Sabtu, 18 Juli 2015

Nasehat dari Imam Masjid

Hari ini diskusi dengan imam masjid. Begitu banyak nasehat yang beliau berikan kepada saya.

1. Tidak usah mengecilkan diri dengan adanya komen buruk orang lain tentang kita. Jika memang ada pada diri kita, maka itu berarti kita harus belajar mengubah diri menjadi lebih baik. Jika tidak ada pada kita, maka kita tidak perlu mempedulikannya. Melakukan amalan karena manusia adalah syirik, dan meninggalkan amalan karena manusia adalah riya.

2. Tidak usah menyibukkan diri dengan fitnah-fitnah yang ada, tetap sibukkan diri dengan amal shaleh. Jika ada orang di sekitar kita yang menyibukkan diri dengan ghibah, maka kita harus meninggalkannya, karena hal tersebut hanya menimbulkan was-was. Orang-orang yang menyibukkan diri untuk ghibah bisa jadi orang-orang yang ingin mendapatkan kedudukan yang tinggi, tetapi dengan cara menginjak-injak yang lain. (catatan: mohon bedakan antara ghibah dan orang yang memberikan nasehat secara umum)

3. Jangan terlalu mudah percaya pada seseorang jika belum benar-benar menyelidikinya, apalagi jika orang tersebut akan anda tempatkan pada sebuah posisi yang berpengaruh, karena bisa jadi hal tersebut malah berbalik mencemarkan nama baik anda.

4. Mencoba melihat dari persepsi yang lain adalah hal yang bagus. Terkadang kita terlalu mudah untuk mematok sesuatu tanpa mempertimbangkan orang lain yang mungkin kondisi dan tingkat ilmunya berbeda.

5. Menjaga kondisi di mana dan kepada siapa kita meminta/menerima ilmu, informasi, dsbnya agar selalu mendapatkannya dari sesuatu yang baik, karena hal tersebut bisa mempengaruhi pola pikir kita.

6. Bertaqwalah kepada Allah, jalankan sunnah Rasul, niscaya kita akan berada pada jalan keselamatan. Jika sebuah amanah dipercayakan kepada kita, maka laksanakan sesuai dengan qur'an dan sunnah, serta kemampuan kita, jangan sampai menawarkan diri seenaknya tapi tidak paham secara jelas akan apa yang diamanahkan. 

Dari Abdurrahman bin Samurah dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepadaku, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu (tanpa pertolongan dari Allâh). Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong (oleh Allâh Azza wa Jalla) dalam melaksanakan jabatan itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Penutup, memang nasehat secara privat dengan cara yang baik itu lebih besar efeknya ketimbang sekedar share tulisan, atau bacaan secara umum ke orang-orang. Nasehat adalah bagian penting dari nasehat, mengingat hadits yang berbunyi 'agama adalah nasehat', yang menggambarkan kedudukan penting 'nasehat' dalam Islam, seperti halnya hadits 'haji adalah arafah' yang menggambarkan pentingnya arafah di dalam ibadah haji. Dan jangan pernah sungkan memberikan nasehat, “karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55)
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.