Senin, 04 Januari 2016

Catatan Dauroh part 4 - Jerat-Jerat Syaithan

Sebenarnya setiap keburukan dikategorikan sebagai setan. Setiap orang yang menghalangi orang lain untuk melakukan perbuatan baik, maka dia disebut setan. Salah satu sifat syaithan adalah sombong. Pengertian sombong di sini bukanlah ketika memiliki sesuatu yang bagus, karena sombong sebenarnya adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim)
Iblis lalu meminta umur yang panjang untuk menggoda manusia. Tidak ada cuti untuk syaithan, bahkan ketika kita akan meninggal. Terkadang kita terlalu lalai dalam menghadapi Iblis. Sesungguhnya manusia cenderung berbuat buruk. Manusia dikeroyok oleh 2 hal untuk keburukan, yakni syaithan dan hawa nafsu.
Hal yang terkadang kita lupakan adalah kewajiban kita untuk menjadikan syaithan sebagai musuh. Banyak diantara kita yang mengetahui hakikat syaithan, tetapi masih menjadikan syaithan sebagai teman. Mengapa kita tidak boleh menjadikannya sebagai teman? Karena tujuannya adalah mengajak orang untuk masuk ke dalam neraka sair.
Yang telah ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka (Sair). (Al-Hajj: 4)
Cara Syaithan dalam mengajak manusia
  • Menghiasi kebatilan dengan kebaikan (seolah-olah yang buruk itu baik)
  • Menunda-nunda seseorang dalam berbuat amalan, serta menambahkan sifat malas pada seseorang, termasuk untuk bangun shalat di waktu subuh,
Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari
  • Dengan cara seolah-olah memberikan nasehat (Ingatlah kisah adam dan syaithan, yang menjanjikan buah khuldi, padahal itu hanya tipuan belaka, dan syaithan menggunakan sumpah demi Allah tentang kebaikan buah tersebut, padahal Allah jelas-jelas mengharamkannya)
  • Melalui tahapan-tahapan tertentu, contoh; kisah Barshisa. *pernah saya masukkan di blog saya pada link ini http://www.faridkun.com/2012/03/kis...
  • Menjadikan manusia lupa dengan hal-hal yang baik
  • Menakut-nakuti manusia
  • Membisikkan kita dengan hal yang kita sukai
  • Mempunyai rencana jangka pendek dan panjang.
  • Dengan skala prioritas
    • Syirik/kufur
    • Menjerumuskan ke dalam perbuatan dosa/maksiat
    • Bid’ah
    • Merusak badan atau jiwa
    • Merusak rumah
    • Ikut makan dan tinggal di rumah kita jika tidak membaca do’a sebelum masuk dan sebelum makan.
    • Dengan merasuki, merusak kekhusyukannya, merusak pahalanya.
Semoga Allah memberikan kita ilmu untuk mengenal hakikat syaithan, dan juga memberikan kita hidayah agar senantiasa mampu menjauh dari mereka.
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.