Rabu, 09 September 2015

Ilmu Dunia akan Menjadi Bermanfaat, Jika Kita Memahami Islam dengan Baik

Orang yang paling baik di masa jahiliyyah, adalah orang yang paling baik setelah masuk Islam, jika mereka menjadi seorang yang faqih (ahli dan alim dalam ilmu syariat).(HR. Bukhari dan Muslim).
Masa lalu bukanlah tolak ukur kebagusan Islam seseorang. Bahkan seorang Umar bin Khattab yang ditakuti kawan dan lawan pada zamannya dan sudah berencana membunuh Rasulullah pun menjadi seorang muslim yang baik setelah masuk Islam.
Begitu juga dengan 'beliau' yang seorang artis, lalu diberikan kepahaman agama oleh Allah. Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Dia akan dipahamkan dalam agamanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Skill yang didapat oleh beliau ketika berjuang sebelum akhirnya menjadi seorang artis, termasuk rasa percaya diri yang dimilikinya. Mungkin, beliau akan menjadi ustadz yang lebih baik daripada yang tadinya ustadz lalu berubah jadi artis. Karena amalan seseorang dilihat pada akhirnya bukan awalnya.
“Sesungguhnya telah disempurnakan penciptaan salah seorang dari kalian dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk sperma, kemudian dia menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus kepadanya malaikat, kemudian ditiupkan ruh kepadanya, lalu malaikat tersebut diperintahkan untuk menulis empat perkara; untuk menulis rizkinya, ajalnya dan amalannya dan nasibnya (setelah mati) apakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Sesungguhnya salah seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia memasukinya. Dan salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sehasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli surga hingga dia memasukinya. (HR Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah menunjukkan kita jalan yang lurus, dan diistiqamahkan di jalan yang benar hingga akhir hayat kita.
Read More

Ustadz Bohongan

"Ustadz kok main cosplay (pakaian Anime Jepang)", kata seseorang pada saya. "Jadi ustadzmi tawwa Farid sekarang", kata seorang yang lain.
Padahal, apa yang saya lakukan hanya berbagi sesuatu dari qur'an dan sunnah, sesuatu yang baik dan benar menurut saya. Sayangnya di dalam masyarakat kita, hal-hal ini disalah artikan. Dianggap pengen jadi ustadz lah, dianggap begini dan begitulah.
Kalaupun belakangan anda tahu keburukan saya, dan memvonis saya sebagai 'ustadz bohongan', entah karena anda melihat akhlak saya buruk, atau karena saya main cosplay Anime sekalipun, semua kesalahannya dari saya karena tak mampu menundukkan hawa nafsu.
Hal yang sama pun saya lihat ketika Teuku Wisnu memberikan sebuah 'pendapat'nya lalu mereka yang berbeda protes dan menyematkan gelar 'ustadz dadakan' pada beliau. Padahal, apa yang beliau sampaikan hanyalah berbagi pendapat yang diyakininya benar DENGAN SEBUAH ARGUMEN YANG KUAT, jika dibandingkan mereka yang menyalahkan beliau.
Anyway, saya pikir, orang-orang yang mengatakan bahwa orang yang boleh berbagi ilmu agama itu hanya ustadz, sama seperti orang yang mengatakan bahwa yang boleh bersedekah hanyalah orang kaya, sedangkan orang miskin tidak. Orang yang menganggap bahwa yang harus belajar agama cuma ustadz, sama seperti orang yang bilang bahwa yang boleh punya uang hanya orang kaya, sedangkan orang miskin nggak boleh punya uang serupiahpun. Padahal, baik kaya maupun miskin, punya hak untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan mereka. Begitu juga pada setiap orang, ada kewajiban untuk mempelajari agama yang haq (Islam) dan menyebarkannya semampunya, tidak peduli dia ustadz atau bukan.
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.