Rabu, 02 Desember 2015

Kisah Tanah Perkebunan dan Guci Berisi Emas

Hari ini, pak dosen dalam sebuah mata kuliah memperlihatkan kami sebuah slide yang berjudul 'Shallow vs Deep Foundation', yang mau tidak mau mengingatkan kami pelajaran dari beliau beberapa pekan yang lalu tentang metode 'Soil Investigation'. Soil Investigation memiliki peran penting untuk menentukan fondasi yang akan digunakan untuk pembangunan pada suatu lahan. Tentu hal seperti ini penting untuk diketahui oleh orang-orang yang mau jual beli tanah.
Selain itu, hal ini mengingatkan saya tentang sebuah kisah dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang kisah seseorang yang membeli tanah perkebunan, lalu mendapatkan emas di dalamnya. Kisah lengkapnya seperti ini,
Sahabat mulia Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Ada seorang laki-laki yang membeli tanah perkebunan dari orang lain. Tiba-tiba orang yang membeli tanah perkebunan tersebut menemukan sebuah guci yang di dalamnya terdapat emas. Maka ia berkata kepada penjualnya, “Ambillah emasmu dariku, sebab aku hanya membeli tanah perkebunan, tidak membeli emas!, orang yang memiliki emas itu pun menjawab, “Aku menjual tanah itu berikut apa yang ada di dalamnya. Lalu, keduanya minta keputusan hukum kepada orang lain. Orang itu berkata, ‘apakah kalian berdua mempunyai anak?’ Salah seorang dari mereka berkata, aku memiliki seorang anak laki-laki. Yang lain berkata, ‘aku mempunyai seorang putri.’ Orang itu lalu berkata, “Nikahkanlah anak laki-laki (mu) dengan putri (nya) dan nafkahkanlah kepada keduanya dari emas itu dan bersedekahlah kalian dari padanya!” (Muttafaq ‘alaih).
Demikianlah kisah yang dituturkan oleh Nabi kita Muhammad shallallohu 'alaihi wasallam. Kisah pertama, contoh perilaku orang yang jujur. Balasan kejujuran dari orang yang mengatakan sesuatu yang bukan haknya dan mengembalikan barang kepada orang yang memiliki hak tersebut, mendapatkan balasan kenikmatan bagi dirinya bahkan kepada orang yang berada dibawah tanggung jawabnya.
Itulah contoh balasan bagi orang yang bersikap baik dan Allah segerakan balasannya di dunia ini. Sungguh benar apa yang Allah firmankan, yang artinya, “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”(QS. ar-Rahman : 60)
Adapun balasan di akhirat, Allah menjanjikan kepada orang yang datang kepada-Nya dengan (membawa) kebaikan, akan mendapat balasan yang lebih baik dari kebaikan yang telah ia lakukan di dunia. Dan kita akhiri tulisan ini dengan firman Allah yang artinya,“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. al-Qashash: 84)
*[Sumber: Kisah-Kisah Nyata tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi’in, Orang-Orang Dulu dan Sekarang, Syaikh Ibrahim bin Abdullah, Darul Haq-Jakarta dengan sedikit tambahan, diambil dari link http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=653]
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.