takut tidak akan mendapatkan pengganti yang baik. Coba bandingkan dengan Abu Bakr, yang keimanannya tidak akan mampu dikalahkan oleh keimanan penduduk bumi secara keseluruhan.
Lalu, bagaimana mungkin saya berdakwah untuk Allah jika belum memiliki keimanan? Bagaimana mungkin saya bisa meyakinkan orang lain jika saya sendiri belum yakin? Bagaimana bisa mengalahkan musuh-musuh Allah, jika keyakinan masih seperti ini? Semuanya yang mampu menjawab hanya diri saya sendiri.
Bahkan rasa was-was untuk melakukan hal duniawi pun seharusnya mampu dihilangkan, jika kita memiliki rasa percaya diri. Karenanya, keimanan pada Allah, adalah kunci untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat, karena Allah-lah sebaik-baik penjamin, jika kita bersedia meninggalkan segala hal yang diharamkanNya, insya Allah akan ada ganti yang lebih baik. Keimanan, bukanlah jualan kaum-kaum yang merasa percaya pada diri sendiri untuk melangkah pada syubhat-syubhat yang akhirnya terjatuh ke dalam sebuah dosa, melainkan mereka yang beriman dan berusaha untuk menjauhi syubhat maupun yang benar-benar haram.
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)
Semoga hadits di atas tidak hanya jadi bacaan saja, namun mampu saya dan anda praktekkan agar mampu mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Mohon doakan saya untuk berubah, sambil saya usahakan juga. Semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita semua.
Read More

Rabu, 09 September 2015

Ilmu Dunia akan Menjadi Bermanfaat, Jika Kita Memahami Islam dengan Baik

Orang yang paling baik di masa jahiliyyah, adalah orang yang paling baik setelah masuk Islam, jika mereka menjadi seorang yang faqih (ahli dan alim dalam ilmu syariat).(HR. Bukhari dan Muslim).
Masa lalu bukanlah tolak ukur kebagusan Islam seseorang. Bahkan seorang Umar bin Khattab yang ditakuti kawan dan lawan pada zamannya dan sudah berencana membunuh Rasulullah pun menjadi seorang muslim yang baik setelah masuk Islam.
Begitu juga dengan 'beliau' yang seorang artis, lalu diberikan kepahaman agama oleh Allah. Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Dia akan dipahamkan dalam agamanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Skill yang didapat oleh beliau ketika berjuang sebelum akhirnya menjadi seorang artis, termasuk rasa percaya diri yang dimilikinya. Mungkin, beliau akan menjadi ustadz yang lebih baik daripada yang tadinya ustadz lalu berubah jadi artis. Karena amalan seseorang dilihat pada akhirnya bukan awalnya.
“Sesungguhnya telah disempurnakan penciptaan salah seorang dari kalian dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk sperma, kemudian dia menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus kepadanya malaikat, kemudian ditiupkan ruh kepadanya, lalu malaikat tersebut diperintahkan untuk menulis empat perkara; untuk menulis rizkinya, ajalnya dan amalannya dan nasibnya (setelah mati) apakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Sesungguhnya salah seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia memasukinya. Dan salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sehasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli surga hingga dia memasukinya. (HR Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah menunjukkan kita jalan yang lurus, dan diistiqamahkan di jalan yang benar hingga akhir hayat kita.
Read More

Ustadz Bohongan

"Ustadz kok main cosplay (pakaian Anime Jepang)", kata seseorang pada saya. "Jadi ustadzmi tawwa Farid sekarang", kata seorang yang lain.
Padahal, apa yang saya lakukan hanya berbagi sesuatu dari qur'an dan sunnah, sesuatu yang baik dan benar menurut saya. Sayangnya di dalam masyarakat kita, hal-hal ini disalah artikan. Dianggap pengen jadi ustadz lah, dianggap begini dan begitulah.
Kalaupun belakangan anda tahu keburukan saya, dan memvonis saya sebagai 'ustadz bohongan', entah karena anda melihat akhlak saya buruk, atau karena saya main cosplay Anime sekalipun, semua kesalahannya dari saya karena tak mampu menundukkan hawa nafsu.
Hal yang sama pun saya lihat ketika Teuku Wisnu memberikan sebuah 'pendapat'nya lalu mereka yang berbeda protes dan menyematkan gelar 'ustadz dadakan' pada beliau. Padahal, apa yang beliau sampaikan hanyalah berbagi pendapat yang diyakininya benar DENGAN SEBUAH ARGUMEN YANG KUAT, jika dibandingkan mereka yang menyalahkan beliau.
Anyway, saya pikir, orang-orang yang mengatakan bahwa orang yang boleh berbagi ilmu agama itu hanya ustadz, sama seperti orang yang mengatakan bahwa yang boleh bersedekah hanyalah orang kaya, sedangkan orang miskin tidak. Orang yang menganggap bahwa yang harus belajar agama cuma ustadz, sama seperti orang yang bilang bahwa yang boleh punya uang hanya orang kaya, sedangkan orang miskin nggak boleh punya uang serupiahpun. Padahal, baik kaya maupun miskin, punya hak untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan mereka. Begitu juga pada setiap orang, ada kewajiban untuk mempelajari agama yang haq (Islam) dan menyebarkannya semampunya, tidak peduli dia ustadz atau bukan.
Read More

Senin, 27 Juli 2015

Nyari Jodoh

Bismillahirrahmanirrahim

Ternyata nyari jodoh itu susah, pake banget pula. Begitu banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Mulai dari fisik, materi, keluarga, dll. Padahal, kalau ketemu orang-orang, pasti ditanya 'kapan nikah?'. Kapan nikah dari Hongkong? Pasangan aja belum punya. Kalau saya ditanya, "Kapan pertama kali saya dikomporin masalah beginian?" Sudah lamaa, sejak Naruto belum belajar sama raja kodok, Luffy belum pake Haki, si Eren belum bisa jadi Titan, yah kira-kira sejak 3-4 tahun lalu. Tapi, alasan yang paling gampang dikemukakan ketika itu, masih kuliah, belum kerja, belum punya penghasilan. Sebenarnya, alasan yang sama pun masih bisa dikeluarkan saat ini. Tapi, bukan di situ intisari dari tulisan ini.

Beberapa waktu lalu, ada orang yang tiba-tiba nanya apa saya udah mau nikah atau belum, karena orang tersebut menawarkan diri untuk menikah. Tapi ya jelas saya tolak. Bagaimana mungkin mau nerima orang yang kenal aja belum, apalagi memang dari awal tidak ada keinginan. Akhirnya ketika saya pulang, saya sempat membeli sebuah buku berjudul "Panduan Lengkap Nikah dari A-Z". Pada sebuah bab disebutkan tentang kriteria-kriteria kebagusan Islam seseorang. Dan isinya WOW!!! Ini nyari yang memenuhi 2-3 aja kayaknya susah sekali, apalagi semuanya (ada sekitar 13).

Karenanya, saya mencoba menyederhanakannya dan mencari kriteria-kriteria yang pas berdasarkan teori yang lebih mudah. Saya pun mencoba konsultasi dengan orang sekitar saya, apalagi sebagian besar dari mereka sudah menikah. Pernah seseorang memberikan nasehat, carilah istri yang sesuai dengan cita-citamu. Cita-cita di sini adalah cita-cita dalam berumah tangga. Misalnya kamu ingin hidupmu lebih terarah, carilah istri yang disiplin, jika ingin punya anak yang pintar, carilah istri yang pintar, dstnya. Ini adalah suatu masukan yang berharga, karena lebih mudah mencarinya daripada yang ada pada buku di atas.

Selain itu, saya juga dinasehati untuk fleksibel oleh seseorang. Dalam arti, jangan sampai hanya terpaku dan jatuh cinta pada seseorang. Terkadang di usia yang muda, gejolak cinta dan rasa keinginan pada lawan jenis yang menggebu-gebu menjadikan kita tak mampu lagi berpikir dengan akal sehat. Membuat kita bermudah-mudahan dalam mengambil keputusan, padahal begitu banyak resiko yang harus dihadapi di kemudian hari. Beberapa waktu yang lalu (beberapa tahun silam), saya sempat minta didoakan sama beberapa orang melalui inbox, agar bisa dimudahkan proses pernikahannya dengan seseorang. Waktu itu, 'mereka' mengatakan, semoga diberikan yang terbaik oleh Allah. Awalnya saya sempat mikir, "loh, kenapa yah nggak didoain agar si fulanah ini menjadi jodoh yang terbaik buat saya", kesannya seakan-akan mereka tidak mau mendukung jika nikah dengan fulanah. Nah, beberapa waktu kemudian saya mendengarkan ceramah baru saya temukan jawabannya. Mungkin mereka mendoakan seperti itu bukan karena tidak mendukung, tapi bisa jadi karena mereka paham, pilihan saya saat itu belum tentu pilihan yang terbaik, tapi pilihan Allah sudah pasti yang terbaik. Jangan sampai berdoa macam ini, "Ya Allah, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah... Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah.... Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh... Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,selain aku... Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku... Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali... Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah denganku.... Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian jodohkan kembali dia dengan ku", kan ini namanya pemaksaan.

Sempat terpikir juga untuk pacaran. Tapi saya berpikir berapa banyak pemuda-pemudi yang sekarang pacaran dan akhirnya menikah walaupun tahu bahwa pasangannya memiliki kekurangan-kekurangan yang tidak mampu dia toleransi. Alasannya apa? Karena dia memang jatuh cinta, dan bagaikan orang yang jatuh di sebuah palung laut, walau tahu gelap dan menakutkan tetap saja diterjang, toh sudah terlanjur masuk dan tertekan oleh air. Kalau kata ustadz, jangan buat PR dalam rumah tangga. Sudah tahu dia playboy, suka begini begitu, tapi masih menikah dengannya juga, berarti yang salah siapa? Atau misalnya dia bertentangan prinsip dengan kita. Misalnya kita berjenggot dia protes, atau misalnya protes karena berjilbab besar bagi yang wanita misalnya. Untuk hal-hal pokok seperti ini jika memang tidak bisa diterima memang lebih baik mundur teratur. Toh mas Teuku Wisnu yang akhirnya jenggotan dan turun dari panggung sinetron didukung full sama istrinya yang juga sama-sama artis sinetron. Trus apa alasan kita nerima orang yang seperti itu? Karenanya jika Allah menunjukkan kekurangan seseorang yang kita inginkan untuk jadi istri sebelum nikah, itu adalah sebuah petunjuk yang baik, agar menghindarkan diri dari yang buruk.

Karenanya, dalam proses pencarian jodoh saya membaginya ke dalam dua tipe, kecocokan dan kesukaan. Ada yang sebenarnya cocok sama kita, tapi kitanya nggak suka, begitu juga sebaliknya. Biasanya yang kita sukai itu kita cocok2in, sedangkan yang cocok susah untuk kita sukain. Disinilah fungsi ayat Al-Baqarah ayat 216 difungsikan. Apakah kita bisa menerima orang yang kita cocok tapi tidak disukai atau tidak, semua tergantung dengan kesabaran kita dalam menerima takdir. Benar, ini hanya teori, dan prakteknya akan sangat jauuuh dari apa yang dipahami/dipelajari. Tapi, untuk menentukan kehidupan di masa depan, tidak ada salahnya kita mencari dengan menggunakan teori tertentu, selama tidak bertentangan dengan ajaran islam. Yang terpenting adalah bagaimana menggantungkan diri pada Allah atas segala sesuatu, dan menerima segala hal yang telah dituliskanNya di lauhul mahfudz. 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (al-Furqan: 74)

Nb. Kalau ada yang mau protes karena posting teori terus tanpa praktek, biarin aja deh, toh ini hanya curhat :3
Read More

Sabtu, 18 Juli 2015

Nasehat dari Imam Masjid

Hari ini diskusi dengan imam masjid. Begitu banyak nasehat yang beliau berikan kepada saya.

1. Tidak usah mengecilkan diri dengan adanya komen buruk orang lain tentang kita. Jika memang ada pada diri kita, maka itu berarti kita harus belajar mengubah diri menjadi lebih baik. Jika tidak ada pada kita, maka kita tidak perlu mempedulikannya. Melakukan amalan karena manusia adalah syirik, dan meninggalkan amalan karena manusia adalah riya.

2. Tidak usah menyibukkan diri dengan fitnah-fitnah yang ada, tetap sibukkan diri dengan amal shaleh. Jika ada orang di sekitar kita yang menyibukkan diri dengan ghibah, maka kita harus meninggalkannya, karena hal tersebut hanya menimbulkan was-was. Orang-orang yang menyibukkan diri untuk ghibah bisa jadi orang-orang yang ingin mendapatkan kedudukan yang tinggi, tetapi dengan cara menginjak-injak yang lain. (catatan: mohon bedakan antara ghibah dan orang yang memberikan nasehat secara umum)

3. Jangan terlalu mudah percaya pada seseorang jika belum benar-benar menyelidikinya, apalagi jika orang tersebut akan anda tempatkan pada sebuah posisi yang berpengaruh, karena bisa jadi hal tersebut malah berbalik mencemarkan nama baik anda.

4. Mencoba melihat dari persepsi yang lain adalah hal yang bagus. Terkadang kita terlalu mudah untuk mematok sesuatu tanpa mempertimbangkan orang lain yang mungkin kondisi dan tingkat ilmunya berbeda.

5. Menjaga kondisi di mana dan kepada siapa kita meminta/menerima ilmu, informasi, dsbnya agar selalu mendapatkannya dari sesuatu yang baik, karena hal tersebut bisa mempengaruhi pola pikir kita.

6. Bertaqwalah kepada Allah, jalankan sunnah Rasul, niscaya kita akan berada pada jalan keselamatan. Jika sebuah amanah dipercayakan kepada kita, maka laksanakan sesuai dengan qur'an dan sunnah, serta kemampuan kita, jangan sampai menawarkan diri seenaknya tapi tidak paham secara jelas akan apa yang diamanahkan. 

Dari Abdurrahman bin Samurah dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepadaku, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu (tanpa pertolongan dari Allâh). Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong (oleh Allâh Azza wa Jalla) dalam melaksanakan jabatan itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Penutup, memang nasehat secara privat dengan cara yang baik itu lebih besar efeknya ketimbang sekedar share tulisan, atau bacaan secara umum ke orang-orang. Nasehat adalah bagian penting dari nasehat, mengingat hadits yang berbunyi 'agama adalah nasehat', yang menggambarkan kedudukan penting 'nasehat' dalam Islam, seperti halnya hadits 'haji adalah arafah' yang menggambarkan pentingnya arafah di dalam ibadah haji. Dan jangan pernah sungkan memberikan nasehat, “karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55)
Read More

Sabtu, 13 Juni 2015

Metode Menghafal Al-Qur'an

Setiap orang memiliki cara atau metode sendiri dalam menghafal. Namun demikian, yang paling banyak digunakan adalah yang cocok dan menyenangkan bagi tiap individu. Jika diteliti, kebanyakan metode yang cocok bagi setiap orang diperoleh melalui beberapa kali percobaan. Oleh karenanya, cobalah semua metode dari metode-metode tersebut yang bisa membuat kita tekun menghafal, dan manakah metode yang menghabiskan waktu paling sedikit!

Mari kita simak bersama-sama metode-metode menghafal Al-Qur'an berikut ini:

Pertama: Menghafal Beberapa Ayat atau 1 Ayat

Praktiknya, seorang penghafal membaca satu ayat dengan bacaan yang benar sebanyak 2 atau 3 kali. Kemudian, memperdengarkan ayat ini kepada orang lain. Setelah itu, diteruskan dengan menghafal ayat kedua, dengan cara seperti sebelumnya. Dan setelah itu memperdengarkan ayat pertama dan kedua. 
Metode yang sama dilakukan untuk menghafal ayat ketiga, yakni menghafalnya kemudian memperdengarkan ayat-ayat tersebut satu per satu, dari ayat pertama sampai ayat ketiga. Kemudian, dilanjutkan dengan ayat keempat, demikian seterusnya hingga ayat terakhir dari halaman yang sedang dihafal.

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa dalam metode ini, kita akan menemukan bahwa ayat pertama lebih banyak diucapkan, sehingga tidak perlu diadakan pengulangan. Ketika sebagian orang telah hafal sampai 1/2 halaman (dengan metode ini), mereka berkata, "Setengah halaman yang pertama ini telah dihafal dengan mantap. Sehingga, tidak perlu dibacakan ulang ketika menghafal ayat-ayat pada setengah halaman berikutnya." Jika demikian, maka hendaknya ayat-ayat yang dihafalkan selanjutnya itu, pembacaannya dimulai dari 1/2 halaman kedua hingga sempurnalah 1 halaman penuh. Jika sudah dihafal 1 halaman, hendaknya ia memperdengarkan hafalannya ini pada orang lain, 1 halaman lengkap sebanyak 3 kali.

Biasanya, ini merupakan metode yang paling lambat, karena bisa menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Sebabnya, karena banyak dilakukan pengulangan.

Selain itu, ini jugam erupakan metode yang paling lemah. Karena jika seorang penghafal tidak menyambung ayat yang satu dengan ayat berikutnya, maka ia akan kesulitan meneruskan pada sebagian ayat. Kemudian, terpaksa ia harus membuka mushaf dan melihat lagi pada ayat manakah dia berhenti. Setelah itu, ia menutup mushafnya dan menerukan lagi hafalannya. Akan tetapi, ia akan kembali berhenti untuk kedua dan ketiga kalinya. Setelah beberapa waktu, ia akan mendapati kesulitan untuk menghubungkan semua ayat menjad 1 halaman penuh.

Kedua: Membagi 1 Halaman Menjadi 3 Bagian

Dengan metode ini, 1 halaman dibagi menjadi 3 bagian. Kemudian ayat yang terdapat pada tiap bagian dibaca berulang kali sampai hafal. Jika ketiga bagian itu telah dihafal maka ketiga bagian tu disambungkan satu sama lainnya (sehingga menjadi 1 halaman). 
Dengan metode ini, hubungan ayat yang satu dengan yang lainnya akan sempurna, dengan cara yang lebih baik. Selain itu, kita akan menyingkat waktu yang kita habiskan untuk mengulang-ulang setiap ayat.

Ketiga: Menghafal 1 Halaman Sekaligus

Ini mirip dengan metode sebelumnya, tetapi targetnya adalah 1 halaman penuh. Maksudnya, seorang yang ingin menghafal membaca 1 halaman secara sempurna dari awal sampai akhir, dengan bacaan yang pelan dan benar, sebanyak 3 atau 5 kali menurut kecepatan dan kemampuan tiap orang dalam menghafal.
Dengan demikian, jika kita membaca 1 halaman penuh sebanyak 3 atau 5 kali dengan bacaan yang diiringi kehadiran hati serta pemusatan pikiran dan akal bukan semata secara lisan, maka kita dapat menghimpun hati dan pikiran. Karena tujuan dari membaca seperti ini adalah untuk menghafal.

Jika salah satu diantara anda menyangka bahwa seseorang tidak akan pernah bisa sempurna; atau tidak akan dapat menghafal dengan membaca sebanyak 3 atau 5 kali, maka aku katakan, "Ya, Anda benar"

Kemungkinan seseorang dapat hafal ayat-ayat dari halaman yang dibacanya itu. Namun ketika ia bermaksud memperdengarkan halaman yang ia hafal itu, maka ia akan berhenti pada satu ayat (karena lupa). Kemudian ia buka mushafnya dan melihat ayat apa yang ia lupa. Ketika ia teringat, ia tutup mushafnya lagi. Kemudia ketika ia kembali lagi memperdengarkan halaman yang dihafalnya, ia akan berhenti lagi untuk kedua dan ketiga kalinya.
Lantas, apa yang terjadi? Ia tidak akan berhenti untuk kedua kalinya pada letak ayat yang sebelumnya ia berhenti padanya. Sebabnya, karena letak itu telah terpatri di dalam memorinya. Dengan begitu, lupa saat mengulang hafalan bisa diminimalisir.

Basanya, ia baru bisa menghafal 1 halaman secara mantap dan sempurna setelah ia mmperdengarkan hafalannya sampai 3 kali. Sehngga secara keseluruhan, ia membaca 1 halaman sampai 8 kali: 3 atau 5 kali pada langkah pertama (menghafal), dan 3 kali lannya pada langkah kedua (ketika ia memperdengarkan halaman yang ia hafal pada orang lain)

Apa yang seharusnya dilakukan pada langkah ketiga? Hendaknya ia mengulang-ulang tasmi' (memperdengarkan hafalan) yang benar, yang telah disempurnakan terakhir kali, kira-kira sebanyak 3 kali. Dengan demikian, jumlah keseluruhan bacaan dari 1 halaman yang ia hafal adalah 9 atau 11 kali.

Ia membaca 1 halaman dengan bacaan yang dikonsentrasikan pada keakuratan dan kebenarannya sebanyak 3 atau 5 kali. Kemudian. ia memperdengarkannya sebanyak 3 kali percobaan. Setelah itu, ia memantapkannya dengan 3 tasmi'. Alhasil, 1 halaman akan terhafal dengan baik, kuat, dan mantap, insya Allah.

Apa kelebhan menghafal dengan metode ini? Kelebihannya adalah kita tidak akan terbata-bata dan berhenti untuk melanjutkan sambungan halaman berikutnya. berbeda dengan metode lainnya sebagaimana telah kami sebutkan, dimana 1 halaman dihafal dengan menghafal ayat per ayat secara terpisah.

Ketahuilah, sesungguhnya halaman tu bagaikan sebuah papan yang terdapat di dalam hatinya. Ia melukis imajnasinya pada papan itu dan membuat gambar dari ujung atas sampa ujung bawah. Sehingga, ia pun dapat mengetahui beberapa jumlah ayatnya. Ada 1 halaman yang hanya berisi 1 ayat sempurna. Ada halaman yang isinya hanya terdapat 2 ayat. Ada halaman yangisinya terdapat 3 ayat. Dan ada halaman yang isinya terdapat banyak ayat. Ia juga dapat mengetahui dimana halaman itu berada, apakah di bagian kana atauka di bagian kiri. Kata apa yang mengawali halaman itu dan kata apa yang mengakhirinya. Dengan demikian ia dapat menghafal seakurat mungkin, insya Allah.

Sesungguhnya ini adalah metode menghafal yang paling cepat. 1 halaman selesai dihafalkan kira-kira 10 menit. Bahkan seseorang berkata bahwa 1 halaman dapat dihafalkan kurang dari 10 menit. Kita katakan 10 menit, jika memiliki niat kuat untuk menghafal. Namun, jika tia termasuk orang yang senang bersantai, maka sekalipun ia tidak dapat menghafal apapun, walaupun dalam waktu 100 menit dan tidak pula 10 hari.

Diketik ulang dari buku 'Hafal Al-Qur'an dalam Sebulan', karya Ir. Amjad Qosim Hal. 101-105
Read More

Senin, 11 Mei 2015

Mau jadi anak gaul? Shalat berjamaah lah!

Seperti biasa, tulisan saya memang kadang judulnya aneh, nggak nyambung, bahkan kadang ngalor ngidul. Kali ini saya mau sedikit cerita tentang 'shalat jamaah' dan 'anak gaul'.

Sedikit perkenalan, untuk anda sekalian tahu, bahwa saya adalah orang yang introvert, sibuk dengan dunianya sendiri, nggak gaul, dan tidak banyak dikenal orang. Mengapa? Yah mungkin sudah dari sononya. Padahal, kalau dipikir, selama SMP dan SMA, saya bersekolah di sekolah yang cukup favorit di kota saya, yang juga terkenal dengan murid-muridnya yang kebanyakan anak gaul. Tapi, saya kurang suka dengan lingkungan anak gaul, selain tingkat hedonismenya relatif tinggi, kita juga harus mengorbankan banyak waktu. Tapi, pada kenyataannya, menjadi manusia introvert macam saya tidak jauh beda. Mungkin uang dan waktu yang digunakan untuk ngegame jauh lebih banyak mas bro.

Karena sifat saya yang introvert ini, akhirnya lingkup pergaulan saya sempit, kenalan nggak banyak, tapi itu dulu. Sampai akhirnya pada suatu saat saya mengenal sebuah kegiatan Islam yang membuat saya jadi mengenal banyak orang. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Mulai dari yang muda sampai yang tua. Mulai dari orang di negara ujung afrika sampai yang berada di sini. Apalagi kalau bukan shalat jamaah.

Pertama kali ikut kegiatan shalat jamaah adalah zaman SMA. Waktu itu memang nggak ada yang kenal siapa saya kecuali yang pernah sekelas dengan saya :D . Tapi, sejak saat itu, saya jadi kenal dengan banyak orang dari kelas lain, angkatan lain, bahkan para guru yang belum pernah mengajar saya. Alhamdulillah, di sekolah kami memiliki Masjid yang bernama Darul Ulum, di mana para murid dan guru biasanya gunakan untuk shalat jamaah pada waktu dzuhur, dan juga ashar jika ada orang, walaupun tidak jarang dipake untuk bolos :v .

Sejak saat itu, saya jadi sering ikut shalat berjamaah, walaupun hanya istiqamah di sekolah, yang penting jalan terus. Terkadang mesti minta izin sama guru yang mengajar pada jam tersebut, tapi alhamdulillah diizinkan.

Selepas kelulusan dari sekolah tersebut, saya tidak pernah lagi shalat jamaah, sama sekali. Yang ada hanyalah shalat jamaah di hari jum'at. Kalaupun shalat, tidak jarang menggunakan ruangan kosong di warnet tempat saya biasanya bermain dari pagi sampai sore.

Akhirnya, ketika pergi ke Jepang, saya juga menjadi malas untuk melakukan shalat jamaah, dan menjadi orang introvert sejati :D . Alhamdulillah, suatu ketika saya termotivasi oleh seseorang untuk selalu melakukan shalat jamaah di sini. Pada akhirnya, saya pun selalu menyempatkan diri untuk shalat jamaah di sini.

Seperti yang saya bilang di atas, saya bukan anak gaul yang menghabiskan banyak waktu di luar untuk bertemu orang-orang. Untuk bergaul saja jarang, apalagi untuk mengenal orang-orang. Terkadang dengan adanya media sosial, saya membuat kita mengenal orang lain, tapi pada akhirnya, itu semua hanya semu. Tapi, tentu berbeda dengan mereka yang kita temui tiap hari pada shalat jamaah. Rasanya beda, misalnya mau ada konflik, tetap saja ada rasa tidak enak kalau ada clash (tapi bukan clash of clan). Jadinya, kita pasti akan berusaha saling mengerti dan memaafkan.

Seperti yang saya sebutkan di atas, ikut shalat jamaah membuat kita mengenal banyak manusia dari berbagai tipe, mulai dari yang ini sampai yang itu. Karena yang ikut shalat jamaah tidak dibatasi oleh umur, bahkan tidak jarang saya mengenal beberapa anak yang kadang shalat di masjid karena dibawa oleh orang tuanya. Tentu, semuanya karena shalat jamaah mengajarkan walau berdiri tidak sama tinggi, tapi tempat sujud kita sama.

Walaupun saya sadar bahwa saya tidak sebaik mereka yang ikut shalat jamaah, saya sadar, bahwa perlahan-lahan apa yang mereka ajarkan, mereka sharing, mereka nasehatkan kepada saya akan memberikan perubahan kepada saya sedikit demi sedikit. Saya tidak mau membiarkan syaithan dalam hati mengatakan "Nggak usah sok suci deh, merasa mulia dengan shalat jamaah, padahal kalau sendiri ente blablablabla". Yang penting adalah tetap memperbaiki niat, dan usaha untuk shalat jamaah, mempererat silaturahim, dan membentuk karakter yang sesuai dengan teladan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semampu kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk semua jalan kebaikan.
Read More

Selasa, 14 April 2015

Petualangan di kota Anime, Tokyo

Judulnya memang aneh yah, kota Anime, padahal tidak ada seorang pun yang menjuluki kota ini dengan kota Anime. Sekarang saya ingin sedikit cerita tentang kota yang saya kunjungi dengan rencana super mendadak yang hanya direncanakan 1 hari sebelum hari H.

Hal-hal yang perlu anda siapkan ketika datang ke kota ini adalah mobile phone dengan wifi, petunjuk tentang tempat yang ingin dikunjungi yang sudah dicetak, tentu saja siapkan uang jika anda berniat untuk belanja. Perlu diketahui, bahwa saya adalah makhluk yang kurang senang berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Jadi petunjuk yang saya berikan ini rasanya akan sangat mudah untuk dimengerti oleh mereka yang sejak awal senang traveling.
JR Map Tokyo

Waktu itu saya sampai di Tokyo saat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua. Saat itu, saya kebingungan ketika harus memutuskan tempat tujuan saya, apakah harus ke hotel, atau ke daerah di dekat sana. Mengingat jalur kereta yang membingungkan di Tokyo, akhirnya saya memutuskan ke tempat tujuan terdekat dari stasiun Tokyo. Yaituuuu, Akihabara!!!

Tempat pertama yang kukunjungi di sana adalah AKB48 cafe & shop, walaupun saya bukan penggemar AKB48. Kebetulan saja, AKB48 shop ini terletak sangat dekat dari stasiun Akihabara pintu Electric Town ke arah kanan.


AKB48 Cafe&Shop

Selain itu, tujuan utama saya ke Akihabara juga terletak di sebelah kiri dari cafe tersebut, Gundam Cafe. Ada begitu banyak makanan yang dijual di sana. Tetapi saya sengaja tidak masuk di satu kafe pun, karena saya yakin bahwa makanan yang ada di sana kemungkinan besar tidak halal. 



Gundam Cafe

Setelah puas mengambil gambar dari setiap sudut di toko tersebut, saya pun kembali mencari-cari makanan di daerah Akihabara. Di sana saya menemukan kedai kebab turki yang katanya ayamnya halal. Setelah membeli makanan tersebut, saya pun pergi ke hotel yang sudah dibooking 2 hari sebelumnya, karena sudah bisa check in sejak pukul 15.00 di daerah OchaNoMizu yang terletak 1 stasiun dari Akihabara. 

Setelah masuk hotel dan menyimpan semua barang-barang berat, saya pun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan paling utama saya di Tokyo, Odaiba!!!

Untuk pergi ke Odaiba tidak sulit, hanya perlu naik kereta dari Tokyo, ke arah shinbashi yang bisa dicapai dengan menggunakan berbagai jalur JR di sana.

Sesampainya di shinbashi, kita akan melihat berbagai plang yang menunjukkan arah Yurikamome yang merupakan kereta yang akan kita gunakan menuju Odaiba. Ketika sampai di stasiun Yurikamome, silahkan membeli tiket ke arah 'Daiba'.

Ketika sampai di Daiba, anda bisa langsung keluar dari stasiun dan melihat pemandangan 'patung liberty mini' dan 'Rainbow Bridge'.

View in Odaiba

Di Odaiba sendiri juga menyediakan shuttle bus gratis yang bisa digunakan untuk mengelilingi odaiba. Info lengkapnya bisa dilihat di sini. Untuk petanya, silahkan perhatikan gambar berikut, 

Peta shuttle bus Odaiba

Di Odaiba sebenarnya banyak sekali tempat menarik, termasuk di Fuji TV yang tidak sempat saya masuki karena keterbatasan waktu. Tadinya saya berpikir bahwa Fuji TV hanyalah stasiun TV biasa, apalagi ketika mengingat cerita Digimon Adventure yang melakukan pertarungan di sana.

Fuji TV

Selanjutnya adalah tujuan utama saya ke Odaiba, Gundam dengan scale 1/1. Memang benar, bahwa kalau dilihat langsung itu kelihatannya lebih keren. Karena merasa tidak puas hanya lihat pada sore hari, malam harinya pun saya mengambil foto dari gundam tersebut.
Gundam RX-78 1/1 model

Setelah puas jalan-jalan di Odaiba, akhirnya saya mengakhiri perjalanan dengan makan malam di  Aqua City Odaiba. Ternyata di sana terdapat sebuah restoran Indonesia yang bernama 'Surabaya' yang ditulis dengan katakana. 

Makanan Indonesia di Aqua City, Odaiba

Pada malam harinya saya kembali ke Akihabara untuk mengunjungi berbagai toko-toko elektronik yang ada di sana. Saking banyaknya, sangat sulit untuk menentukan toko yang ingin dikunjungi. Karenanya, saya fokus pada toko terbesar yang ada di sana, yaitu Yodobashi Akiba yang berjarak tidak terlalu jauh dari stasiun Akihabara. Selain itu, saya juga sempat keliling dan mengambil foto beberapa tempat di sana.

Yodobashi-Akiba







Toko-toko lain yang berada di Akihabara

Pada pagi hari, saya bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang menjadi ciri khas dari kota Tokyo yang sangat sering muncul di berbagai anime, Tokyo Tower!!!

Untuk informasi ke Tokyo Tower, bisa ditemukan di sini. Adapun peta untuk ke sana, bisa dilihat pada gambar berikut, 
Map Tokyo Tower

Tokyo Tower
Ada banyak hal yang bisa dilihat di sana, kita bisa melihat ke sekililing, kota Tokyo. Alhamdulillah 'alaa kulli haal, saat saya ke sana cuaca sedang tidak cerah. Tapi, bukan berarti apa yang saya bisa lihat di sana tidak bagus. 

Pemandangan Kota Tokyo dari Tokyo Tower
Pemandangan ke bawah dari Tokyo Tower

Selain itu, di Tokyo Tower juga ada tempat yang menarik untuk para penggemar One Piece. Namanya adalah One Piece Tower. 



One Piece Tower & Mugiwara Store

Tempat tujuan terakhir saya setelah urusan selesai adalah kembali ke Akihabara, di sebuah tempat bernama Tokyo Anime Center yang merupakan tempat yang menunjukkan sedikit proses pembuatan anime. Mungkin tempat ini tidak begitu menarik, tetapi banyak gambar yang bisa dilihat di sini. Ada juga proses kasar dari anime sebelum akhirnya diwarnai, di sini. 


Tokyo Anime Center

Sekian catatan perjalanan saya selama di Tokyo, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang baru pertama kali ke sana. Sekedar informasi tambahan, di setiap stasiun JR Tokyo terdapat jaringan Wi-Fi yang bisa digunakan kapan saja setelah mendaftar dengan mengisi formulir (tersedia dalam bahasa Inggris juga), namun untuk mencarinya memang mesti sabar. Selain itu, jangan sungkan untuk bertanya pada pegawai stasiun agar tidak salah naik kereta yang bisa menyebabkan anda berputar-putar di sana. 



Sumber: 
http://marron.extracaffeine.com/odaiba/images/fuji_04_d.png
http://www.miraikan.jst.go.jp/en/guide/route/shutlebus.html
http://i.imgur.com/N9MHY.jpg
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.