Sabtu, 13 Juni 2015

Metode Menghafal Al-Qur'an

Setiap orang memiliki cara atau metode sendiri dalam menghafal. Namun demikian, yang paling banyak digunakan adalah yang cocok dan menyenangkan bagi tiap individu. Jika diteliti, kebanyakan metode yang cocok bagi setiap orang diperoleh melalui beberapa kali percobaan. Oleh karenanya, cobalah semua metode dari metode-metode tersebut yang bisa membuat kita tekun menghafal, dan manakah metode yang menghabiskan waktu paling sedikit!

Mari kita simak bersama-sama metode-metode menghafal Al-Qur'an berikut ini:

Pertama: Menghafal Beberapa Ayat atau 1 Ayat

Praktiknya, seorang penghafal membaca satu ayat dengan bacaan yang benar sebanyak 2 atau 3 kali. Kemudian, memperdengarkan ayat ini kepada orang lain. Setelah itu, diteruskan dengan menghafal ayat kedua, dengan cara seperti sebelumnya. Dan setelah itu memperdengarkan ayat pertama dan kedua. 
Metode yang sama dilakukan untuk menghafal ayat ketiga, yakni menghafalnya kemudian memperdengarkan ayat-ayat tersebut satu per satu, dari ayat pertama sampai ayat ketiga. Kemudian, dilanjutkan dengan ayat keempat, demikian seterusnya hingga ayat terakhir dari halaman yang sedang dihafal.

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa dalam metode ini, kita akan menemukan bahwa ayat pertama lebih banyak diucapkan, sehingga tidak perlu diadakan pengulangan. Ketika sebagian orang telah hafal sampai 1/2 halaman (dengan metode ini), mereka berkata, "Setengah halaman yang pertama ini telah dihafal dengan mantap. Sehingga, tidak perlu dibacakan ulang ketika menghafal ayat-ayat pada setengah halaman berikutnya." Jika demikian, maka hendaknya ayat-ayat yang dihafalkan selanjutnya itu, pembacaannya dimulai dari 1/2 halaman kedua hingga sempurnalah 1 halaman penuh. Jika sudah dihafal 1 halaman, hendaknya ia memperdengarkan hafalannya ini pada orang lain, 1 halaman lengkap sebanyak 3 kali.

Biasanya, ini merupakan metode yang paling lambat, karena bisa menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Sebabnya, karena banyak dilakukan pengulangan.

Selain itu, ini jugam erupakan metode yang paling lemah. Karena jika seorang penghafal tidak menyambung ayat yang satu dengan ayat berikutnya, maka ia akan kesulitan meneruskan pada sebagian ayat. Kemudian, terpaksa ia harus membuka mushaf dan melihat lagi pada ayat manakah dia berhenti. Setelah itu, ia menutup mushafnya dan menerukan lagi hafalannya. Akan tetapi, ia akan kembali berhenti untuk kedua dan ketiga kalinya. Setelah beberapa waktu, ia akan mendapati kesulitan untuk menghubungkan semua ayat menjad 1 halaman penuh.

Kedua: Membagi 1 Halaman Menjadi 3 Bagian

Dengan metode ini, 1 halaman dibagi menjadi 3 bagian. Kemudian ayat yang terdapat pada tiap bagian dibaca berulang kali sampai hafal. Jika ketiga bagian itu telah dihafal maka ketiga bagian tu disambungkan satu sama lainnya (sehingga menjadi 1 halaman). 
Dengan metode ini, hubungan ayat yang satu dengan yang lainnya akan sempurna, dengan cara yang lebih baik. Selain itu, kita akan menyingkat waktu yang kita habiskan untuk mengulang-ulang setiap ayat.

Ketiga: Menghafal 1 Halaman Sekaligus

Ini mirip dengan metode sebelumnya, tetapi targetnya adalah 1 halaman penuh. Maksudnya, seorang yang ingin menghafal membaca 1 halaman secara sempurna dari awal sampai akhir, dengan bacaan yang pelan dan benar, sebanyak 3 atau 5 kali menurut kecepatan dan kemampuan tiap orang dalam menghafal.
Dengan demikian, jika kita membaca 1 halaman penuh sebanyak 3 atau 5 kali dengan bacaan yang diiringi kehadiran hati serta pemusatan pikiran dan akal bukan semata secara lisan, maka kita dapat menghimpun hati dan pikiran. Karena tujuan dari membaca seperti ini adalah untuk menghafal.

Jika salah satu diantara anda menyangka bahwa seseorang tidak akan pernah bisa sempurna; atau tidak akan dapat menghafal dengan membaca sebanyak 3 atau 5 kali, maka aku katakan, "Ya, Anda benar"

Kemungkinan seseorang dapat hafal ayat-ayat dari halaman yang dibacanya itu. Namun ketika ia bermaksud memperdengarkan halaman yang ia hafal itu, maka ia akan berhenti pada satu ayat (karena lupa). Kemudian ia buka mushafnya dan melihat ayat apa yang ia lupa. Ketika ia teringat, ia tutup mushafnya lagi. Kemudia ketika ia kembali lagi memperdengarkan halaman yang dihafalnya, ia akan berhenti lagi untuk kedua dan ketiga kalinya.
Lantas, apa yang terjadi? Ia tidak akan berhenti untuk kedua kalinya pada letak ayat yang sebelumnya ia berhenti padanya. Sebabnya, karena letak itu telah terpatri di dalam memorinya. Dengan begitu, lupa saat mengulang hafalan bisa diminimalisir.

Basanya, ia baru bisa menghafal 1 halaman secara mantap dan sempurna setelah ia mmperdengarkan hafalannya sampai 3 kali. Sehngga secara keseluruhan, ia membaca 1 halaman sampai 8 kali: 3 atau 5 kali pada langkah pertama (menghafal), dan 3 kali lannya pada langkah kedua (ketika ia memperdengarkan halaman yang ia hafal pada orang lain)

Apa yang seharusnya dilakukan pada langkah ketiga? Hendaknya ia mengulang-ulang tasmi' (memperdengarkan hafalan) yang benar, yang telah disempurnakan terakhir kali, kira-kira sebanyak 3 kali. Dengan demikian, jumlah keseluruhan bacaan dari 1 halaman yang ia hafal adalah 9 atau 11 kali.

Ia membaca 1 halaman dengan bacaan yang dikonsentrasikan pada keakuratan dan kebenarannya sebanyak 3 atau 5 kali. Kemudian. ia memperdengarkannya sebanyak 3 kali percobaan. Setelah itu, ia memantapkannya dengan 3 tasmi'. Alhasil, 1 halaman akan terhafal dengan baik, kuat, dan mantap, insya Allah.

Apa kelebhan menghafal dengan metode ini? Kelebihannya adalah kita tidak akan terbata-bata dan berhenti untuk melanjutkan sambungan halaman berikutnya. berbeda dengan metode lainnya sebagaimana telah kami sebutkan, dimana 1 halaman dihafal dengan menghafal ayat per ayat secara terpisah.

Ketahuilah, sesungguhnya halaman tu bagaikan sebuah papan yang terdapat di dalam hatinya. Ia melukis imajnasinya pada papan itu dan membuat gambar dari ujung atas sampa ujung bawah. Sehingga, ia pun dapat mengetahui beberapa jumlah ayatnya. Ada 1 halaman yang hanya berisi 1 ayat sempurna. Ada halaman yang isinya hanya terdapat 2 ayat. Ada halaman yangisinya terdapat 3 ayat. Dan ada halaman yang isinya terdapat banyak ayat. Ia juga dapat mengetahui dimana halaman itu berada, apakah di bagian kana atauka di bagian kiri. Kata apa yang mengawali halaman itu dan kata apa yang mengakhirinya. Dengan demikian ia dapat menghafal seakurat mungkin, insya Allah.

Sesungguhnya ini adalah metode menghafal yang paling cepat. 1 halaman selesai dihafalkan kira-kira 10 menit. Bahkan seseorang berkata bahwa 1 halaman dapat dihafalkan kurang dari 10 menit. Kita katakan 10 menit, jika memiliki niat kuat untuk menghafal. Namun, jika tia termasuk orang yang senang bersantai, maka sekalipun ia tidak dapat menghafal apapun, walaupun dalam waktu 100 menit dan tidak pula 10 hari.

Diketik ulang dari buku 'Hafal Al-Qur'an dalam Sebulan', karya Ir. Amjad Qosim Hal. 101-105
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.