Jumat, 27 November 2015

Berdo'a

Terkadang ketika mau membalas email dosen, kita menimbangnya berulang kali sebelum menekan tombol 'send'. Mulai dari gaya menulis, konten, sampai masalah titik koma. Itu baru hal-hal yang berupa tulisan, belum lagi kalau berupa lisan secara langsung. Tetapi mengapa kita tidak memperhatikan kata-kata, intonasi, serta cara menyampaikan do'a kita kepada Allah? 

Masih banyak di antara kita yang kalau berdoa seperti orang mau lari ke WC, kumur-kumur, komat-kamit, ngunyah permen karet, seakan-akan Allah begitu remeh. Padahal kita semua tahu kalau minta sesuatu itu harusnya memelas, merayu, berserah diri, dan tentu dengan kalimat yang baik.

Ketika kita mau mengajukan aplikasi beasiswa, kita juga pasti akan berusaha memenuhi berbagai kualifikasi jauh-jauh hari sebelum itu. Memperbaiki nilai kuliah, menjaga sikap (supaya bisa dapat surat keterangan kelakuan baik dan rekomendasi dosen), dan lain-lain. Tapi kita enggan menjaga adab dan memenuhi hal-hal yang menyebabkan diterimanya do'a oleh Allah.

Semoga saya menjadi orang paling pertama yang tertegur dengan tulisan ini dan segera memperbaiki diri. Karena hanya Allah satu-satunya tempat meminta.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.