Rabu, 09 September 2015

Ustadz Bohongan

"Ustadz kok main cosplay (pakaian Anime Jepang)", kata seseorang pada saya. "Jadi ustadzmi tawwa Farid sekarang", kata seorang yang lain.
Padahal, apa yang saya lakukan hanya berbagi sesuatu dari qur'an dan sunnah, sesuatu yang baik dan benar menurut saya. Sayangnya di dalam masyarakat kita, hal-hal ini disalah artikan. Dianggap pengen jadi ustadz lah, dianggap begini dan begitulah.
Kalaupun belakangan anda tahu keburukan saya, dan memvonis saya sebagai 'ustadz bohongan', entah karena anda melihat akhlak saya buruk, atau karena saya main cosplay Anime sekalipun, semua kesalahannya dari saya karena tak mampu menundukkan hawa nafsu.
Hal yang sama pun saya lihat ketika Teuku Wisnu memberikan sebuah 'pendapat'nya lalu mereka yang berbeda protes dan menyematkan gelar 'ustadz dadakan' pada beliau. Padahal, apa yang beliau sampaikan hanyalah berbagi pendapat yang diyakininya benar DENGAN SEBUAH ARGUMEN YANG KUAT, jika dibandingkan mereka yang menyalahkan beliau.
Anyway, saya pikir, orang-orang yang mengatakan bahwa orang yang boleh berbagi ilmu agama itu hanya ustadz, sama seperti orang yang mengatakan bahwa yang boleh bersedekah hanyalah orang kaya, sedangkan orang miskin tidak. Orang yang menganggap bahwa yang harus belajar agama cuma ustadz, sama seperti orang yang bilang bahwa yang boleh punya uang hanya orang kaya, sedangkan orang miskin nggak boleh punya uang serupiahpun. Padahal, baik kaya maupun miskin, punya hak untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan mereka. Begitu juga pada setiap orang, ada kewajiban untuk mempelajari agama yang haq (Islam) dan menyebarkannya semampunya, tidak peduli dia ustadz atau bukan.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.