Senin, 11 Mei 2015

Mau jadi anak gaul? Shalat berjamaah lah!

Seperti biasa, tulisan saya memang kadang judulnya aneh, nggak nyambung, bahkan kadang ngalor ngidul. Kali ini saya mau sedikit cerita tentang 'shalat jamaah' dan 'anak gaul'.

Sedikit perkenalan, untuk anda sekalian tahu, bahwa saya adalah orang yang introvert, sibuk dengan dunianya sendiri, nggak gaul, dan tidak banyak dikenal orang. Mengapa? Yah mungkin sudah dari sononya. Padahal, kalau dipikir, selama SMP dan SMA, saya bersekolah di sekolah yang cukup favorit di kota saya, yang juga terkenal dengan murid-muridnya yang kebanyakan anak gaul. Tapi, saya kurang suka dengan lingkungan anak gaul, selain tingkat hedonismenya relatif tinggi, kita juga harus mengorbankan banyak waktu. Tapi, pada kenyataannya, menjadi manusia introvert macam saya tidak jauh beda. Mungkin uang dan waktu yang digunakan untuk ngegame jauh lebih banyak mas bro.

Karena sifat saya yang introvert ini, akhirnya lingkup pergaulan saya sempit, kenalan nggak banyak, tapi itu dulu. Sampai akhirnya pada suatu saat saya mengenal sebuah kegiatan Islam yang membuat saya jadi mengenal banyak orang. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Mulai dari yang muda sampai yang tua. Mulai dari orang di negara ujung afrika sampai yang berada di sini. Apalagi kalau bukan shalat jamaah.

Pertama kali ikut kegiatan shalat jamaah adalah zaman SMA. Waktu itu memang nggak ada yang kenal siapa saya kecuali yang pernah sekelas dengan saya :D . Tapi, sejak saat itu, saya jadi kenal dengan banyak orang dari kelas lain, angkatan lain, bahkan para guru yang belum pernah mengajar saya. Alhamdulillah, di sekolah kami memiliki Masjid yang bernama Darul Ulum, di mana para murid dan guru biasanya gunakan untuk shalat jamaah pada waktu dzuhur, dan juga ashar jika ada orang, walaupun tidak jarang dipake untuk bolos :v .

Sejak saat itu, saya jadi sering ikut shalat berjamaah, walaupun hanya istiqamah di sekolah, yang penting jalan terus. Terkadang mesti minta izin sama guru yang mengajar pada jam tersebut, tapi alhamdulillah diizinkan.

Selepas kelulusan dari sekolah tersebut, saya tidak pernah lagi shalat jamaah, sama sekali. Yang ada hanyalah shalat jamaah di hari jum'at. Kalaupun shalat, tidak jarang menggunakan ruangan kosong di warnet tempat saya biasanya bermain dari pagi sampai sore.

Akhirnya, ketika pergi ke Jepang, saya juga menjadi malas untuk melakukan shalat jamaah, dan menjadi orang introvert sejati :D . Alhamdulillah, suatu ketika saya termotivasi oleh seseorang untuk selalu melakukan shalat jamaah di sini. Pada akhirnya, saya pun selalu menyempatkan diri untuk shalat jamaah di sini.

Seperti yang saya bilang di atas, saya bukan anak gaul yang menghabiskan banyak waktu di luar untuk bertemu orang-orang. Untuk bergaul saja jarang, apalagi untuk mengenal orang-orang. Terkadang dengan adanya media sosial, saya membuat kita mengenal orang lain, tapi pada akhirnya, itu semua hanya semu. Tapi, tentu berbeda dengan mereka yang kita temui tiap hari pada shalat jamaah. Rasanya beda, misalnya mau ada konflik, tetap saja ada rasa tidak enak kalau ada clash (tapi bukan clash of clan). Jadinya, kita pasti akan berusaha saling mengerti dan memaafkan.

Seperti yang saya sebutkan di atas, ikut shalat jamaah membuat kita mengenal banyak manusia dari berbagai tipe, mulai dari yang ini sampai yang itu. Karena yang ikut shalat jamaah tidak dibatasi oleh umur, bahkan tidak jarang saya mengenal beberapa anak yang kadang shalat di masjid karena dibawa oleh orang tuanya. Tentu, semuanya karena shalat jamaah mengajarkan walau berdiri tidak sama tinggi, tapi tempat sujud kita sama.

Walaupun saya sadar bahwa saya tidak sebaik mereka yang ikut shalat jamaah, saya sadar, bahwa perlahan-lahan apa yang mereka ajarkan, mereka sharing, mereka nasehatkan kepada saya akan memberikan perubahan kepada saya sedikit demi sedikit. Saya tidak mau membiarkan syaithan dalam hati mengatakan "Nggak usah sok suci deh, merasa mulia dengan shalat jamaah, padahal kalau sendiri ente blablablabla". Yang penting adalah tetap memperbaiki niat, dan usaha untuk shalat jamaah, mempererat silaturahim, dan membentuk karakter yang sesuai dengan teladan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semampu kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk semua jalan kebaikan.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.